Minggu, 20 September 2026
17:59 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Yusof Ishak

Yusof Ishak

Presiden Singapura pertama

Yusof bin Ishak
250px-Yusof_Ishak%2C_1933.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Yusof ca1933
Presiden Singapurake-1
Masa jabatan
9 Agustus 1965 –23 November 1970
PendahuluJabatan baru
PenggantiBenjamin Sheares
Yang di-Pertuan Negara ke-2
Masa jabatan
3 Desember 1959 –9 Agustus 1965
Penguasa monarkiElizabeth II
Syed Putra dari Perlis
PendahuluSir William Goode
PenggantiJabatan dihapus
Informasi pribadi
LahirYusof bin Ishak Al-Haj[a]
(1910-08-12)12 Agustus 1910
Padang Gajah, Perak, Federasi Negeri-Negeri Melayu (sekarang Perak, Malaysia)
Meninggal23 November 1970(1970-11-23) (umur 60)
Sebab kematianGagal jantung
Partai politikIndependen
Suami/istri
(m. 1949)
Anak3
KerabatAziz Ishak (adik)
Abdul Rahim Ishak (adik)
PendidikanVictoria School
Raffles Institution
Pekerjaan
  • Jurnalis
  • pegawai negeri sipil

Yusof bin Ishak Al-Haj[a] (/ˈjʊsɒfbɪnˈɪshɑːk/; 12 Agustus 1910  23 November 1970) adalah seorang jurnalis dan pegawai sipil Singapura yang menjabat sebagai kepala negara Singapura dari tahun 1959 hingga 1970; sebagai Yang di-Pertuan Negara kedua Singapura antara tahun 1959 dan 1965 dan presiden pertama Singapura antara tahun 1965 dan 1970.

Lahir di Perak, Yusof merupakan keturunan kelima Datuk Jannaton asal Kerajaan Pagaruyung. Ia menerima pendidikan di Malaysia dan Singapura hingga lulus dari Institusi Raffles tahun 1929. Mula-mula, ia bekerja di bidang jurnalistik. Ia mendirikan majalah olahraga bersama teman-temannya, sebelum bergabung dengan Warta Malaya, surat kabar harian berbahasa Melayu. Hengkang dari Warta pada 1938, setahun berselang Yusof ikut mendirikan Utusan Melayu, surat kabar yang menitikberartkan isu-isu Melayu, bersama tokoh-tokoh Melayu lainnya di Singapura.

Dua dekade berkiprah, Yusof menjadi tokoh utama yang membawa kesuksesan Utusan Melayu. Ia keluar pada 1959, setelah pertikaian Utusan Melayu dengan Organisasi Bangsa Melayu Bersatu (UMNO) yang membuat UMNO membeli seluruh saham Utusan Melayu demi mengarahkan pandangan politiknya. Kembali ke Singapura dari Kuala Lumpur, Yusof memimpin Komisi Layanan Publik atas tawaran Perdana Menteri Lee Kuan Yew. Pada 3 Desember 1959, ia menggantikan Sir William Goode sebagai Yang di-Pertuan Negara, menyusul kemenangan Partai Tindakan Rakyat dalam pemilihan umum tahun 1959. Ia akan menjabat untuk kedudukan yang sama hingga tahun 1965, ketika Singapura memperoleh kemerdekaan dan jabatan Yang di-Pertuan Negara digantikan oleh presiden Singapura.

Yusof menjabat tiga periode sebagai kepala negara sebelum wafat saat menjabat pada 23 November 1970 karena gagal jantung. Selama masa kepresidenannya, ia dikenal karena pandangan multirasnya, terutama selama dekade 1960-an, ketika ia menjadi pendukung kuat penggabungan Singapura dengan Malaysia. Setelah Singapura memisahkan diri dari Malaysia, ia terus menyebarkan gagasan masyarakat multiras. Yusof juga menjunjung pendidikan dan mendorong percakapan tentang agama. Setelah wafatnya, ia digantikan oleh Benjamin Sheares pada 2 Januari 1971. Namanya diabadikan pada beberapa tempat di Singapura, sementara potretnya muncul pada uang kertas Seri Potret Singapura yang diperkenalkan pada tahun 1999.

Galeri

  • Presiden Yusof Ishak diabadikan dalam patung lilin.
    Presiden Yusof Ishak diabadikan dalam patung lilin.
  • Gambar Yusof bin Ishak pada mata uang Singapura
    Gambar Yusof bin Ishak pada mata uang Singapura

Lihat pula

Referensi

Catatan kaki

  1. 1 2 Al-Haj adalah gelar kehormatan yang diberikan kepada orang-orang yang menyelesaikan ibadah haji ke Mekkah, yang dilaksanakan Yusof pada tahun 1963.[1]

Kutipan

  1. "Cambodia Visit Before Trip to Mecca". The Straits Times. 28 Maret 1963. hlm. 5. Diakses tanggal 22 Maret 2025 via NewspaperSG.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Daftar pustaka

Pranala luar

Didahului oleh:
tidak ada
Presiden Singapura
1965–1970
Diteruskan oleh:
Benjamin Henry Sheares


Ikon rintisan

Artikel bertopik politikus ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan