Sabtu, 10 Oktober 2026
06:50 WIB
TERKINI
Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah
Divisi Barat Borneo

Divisi Barat Borneo

Bagikan:
250px-Fort_te_Sambas%2C_gebouwd_in_1823.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Benteng dekat Sambas di Divisi Barat Borneo, dibangun pada tahun 1823.

Divisi Barat Borneo (bahasa Belanda:Westerafdeling van Borneo), adalah salah satu dari 2 gewest (keresidenan) di bagian Borneo milik Belanda, yang beribukotakan Pontianak. Divisi Barat Borneo dibentuk pada tahun 1848 setelah dibubarkannya Kegubernuran Dependensi Borneo.

Pada tahun 1849-1850, Belanda melancarkan ekspedisi ke Divisi Barat Borneo; di bawah pimpinan LetKol. Frederik Johannes Sorg, ekspedisi itu dilancarkan untuk menghukum orang Tionghoa. 4 tahun kemudian, sebuah ekspedisi dilancarkan kembali terhadap orang Tionghoa di Monterado. Pada tanggal 28 Mei 1854, orang Tionghoa akhirnya berhenti melawan, setelah ekspedisi di bawah pimpinan Kapt. Gustave Verspyck, yang saat itu menjadi asisten residen sementara. Sejumlah tokoh militer dianugerahi Militaire Willems-Orde atas keikutsertaan dalam ekspedisi tersebut ataupun pernah ditempatkan di sana, antara lain Willem Egbert Kroesen, Adriaan Johan Charles de Neve, George Frederik Nauta, Bernardus Franciscus Josephus le Bron de Vexela, Frans Petrus Cavaljé, dan Johannes Root.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan