Kamis, 22 Oktober 2026
19:59 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal
Divisi Barat Borneo

Divisi Barat Borneo

Bagikan:
250px-Fort_te_Sambas%2C_gebouwd_in_1823.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Benteng dekat Sambas di Divisi Barat Borneo, dibangun pada tahun 1823.

Divisi Barat Borneo (bahasa Belanda:Westerafdeling van Borneo), adalah salah satu dari 2 gewest (keresidenan) di bagian Borneo milik Belanda, yang beribukotakan Pontianak. Divisi Barat Borneo dibentuk pada tahun 1848 setelah dibubarkannya Kegubernuran Dependensi Borneo.

Pada tahun 1849-1850, Belanda melancarkan ekspedisi ke Divisi Barat Borneo; di bawah pimpinan LetKol. Frederik Johannes Sorg, ekspedisi itu dilancarkan untuk menghukum orang Tionghoa. 4 tahun kemudian, sebuah ekspedisi dilancarkan kembali terhadap orang Tionghoa di Monterado. Pada tanggal 28 Mei 1854, orang Tionghoa akhirnya berhenti melawan, setelah ekspedisi di bawah pimpinan Kapt. Gustave Verspyck, yang saat itu menjadi asisten residen sementara. Sejumlah tokoh militer dianugerahi Militaire Willems-Orde atas keikutsertaan dalam ekspedisi tersebut ataupun pernah ditempatkan di sana, antara lain Willem Egbert Kroesen, Adriaan Johan Charles de Neve, George Frederik Nauta, Bernardus Franciscus Josephus le Bron de Vexela, Frans Petrus Cavaljé, dan Johannes Root.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan