Senin, 21 September 2026
05:15 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Tomy Winata

Tomy Winata

Pengusaha Indonesia

60px-Unbalanced_scales.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Netralitas artikel ini dipertanyakan. Diskusi terkait dapat dibaca pada halaman pembicaraan. Jangan hapus pesan ini sampai kondisi untuk melakukannya terpenuhi. (Mei 2013) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Tomy Winata"  berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
Gaya atau nada penulisan artikel ini tidak mengikuti gaya dan nada penulisan ensiklopedis yang diberlakukan di Wikipedia. Bantulah memperbaikinya berdasarkan panduan penulisan artikel. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Tomy Winata
Tomy_Winata.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Informasi pribadi
Lahir23 Juli 1958 (umur 68)
Anak5
PekerjaanPengusaha Pemilik Grup Artha Graha

Tomy Winata (lahir 23 Juli 1958), atau sering dikenal dengan inisial TW, adalah seorang pengusaha Indonesia keturunan Tionghoa yang merupakan pemilik Grup Artha Graha atau Artha Graha Network. Usahanya terutama bergerak dalam bidang perbankan, properti dan infrastruktur. Di samping usaha bidang komersial, Tomy Winata juga dikenal sebagai pendiri Artha Graha Peduli, sebuah yayasan sosial, kemanusiaan dan lingkungan.[butuh rujukan]

Kegiatan dan Aktivitas

Pada 1988, Tomy bersama dengan Yayasan Kartika Eka Paksi (YKEP) yang dimiliki oleh Angkatan Darat, melakukan penyelamatan terhadap Bank Propelat yang semula dimiliki oleh Yayasan Siliwangi. Bank Propelat yang ber-asset hanya sekitar Rp.8 Miliar tersebut di-rescue oleh Tomy bersama YKEP, dan diubah namanya menjadi Bank Artha Graha. Hanya dalam tempo tidak lebih dari 1,5 tahun, maka Bank Artha Graha menjadi baik dan sehat, yang kemudian terus dikembangkan.[butuh rujukan]

Selanjutnya pada 1997, sebelum krisis ekonomi yang melanda Indonesia, Tomy diminta oleh Bank Indonesia untuk bersama-sama dengan Bank Indonesia menyelamatkan Bank Arta Pusara yang saat itu sudah diambilalih Bank Indonesia karena berbagai permasalahan-permasalahan yang ada dari pemilik sebelumnya. Nama Bank Arta Pusara kemudian diubah namanya menjadi Bank Arta Pratama, dan hanya dalam, kurun waktu sekitar 1 tahun, Bank Arta Pratama berubah menjadi Bank Katagori A menurut penilaian Bank Indonesia sehingga tidak direkapitalisasi.[butuh rujukan]

Pada 2003, Tomy mengambil alih PT Bank Inter-Pacific Tbk, dan selanjutnya pada 2005 Bank Inter-Pacific melalui Pasar Modal mengambil alih Bank Artha Graha, yang selanjutnya diubah namanya menjadi Bank Artha Graha Internasional Tbk. (INPC.JK).[butuh rujukan]

Salah satu usaha utama lainnya dari Tomy Winata adalah dalam sektor property dan infrastruktur. Melalui PT Jakarta Internasional Hotels and Development (JIHD.JK) Tomy memiliki Hotel Borobudur, dan melalui anak perusahaan yaitu PT Danayasa Arhatama Tbk (SCBD.JK) Tomy memiliki Kawasan Business District yang pertama di Indonesia, yaitu Sudirman Central Business District (SCBD) seluas 45 ha. Salah satu icon SCBD adalah Gedung Indonesia Stock Exchange. Pembangunan The Signature Tower setinggi 111 lantai akan mencapai ketinggian 638 m dan menjadi gedung tertinggi ke 5 di dunia.[1] Tomy memiliki visi bahwa kawasan SCBD akan menjadi "Manhattan of Indonesia".[2][3]

Jembatan Selat Sunda

Salah satu proyek Tomy Winata adalah pembangunan "Jembatan Selat Sunda" (JSS).[4][5]. Jembatan yang menghubungkan antara Pulau Sumatra dan Jawa yang keduanya memberikan kontribusi 80% pada GDP Indonesia serta memiliki 80% populasi penduduk Indonesia, diyakini akan membawa banyak manfaat bagi peningkatan perekonomian, sosial, lapangan pekerjaan dan kesejahteraan bagi masyarakat di kedua pulau.[6] Pada 2009, Tomy beserta BUMD Provinsi Banten dan Lampung menyerahkan secara resmi Hasil Pra-Studi Kelayakan JSS kepada Pemerintah. Pembuatan Pra-Studi JSS tersebut sepenuhnya adalah biaya swasta.[7] Selanjutnya Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2011, Konsorsium Banten-Lampung dan Artha Graha ditunjuk sebagai Pemrakarsa Proyek (Project Initiator). Konsorsium kemudian membentuk perusahaan patungan dengan nama PT Graha Banten Lampung Sejahtera (GBLS) untuk melaksanakan penyusunan Studi Kelayakan JSS dam KSISS (Kawasan Strategis Infrastruktur Selat Sunda) sesuai Peraturan Presiden tersebut.[8]

Kepedulian Lingkungan & Masyarakat

Selain berkecimpung dalam dunia usaha, Tomy juga sangat memperhatikan masalah sosial, kemanusiaan, dan lingkungan.[9] Untuk mewujudkan hal ini, Tomy mendirikan Yayasan Artha Graha Peduli "Artha Graha Peduli Foundation" (AGP).[butuh rujukan]

Kawasan Konservasi Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC)

250px-AG1_CR7.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Cristiano Ronaldo jadi duta Mangrove Indonesia

Sejak sekitar tahun 1997, Tomy banyak memfokuskan diri pada pelestarian lingkungan, salah satunya diwujudkan dengan Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC).[10] yang merupakan kawasan konservasi hutan, satwa-liar seluas 45.000 ha, dan kawasan cagar laut seluas 14.500 ha. Lokasi TWNC adalah di ujung selatan pulau Sumatra. TWNC setidaknya telah melepas-liarkan 5 harimau sumatera.[11] Pada awal 2012, Tomy melalui TWNC bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN)[12] menyelenggarakan Program Pasca-Rehabilitasi berbasis konservasi alam bagi mantan pengguna narkoba. Program ini mendapatkan perhatian serta apresiasi langsung dari Executive Director "UNODC" (United Nations of Drugs and Crime), Mr."Yuri Fedotov" yang telah berkunjung ke TWNC pada akhir 2012. Pada Maret 2013, Tomy Winata atas undangan UNODC, mempresentasikan program pasca rehabilitasi tersebut di hadapan Sidang Tahunan UNODC ke 54 di Vienna, Austria.[13]

Referensi

  1. Tomy Winata: Indonesia Jadi Pemain Penting Dunia, antarasumbar.com, 23 April 2013.
  2. Jakarta Can Be a 'New Manhatten': Tomy Winata', The Jakarta Post, 22 April 2013.
  3. Jakarta Bisa Jadi Kota Yang Diperhitungkan Dunia Diarsipkan 2013-10-17 di Wayback Machine., jurnas.com, 22 April 2013.
  4. Pengusaha Nasional Dukung Pembangunan Jembatan Selat Sunda Diarsipkan 2016-02-16 di Wayback Machine., Rakyat Merdeka Online, 23 April 2013.
  5. Wawancara CNBC 'Tomy Winata: Indonesia Bisa Buat Sejarah', Suara Pembaruan Online, 20 April 2013.
  6. "Tomy Winata Didukung Gubernur Banten dan Lampung". Kompas. 31 Agustus 2009. Diakses tanggal 2 Juni 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)(Indonesia)
  7. Tomy Winata: Ground Breaking JSS Sangat Sulit Dilakukan Tahun 2014, Rakyat Merdeka Online, 23 April 2013.
  8. "Consortium Teams Up with China to Build Sunda Strait Bridge". Tempo. 2 November 2010. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-03-23. Diakses tanggal 2 Juni 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. news.liputan6.com Artha Graha Buka Posko Peduli Bencana di 5 Titik Banjir. (diakses 21 Januari 2013)
  10. Custodian of the earth, Business Time lifestyle, 09 March 2013.
  11. The New York Times (2010-4-21). "Trying to Save Wild Tigers by Rehabilitating Them". nytimes.com. Diakses tanggal 2010-04-21.{{cite news}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=Pemeliharaan CS1: Tanggal dan tahun (link)
  12. Tribunnews.com BNN-Yayasan Artha Graha Peduli Kerjasama Penanganan Korban Narkoba. (diakses 12 April 2013)
  13. InvestorDaily.com Tomy Winata Paparkan TWNC di Wina. (diakses 18 Maret 2013)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan