Selasa, 13 Oktober 2026
18:18 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM
Divisi Selatan dan Timur Borneo

Divisi Selatan dan Timur Borneo

keresidenan di Hindia Belanda (1825 – 1939)

Bagikan:
Keresidenan Divisi Selatan dan Timur Borneo
Residentie Zuider- en Oosterafdeeling van Borneo
Bekas keresidenan Hindia Belanda
1825–1942
lossy-page1-330px-Overzichtskaart_van_de_administratieve_indeeling_der_Residentie_Zuider-_en_Oosterafdeeling_van_Borneo.tif.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta administrasi Keresidenan Divisi Selatan dan Timur Borneo pada tahun 1913.
Ibu kotaBanjarmasin
Sejarah
Pemerintahan
 • JenisKeresidenan
Residen[1] 
• 1825–1827 (pertama)
Martinus Hendrikus Halewijn
• 1937–1942 (terakhir)
Bauke Jan Haga
Era sejarahHindia Belanda
• Pembentukan
1825
• Digabungkan dengan Borneo dan Dependensinya[2]
1846
• Dipisahkan kembali dari Borneo dan Dependensinya[2]
1848
1859–1906
1894
• Digabungkan dengan Kegubernuran Borneo[3]
1939
1942
Didahului olehDigantikan oleh
Keresidenan Banjarmasin
Beberapa kerajaan dan kesultanan di Kalimantan bagian selatan dan timur
Pendudukan Jepang di Borneo Belanda
Sekarang bagian dari Indonesia, meliputi:
  1.  Kalimantan Tengah
  2.  Kalimantan Selatan
  3.  Kalimantan Timur
  4.  Kalimantan Utara
Pelat kendaraanDA[cat. 1]
Bagian dari seri mengenai
Sejarah Indonesia
330px-Maps_of_Kalimantan_%28Borneo%29_from_Atlas_sekolah_Hindia_Belanda.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kerajaan Kutai 400–1635
Tarumanagara 450–600
Kerajaan Kalingga 500–782
Kerajaan Melayu 671–1347
Sriwijaya 671–1028
Kerajaan Sunda 662–1579
Kerajaan Galuh 669–1482
Kerajaan Bima 709–1621
Mataram Kuno 716–1016
Kerajaan Bali 914–1908
Kerajaan Kahuripan 1019–1046
Kerajaan Janggala 1042–1135
Kerajaan Kadiri 1042–1222
Kerajaan Singasari 1222–1292
Majapahit 1293–1478
Kesultanan Peureulak 840–1292
Kerajaan Haru 1225–1613
Kesultanan Ternate 1257–1914
Kesultanan Samudera Pasai 1267–1521
Kesultanan Bone 1300–1905
Kerajaan Kaimana 1309–1963
Kesultanan Gowa 1320–1957
Kesultanan Limboto 1330–1863
Kerajaan Pagaruyung 1347–1833
Kesultanan Brunei 1368–1888, sekarang Brunei
Kesultanan Gorontalo 1385–1878
Kesultanan Melaka 1405–1511
Kesultanan Sulu 1405–1851
Kesultanan Cirebon 1445–1677
Kesultanan Demak 1475–1554
Kerajaan Giri 1481–1680
Kesultanan Bolango 1482–1862
Kesultanan Aceh 1496–1903
Kerajaan Balanipa 1511–sekarang
Kesultanan Banten 1526–1813
Kesultanan Banjar 1526–sekarang
Kerajaan Kalinyamat 1527–1599
Kesultanan Johor 1528–1877
Kesultanan Pajang 1568–1586
Kesultanan Mataram 1586–1755
Kerajaan Fatagar 1600–1963
Kesultanan Jambi 1615–1904
Kesultanan Bima 1620–1958
Kesultanan Palembang 1659–1823
Kesultanan Sumbawa 1674–1958
Kesultanan Kasepuhan 1679–1815
Kesultanan Kanoman 1679–1815
Kesultanan Siak 1723–1945
Kesunanan Surakarta 1745–sekarang
Kesultanan Yogyakarta 1755–sekarang
Kesultanan Kacirebonan 1808–1815
Kesultanan Deli 1814–1946
Kesultanan Lingga 1824–1911
Awal Kemerdekaan 1945–1949
Republik Indonesia Serikat 1949–1950
Demokrasi Liberal 1950–1959
Demokrasi Terpimpin 1959–1965
Transisi 1965–1966
Orde Baru 1966–1998
Reformasi 1998–sekarang
Garis waktu
20px-Flag_of_Indonesia.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail PortalIndonesia

Divisi Selatan dan Timur Borneo (bahasa Belanda: Zuider- en Oosterafdeeling van Borneo) atau Keresidenan Divisi Selatan dan Timur Borneo adalah sebuah keresidenan di Hindia Belanda yang berdiri sejak 1825 dan beribu kota di Banjarmasin (bahasa Belanda: Bandjermasin). Lalu, pada 1939 keresidenan ini digantikan oleh Kegubernuran Borneo (bahasa Belanda: Gouvernement Borneo) yang juga beribu kota di Banjarmasin.[6]

Pada saat ini, keresidenan ini meliputi seluruh bagian dari provinsi Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.[butuh rujukan]

Sejarah

Pembentukan

[icon]
Bagian ini memerlukan pengembangan. Anda dapat membantu dengan mengembangkannya.

Pendudukan Jepang

[icon]
Bagian ini memerlukan pengembangan. Anda dapat membantu dengan mengembangkannya.

Wilayah administrasi

60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bab atau bagian ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Bab atau bagian ini akan dihapus bila tidak tersedia referensi ke sumber tepercaya dalam bentuk catatan kaki atau pranala luar.

Berikut adalah daftar wilayah administrasi dari Keresidenan Selatan dan Timur Borneo, seperti afdeling, onderafdeling, distrik, dan onderdistrik.[butuh rujukan][cat. 2]

  1. Afdeling Amoentai
    1. Onderafdeeling Amoentai
      1. Distrik Amuntai
      2. Distrik Tabalong
      3. Distrik Kelua
    2. Onderafdeeling Alabioe
      1. Distrik Alabio
      2. Distrik Balangan
  2. Afdeling Banjarmasin dan Daerah Sekitarnya (Afdeeling Bandjermasin en Ommelanden)
    1. Onderafdeeling Bandjermasin
    2. Onderafdeeling Bakoempai
  3. Distrik Dayak Besar (Districk Groote Dajak), selanjutnya digantikan oleh Afdeling Dayak Besar.
  4. Afdeling Dayak Besar (Afdeeling Groote Dajak), sebelumnya bernama Distrik Dayak Besar.
    1. Onderafdeeling Beneden Kahajan
    2. Onderafdeeling Mideen Kahajan
    3. Onderafdeeling Boven Kahajan
    4. Onderafdeeling Roengan
    5. Onderafdeeling Manoehing
  5. Distrik Dayak Kecil (Districk Kleine Dajak), selanjutnya digantikan oleh Afdeling Dayak Kecil.
  6. Afdeling Dayak Kecil (Afdeeling Kleine Dajak), sebelumnya bernama Distrik Dayak Kecil.
  7. Afdeling Tanah Dusun (Afdeeling Doesoenlandeen)
    1. Onderadfeeling Boven Doesoen
      1. Distrik Boven Doesoen
        1. Onderdistrik Laoeng
        2. Onderdistrik Siang Moeroeng
      2. Distrik Mideen Doesoen
        1. Onderdistrik Montallat
        2. Onderdistrik Kwala Benangin
    2. Onderafdeeling Beneden en Oost Doesoen
  8. Afdeling Kendangan
  9. Afdeling Martapura (Afdeeling Martapoera)
  10. Afdeling Sampit
    1. Distrik Mendawai
      1. Onderdistrik Katingan Atas (Onderdistrict Boven Katingan)
      2. Onderdistrik Samba
    2. Distrik Pambuang
      1. Onderdistrik Sembulu
      2. Onderdistrik Serayan
    3. Distrik Sampit
      1. Onderdistrik Tjampaga
      2. Onderdistrik Mantaja
      3. Onderdistrik Kwayan

Residen

lossy-page1-330px-Residentiekantoren_te_Bandjermasin%2C_KITLV_5016.tiff.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kantor residen Keresidenan Selatan-Timur Borneo di Banjarmasin sekitar tahun 1910, di depannya terdapat tugu Perang Banjar.

Divisi Selatan dan Timur Borneo mulai dipimpin oleh Residen Martinus Hendrikus Halewijn pada tahun 1825. Residen terakhir dijabat Bauke Jan Haga, sebelum seluruh wilayah Borneo membentuk sebuah kegubernuran.[1]

Lihat pula

Catatan

  1. ↑ DA merupakan kode letter semata untuk Zuider en Ooster Afdeeling van Borneo berdasarkan urutan yang sudah ditetapkan pemerintah Hindia Belanda oleh F.N. Nieuwenhuijzen, tetapi masih ada yang menyebutkannya bahwa pelat DA merupakan singkatan dari Distrik Amandit (bahasa Belanda: District Amandit), Dayak Asli, atau Daerah Air.[4][5]
  2. ↑ Isi daftarnya masih belum lengkap, jika Anda mengetahui banyak tentang daftarnya pada bagian ini tolong ditambahkan.

Referensi

  1. 1 2 Nick Terstal; Ed Visser (20 Desember 2020). "Dutch East Indies Colonial Civil Servants". WikiTree (dalam bahasa Inggris dan bahasa Belanda). Diakses tanggal 24 Juli 2025.{{cite web}}: Tautan eksternal dalam |last2= and |last=Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link)
  2. 1 2 Nick Terstal; Ed Visser (20 Desember 2020). "Dutch East Indies Colonial Civil Servants". WikiTree (dalam bahasa Inggris dan bahasa Belanda). Diakses tanggal 30 Agustus 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  3. ↑ Nick Terstal; Ed Visser (20 Desember 2020). "Dutch East Indies Colonial Civil Servants". WikiTree (dalam bahasa Inggris dan bahasa Belanda). Diakses tanggal 30 Agustus 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  4. ↑ Syaiful Anwar (4 November 2020). Eka Dinayanti (ed.). "Asal Usul Kode Plat DA di Kalimantan Selatan". Banjarmasin Post. Diakses tanggal 30 Agustus 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Muhammad Syarifuddin (27 Mei 2023). "Kode Plat DA Bukan Singkatan". Radar Banjarmasin. Diakses tanggal 30 Agustus 2025.
  6. ↑ Ezagren (2 April 2011). "Dependensi Borneo". Wikipedia bahasa Indonesia. Diakses tanggal 21 Maret 2025.{{cite web}}: |last= memiliki nama generikPemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Keresidenan Selatan dan Timur Borneo.
Didahului oleh:
Residentie Banjermassing
Kerajaan dan kesultanan di Kalimantan bagian selatan dan timur
Diteruskan oleh:
Gouvernement Borneo (digabung bersama Westerafdeling van Borneo)
setelahnya
Diduduki Jepang


Ikon rintisan

Artikel bertopik geografi atau tempat Hindia Belanda ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan