Minggu, 20 September 2026
11:46 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Bahasa Sunda Priangan

Bahasa Sunda Priangan

dialek yang dijadikan ragam baku bahasa Sunda

Bahasa Sunda Priangan
Basa Sunda Parahyangan
ᮘᮞ ᮞᮥᮔ᮪ᮓ ᮕᮛᮠᮡᮍᮔ᮪
Basa Sunda Lulugu
ᮘᮞ ᮞᮥᮔ᮪ᮓ ᮜᮥᮜᮥᮌᮥ
Dialek Selatan
Bahasa Sunda Standar
Pengucapanbasasʊndaparahijaŋan
Dituturkan diIndonesia
Wilayah
Penutur
± 21.7 juta (2020)[1]
Lihat sumber templat}}
20px-Info_Simple.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnailBeberapa pesan mungkin terpotong pada perangkat mobile, apabila hal tersebut terjadi, silakan kunjungi halaman iniKlasifikasi bahasa ini dimunculkan secara otomatis dalam rangka penyeragaman padanan, beberapa parameter telah ditanggalkan dan digantikam oleh templat.
Tampilkan klasifikasi manual
    • Sunda Priangan
Tampilkan klasifikasi otomatis
Posisi bahasa Sunda Priangan dalam dialek-dialek bahasa Sunda Sunting klasifikasi ini

Catatan:

Simbol "" menandai bahwa bahasa tersebut telah atau diperkirakan telah punah
Bentuk awal
Dialek
Alfabet bahasa Sunda dan Aksara Sunda Baku
Kode bahasa
ISO 639-3
LINGUIST List
LINGUIST list sudah tidak beroperasi lagi
sun-pri
Glottologprin1241
Linguasfer31-MFN-ac
Informasi penggunaan templat
Status pemertahanan
Terancam
CRSingkatan dari Critically endangered (Terancam Kritis)
SESingkatan dari Severely endangered (Terancam berat)
DESingkatan dari Devinitely endangered (Terancam)
VUSingkatan dari Vulnerable (Rentan)
Aman
NESingkatan dari Not Endangered (Tidak terancam)
ICHEL Red Book: Not Endangered

Sunda Priangan diklasifikasikan sebagai bahasa aman ataupun tidak terancam (NE) pada Atlas Bahasa-Bahasa di Dunia yang Terancam Kepunahan

Referensi: [2][3]
Lokasi penuturan
500px-Parahyangan_dialect_locator_map.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Wilayah penutur dialek Priangan
Wilayah penutur dialek bahasa Sunda lainnya
Artikel ini mengandung simbol fonetik IPA. Tanpa bantuan render yang baik, Anda akan melihat tanda tanya, kotak, atau simbol lain, bukan karakter Unicode. Untuk pengenalan mengenai simbol IPA, lihat Bantuan:IPA.
20px-Globe_of_letters.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Portal Bahasa
L B PW   
Sunting kotak info  Lihat butir Wikidata  Info templat
Cari artikel bahasa
Cari artikel bahasa
 
Cari berdasarkan kode ISO 639 (Uji coba)
 
Kolom pencarian ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka
Artikel bahasa sembarang
Halaman bahasa acak

Bahasa Sunda Priangan (BSP,[a] BSL,[b] atau BSS[c]) atau dialek Priangan[4] adalah sebuah set varietas bahasa Sunda yang dituturkan di wilayah eks-Keresidenan Parahyangan. Dialek Priangan merupakan varietas bahasa yang paling banyak dituturkan di antara bentuk-bentuk bahasa Sunda lainnya dan dalam perkembangannya kemudian ditetapkan sebagai bentuk baku bahasa Sunda. Oleh karena itu, dialek ini digunakan dalam berbagai hal, mulai dari literatur seperti buku, majalah atau surat kabar, juga digunakan dalam hal komersial dan dalam lingkungan pemerintahan. Dialek ini juga diajarkan sebagai pengajaran bahasa Sunda standar di seluruh instansi pendidikan di wilayah Provinsi Jawa Barat.

Sejarah

Sebagai salah satu wilayah jajahan pemerintah Kolonial Belanda yang cukup penting, wilayah Priangan/Parahyangan terutama di pusat pemerintahannya di Bandung merupakan wilayah di mana budaya Sunda berkembang, termasuk dalam hal bahasa, keberadaan bahasa Sunda di wilayah ini kekuatannya semakin meningkat dan dianggap pamor, apalagi pemerintah Kolonial Belanda kemudian melakukan pembakuan bahasa Sunda dengan berdasar kepada dialek-dialek yang dipertuturkan di wilayah Bandung dan sekitarnya pada tahun 1872, bahasa ini kemudian distandardisasi menjadi bahasa baku (bahasa Sunda: lulugu) dan digunakan di lingkungan pemerintahan dan kaum menak pribumi.

Bahasa Sunda dialek Bandung ini kemudian hidup subur di wilayah Priangan (kabupaten Sukabumi, kota Sukabumi, kabupaten Cianjur, Bandung Raya, kabupaten Garut, kabupaten Sumedang, kabupaten dan kota Tasikmalaya, kabupaten Ciamis, kabupaten Pangandaran dan kota Banjar) sehingga dikenal juga sebagai bahasa Sunda dialek Priangan. Bahasa Sunda Priangan terbagi menjadi empat dialek, Bandung, Garut, Sumedang, dan Tasikmalaya.

Lingkup penggunaan

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, bahasa Sunda dialek Priangan ini berawal dari ragam bahasa Sunda yang dipertuturkan di wilayah Bandung, sebagai pusat kekuasaan pada masa itu, Bandung dianggap sebagai wilayah percontohan sehingga hal ini pun berdampak terhadap bahasa yang kemudian secara lambat laun dialek Priangan ini menyebar ke wilayah lain di luar Bandung, seperti Garut, Cianjur, Sukabumi, Tasikmalaya, Purwakarta, dan Sumedang, Pangandaran, serta Ciamis. Walaupun begitu, tiap wilayah tetap memiliki beberapa perbedaan terutama dalam keragaman kosakata, seperti contohnya di wilayah Ciamis, ada beberapa kosakata khas yang tidak dikenali dalam bahasa Sunda di wilayah lainnya, hal ini menyebabkan, terkadang bahasa Sunda yang dipertuturkan di wilayah Ciamis dianggap sebagai dialek tersendiri yang berbeda dengan dialek Priangan.

Bahasa Sunda Priangan sendiri secara geografis terbagi menjadi dua, yakni klaster dialek Pegunungan dan Pesisir Selatan. Bahasa Sunda yang digunakan di Pangandaran misalnya, cukup berbeda dengan bahasa Sunda yang digunakan di Bandung dan sekitarnya.[5]

Pengaruh bahasa asing

Sebagai bahasa baku, tentunya dialek priangan tidak lepas dari serapan bahasa-bahasa asing dalam perkembangannya. Umumnya dialek ini banyak menyerap dari bahasa-bahasa seperti Arab, Melayu, Inggris, Belanda, Sanskerta, dan sebagainya.[6]

Pengaruh Arab

Bahasa Arab Bahasa Sunda Bahasa Indonesia
ُّ ألدَّاءِرَةٌ (ad-daairotu) daérah daerah
ُّ عِلْمًا (Ilman) élmu ilmu
ُّ مَوْتٌ (mautun) maot meninggal

Pengaruh Melayu

Bahasa Melayu Bahasa Sunda Bahasa Indonesia
majalah majalah majalah
rekam rékam rekam
tokoh tokoh tokoh
budak budak anak

Pengaruh Belanda

Bahasa Belanda Bahasa Sunda Bahasa Indonesia
potlood patlot pensil
herstel hér perbaikan nilai (remedial)
katel katél wajan

Pengaruh Sanskerta

Bahasa Sanskerta Bahasa Sunda Bahasa Indonesia
nāgara (नागर) nagara negara
pīḍana (पीडन) pidana pidana
śarva (शर्व) sarwa serba

Metode penulisan

Sebagai bentuk bahasa yang paling sering digunakan dalam karya sastra, setidaknya semenjak adanya pembakuan bahasa Sunda, dialek Priangan setidaknya mengenal beberapa huruf yang digunakan dalam penulisan, huruf-huruf tersebut diantaranya adalah:

Lihat pula

Rujukan

Keterangan

  1. Bahasa Sunda Parahyangan
  2. Bahasa Sunda Lulugu
  3. Bahasa Sunda Standar

Catatan Kaki

  1. Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Barat (2020).
  2. "UNESCO Interactive Atlas of the World's Languages in Danger" (dalam bahasa bahasa Inggris, Prancis, Spanyol, Rusia, and Tionghoa). UNESCO. 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 29 April 2022. Diakses tanggal 26 Juni 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. "UNESCO Atlas of the World's Languages in Danger" (PDF) (dalam bahasa Inggris). UNESCO. 2010. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 31 Mei 2022. Diakses tanggal 31 Mei 2022.
  4. Hammarström, Forkel & Haspelmath (2019).
  5. Afsari, Asri Soraya; Muhtadin, Teddi (2019). "Variasi Bahasa Sunda di Daerah Pesisir Jabar Selatan". Pustaka Jurnal Ilmu-Ilmu Budaya. 19 (1). Sumedang, Indonesia: Universitas Padjajaran. doi:10.24843/PJIIB.2019.v19.i01.p03.
  6. Nurlatifah, Sudaryat & Kuswari (2017), hlm. 162-163.

Pustaka

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan