Sabtu, 03 Oktober 2026
20:56 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan

Afdeling Sampit

Bagikan:

Afdeling Sampit adalah bekas wilayah administratif Hindia Belanda yang terletak di bagian selatan dan timur Kalimantan. Berdasarkan Staatblad No. 178 tahun 1898, wilayah ini dikenal dengan nama Afdeeling Zuid en Oost Borneo (Afdeling Selatan dan Timur Borneo) dan merupakan bagian dari Karesidenan Borneo Selatan dan Timur. Ibu kota afdeling ini adalah Sampit.'

Struktur Administratif

Berdasarkan Staatblad No. 178 tahun 1898, Afdeling Sampit terdiri dari beberapa distrik dan onderdistrik sebagai berikut:

  1. Distrik Sampit dengan onderdistrik:
    • Tjampaga (Daerah Aliran Sungai Cempaga)
    • Mantaja (Daerah Aliran Sungai Mentaya)
    • Kwayan (Daerah Aliran Sungai Kuayan)
  2. Distrik Mendawai dengan onderdistrik:
    • Katingan Atas
    • Samba
  3. Distrik Pembuang dengan onderdistrik:
    • Sembulu
    • Serayan
  4. Kerajaan Kota Waringin (leenplichtig) dengan wilayah:
    • Lanskap Koemai
    • Sebagian Lanskap Djelei

Pembagian Wilayah Pasca-Kemerdekaan

Setelah Indonesia merdeka, wilayah Afdeling Sampit mengalami perubahan administratif sebagai berikut:

  • Distrik Sampit menjadi bagian dari Kabupaten Kotawaringin Timur.
  • Distrik Mendawai menjadi bagian dari Kabupaten Katingan.
  • Distrik Pembuang menjadi bagian dari Kabupaten Seruyan.
  • Kerajaan Kota Waringin meliputi Kabupaten Kotawaringin Barat dan Kabupaten Lamandau.
  • Sebagian Lanskap Djelei menjadi bagian dari Kabupaten Sukamara.

Upaya Pemekaran Wilayah

Afdeling Sampit, atau yang dikenal dengan sebutan Kotawaringin Raya, saat ini sedang berupaya untuk menjadi provinsi baru sebagai hasil pemekaran dari Provinsi Kalimantan Tengah. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan pemerataan pembangunan dan pelayanan publik di wilayah tersebut.

Lihat Pula

Referensi

  • "Administrative divisions in Dutch Borneo, 1902". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-05-05. Diakses tanggal 2011-06-25.
  • Van Doren, J. B. J. (1860). Bydragen tot de kennis van verschillende overzeesche landen, volken, enz. 1. J. D. Sybrandi. hlm. 241.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan