Minggu, 27 September 2026
00:21 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Vertebrata

Vertebrata

subfilum chordata

Vertebrata
Rentang waktu:
Kambrium Tahap 3–Kini,
518–0 jtyl[1]
250px-Vertebrata_002.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Keanekaragaman: sturgeon (Actinopterygii), gajah (Tetrapoda), hiu (Chondrichthyes), dan lamprey (Agnatha).
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Klad: Olfactores
Subfilum: Vertebrata
J-B. Lamarck, 1801[2]
Infrafilum
Sinonim
  • Craniata Haeckel, 1866
  • Ossea Batsch, 1788[2]
Artikel takson sembarang

Vertebrata adalah subfilum dari Chordata, mencakup semua hewan yang memiliki tulang belakang yang tersusun dari vertebra. Vertebrata adalah subfilum terbesar dari Chordata. Ke dalam vertebrata dapat dimasukkan semua jenis ikan (kecuali remang, belut dan "lintah laut" atau hagfish), amfibia, reptil, burung, serta hewan menyusui (mamalia).[3] Kecuali jenis-jenis ikan, vertebrata diketahui memiliki dua pasang tungkai.

Vertebrata memiliki sistem otot yang banyak terdiri dari pasangan massa, dan juga sistem saraf pusat yang biasanya terletak di dalam tulang belakang.[4] Sistem respirasi menggunakan insang atau paru-paru.

Sel darah

Darah yang dimiliki hewan Vertebrata terdiri dari sel-sel darah yang tersuspensi di dalam plasma yang kemudian beredar menuju organ-organ tubuh. Unsur seluler atau sel darah pada hewan vertebrata terbagi menjadi tiga yaitu sel darah merah, sel darah putih dan keping darah. Setiap jenis hewan Vertebrata memiliki bentuk, ukuran, dan persentase jumlah sel darah merah dan sel darah putih yang berbeda.[5]

Sistem ekskresi

Ginjal yang dimiliki vertebrata terbagi atas beberapa tipe, di antaranya adalah pronefros, mesonefros, dan metanefros. Tipe ginjal pronefros merupakan tipe ginjal yang berkembang pada fase embrio atau larva. Kemudian setelah itu ginjal pronefros digantikan oleh tipe ginjal mesonefros, yang kemudian apabila hewan sudah mulai dewasa maka ginjal mesonefros digantikan oleh ginjal metanefros. Hewan yang memiliki tipe ginjal tersebut yaitu pada Mammalia, Reptilia, dan Aves.[6]

Klasifikasi

Klasifikasi menurut Janvier (1981, 1997), Shu et al. (2003), dan Benton (2004).[7] Perhatikan bahwa di dalamnya tidak termasuk remang, sejenis ikan laut tetapi tidak memiliki vertebra sejati, sehingga tidak semua ikan adalah vertebrata. Tanda "†" berarti "sudah punah".

Reproduksi

Vertebrata hanya dapat berkembang biak melalui perkawinan. Proses perkawinan dilakukan dengan pembuahan ovum dan spermatozoid menjadi satu kesatuan. Pembuahan pada vertebrata dapat terjadi di luar tubuh maupun di dalam tubuh. Pembuahan di luar tubuh disebut fertilisasi eksterna, sedangkan pembuahan di dalam tubuh disebut fertilisasi interna. Fertilisasi eksterna terjadi pada jenis ikan dan katak. Sedangkan fertilisasi interna terjadi pada reptilia, burung, dan hewan menyusui.[8]

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Vertebrata.

Referensi

  1. ↑ Yang, Chuan; Li, Xian-Hua; Zhu, Maoyan; Condon, Daniel J.; Chen, Junyuan (2018). "Geochronological constraint on the Cambrian Chengjiang biota, South China" (PDF). Journal of the Geological Society. 175 (4): 659–666. Bibcode:2018JGSoc.175..659Y. doi:10.1144/jgs2017-103. S2CID 135091168. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2022-10-09.
  2. 1 2 Nielsen, C. (Juli 2012). "The authorship of higher chordate taxa". Zoologica Scripta. 41 (4): 435–436. doi:10.1111/j.1463-6409.2012.00536.x. S2CID 83266247.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Burhanuddin, Andi Iqbal (2018). Vertebrata Laut. Yogyakarta: Deepublish. hlm. 43. ISBN 9786024537814.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ↑ "Vertebrate - The tetrapods". Encyclopedia Britannica (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2020-12-12. Diakses tanggal 2020-11-30.
  5. ↑ Rousdy, D.W. dan Linda, R. (2018). "Hematologi Perbandingan Hewan Vertebrata: Lele (Clarias batracus), Katak (Rana sp.), Kadal (Eutropis multifasciata), Merpati (Columba livia) dan Mencit (Mus musculus)". Bioma. 7 (1): 2. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2020-02-19. Diakses tanggal 2021-01-31.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  6. ↑ Purnamasari, R. dan Santi, D.R. (2017). Fisiologi Hewan (PDF). Surabaya: Program Studi Arsitektur UIN Sunan Ampel. hlm. 97. ISBN 978-602-50337-2-8. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2021-10-21. Diakses tanggal 2021-01-31.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  7. ↑ Benton, Michael J. (2004-11-01). Vertebrate Palaeontology (Edisi Third Edition). Blackwell Publishing. hlm. 455 pp. ISBN 0632056371. Diarsipkan dari asli tanggal 2008-10-19. Diakses tanggal 2008-11-18.{{cite book}}: |edition= memiliki teks tambahan
  8. ↑ Susilawati dan Bachtiar, N. (2018). Biologi Dasar Terintegrasi (PDF). Pekanbaru: Kreasi Edukasi. hlm. 127. ISBN 978-602-6879-99-8. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2021-04-15. Diakses tanggal 2021-01-31.

Lihat pula

Filum yang masih hidup dalam kerajaan Animalia
A
n
i
m
a
l
i
a
Diploblast
(Eumetazoa)
ParaHoxozoa
Planulozoa
Bilateria
(Triploblast)
  • (lihat di bawah↓)
Bilateria
Xenacoelomorpha
N
e
p
h
r
o
z
o
a
Deuterostomia
Ambulacraria
P
r
o
t
o
s
t
o
m
i
a
Ecdysozoa
Scalidophora
N+L+P
Nematoida
L+P
Panarthropoda
Tactopoda
S
p
i
r
a
l
i
a
Gnathifera¹
Platytrochozoa
R+M
Mesozoa
Rouphozoa¹
Lophotrochozoa
A+N
Lophophorata
Bryozoa
Brachiozoa
----
Kelompok utama
dalam filum
Filum dengan ≥5000 spesies yang masih hidup dicetak tebal
Lihat pula
Diploblast
Monoblastozoa (nomen dubium)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan