Sabtu, 24 Oktober 2026
00:49 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Kleptoparasitisme

Kleptoparasitisme

Bagikan:
330px-Klepto.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Cikalang besar (Fregata minor) mengejar Angsa-batu kaki-merah (Sula sula) untuk mencuri makanannya.

Kleptoparasitisme (arti harfiah, "hubungan parasitisme dengan cara mencuri") merupakan cara mendapatkan makanan atau sumber daya lain dengan mencuri simpanan yang menjadi milik organisme lain. Kleptoparasitisme adalah salah satu bentuk kompetisi yang mengakibatkan hilangnya sumber daya melalui interaksi langsung.[1] Kleptoparasitisme berasal dari suku kata Yunani “kleptes” yang berarti pencuri, dan “parasit” yang berarti mengambil keuntungan dari (organisme) yang lain.[2] Sisa-sisa pakan maupun pakan utuh milik sang tuan rumah akan menjadi pakan bagi si pencuri ini.

Contoh

Contoh kejadian kleptoparasitisme seperti dalam kasus lebah cuko yang meletakkan telurnya di dalam polen yang dikumpulkan oleh lebah lain, atau merampas hasil buruan binatang lain. Istilah ini juga digunakan pada binatang yang mencuri bahan pembuat sarang atau benda mati lainnya dari binatang lain.

Pada tingkatan yang paling kuat, proses mendapatkan pakan ini dilakukan dengan perebutan secara paksa, misalnya yang dilakukan oleh segerombolan hyena pada harimau atau singa. Pada beberapa kasus, perampokan ini lebih sering berhasil. Pada kasus perampokan oleh hyena, energi terbesar dikeluarkan oleh harimau atau singa yang harus mengejar dan membunuh calon mangsanya, sedangkan hyena hanya mengandalkan ilmu keroyokan untuk mengusir harimau atau singa demi mendapatkan makanan gratis.[1] Perilaku unik ini dapat ditemukan pada banyak jenis binatang, misalnya bangsa burung (camar, elang, burung nasar, dan sebagainya), mamalia (hyena, jakal, bahkan beberapa ikan paus juga teramati melakukan perilaku ini), dan artropoda (termasuk serangga dan laba-laba).

Referensi

  1. 1 2 "Kleptoparasitism - an overview | ScienceDirect Topics". www.sciencedirect.com. Diakses tanggal 2023-12-08.
  2. ↑ Nishimura, K. (2010-01-01). Breed, Michael D.; Moore, Janice (ed.). Kleptoparasitism and Cannibalism. Oxford: Academic Press. hlm. 253–258. doi:10.1016/b978-0-08-045337-8.00279-5. ISBN 978-0-08-045337-8.
Ikon rintisan

Artikel bertopik umum ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Jika Anda melihat halaman yang menggunakan templat {{stub}} ini, mohon gantikan dengan templat rintisan yang lebih spesifik.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan