Selasa, 03 November 2026
01:16 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Abdul Azis Saleh

Abdul Azis Saleh

Bagikan:
Abdul Azis Saleh
Kolonel Abdul Azis Saleh (1957)
Abdul Azis Saleh pada tahun 1957
Menteri Koordinator Kompartemen Perindustrian Rakyat Indonesia
Masa jabatan
6 Maret 1962 –28 Maret 1966
PresidenSoekarno
PendahuluSoeharto
PenggantiM. Jusuf
Hadi Thayeb
Menteri Perindustrian Kerajinan Indonesiake-7
Masa jabatan
27 Agustus 1964 –22 Februari 1966
PresidenSoekarno
PendahuluTidak ada
PenggantiHadi Thayeb
Menteri Pertanian Indonesiake-12
Masa jabatan
10 Juli 1959 –6 Maret 1962
PresidenSoekarno
PendahuluSadjarwo
PenggantiSadjarwo
Menteri Kesehatan Indonesiake-7
Masa jabatan
9 April 1957 –10 Juli 1959
PresidenSoekarno
PendahuluHandrianus Sinaga
PenggantiSatrio
Informasi pribadi
Lahir(1914-09-20)20 September 1914
Meninggal3 April 2001(2001-04-03) (umur 86)
Jakarta, Indonesia
MakamTaman Pemakaman Umum Tanah Kusir
Partai politik  IPKI
KerabatAbdulrachman Saleh (kakak)
PendidikanGeneeskundige Hoogeschool te Batavia
PekerjaanSpesialis antropologi dan pendidikan
Dikenal karena
Ketua Gerakan Pramuka Indonesia
Karier militer
PihakIndonesia
Dinas/cabangTNI Angkatan Darat
Pangkat40px-20-TNI_Army-MG.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Mayor Jenderal TNI
SatuanCorps Kesehatan Militer (CKM)

Abdul Azis Saleh (20 September 1914 – 3 April 2001) adalah dokter dan politikus Indonesia yang pernah 9 tahun menjabat sebagai menteri, sejak Kabinet Djuanda sampai Kabinet Dwikora I. Salah seorang penandatangan Petisi 50 ini menamatkan pendidikan kedokterannya di Geneeskundige Hoogeschool te Batavia (GHS) pada tahun 1942.

Ia adalah Wakil Ketua Kwartir Nasional sekaligus Ketua Harian pertama. Ia menjadi salah satu kunci dari Panitia Lima yang pernah ditugaskan oleh Presiden Soekarno untuk membentuk Gerakan Pramuka pada tahun 1961.[1] Tahun 1970 menjadi Sekretaris Jendral Gerakan Pramuka. Tahun 1974 menjadi Sekretaris Mabinas. Keaktifannya di tingkat nasional meredup setelah bergabung di Petisi 50. Setelah reformasi, barulah ia mendapat penghargaan Tunas Kencana yang merupakan penghargaan tertinggi Gerakan Pramuka, setelah tertunda belasan tahun.

Penghargaan

Pranala luar

Referensi

  1. ↑ Selamat Jalan, Kak Azis Diarsipkan 2014-10-28 di Wayback Machine, diakses pada 29 Januari 2009
  2. ↑ "Daftar WNI yang Mendapat Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera tahun 1959 s.d. 2003" (PDF). Sekretariat Negara Republik Indonesia. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2022-08-05. Diakses tanggal 2021-01-20.
Jabatan politik
Didahului oleh:
Suharto
Menteri Koordinator Kompartemen
Perindustrian Rakyat Indonesia

sebelum 1964 benama Menteri Perindustrian Rakyat

1962–1966
Diteruskan oleh:
M. Jusuf
sebagai Menteri (Koordinator) Perindustrian Dasar & Ringan
Diteruskan oleh:
Hadi Thayeb
sebagai Menteri (Koordinator) Perindustrian Tekstil & Kerajinan
Didahului oleh:
Sadjarwo
Menteri Pertanian Indonesia
1959–1962
Diteruskan oleh:
Sadjarwo
Didahului oleh:
Handrianus Sinaga
Menteri Kesehatan Indonesia
1957–1959
Diteruskan oleh:
Satrio
Menteri Kemakmuran
(1945–1946)
120px-Logo_Kementerian_Pertanian_Republik_Indonesia.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Menteri Pertanian dan Persediaan
(1946)
Menteri Kemakmuran
(1946–1949)
Menteri Persediaan Makanan Rakyat
(1949–1950)
Menteri Kemakmuran
(1949–1950)
Menteri Pertanian
(1950–1962)
Menteri Pertanian dan Agraria
(1962–1964)
Menteri Pertanian
(1964–2000)
Menteri Pertanian dan Kehutanan
(2000–2001)
Menteri Pertanian
(2001–sekarang)
Miring: Pelaksana tugas
Kategori


20px-Soekarno.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik biografi Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan