Sabtu, 07 November 2026
18:34 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis

Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa Urusan Narkoba dan Kejahatan

Bagikan:
330px-Unodc-schriftzug.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa Urusan Obat-obatan dan Kejahatan (bahasa Inggris:United Nations Office on Drugs and Crime, UNODC; bahasa Prancis:Office des Nations unies contre la drogue et le crime, ONUDC) adalah sebuah kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa yang dibentuk pada tahun 1997 sebagai kantor yang mengurusi kontrol obat-obatan (terutama narkoba) dan pencegahan kejahatan, yang mengkombinasikan Program Pengendalian Obat-obatan Internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDCP) dan Divisi Keadilan Kriminal dan Pencegahan Kejahatan. Kantor ini adalah anggota dari Kelompok Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan diberikan nama Kantor PBB Urusan Obat-obatan dan Kejahatan pada tahun 2002.[1]

Tujuan dan Fungsi

250px-WorldTraffick.PNG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Perdagangan manusia. Negara asal utama (merah) dan negara tujuan (biru). Data dari Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan (UNODC)

Kantor PBB Urusan Obat-obatan dan Kejahatan dibentuk untuk membantu PBB dalam memecahkan masalah perdagangan dan penggunaan ilegal narkoba, pencegahan kejahatan dan keadilan kriminal, terorisme internasional dan korupsi politik, secara komprehensif dan terkoordinasi. Tujuan-tujuan ini dicapai melalui tiga fungsi utama, yaitu penelitian, kebijakan dan dukungan bagi pemerintah dalam pengadopsian dan implementasi protokol, traktat dan konvensi terkait, serta pemberian bantuan teknis dan finansial untuk membantu pemerintah negara-negara anggota dalam menyelesaikan permasalahan obat-obatan dan kejahatan.

Beberapa tema besar kinerja Kantor PBB Urusan Obat-obatan dan Kejahatan termasuk pembangunan alternatif, korupsi, keadilan kriminal, pencegahan kejahatan dan reformasi penjara, pencegahan penyalahgunaan narkoba, pemulihan, HIV dan AIDS, perdagangan manusia dan penyelundupan imigran, pencucian uang, kejahatan terorganisasi, pembajakan, dan pencegahan terorisme.[2]

Laporan Narkoba Dunia

Laporan Narkoba Dunia adalah publikasi tahunan yang diluncurkan oleh Kantor PBB Urusan Narkoba dan Kejahatan yang menyediakan analisis komprehensif pada permasalahan obat-obatan terlarang di dunia. Laporan ini menyediakan informasi dan estimasi pada tren produksi, perdagangan dan penggunaan opium, kokain, kanabis dan stimulan tipe amfetamin. Laporan yang berdasar pada data yang dikumpulkan dan dipersiapkan oleh pemerintah negara-negara anggota PBB, Kantor PBB Urusan Narkoba dan Kejahatan, serta institusi internasional lainnya, berusaha untuk mengidentifikasi tren evolusi pasar perdagangan narkoba internasional.[3]

Melalui laporan ini, Kantor PBB Urusan Narkoba dan Kejahatan bertujuan untuk meningkatkan pengertian negara-negara anggota PBB tentang tren perdagangan obat-obatan terlarang dan meningkatkan kepedulian mereka untuk membangun sistem data kolektif berkaitan dengan narkoba.

Lihat juga

Referensi

  1. ↑ United Nations Secretariat (15 Maret 2004). "Secretary-General's bulletin: Organization of the United Nations Office on Drugs and Crime". Diarsipkan dari asli tanggal 2012-10-20. Diakses tanggal 30 Juni 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ United Nations Office on Drugs and Crime. "Topics". Diakses tanggal 30 Juni 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ United Nations Office on Drugs and Crime. "World Drug Report - Global Illicit Drug Trends". Diakses tanggal 30 Juni 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan