Kamis, 15 Oktober 2026
20:47 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M
Giraffatitan

Giraffatitan

Bagikan:
Giraffatitan
Rentang waktu: Jura Akhir
150–145 jtl
250px-Museum_f%C3%BCr_Naturkunde_%2836556352434%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tengkorak di Museum Sejarah Nasional, Berlin
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Klad: Dinosauria
Klad: Saurischia
Klad: †Sauropodomorpha
Klad: †Sauropoda
Klad: †Macronaria
Famili: †Brachiosauridae
Genus: †Giraffatitan
Sinonim
  • Brachiosaurus fraasi
    Janensch, 1914[1]
Artikel takson sembarang

Giraffatitan ("titan jerapah") adalah genus dari dinosaurus sauropoda yang hidup pada periode Jura Akhir, sekitar 140 juta tahun lalu.[2] Merupakan bagian dari kelompok sauropoda, genus ini merupakan salahsatu organisme darat paling besar di Bumi.

Giraffatitan memiliki panjang t 23-meter (75 ft) dan berat sekitar 40 ton (88.000 pon), serta memiliki leher panjang yang beradaptasi untuk memakan daun dari pohon konifer. Hewan ini tinggal di wilayah yang sekarang Tanzania.[3]

Spesimen ini pertamakali dideskripsikan sebagai spesies Brachiosaurus dari Afrika, B. brancai pada 1914, tetapi pada 1991, George Olshevsky mengutarakan bahwa spesimen ini memiliki cukup perbedaan untuk menjadi genusnya sendiri, yang ia namai Giraffatitan.[4]

Ukuran

Beberapa anggota titanosauria tampaknya memiliki massa yang lebih besar dari Giraffatitan. Bagaimanapun, genus ini dan Brachiosaurus masih menjadi sauropoda brachiosurida paling besar yang diketahui dari material spesimen yang relatif lengkap.

Semua estimasi ukuran Giraffatitan bedasarkan tengkorak yang dipasang di Berlin, yang merupakan rekonstruksi dari spesimen aslinya. Spesimen tersebut, HMN SII merupakan individu sub-dewasa dengan panjang 218–2.246 meter (715–7.369 ft) dan tinggi 12 meter.[5]

Referensi

  1. ↑ Janensch, W. (1914). "Übersicht über der Wirbeltierfauna der Tendaguru-Schichten nebst einer kurzen Charakterisierung der neu aufgeführten Arten von Sauropoden". Archiv für Biontologie. 3 (1): 81–110.
  2. ↑ Potter, Christopher 2010. You are here: a portable history of the universe (2009). You Are Here: A Portable History of the Universe. HarperCollins. hlm. 26. ISBN 978-0061137877.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link)
  3. ↑ Paul, Gregory S. 2010. The Princeton field guide to dinosaurs. (10 Oktober 2010). The Princeton Field Guide to Dinosaurs. Princeton University Press. ISBN 978-0691137209.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Glut D.F. 1997. Dinosaurs: the encyclopedia (Juli 1997). "Brachiosaurus". Dinosaurs: The Encyclopedia. McFarland. hlm. 218. ISBN 0-89950-917-7.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Mazzetta, G.V.; et al. (2004). "Giants and Bizarres: body size of some southern South American Cretaceous dinosaurs". Historical Biology. 16 (2–4): 1–13. CiteSeerX 10.1.1.694.1650. doi:10.1080/08912960410001715132. S2CID 56028251.{{cite journal}}: Kutipan menggunakan parameter usang |citeseerx=
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan