Minggu, 27 September 2026
20:35 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda
Titanosaurus

Titanosaurus

Titanosaurus
Rentang waktu: Kapur Akhir, 70–66 jtyl
250px-Titanosaurus.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Vertebra kaudal distal holotipe Titanosaurus indicus
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Klad: Dinosauria
Klad: Saurischia
Klad: †Sauropodomorpha
Klad: †Sauropoda
Klad: †Macronaria
Klad: †Titanosauria
Genus: †Titanosaurus
Lydekker, 1877
Spesies tipe
†Titanosaurus indicus
Lydekker, 1877
Spesies lainnya
  • †T. blanfordi Lydekker, 1879
Sinonim
  • Titanosaurus blandfordi (sic)
  • Tritonausaurus (sic)
  • Tritonosaurus (sic)
Artikel takson sembarang

Titanosaurus (/taɪˌtænəˈsɔːrəs/; terj. har. 'kadal raksasa') adalah sebuah genus meragukan dinosaurus sauropoda yang pertama kali dideskripsikan oleh Richard Lydekker pada 1877.[1] Genus ini diketahui dari lapisan Maastrichtian (Kapur Akhir) Formasi Lameta an Kallakurichi di India.[2]

Penemuan dan penamaan

Titanosaurus, yang secara harfiah berarti "kadal raksasa", dinamai setelah Titan dari mitologi Yunani.

Titanosaurus adalah dinosaurus asal India pertama yang dinamai dan dideskripsikan dengan baik, dengan catatan terawal yang berasal dari 1877. Spesies tipenya, T. indicus, dinamai pada 1877,[1][3] sementara spesies keduanya, T. blanfordi, dinamai pada 1879.[4] Kedua spesies tersebut dinamai oleh Richard Lydekker.[1][4] T. indicus dan T. blanfordi berusia 70 juta tahun.

Kedua spesiesnya diketahui dari Formasi Lameta,[5] sementara sisa-sisa tak tentu yang dikaitkan dengan Titanosaurus juga telah ditemukan di Formasi Kallakurichi.[6]

Referensi

  1. 1 2 3 R. Lydekker. (1877). Notices of new and other Vertebrata from Indian Tertiary and Secondary rocks. Records of the Geological Survey of India 10(1):30-43
  2. ↑ Weishampel, David B. (2019-12-31), "ORNITHISCHIA", The Dinosauria, Second Edition, University of California Press, hlm. 323–324, doi:10.1525/9780520941434-019, ISBN 978-0-520-94143-4{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Parameter work dengan ISBN (link)
  3. ↑ "Pranay Lal: India has not marketed or preserved its discoveries on dinosaurs". 23 Januari 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. 1 2 R. Lydekker. (1879). Fossil Reptilia and Batrachia. Memoirs of the Geological Survey of India. Palaeontologia Indica, Series IV. Indian Pretertiary Vertebrata 1(3):1-36
  5. ↑ Mohabey, DM, (2011). "History of Late Cretaceous dinosaur finds in India and current status of their study", Journal Palaeontological Society of India, 56(2):127-135.
  6. ↑ Weishampel, et al. (2004). "The Dinosauria. Second Edition." Pp 680.
Avemetatarsalia
Sauropodomorpha
    • lihat dibawah↓
Saturnaliidae
Unaysauridae
Plateosauridae
Riojasauridae
Massospondylidae
Sauropodiformes
Anchisauria
Sauropoda
    • lihat di bawah↓
Buriolestes schultzi

Pantydraco caducus Massospondylus carinatus

Jingshanosaurus xinwaensis
Lessemsauridae
Vulcanodontidae
Cetiosauridae
Mamenchisauridae
Turiasauria
Neosauropoda
Diplodocoidea
  • (lihat di bawah ↓ )
Macronaria
  • (lihat di bawah ↓ )
Sauropoda meragukan
Vulcanodon karibaensis

Barapasaurus tagorei Patagosaurus fariasi

Turiasaurus riodevnesis
Rebbachisauridae
Khebbashia
Limaysaurinae
Rebbachisaurinae
Flagellicaudata
Dicraeosauridae
Diplodocidae
Apatosaurinae
Diplodocinae
Dicraeosaurus hansemanni Diplodocus carnegii
Camarasauridae
Brachiosauridae
Somphospondyli
Euhelopodidae
Diamantinasauria
Titanosauria
    • lihat di bawah↓
Pelorosaurus brevis

Sauroposeidon proteles

Wintonotitan wattsi
Lirainosaurinae
Colossosauria
Rinconsauria
Aeolosaurini
Lognkosauria
Saltasauroidea
Nemegtosauridae
Saltasauridae
Opisthocoelicaudiinae
Saltasaurinae
Titanosauria yang diperdebatkan
Andesaurus delgadoi

Ampelosaurus atacis Futalognkosaurus dukei

Saltasaurus loricatus
Topik dalam penelitian sauropodomorpha
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan