Kamis, 15 Oktober 2026
11:11 WIB
TERKINI
Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus
Waduk Cirata

Waduk Cirata

salah satu danau di dunia

Bagikan:
Waduk Cirata
250px-Waduk_cirata_hariadhi.jpeg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
osm-intl,13,a,a,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Waduk_Cirata&revid=29561799&groups=_694975dc1c05f1ad0febe99f1fe2a0182687d341&parser=parsoid
Peta interaktif dari Waduk Cirata
TujuanPembangkitan listrik
StatusBeroperasi
Dibangun olehPembangunan Perumahan, Taisei, dan Mitsubishi
Didesain olehIndra Karya dan NEWJEC
PemilikPerusahaan Listrik Negara
Bendungan dan saluran pelimpah
Jenis saluran pelimpahOgee berpintu
Kapasitas saluran pelimpah2.600 m3 / detik
PLTA Cirata
OperatorPT PLN Nusantara Power
JenisKonvensional
osm-intl,10,-6.736895,107.384491,270x400.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Waduk_Cirata&revid=29561799&groups=_d164ab093d022cfc6e6752aa471f38db00a83238&parser=parsoid
Waduk Saguling (Hijau), Waduk Cirata (Biru), Waduk Jatiluhur (Kuning).

Waduk Cirata adalah sebuah waduk yang terletak di tiga kabupaten di Jawa Barat, yakni Purwakarta, Cianjur dan Bandung Barat. Selain untuk membangkitkan listrik, Waduk Cirata juga dipenuhi keramba jaring apung untuk membudidayakan ikan dan dijadikan tempat wisata, khususnya bagi penghobi memancing. Asal nama Cirata berasal dari sungai Cirata yang bergabung dengan sungai Cibalagung di Dermaga Jangari.

Dengan luas 62 km² berada pada ketinggian 223 mdpl dikelilingi oleh perbukitan. Jika melakukan perjalanan dari kota Purwakarta melalui Plered, akan tiba di Cirata dalam waktu ±40 menit dengan jarak sejauh 15 km. Dalam perjalanan akan melewati pusat perdagangan peuyeum Bendul dan Sentra Industri Keramik Plered di samping menikmati keindahan alam di sepanjang jalan Plered-Cirata.

Sejarah

Pada tahun 1922, para ahli asal Belanda mulai melakukan survei mengenai kelayakan pembangunan waduk di sepanjang aliran Sungai Citarum, mulai dari survei hidrologi, survei topologi, hingga survei geologi. Survei yang lebih rinci kemudian dilakukan oleh Prof. Ir. W.J. van Blommestein guna memanfaatkan derasnya aliran Sungai Citarum untuk membangkitkan listrik.[1] Pada tahun 1948, Blommestein pun menerbitkan sebuah makalah mengenai rencana pembangunan waduk di aliran Sungai Citarum. Dalam makalahnya, ia mengemukakan agar Waduk Jatiluhur dibangun lebih dahulu, karena dianggap paling mendesak. Selain waduk tersebut, ia merencanakan pembangunan waduk-waduk tambahan, salah satunya adalah Waduk Cirata.[1]

Pada tahun 1981, mulai dilakukan pemindahan terhadap 6.335 keluarga yang tinggal di 20 desa yang tersebar di 7 kecamatan di Kabupaten Bandung, Kabupaten Cianjur, dan Kabupaten Purwakarta. Selain itu, juga dilakukan penelitian oleh Universitas Padjajaran untuk menemukan dan menyelamatkan peninggalan purbakala yang terancam tergenang oleh waduk. Untuk mempermudah akses ke lokasi pembangunan bendungan, juga dibangun Jembatan Cilangkap oleh Waskita Karya dengan dibantu oleh Yokogawa Bridge sebagai konsultan. Terowongan pengelak kemudian mulai dibangun pada tanggal 19 Mei 1984 untuk memungkinkan pembangunan bendungan utama di aliran Sungai Citarum. Terowongan pengelak lalu mulai dioperasikan pada tanggal 7 Oktober 1985, bersamaan dengan dimulainya pengurugan bendungan pembantu. Pada tahun 1986, bendungan utama mulai dibangun, dan akhirnya mulai dioperasikan pada tanggal 1 September 1987 atau 40 hari lebih cepat dari rencana semula. Pada tanggal 1 April 1988, PLTA Cirata mulai dioperasikan dengan kapasitas terpasang sebesar 250 MW, dan kemudian ditingkatkan menjadi 500 MW pada tanggal 1 Oktober 1988. Pada tahun 1997, kapasitas terpasang PLTA Cirata ditingkatkan menjadi 750 MW, dan setahun kemudian kembali ditingkatkan menjadi 1.000 MW.[1]

Bangunan

PLTA Cirata

PLTA Cirata adalah pembangkit listrik dengan kapasitas terpasang terbesar di Indonesia, yakni 1.000 MW. PLTA sedalam empat lantai ini pun dapat membangkitkan listrik hingga 1.428 GWh per tahun. Listrik yang dihasilkan oleh PLTA ini dipasok ke sistem tenaga listrik 500 kV Jawa-Madura-Bali (Jamali).[1]

Operasional PLTA Cirata dikendalikan dari ruang kendali yang terletak sekitar 2 kilometer dari ruang turbin. PLTA yang dioperasikan oleh PT PLN Nusantara Power ini difungsikan sebagai pemikul beban listrik puncak, sehingga terutama dioperasikan pada pukul 17.00 hingga 22.00. PLTA ini juga dapat melakukan asut gelap jika terjadi blackout di sistem tenaga listrik Jawa-Madura-Bali, dengan waktu penyalaan yang relatif cepat, yakni sekitar lima menit.[1]

PLTA ini diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 23 Maret 1988, bersamaan dengan peresmian PLTA Mrica di Jawa Tengah dan PLTA Sengguruh di Jawa Timur.[1]

PLTS Terapung Cirata

Artikel utama: PLTS Terapung Cirata

PLTS Terapung Cirata adalah pembangkit listrik yang mengapung diatas permukaan air waduk cirata dengan kapasitas terpasang terbesar di Asia Tenggara, yakni 192 MW. PLTS tersebut akan memberikan kontribusi terhadap target netral emisi karbon atau Net Zero Emissions (NZE) sebesar 245 Giga Watt hour (GWh) per tahun dan mengurangi emisi karbon sebesar 214,000 ton CO2 per tahun.[2]

PLTS ini diresmikan oleh Presiden Jokowi pada tanggal 9 November 2023.[3]

Pemanfaatan

Waduk Cirata juga dijadikan tempat wisata dan tempat budidaya ikan air tawar. Salah satu daya tarik wisata di Waduk Cirata adalah lomba dayung perahu tradisional yang diadakan di Jangari, Cianjur tiap tahun. Hingga tahun 2002, terdapat 30.000 jaring apung yang digunakan untuk membudidayakan ikan di Waduk Cirata.[1] Salah satu ikan air tawar yang dibudidayakan di waduk ini adalah ikan mas. Ikan mas yang dibudidayakan di waduk ini memiliki sejumlah keunggulan, antara lain ukurannya besar dan dagingnya tidak berbau lumpur.[4]

Galeri

  • Bendungan Cirata
    Bendungan Cirata
  • Keramba terapung
    Keramba terapung
  • Waduk Cirata
    Waduk Cirata

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7
  2. ↑ Muliawati, Firda Dwi. "PLTS Terapung Cirata Cuma Makan Lahan Waduk 4%". CNBC Indonesia. Diakses tanggal 2023-11-12.
  3. ↑ Media, Kompas Cyber (2023-11-09). "PLTS Terapung Cirata Diresmikan, Potensi Waduk Lain Menanti Digarap Halaman all". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2023-11-12.
  4. ↑ Jangari Keramba Terapung Ikan Mas Diarsipkan 2011-12-05 di Wayback Machine(diakses 5 Oktober 2011)

Pranala luar

Air terjun (Curug)
60px-Coat_of_arms_of_West_Java.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Cagar alam
Danau, Tasik, Telaga, atau Situ
Geiser
Gua
Kebun botani
Masjid
Pantai
Sejarah
Taman
Waduk
Bendungan, waduk/dam dan embung di Indonesia
1
DIY
DKI
Banten
Jawa Barat
Jawa Tengah
Jawa Timur
2
Aceh
Kepulauan Riau
Lampung
Riau
Sumatera Selatan
Sumatera Utara
3
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
4
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
5
Gorontalo
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Utara
6
Maluku
7
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan