Senin, 26 Oktober 2026
08:23 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung

Dependensi Borneo

Borneo en Onderhoorigheden (1846-1848), Gouvernement van Borneo en Onderhoorigheden (1848-1849)

Bagikan:

Dependensi Borneo 1846-1848 / GOUVERNEMENT VAN BORNEO EN ONDERHOORIGHEDEN 1849 (bahasa Belanda:Borneo en Onderhoorigheden)[1][2] adalah sebuah bentuk pemerintahan di Hindia Belanda antara tahun 1846-1848. Dependensi ini terdiri dari bagian Hindia Belanda secara keseluruhan dari pulau Kalimantan. Ibu kotanya adalah Sintang. Dengan A. L. WEDDIK, (1849), gouvernur Borneo.[3]

GOUVERNEMENT VAN BORNEO EN ONDERHOORIGHEDEN terdiri satu Karesidenan.[4][5]

  • Residentie Borneo, Zuid en Oostkust. Ibu kotanya Banjarmasin.
    • Assistent Residentie Pontianak.
    • Assistent Residentie Sambas.

Perkembangan selanjutnya pada 27 Agustus 1849 (Staatsblad van Nederlandisch Indië no. 40 tahun 1849),[6] dependensi ini kemudian dibagi menjadi dua divisi/afdeeling:[7]

Bagian utara pulau Borneo sebelumnya milik Inggris dan kini menjadi bagian dari Malaysia. Bagian ini terdiri dari Borneo Utara, Labuan, Brunei dan Sarawak.

Didahului oleh:
–
Diteruskan oleh:
Westerafdeeling van Borneo
Zuider- en Oosterafdeeling van Borneo

Rujukan

  1. ↑ (Belanda) Landsdrukkerij (Batavia), Landsdrukkerij (Batavia) (1849). Almanak van Nederlandsch-Indië voor het jaar. Vol. 22. Lands Drukkery. hlm. 83.
  2. ↑ (Belanda) (1863)Geneeskundig tijdschrift voor Nederlandsch-Indie. Vol. 10–11. hlm. 132.
  3. ↑ (Belanda) Landsdrukkerij (Batavia), Landsdrukkerij (Batavia) (1849). Almanak van Nederlandsch-Indië voor het jaar. Vol. 22. Lands Drukkery. hlm. 83.
  4. ↑ (Belanda) Landsdrukkerij (Batavia) (1848). Almanak van Nederlandsch-Indië voor het jaar. Vol. 21. Lands Drukkery. hlm. 81.
  5. ↑ Atlas van het koningrijk der Nederlanden en zijne overzeesche bezittingen Oleh F. E. Brugsma
  6. ↑ (Belanda) Nederlandisch Indië (1849). "Staatsblad van Nederlandisch Indië". s.n.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
  7. ↑ "Borneo in 1850". Diarsipkan dari asli tanggal 2017-06-30. Diakses tanggal 2011-06-26.

Bacaan lanjutan


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Ikon rintisan

Artikel bertopik geografi atau tempat Hindia Belanda ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  1. ↑ Eerste druk: 4 delen uit circa 1895 t/m 1905. 's-Gravenhage en Leiden, s.a.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan