Sabtu, 17 Oktober 2026
22:21 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Festival Doa Monlam

Festival Doa Monlam

Bagikan:
Festival Doa Monlam

250px-IMG_1016_Lhasa_Barkhor.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Ziarah di Jokhang, Lhasa selama Monlam
Nama Tionghoa
Hanzi sederhana: 默朗木祈愿大法会
Hanzi tradisional: 孟蘭祈願大法會
Alih aksara
Mandarin
- Hanyu Pinyin: Mòlǎng Mù Qíyuàn Dàfǎhuì
nama alternatif
Hanzi sederhana: 传召法会
Hanzi tradisional: 傳召法會
Alih aksara
Mandarin
- Hanyu Pinyin: Chuánzhào Fǎhuì
Nama Tibet
Tibet: སྨོན་ལམ་
- Wylie: Smon-lam

Bagian dari seriBuddhisme Tibet

120px-Gilt_roof_of_the_Jokhang.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail


Sejarah
Kronologi Waktu · Topik lainnya
Mazhab
Nyingma · Kagyu · Sakya · Gelug · Bön
Ajaran Inti
Tiga Corak Umum · Skandha · Kosmologi · Saṃsāra · Kelahiran Kembali · Bodhisattva · Dhamma · Hukum Sebab Musabab · Karma
Tokoh Buddhis
Gautama Buddha · Padmasambhava · Je Tsongkhapa · Dalai Lama · Panchen Lama · Lama · Karmapa Lama · Rinpoche · Geshe · Terton · Tulku

Ajaran dan Pencapaian

Kebuddhaan · Avalokiteśvara · Empat Tingkat Pencerahan · Yoga Tantra · Paramita · Meditasi · Umat awam

Vihara Utama

Changzhug · Drepung · Dzogchen · Ganden · Jokhang · Kumbum  · Labrang · Mindroling · Namgyal · Narthang · Nechung · Palcho · Ralung · Ramoche · Sakya · Sanga · Sera · Shalu · Tashilhunpo · Tsurphu · Yerpa

Perayaan Utama

Chotrul Duchen · Dajyur · Losar · Dosmoche · Monlam · Sho Dun · Losoong
Naskah
Kangyur · Tengyur · Kitab Suci Tibet · Sutra Mahayana

Kesenian

Mandala · Thangka · Ashtamangala · Pohon Fisiologi

Kebudayaan  · Daftar Topik  · Portal

40px-Dharma_Wheel.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Festival Doa Monlam atau dikenal sebagai Monlam saja adalah perayaan orang-orang Tibet yang jatuh pada hari keempat hingga kesebelas bulan pertama Tibet dalam agama Buddhisme Tibet.

Sejarah

Festival Monlam di Tibet pertama kali diadakan pada tahun 1409 oleh Je Tsongkhapa di Lhasa, pendiri tradisi Gelug. Sebagai salah satu festival keagamaan terbesar di Tibet, ribuan biksu dari tiga biara utama, yaitu Drepung, Sera, dan Ganden, berkumpul untuk berdoa dan melaksanakan ritual di Kuil Jokhang. Perayaan awal Monlam menarik banyak umat Buddha dan telah dilestarikan selama lebih dari enam ratus tahun.[1]

Pada tahun 1517, Gedun Gyatso menjabat sebagai kepala biara Drepung. Tahun berikutnya, ia menghidupkan kembali Festival Doa Agung Monlam Chenmo dan memimpin acara tersebut bersama para biksu dari Sera, Drepung, serta Ganden, tiga universitas monastik utama aliran Gelugpa.[2]

Perayaan Monlam di Kuil Jokhang, Lhasa, dilarang selama Revolusi Kebudayaan (1966–1976),[3] meski sebenarnya sudah tidak digelar di sana sejak 1959, dan baru kembali diadakan di Lhasa pada tahun 1986..[4] Pada akhir 1980-an, warga Tibet memanfaatkan acara Monlam dan kegiatan setelahnya untuk menyuarakan aspirasi politik. Saat Monlam, para biksu naik panggung mendoakan panjang umur Dalai Lama ke-14, anak-anak melempar batu ke polisi pengawas, dan simbol-simbol kemerdekaan Tibet ditampilkan. Karena protes ini tidak membuahkan hasil, para biksu bahkan mengusulkan boikot Monlam sebagai bentuk ketidakpuasan terhadap pemerintah.[5] Namun, karena pasukan keamanan dilarang membubarkan acara yang dianggap “murni religius”, pemerintah kota akhirnya menghentikan penyelenggaraan Monlam pada tahun 1990.[6]

Pada tahun 2024, situs web yang terkait dengan festival Monlam diserang kelompok ancaman persisten tingkat lanjut yang bernama Evasive Panda oleh pemerintah Tiongkok untuk tujuan spionase dunia maya.[7]

Praktik

Doa

Dalam perayaan Kagyu Monlam Chenmo, praktik utama yang dilakukan oleh para biksu dan umat awam adalah pembacaan Doa Harapan Samantabhadra, yang merupakan bagian dari ajaran Buddha yang dilestarikan dalam tradisi Tibet. Inti dari doa ini mencerminkan semangat Bodhisatwa dalam ajaran Buddhisme Mahayana, yakni tekad untuk mencapai pencerahan demi kesejahteraan semua makhluk hidup.[8]

Referensi

  1. ↑ IUM, Michael (2022). "Tsongkhapa as a mahāsiddha". Journal of the International Association of Buddhist Studies. 45: 73–117. doi:10.2143/JIABS.45.0.3291577. ISSN 2507-0347.
  2. ↑ "The Dalai Lamas". His Holiness the 14th Dalai Lama of Tibet. The Office of His Holiness the Dalai Lama. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-10-30. Diakses tanggal 2015-02-16.
  3. ↑ Greenfield, Jeanette (2007). The Return of Cultural Treasures. Cambridge University Press. hlm. 358.
  4. ↑ Sautman, Barry; Dreyer, June (2006). Contemporary Tibet: Politics, Development, and Society in a Disputed Region. M.E. Sharpe. hlm. 37.
  5. ↑ Schwartz, Ronald (1994). "A Battle of Ideas". Circle of Protest: Political Ritual in the Tibetan Uprising. Columbia University Press. hlm. 107–111.
  6. ↑ Barnett, Robert; Akiner, Shirin (1994). Resistance and Reform in Tibet. Hurst. hlm. 249.
  7. ↑ "Evasive Panda leverages Monlam Festival to target Tibetans". www.welivesecurity.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-03-07.
  8. ↑ "Kagyu Monlam: The Path of Aspiration". 2014. Diakses tanggal 2014-12-03.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan