Minggu, 20 September 2026
21:17 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Kepiting

Kepiting

500px-Cancer_pagurus.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Cancer pagurus, kepiting cokelat yang dapat dimakan dari infrairdo brachyura (kepiting sejati)

Kepiting adalah krustasea dekapoda, baik brachyura ("kepiting sejati") atau berbagai kelompok dalam anomura yang berkerabat dekat (kelomang dan kerabatnya), yang dicirikan oleh cangkang yang sangat terlindungi, segmen ekor yang tersembunyi di bawah tubuh, kemampuan untuk berjalan menyamping, dan kebiasaan bersembunyi di celah-celah berbatu. Mereka tidak membentuk satu kelompok atau klad alami tunggal, tetapi telah berevolusi secara konvergen beberapa kali dari rencana tubuh dekapoda leluhur melalui karsinisasi, proses pembentukan serangkaian karakteristik ini. Sebagai kelompok, mereka bersifat polifiletik, artinya mereka memiliki banyak asal-usul evolusi.

Ukurannya bervariasi, mulai dari kepiting kacang yang lebarnya hanya beberapa milimeter, hingga kepiting laba-laba Jepang dengan rentang kaki hingga 4 m (13 kaki). Banyak kepiting hidup bebas sebagai omnivora laut; yang lain adalah herbivora atau karnivora spesialis, sementara beberapa lainnya bersifat parasit. Sejumlah besar spesies beradaptasi dengan air tawar atau habitat non-laut lainnya.

Kepiting mencakup sekitar 20% dari krustasea laut yang ditangkap atau dibudidayakan untuk konsumsi manusia. Dalam hidangan Britania Raya, kepiting yang sudah diolah adalah hidangan laut tradisional, sementara di Goa dan Mozambik, kari kepiting adalah hidangan khas. Kepiting muncul dalam mitologi Yunani dan Melayu, dan sebagai lambang astrologi Cancer. Mereka telah muncul dalam seni dalam berbagai media termasuk tembikar, lukisan, panel blus, dan ilustrasi buku. Kelomang sering dipelihara di akuarium dan sebagai hewan peliharaan.

Keragaman

Rentang taksonomi

Filogeni

Kepiting bukanlah satu kelompok taksonomi tunggal.[1] Sebaliknya, di samping brachyura (kepiting sejati), terdapat beberapa kelompok anomura yang beberapa anggotanya juga disebut "kepiting" termasuk kelomang, undur-undur laut, kepiting raja, dan kepiting porselen.[2] Kelompok artropoda yang berkerabat jauh, yakni belangkas, dengan karapas berlapis baja tetapi bentuk tubuh yang sangat berbeda, adalah anggota Chelicerata, kelompok yang mencakup laba-laba dan kalajengking.[3] Bentuk tubuh kepiting dan perilaku terkait telah muncul secara independen pada waktu yang berbeda di beberapa kelompok krustasea dekapoda (huruf tebal dalam pohon).[1]

Artropoda
Chelicerata

Xiphosura (berisi belangkas) 120px-Horseshoe_crab_%28white_background%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Kambrium Tengah
Mandibulata

krustasea lainnya

Dekapoda

dekapoda lainnya (udang, lobster)

Brachyura

(kepiting sejati)[4] 120px-Liocarcinus_vernalis.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Jura Awal
Anomura
Porcellanidae

(kepiting porselen)[1] 120px-PeerJ_-_Allopetrolisthes_punctatus.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Jura Akhir

Munididae (lobster squat)

Parapaguridae (kelomang anemon laut dalam)

Lomisidae (kepiting batu berbulu)[5] 120px-Lomis_hirta_dorsal.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Aeglidae

Hippidae 120px-Emerita_analoga_cropped.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Kelomang
Lithodidae

(kepiting raja)[6][7] 120px-Lithodes_confundens_male_dorsal_plate_black_background.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Kenozoikum akhir
Paguridae

Birgus latro (ketam kenari) 120px-Birgus_latro.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Patagurus rex[8] 120px-Patagurus.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

(kelomang lainnya) 120px-Black_Eyed_Hermit_Crab_20210114_111707_2-6_%28cropped%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Kapur Akhir
Trias Akhir 

Kelompok spesifik

Chelicerata
Informasi lebih lanjut: Chelicerata

Belangkas (Xiphosura) adalah kelompok kuno, yang dikenal dari akhir Ordovisium Kanada, sekitar 445 juta tahun yang lalu.[9] Tubuh mereka terbagi menjadi prosoma anterior (kepala dan toraks yang menyatu) dan opistosoma posterior, atau perut. Permukaan atas prosoma ditutupi oleh karapaks setengah lingkaran (bagian atas cangkang), sedangkan bagian bawahnya memiliki lima pasang kaki berjalan dan sepasang chelicera seperti penjepit. Mulutnya berada di bagian bawah prosoma, di antara pangkal kaki berjalan.[10]

Dekapoda
Informasi lebih lanjut: Dekapoda

Dekapoda mirip kepiting mencakup beberapa kelompok:

  • Kepiting sejati (Brachyura) umumnya ditutupi dengan eksoskeleton tebal (cangkang bersendi), yang sebagian besar terdiri dari kitin yang sangat termineralisasi.[11][12] Jantan sering memiliki capit yang lebih besar daripada betina.[13]
  • Kepiting porselen (Porcellanidae) adalah dekapoda kecil pipih yang bersembunyi di bawah bebatuan. Mereka sering melepaskan anggota tubuh untuk melarikan diri dari predator.[14]
  • Kepiting batu berbulu (Lomisidae) adalah kepiting yang bergerak lambat di pantai Australia. Ia berkamuflase dengan bulu cokelat.[15]
  • Kelomang (Paguroidea) memiliki cakar seperti kepiting yang berlapis baja tebal, tetapi sebagai pengganti karapaks, mereka menghuni cangkang moluska gastropoda yang kosong untuk melindungi tubuh mereka yang rapuh.[16][17]
  • Kepiting raja (Lithodidae) sebagian besar hidup di perairan dalam yang dingin. Mereka menyerupai brachyura tetapi lebih dekat hubungannya dengan kelomang.[18]
  • Ketam kenari (Birgus) adalah kelomang darat besar yang hidup di pulau-pulau di Samudra Pasifik dan Hindia.[19]
  • Patagurus rex adalah kelomang khusus dari Polinesia, yang hidup di kedalaman 400 meter. Karapaksnya unik tetapi cukup untuk membuatnya terlihat seperti kepiting.[20]

Ukuran dan bentuk

Kepiting bervariasi ukurannya, mulai dari kepiting kacang yang lebarnya beberapa milimeter,[21] hingga kepiting laba-laba Jepang yang rentang kakinya mencapai 4 m (13 kaki).[22] Ketam kenari adalah artropoda darat terbesar, dan juga invertebrata darat terbesar yang masih hidup, dengan panjang hingga 40 cm (16 inci) dan berat hingga 4,1 kg (9 lb).[19]

Cara makan

Banyak kepiting adalah omnivora laut yang hidup bebas, memakan campuran alga, hewan kecil seperti moluska, cacing polichaeta, krustasea lain, dan detritus.[23] Yang lain lebih terspesialisasi: kepiting berbintik (Grapsus albolineatus) misalnya, merupakan herbivora, terutama memakan alga dan lebih menyukai alga filamen yang lebih bergizi daripada alga berdaun (foliose),[24] sedangkan kepiting bulan kuning Ashtoret lunaris adalah karnivora.[25] Kepiting porselen adalah pemakan plankton, menyaring mangsanya dari air laut menggunakan bulu-bulu panjang seperti bulu pada bagian mulutnya.[26] Kepiting tiram bertubuh lunak yang kecil adalah kleptoparasit tiram, hidup di dalam cangkang inangnya dan memakan makanannya.[27]

Ceruk ekologi

Kepiting hantu berjambul (Ocypode cursor) bersifat semi-terestrial, memakan hewan darat seperti serangga.[23] Spesies lain, termasuk kepiting polong (Pinnotheridae), bersifat parasit, hidup di dalam inang seperti moluska bivalvia.[21] Kepiting pohon atau kelomang Karibia bersifat terestrial saat dewasa,[28] hanya kembali ke laut untuk bertelur.[29] Ia memakan tumbuhan dan dengan memungut bangkai,[30] dan seperti kelomang lainnya, mengambil alih cangkang moluska untuk perlindungan, bernapas udara dengan paru-paru.[28] Sekitar 1.300 spesies kepiting dalam 8 famili beradaptasi dengan air tawar.[31] Kepiting merah pulau natal melakukan migrasi massal tahunan ke laut untuk bertelur.[32]

Kesamaan bentuk tubuh melalui karsinisasi

Artikel utama: Karsinisasi

Sebagian besar kepiting adalah anggota Brachyura, yang kadang-kadang disebut "kepiting sejati", dengan sekitar 7.000 spesies.[33] Beberapa kelompok krustasea dekapoda lainnya di antara anomura, seperti kepiting raja dan kepiting porselen, memiliki penampilan yang serupa; semuanya telah berevolusi secara konvergen melalui proses karsinisasi menjadi bentuk tubuh dan cara hidup kepiting. Dengan demikian, kepiting bukanlah satu kelompok taksonomi atau klad tunggal, tetapi bersifat polifiletik.[34][35][36][37] Banyak kepiting dapat berlari cepat ke samping (crabwise), meskipun yang lain berjalan ke depan,[38] dan beberapa dapat berenang.[39]

Bentuk tubuh kepiting yang mengalami karsinisasi didefinisikan oleh Keiler dan rekan-rekannya (2014) sebagai memiliki atribut berikut:[1]

  • "Karapas lebih pipih daripada lebarnya dan memiliki tepi lateral."
  • "Sternit menyatu menjadi plastron sternal yang lebar, yang memiliki lekukan yang jelas pada tepi posteriornya."
  • "Pleon pipih dan sangat melengkung, dalam pandangan dorsal sepenuhnya menyembunyikan tergum segmen pleonal keempat, dan sebagian atau seluruhnya menutupi plastron."
960px-Crab_vs_lobster_body_plan.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Rencana tubuh kepiting, adaptasinya diilustrasikan dengan perbandingan dengan lobster (bagian bawah ditunjukkan)

Interaksi dengan manusia

Perikanan dan makanan

Informasi lebih lanjut: Perikanan kepiting dan Daging kepiting

Kepiting mencakup sekitar 20% dari semua krustasea laut yang ditangkap, dibudidayakan, dan dikonsumsi di seluruh dunia, dengan jumlah mencapai 1,5 juta ton per tahun. Satu spesies yakni kepiting biru Asia (Portunus trituberculatus), menyumbang seperlima dari total tersebut. Takson penting komersial lainnya termasuk Portunus pelagicus, beberapa spesies dalam genus Chionoecetes, rajungan biru (Callinectes sapidus), Charybdis spp., Cancer pagurus, kepiting Dungeness (Metacarcinus magister), dan Scylla serrata, yang masing-masing menghasilkan lebih dari 20.000 ton per tahun..[40]

  • Perikanan kepiting
  • Penangkapan kepiting skala kecil
    Penangkapan kepiting skala kecil
  • Perangkap kepiting raja komersial, menunggu musim penangkapan kepiting
    Perangkap kepiting raja komersial, menunggu musim penangkapan kepiting
  • Kapal kepiting di Laut Bering
    Kapal kepiting di Laut Bering
  • Menarik perangkap kepiting
    Menarik perangkap kepiting

Di Eropa Barat, sebagian besar daging kepiting berasal dari kepiting cokelat Cancer pagurus, yang terkenal dengan rasa manis dan lembutnya. Britania Raya memiliki perikanan yang signifikan untuk spesies ini, dengan operasi besar di Skotlandia dan Inggris Barat Daya.[41] Kepiting yang sudah dibersihkan adalah hidangan makanan laut tradisional dalam Hidangan Britania Raya yang terbuat dari daging kepiting cokelat yang disajikan di dalam cangkangnya sendiri.[42]

Di Amerika Utara, terdapat perikanan komersial untuk rajungan biru Callinectes sapidus di sepanjang pantai Atlantik Amerika Serikat, dan di Teluk Meksiko. Perikanan ini berpusat di Teluk Chesapeake, tetapi tempat-tempat lain semakin penting.[43] Kue kepiting secara tradisional dibuat dari kepiting Teluk Chesapeake.[44][45]

Di Goa dan Mozambik, kari kepiting adalah hidangan khas, yang dibumbui dengan cabai, bawang putih, kelapa, dan rempah-rempah.[46]

Di prefektur Ishikawa, Jepang, baik daging maupun telur kepiting salju disajikan sebagai sushi di musim dingin. Kepiting jantan dikenal sebagai kano-gani, sedangkan betina sebagai kobako-gani. Musim penangkapan yang singkat untuk kepiting betina membuat sushi kobako-gani menjadi makanan lezat yang langka.[47]

  • Hidangan yang terbuat dari kepiting
  • Kepiting berbumbu dengan salad dan saus Marie Rose
    Kepiting berbumbu dengan salad dan saus Marie Rose
  • Kue kepiting dengan kentang goreng ubi jalar, salad kol, dan saus tartar
    Kue kepiting dengan kentang goreng ubi jalar, salad kol, dan saus tartar
  • Kari kepiting ala Goa
    Kari kepiting ala Goa
  • Sushi kobako-gani dengan daging dan telur kepiting salju
    Sushi kobako-gani dengan daging dan telur kepiting salju

Dalam budaya

Baik rasi bintang Cancer maupun zodiak Cancer dinamai berdasarkan kepiting, dan digambarkan demikian.[48] Dalam mitologi Yunani, Karkinos adalah kepiting yang datang membantu Hydra Lernaea saat melawan pahlawan Heracles.[49] Kepiting paling banter merupakan karakter sekunder dalam mitos tersebut, dan terkadang dihilangkan sama sekali. Hal ini telah dijelaskan oleh anggapan bahwa kepiting diperkenalkan ke dalam mitos tersebut oleh pengaruh Mesopotamia, karena para astrolog mencoba mengaitkan Tugas-tugas Hercules dengan dua belas zodiak.[50][51]

  • Mitologi dan Astrologi
  • Kepiting Karkinos menyerang Herakles saat ia melawan Hidra Lernaea. Bejana lekithos Attika, "Pelukis Diosphos",
    Kepiting Karkinos menyerang Herakles saat ia melawan Hidra Lernaea. Bejana lekithos Attika, "Pelukis Diosphos",
  • Rasi bintang Cancer, kepiting, dari Cermin Urania,
    Rasi bintang Cancer, kepiting, dari Cermin Urania,

Kepiting telah muncul dalam seni sejak zaman kuno dalam berbagai media. Bangsa Moche di Peru kuno menyembah alam, terutama laut,[52] dan sering menggambarkan kepiting dalam seni mereka.[53] Di antara banyak representasi selanjutnya, seniman Jerman yakni Albrecht Dürer membuat lukisan kepiting Eriphia verrucosa yang teliti pada tahun 1495; Karena spesies ini hidup di pantai Adriatik, kemungkinan besar ia melukis hewan tersebut ketika mengunjungi Venesia.[54] Penggambaran artistik yang sangat berbeda adalah piring saji monumental berbentuk kepiting yang dibuat oleh Studio Barbizet yang membuat tembikar tanah liat berglasir antara tahun 1850 dan 1890.[55] Di Cina, Gao Qipei (1672–1734) melukis "Kepiting dan Krisantemum" dengan tinta dan cat air tipis di atas kertas.[56] Di Panama, masyarakat Guna di Kepulauan San Blas membuat panel blus Mola appliqué yang dihiasi dengan motif seperti kepiting dari perairan Karibia.[57]

  • Dalam berbagai media sepanjang abad
  • Kepiting karya Albrecht Dürer, guas dan cat air di atas kertas, Jerman, 1495
    Kepiting karya Albrecht Dürer, guas dan cat air di atas kertas, Jerman, 1495
  • "Kepiting dan Krisantemum", Gao Qipei, tinta dan warna terang di atas kertas, Cina, abad ke-18
    "Kepiting dan Krisantemum", Gao Qipei, tinta dan warna terang di atas kertas, Cina, abad ke-18
  • Piring saji yang dikaitkan dengan Studio Barbizet, tembikar tanah liat, sekitar tahun 1850
    Piring saji yang dikaitkan dengan Studio Barbizet, tembikar tanah liat, sekitar tahun 1850
  • Panel blus dengan aplikasi Mola, Pulau Nulanega, Panama, abad ke-20
    Panel blus dengan aplikasi Mola, Pulau Nulanega, Panama, abad ke-20

Salah satu cerita pendek Rudyard Kipling, "Kepiting yang Bermain dengan Laut", menceritakan kisah seekor kepiting raksasa yang membuat air laut naik turun seperti pasang surut.[58] Seorang paleontolog yakni Richard Fortey telah mengidentifikasi kepiting raksasa Kipling sebagai belangkas.[59] Dalam mitologi Melayu, pasang surut laut diyakini disebabkan oleh air yang masuk dan keluar dari pusar di laut (Pusat Tasek), tempat "berada seekor kepiting raksasa yang dua kali sehari keluar untuk mencari makanan".[60]

250px-Just_so_stories_for_litle_children_%281902%29_%2814761888306%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ilustrasi untuk "Kepiting yang Bermain dengan Laut" (dalam Just So Stories), Rudyard Kipling, 1902

Sebagai hewan peliharaan

Kelomang umumnya dipelihara sebagai hewan peliharaan dan digunakan dalam perdagangan akuarium air asin.[2] Spesies yang populer adalah kelomang Karibia (Coenobita clypeatus). Mereka dapat hidup selama 30 tahun di penangkaran jika kebutuhan mereka, termasuk mensimulasikan hutan hujan pesisir, terpenuhi. Ukuran akuarium harus cukup besar. Harus ada substrat berupa pasir dan serat kelapa yang dapat mereka gali untuk memudahkan pergantian kulit. Suhu dan kelembapan udara harus dikontrol. Kolam air tawar dan kolam air asin yang diformulasikan dengan benar sama-sama diperlukan.[61]

250px-Pet_hermit_crabs_%28cropped%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kelomang di dalam akuarium

Referensi

  1. 1 2 3 4 Jonas Keiler; Stefan Richter; Christian S. Wirkner (2014). "Evolutionary morphology of the organ systems in squat lobsters and porcelain crabs (Crustacea: Decapoda: Anomala): an insight into carcinization". Journal of Morphology. 276 (1): 1–21. Bibcode:2015JMorp.276....1K. doi:10.1002/jmor.20311. PMID 25156549. S2CID 26260996.
  2. 1 2 Bracken-Grissom, Heather D.; Cannon, Maren E.; Cabezas, Patricia; Feldmann, Rodney M.; Schweitzer, Carrie E; et al. (2013). "A comprehensive and integrative reconstruction of evolutionary history for Anomura (Crustacea: Decapoda)". BMC Evolutionary Biology. 13 (1): 128. Bibcode:2013BMCEE..13..128B. doi:10.1186/1471-2148-13-128. PMC 3708748. PMID 23786343.
  3. Garwood, R. J.; Dunlop, J. (13 November 2014). "Three-dimensional reconstruction and the phylogeny of extinct chelicerate orders". PeerJ. 2 e641. Bibcode:2014PeerJ...2.e641G. doi:10.7717/peerj.641. PMC 4232842. PMID 25405073.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. C. L. Morrison; A. W. Harvey; S. Lavery; K. Tieu; Y. Huang; C. W. Cunningham (2001). "Mitochondrial gene rearrangements confirm the parallel evolution of the crab-like form" (PDF). Proceedings of the Royal Society B: Biological Sciences. 269 (1489): 345–350. doi:10.1098/rspb.2001.1886. PMC 1690904. PMID 11886621. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 10 Juni 2010. Diakses tanggal 26 Maret 2010.
  5. Jonas Keiler; Stefan Richter; Christian S. Wirkner (2016). "Revealing their innermost secrets: an evolutionary perspective on the disparity of the organ systems in anomuran crabs (Crustacea: Decapoda: Anomura)". Contributions to Zoology. 85 (4): 361–386. doi:10.1163/18759866-08504001.
  6. Jonas Keiler; Stefan Richter; Christian S. Wirkner (2013). "Evolutionary morphology of the hemolymph vascular system in hermit and king crabs (Crustacea: Decapoda: Anomala)". Journal of Morphology. 274 (7): 759–778. Bibcode:2013JMorp.274..759K. doi:10.1002/jmor.20133. PMID 23508935. S2CID 24458262.
  7. Jonas Keiler; Stefan Richter; Christian S. Wirkner (2015). "The anatomy of the king crab Hapalogaster mertensii Brandt, 1850 (Anomura: Paguroidea: Hapalogastridae) – new insights into the evolutionary transformation of hermit crabs into king crabs". Contributions to Zoology. 84 (2): 149–165. doi:10.1163/18759866-08402004.
  8. "Remarkable new true crab-like hermit discovered". Florida Museum. University of Florida. 13 Desember 2013. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 Oktober 2020. Diakses tanggal 9 Desember 2020.
  9. Rudkin, David M.; Young, Graham A.; Nowlan, Godfrey S. (2008). "The oldest horseshoe crab: a new xiphosurid from Late Ordovician Konservat-Lagerstätten deposits, Manitoba, Canada". Palaeontology. 51 (1): 1–9. Bibcode:2008Palgy..51....1R. doi:10.1111/j.1475-4983.2007.00746.x.
  10. Barnes, Robert D. (1982). Invertebrate Zoology. Philadelphia: Holt-Saunders International. hlm. 590–595. ISBN 978-0-03-056747-6.
  11. Boßelmann, F.; Romano, P.; Fabritius, H.; Raabe, D.; Epple, M. (25 Oktober 2007). "The composition of the exoskeleton of two crustacea: The American lobster Homarus americanus and the edible crab Cancer pagurus". Thermochimica Acta. 463 (1–2): 65–68. Bibcode:2007TcAc..463...65B. doi:10.1016/j.tca.2007.07.018.
  12. Chen, P.; Lin, A. Y.; McKittrick, J.; Meyers, M. A. (Mei 2008). "Structure and mechanical properties of crab exoskeletons". Acta Biomaterialia. 4 (3): 587–596. doi:10.1016/j.actbio.2007.12.010. PMID 18299257.
  13. Sweat, L. H. (21 Agustus 2009). "Pachygrapsus transversus". Smithsonian Institution. Diakses tanggal 20 Januari 2010.
  14. Poore, Gary C. B.; Ahyong, Shane T. (2004). "Porcellanidae Haworth, 1825". Marine decapod Crustacea of southern Australia: a guide to identification. CSIRO Publishing. hlm. 242–246. ISBN 978-0-643-06906-0.
  15. "Hairy Stone Crab". Museum Victoria. 1996. Diarsipkan dari asli tanggal 11 April 2006. Diakses tanggal 15 Agustus 2006.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  16. WoRMS (2011). R. Lemaitre & P. McLaughlin (ed.). "Paguroidea". World Paguroidea database. World Register of Marine Species.
  17. Hazlett, B. A. (1981). "The Behavioral Ecology of Hermit Crabs". Annual Review of Ecology and Systematics. 12 (1): 1–22. Bibcode:1981AnRES..12....1H. doi:10.1146/annurev.es.12.110181.000245.
  18. Poore, Gary C. B.; Ahyong, Shane T. (2023). "Anomura". Marine Decapod Crustacea: A Guide to Families and Genera of the World. CRC Press. hlm. 311–317. ISBN 978-1-4863-1178-1.
  19. 1 2 Schueman, Lindsey Jean (6 Oktober 2025). "Inside the world of coconut crabs: The largest land arthropod". One Earth. Diakses tanggal 5 November 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  20. Anker, Arthur; Paulay, Gustav (22 Oktober 2013). "A remarkable new crab-like hermit crab (Decapoda: Paguridae) from French Polynesia, with comments on carcinization in the Anomura". Zootaxa. 3722 (2). doi:10.11646/zootaxa.3722.2.9.
  21. 1 2 3 Baker, Nick (1 Februari 2023). "Pea crabs guide: what they are and their lifecycle". Discover Wildlife. Diakses tanggal 4 November 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  22. "Japanese spider crab Macrocheira kaempferi". Oceana North America. Diarsipkan dari asli tanggal 14 November 2009. Diakses tanggal 2 Januari 2009.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  23. 1 2 Chartosia, Niki (2010). "Diet Composition of Five Species of Crabs (Decapoda, Brachyura) that Show a Gradual Transition from Marine to Terrestrial Life". Crustaceana. 83 (10): 1181–1197. Bibcode:2010Crust..83.1181C. doi:10.1163/001121610X533502. JSTOR 41038629.
  24. Kennish, R; Williams, G. A. (1997). "Feeding preferences of the herbivorous crab Grapsus albolineatus: the differential influence of algal nutrient content and morphology". Marine Ecology Progress Series. 147: 87–95. Bibcode:1997MEPS..147...87K. doi:10.3354/meps147087.
  25. Yamada, Hideaki; Kobayashi, Masato; Sato, Taku; Kawabata, Yuuki (2013). "Effects of artificial seaweed and water depth on vulnerability of juvenile black-spot tuskfish Choerodon schoenleinii to carnivorous crab Ashtoret lunaris". Nippon Suisan Gakkaishi. 79 (5): 797–803. doi:10.2331/suisan.79.797. ISSN 0021-5392. Diakses tanggal 4 November 2025.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  26. Allen, Gerald R. (1997). "Anemone crab Neopetrolisthes maculatus". Tropical Marine Life. Periplus Nature Guides. Tuttle Publishing. hlm. 35. ISBN 978-962-593-157-9.
  27. Walters, Linda J.; Busch, Sidney J.; Vermeulen, Sophia; Craig, Casey A. (2024). "Entanglement and ingestion of microfibers by the oyster pea crab Zaops ostreum, an endosymbiont of the eastern oyster Crassostrea virginica". Marine Pollution Bulletin. 201 116251. Bibcode:2024MarPB.20116251W. doi:10.1016/j.marpolbul.2024.116251. PMID 38479324.
  28. 1 2 Farrelly, C.A.; Greenaway, P. (Januari 2005). "The morphology and vasculature of the respiratory organs of terrestrial hermit crabs (Coenobita and Birgus): gills, branchiostegal lungs and abdominal lungs". Arthropod Structure & Development. 34 (1): 63–87. Bibcode:2005ArtSD..34...63F. doi:10.1016/j.asd.2004.11.002.
  29. Nieves-Rivera, Ángel M.; Ernest H. Williams, Jr. (2003). "Annual migrations and spawning of Coenobita clypeatus (Herbst) on Mona Island (Puerto Rico) and notes on inland crustaceans". Crustaceana. 76 (5): 547–558. Bibcode:2003Crust..76..547W. doi:10.1163/156854003322316191. JSTOR 20105594. S2CID 53587978.
  30. Linton, Stuart; Greenaway, Peter (6 Februari 2007). "A review of feeding and nutrition of herbivorous land crabs: adaptations to low quality plant diets". Journal of Comparative Physiology B. 177 (3): 269–286. doi:10.1007/s00360-006-0138-z. PMID 17279390. S2CID 23721149.
  31. Yeo, Darren C. J.; Peter K. L. Ng; Neil Cumberlidge; Célio Magalhães; Savel R. Daniels; Martha R. Campos (2008). E. V. Balian; C. Lévêque; H. Segers; K. Martens (ed.). "Global diversity of crabs (Crustacea: Decapoda: Brachyura) in freshwater". Hydrobiologia. Developments in Hydrobiology, vol. 198. 595 (1). Springer: 275–286. Bibcode:2008HyBio.595..275Y. doi:10.1007/s10750-007-9023-3. ISBN 978-1-4020-8258-0.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: terbitan berkala memiliki ISBN (link)
  32. "Red crabs – video footage of the migration". Parks Australia. 1 Desember 2013. Diakses tanggal 3 Desember 2013.
  33. Joel W. Martin; George E. Davis (2001). An Updated Classification of the Recent Crustacea (PDF). Natural History Museum of Los Angeles County. hlm. 132. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 12 Mei 2013. Diakses tanggal 14 Desember 2009.
  34. Borradaile, Lancelot Alexander (1916). "Crustacea. Part II. Porcellanopagurus: an instance of carcinization". British Antarctic ("Terra Nova") Expedition, 1910. Natural History Report. Zoology. 3 (3): 111–126.
  35. Martin, J. W.; Abele, L. G. (1986). "Phylogenetic relationships of the genus Aegla (Decapoda: Anomura: Aeglidae), with comments on anomuran phylogeny". Journal of Crustacean Biology. 6 (3): 576–612. Bibcode:1986JCBio...6..576.. doi:10.1163/193724086X00406.
  36. McLaughlin, P. A.; Lemaitre, R. (1997). "Carcinization in the Anomura - fact or fiction? I. Evidence from adult morphology". Contributions to Zoology. 67 (2): 79–123. doi:10.1163/18759866-06702001.
  37. Scholtz, G. (2014). "Evolution of crabs - history and deconstruction of a prime example of convergence". Contributions to Zoology. 83 (2): 87–105. doi:10.1163/18759866-08302001.
  38. Sleinis, Sally; Silvey, Gerald E. (1980). "Locomotion in a forward walking crab". Journal of Comparative Physiology A. 136 (4): 301–312. doi:10.1007/BF00657350. S2CID 33455459.
  39. Hazerli, Dennis; Richter, Stefan (2020). "Why "swimming crabs" are able to swim – The importance of the axial skeleton: A comparison between the "swimming crab" Liocarcinus depurator and two other brachyuran crabs (Cancer pagurus, Carcinus maenas) using μCT and 3D-reconstruction". Arthropod Structure & Development. 59 100972. Bibcode:2020ArtSD..5900972H. doi:10.1016/j.asd.2020.100972.
  40. "Global Capture Production 1950–2004". Food and Agriculture Organization. Diarsipkan dari asli tanggal 23 Januari 2016. Diakses tanggal 26 Agustus 2006.
  41. "Future Management of Brown Crab in the UK and Ireland (IPF_D123)" (PDF). www.seafish.org. Nautilus Consultants. 2009. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 6 September 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  42. "How to dress a crab". BBC. Diakses tanggal 24 September 2023.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  43. Cascorbi, Alice (14 Februari 2004). "Seafood Report: Blue Crab, Callinectes sapidus" (PDF). Seafood Watch. Monterey Bay Aquarium. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 28 Juli 2013. Diakses tanggal 12 September 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  44. Stern, Jane (4 Juni 2009). 500 Things to Eat Before It's Too Late: and the Very Best Places to Eat Them. Houghton Mifflin Harcourt. hlm. 81. ISBN 978-0-547-41644-1.
  45. "The History of Maryland Crab Cakes - Brookside Inn Restaurant - Oxford". nearsay.com. Diarsipkan dari asli tanggal 27 Oktober 2022. Diakses tanggal 12 Mei 2020.
  46. Ferreira, Luis. "Caril de Caranguejo (Moçambique) - ReceitaseMenus.net". Receitasemenus.net. Diakses tanggal 10 September 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  47. Osamu, Sawaji (Februari 2023). "Ishikawa Wintertime Sushi" (PDF). Highlighting Japan. hlm. 20–21. Diakses tanggal 6 November 2025.{{cite magazine}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  48. Rossi, B. B. (1969). The Crab Nebula: Ancient History and Recent Discoveries. Center for Space Research, Massachusetts Institute of Technology. CSR-P-69-27.
  49. Barreiro, Rafael Fontán (16 Mei 2007). Diccionario de la mitología (dalam bahasa Spanyol). EDAF. ISBN 978-84-414-0397-0.
  50. "AAGC – Cancer". www.astrosurf.com. Diakses tanggal 18 April 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  51. Graves, Robert (2017) [1958]. "The Labours of Hercules". The Greek Myths: The Complete and Definitive Edition. Penguin Books. ISBN 978-0-241-98338-6.
  52. Benson, Elizabeth (1972). The Mochica: A Culture of Peru. New York: Praeger Press. ISBN 978-0-500-72001-1.
  53. Berrin, Katherine (1997). The Spirit of Ancient Peru: Treasures from the Museo Arqueológico Rafael Larco Herrera. New York: Thames and Hudson. hlm. 216. ISBN 978-0-500-01802-6.
  54. "Crab (Eriphia Spinifrons)". Museum Boijmans Van Beuningen. Diakses tanggal 19 November 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  55. "Charger". Cincinnati Art Museum. Diakses tanggal 19 November 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  56. "Crabs and Chrysanthemums: Gao Qipei". Brooklyn Museum. Diakses tanggal 19 November 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  57. Vazquez de Arthur, Andrea (8 Oktober 2020). "Fashioning Identity: Mola Textiles of Panamá". Cleveland Museum of Art. Diakses tanggal 19 November 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  58. Kipling, Rudyard (1902). "The Crab that Played with the Sea". Just So Stories. Macmillan.
  59. "Just So Science: The Crab that Played with the Sea". BBC. Diakses tanggal 6 November 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  60. Skeat, Walter William (1900). "Chapter 1: Nature". Malay Magic. London: Macmillan. hlm. 1–15.
  61. Sinclair, Melissa Scott (19 Agustus 2025). "It's the Most Misunderstood Pet in America. If Only You Knew Where It Came From—and What It's Capable Of". Slate Magazine. Diakses tanggal 6 November 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan