Sabtu, 07 November 2026
11:04 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis

Distrik Alabio

Bagikan:

Alabio (Banjar:Halabiu) adalah wilayah administrasi historis setara kecamatan Onderafdeeling zaman kolonial Hindia Belanda. Wilayah Alabio saat ini sekarang bernama Kecamatan Sungai Pandan dan kecamatan sekitarnya di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Namun nama Alabio lebih dikenal ketimbang nama Sungai Pandan itu sendiri.

Pada masa kesultanan Banjar, daerah Alabio merupakan sebuah lalawangan dari keadipatian Banua Lima. Pada tahun 1861 pada masa kolonial Hindia Belanda, lalawangan Alabio digabung ke dalam Distrik Amonthaij, Soengei benar dan Álabioe (disingkat Distrik Amuntai). Dalam tahun 1861 Kiai Toemenggoeng Djaija Negara yang menjabat sebagai Distrikhoofd te Amonthaij, Soengei Benar en Álabioe.[1][2]

Dalam tahun 1899, Distrik Alabio merupakan distrik tersendiri sebagai pemekaran dari Distrik Amuntai. Dalam tahun 1899 Distrik Alabio dipimpin oleh Kepala Distrik (districhoofd) yaitu Kiai Ismail.[3]

  • 1906 : Kiai Abdoel Moetalib.[4]

Penduduk

Suku Banjar yang mendiami wilayah bekas distrik ini disebut Orang Alabio (Urang Halabiu'). Alabio sangat terkenal dengan itik alabio, yang terkenal sampai mancanegara, terutama Malaysia. Orang-orang Alabio sejak dahulu terkenal sebagai para pedagang sukses. Sampai sekarang di wilayah Kalsel terdapat istilah ma-halabiu, sebuah istilah yang mengarah pada salah satu kehebatan orang Alabio dalam merangkai kata. Penduduk Alabio dikenal sebagai pedagang ulung.[5]

Gagelang

Daerah Alabio (Halabiu) pada zaman kerajaan Hindu disebut Gagelang. Kawasan Danau Panggang yang termasuk kawasan Alabio merupakan bekas pusat Kerajaan Kuripan.

Perkembangan

Sekarang ini bekas wilayah distrik ini termasuk dalam wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Referensi

  1. ↑ (Belanda) Landsdrukkerij (Batavia), Landsdrukkerij (Batavia) (1861). Almanak van Nederlandsch-Indië voor het jaar. Vol. 34. Lands Drukkery. hlm. 133.
  2. ↑ (Belanda) Landsdrukkerij (Batavia), Landsdrukkerij (Batavia) (1862). Almanak van Nederlandsch-Indië voor het jaar. Vol. 35. Lands Drukkery. hlm. 136.
  3. ↑ Saleh, Idwar; SEJARAH DAERAH TEMATIS Zaman Kebangkitan Nasional (1900-1942) di Kalimantan Selatan, Depdikbud, Jakarta, 1986.
  4. ↑ Regeerings-almanak voor Nederlandsch-Indie (dalam bahasa Belanda). Vol. 2. Dutch East Indies. 1906. hlm. 243.
  5. ↑ prokal.co. "Menyusuri Kiprah Orang Alabio dan Gaya Hidupnya | Radar Banjarmasin". kalsel.prokal.co (dalam bahasa Indonesian). Diakses tanggal 2020-05-02.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan