Minggu, 20 September 2026
22:14 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Tergum

Tergum

250px-Coromus_fg05.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tergit (dengan paranota lateral) seekor kelabang polydesmida.
330px-Wasp_morphology_Generic_Text.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tergum seekor tawon berlabel 19.

Tergum (Latin untuk "punggung"; jamak: terga, adjektiva tergal) adalah bagian dorsal (atas) segmen arthropoda selain kepalanya. Ujung anteriornya dikenal sebagai "dasar" sementara ujung posteriornya disebut "apeks" atau "margin". Suatu tergum dapat terbagi menjadi lempeng-lempeng keras atau sklerit yang dikenal sebagai tergit.[1]

Contohnya, dalam sebuah segmen torakik, tergumnya dapat terbagi menjadi sebuah notum anterior dan skutelum posterior. Perpanjangan lateral sebuah tergit dikenal sebagai paranota (Yunani untuk "di samping punggung") atau carinae (Latin untuk "lunas"), seperti pada kelabang punggung-pipih dalam ordo Polydesmida.

Kinorhyncha juga memiliki lempeng tergal dan sternal, tetapi tampaknya tidak homolog dengan yang ada di arthropoda.[2]

Referensi

  1. McCafferty, W. Patrick (1983). Aquatic entomology: the fishermen's and ecologists' illustrated guide to insects and their relatives. Jones and Bartlett. hlm. 20. ISBN 978-0-86720-017-1. Diakses tanggal 2020-04-30 via Google Books.
  2. Sørensen, MV; Dal Zotto, M; Rho, HS; Herranz, M; Sánchez, N; Pardos, F; Yamasaki, H (2015). "Phylogeny of Kinorhyncha based on morphology and two molecular loci". PLOS ONE. 10 (7) e0133440. Bibcode:2015PLoSO..1033440S. doi:10.1371/journal.pone.0133440. PMC 4511640. PMID 26200115.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan