Senin, 21 September 2026
21:22 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Wespe

Wespe

SdKfz 124 Wespe
330px-Wespe_Saumur_1.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Wespe di Musée des Blindés Saumur, Prancis.
Jenis Artileri swagerak
Negara asal Nazi Jerman
Sejarah pemakaian
Masa penggunaan 1943 - 1945
Digunakan oleh Nazi Jerman
Pada perang Perang Dunia II
Sejarah produksi
Tahun 1942
Produsen Alkett
Diproduksi 1943 - 1944
Jumlah produksi 682
Spesifikasi
Berat 11 ton (24.250 lb)
Panjang 4.81 m
Lebar 2.28 m
Tinggi 2.3 m
Awak 5 (komandan, supir, tiga penembank)
Perisai 5 - 30 mm
Senjata
utama
1x 10,5 cm leFH 18M L/28 dengan 40 peluru
Jenis Mesin Mesin bensin 6-silinder Maybach HL62TR 140 hp (105 kW)
12,7 hp/ton
Suspensi Pegas daun
Daya jelajah 220 km
Kecepatan 40 km/jam

SdKfz 124 Wespe (bahasa Jerman:Wespe, 'lebah'), juga dikenal sebagai Leichte Feldhaubitze 18 auf Fahrgestell Panzerkampfwagen II (terj. har.'howitzer ringan 18 dengan badan Panzer II'), adalah artileri gerak sendiri Jerman yang dikembangkan dan digunakan selama Perang Dunia II. Kendaraan ini merupakan modifikasi dari Panzer II.

Pengembangan

Pada tahun 1940, selama Pertempuran Prancis, terlihat bahwa tank utama dari pasukan Jerman, Panzer II, tidak cocok sebagai tank. Walaupun Panzer II berfungsi secara baik, tank tersebut memiliki senjata dan pelindung yang tidak memadai. Pada saat Jerman membutuhkan artileri swagerak, Panzer II menjadi pilihan yang paling tepat untuk ditarik dari garis depan, sekaligus memperpanjang umur pemakaiannya.

Desain untuk Wespe diproduksi oleh Alkett, dan dibuat menggunakan badan Panzer II Ausf. F. Modifikasi yang dilakukan antara lain adalah pemindahan mesin ke depan dan pemanjangan badan untuk menyediakan tempat peletakan howitzer 10,5 cm leFH 18 di bagian belakang. Superstruktur lapis baja ringannya dibuka pada bagian atas dan belakang. Produksi kendaraan dilakukan di beberapa pabrik, terutama di Polandia yang diduduki, yaitu di pabrik FAMO di Warsawa.

Wespe sangat populer di kalangan personel Korps Afrika dan Divisi Panzer karena kecepatannya yang tinggi.

Riwayat pertempuran

Wespe pertama kali digunakan pada tahun 1943 pada pertempuran di Front Timur. Kesuksesannya membuat Hitler memerintahkan semua modifikasi Panzer II hanya digunakan untuk Wespe, membatalkan proyek-proyek lain seperti Marder II. Kendaraan ini dialokasikan ke batalion artileri lapis baja (Panzerartillerie Abteilungen) dari Divisi Panzer bersama Hummel yang lebih berat. Wespe dapat meraih kesuksesan karena kemampuannya cocok dengan strategi blitzkrieg Jerman yang memiliki mobilitas yang tinggi dan senjata yang besar.

Wespe diproduksi dari Februari 1943 sampai pertengahan 1944. Pada saat itu, 682 unit telah diproduksi, dengan 158 unit tambahan dibangun sebagai pembawa amunisi.

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Panzerhaubitze Wespe.
Kendaraan tempur Jerman pada Perang Dunia II
Tank
Artileri swa-gerak
Meriam serbu
Penghancur tank
Kendaraan setengah roda rantai
Mobil lapis baja
Meriam anti pesawat swagerak
Kendaraan penghancur
Purwarupa
Pengajuan desain


Ikon rintisan

Artikel bertopik senjata ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan