Hadrianus Sinaga | |
|---|---|
| Menteri Kesehatan Indonesiake-6 | |
| Masa jabatan 24 Maret 1956 –9 April 1957 | |
| Presiden | Soekarno Soeharto |
| Pendahulu | Johannes Leimena |
| Pengganti | Abdul Azis Saleh |
| Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia | |
| Masa jabatan 15 Februari 1950 –8 Desember 1954 | |
| Presiden | Soekarno |
| Sekretaris Jenderal Partai Kristen Indonesiake-4 | |
| Masa jabatan 9 April 1950 –5 Februari 1961 | |
| Presiden | Soekarno |
| Pendahulu | Martinus Abednego |
| Pengganti | Manuel Sondakh |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | (1912-06-15)15 Juni 1912 |
| Meninggal | 11 Juni 1981(1981-06-11) (umur 68) |
| Makam | Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Jakarta, Indonesia |
| Partai politik | Partai Kristen Indonesia (1945–1973) |
| Hubungan | Ompu Tuan Binur Sitanggang (keponakan) Juang Sinaga (keponakan) |
Hadrianus Sinaga (15 Juni 1912 – 11 Juli 1981) adalah Menteri Kesehatan Indonesia kedelapan. Ia juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dari tahun 1950 hingga 1954. Ia juga sekretaris jenderal Partai Kristen Indonesia ketiga. Ia adalah seorang ahli bedah, dan pendiri Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia (FK UKI).[1]
Kehidupan
Pendidikan dan masa muda
Ia menempuh pendidikan dokter di Nederlandsch Indische Artsen School (NIAS) di Surabaya dan lulus pada tahun 1941.
Semasa kuliah di Surabaya (1930–1940), Hadrianus menjalin persahabatan erat dengan Ibnu Sutowo. Dalam buku biografi Ibnu Sutowo karangan Mara Karma, disebutkan bahwa Hadrianus adalah rekan belajar Ibnu. Mereka juga sering berolahraga bersama; Hadrianus, Ibnu, Rambitan, dan Rubiono sering bermain bola keranjang dalam satu tim. Selain itu, Hadrianus juga kerap menjadi pasangan ganda Ibnu Sutowo dalam permainan tenis meja.[2]
Awal karier
Setelah lulus, ia berkarier menjadi dokter pemerintah di Panyabungan, Tapanuli Selatan (1941–1942).[3] Pada masa pendudukan Jepang, ia tetap bertugas sebagai dokter pemerintah di Samosir.[4]
Era kemerdekaan
Setelah proklamasi Kemerdekaan Indonesia (1945–1949), Hadrianus menjabat sebagai Kepala Kesehatan Dewan Pertahanan Daerah Tapanuli merangkap Kepala Kesehatan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) Tapanuli.[3]
Pada masa Republik Indonesia Serikat (RIS), ia menjabat sebagai anggota DPR RIS (15 Februari 1950 – 16 Agustus 1950) mewakili Republik Indonesia.[4] Setelah kembali menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia, ia menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Sementara (DPRS) hingga tahun 1956.[4]
Menteri Kesehatan
Pada masa Kabinet Ali Sastroamidjojo II (24 Maret 1956 – 14 Maret 1957), Hadrianus Sinaga dipercaya menjabat sebagai Menteri Kesehatan Republik Indonesia.
Masa tua dan akhir hayat
Dari tahun 1957 hingga 1978, Hadrianus menjabat sebagai Lektor Kepala di FK UKI. Kemudian, ia menjadi Dekan FK UKI hingga wafat pada 11 Juli 1981. Saat meninggal dunia, ia menjabat sebagai Pj. Rektor Universitas Kristen Indonesia dan Komisaris Asuransi Bumi Asih Jaya.
Hadrianus Sinaga dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata. Namanya kini diabadikan sebagai nama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Pangururan, Samosir, Sumatera Utara.
Referensi
- ↑ FK UKI (2012). 3909 Dokter Made In UKI, 50 Tahun Perjalanan, Persembahan Ulang Tahun Emas FK UKI 1 Desember 1962-1 Desember 2012. Jakarta: Rayyana Komunikasindo.
- ↑ Karma, Mara (1979). Ibnu Sutowo, Pelopor Sistem Bagi Hasil di Bidang Perminyakan. Jakarta: Gunung Agung. hlm. 90–92.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link) - 1 2
- 1 2 3 Kami Perkenalkan. Jakarta: Kementerian Penerangan Republik Indonesia. 1954. hlm. 119.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
| Jabatan politik | ||
|---|---|---|
| Didahului oleh: Johannes Leimena |
Menteri Kesehatan Indonesia 1956–1957 |
Diteruskan oleh: Abdul Azis Saleh |