Dalam teori bilangan, teorema Euler (dikenal juga sebagai teorema Fermat–Euler atau teorema totien Euler) menyatakan bahwa jika
a
{\displaystyle a}
dan
n
{\displaystyle n}
merupakan bilangan asli yang saling prima, maka
a
φ
(
n
)
{\displaystyle a^{\varphi (n)}}
akan kongruen dengan
1
{\displaystyle 1}
dalam modulo
n
{\displaystyle n}
, dengan
φ
(
n
)
{\displaystyle \varphi (n)}
menyatakan fungsi phi Euler. Secara simbolis, maka hal ini dapat dinyatakan sebagai
a
φ
(
n
)
≡
1
(
mod
n
)
{\displaystyle a^{\varphi (n)}\equiv 1{\pmod {n}}}
Pada tahun 1736, Leonhard Euler menerbitkan bukti dari teorema kecil Fermat[1] (yang dikemukakan oleh Fermat tetapi tanpa bukti), yang merupakan kasus khusus dari teorema Euler ketika
n
{\displaystyle n}
merupakan bilangan prima. Euler kemudian memberikan bukti lain dari teorema tersebut, yang berpuncak pada paper tahun 1763 miliknya, di mana ia membuktikan perumuman untuk kasus
n
{\displaystyle n}
bukan bilangan prima.[2]
Konvers dari teorema Euler juga berlaku: jika berlaku kekongruenan di atas, maka
a
{\displaystyle a}
haruslah relatif prima dengan
n
{\displaystyle n}
.
Teorema Euler dapat diperumum lebih lanjut dengan teorema Carmichael.
Teorema Euler dapat digunakan untuk menyederhanakan nilai pangkat yang besar pada modulo
n
{\displaystyle n}
. Misalnya, untuk mencari digit terakhir dari
7
222
{\displaystyle 7^{222}}
(atau dengan kata lain, mencari nilai dari
7
222
{\displaystyle 7^{222}}
dalam modulo
10
{\displaystyle 10}
), perhatikan bahwa nilai
φ
(
10
)
=
4
{\displaystyle \varphi (10)=4}
, dan pasangan bilangan 7 dan 10 saling koprima. Berdasarkan teorema Euler, maka didapatkan
7
4
≡
1
(
mod
10
)
{\displaystyle 7^{4}\equiv 1{\pmod {10}}}
. Akibatnya,
7
222
≡
7
4
×
55
+
2
≡
(
7
4
)
55
×
7
2
≡
1
55
×
7
2
≡
49
≡
9
(
mod
10
)
{\displaystyle 7^{222}\equiv 7^{4\times 55+2}\equiv (7^{4})^{55}\times 7^{2}\equiv 1^{55}\times 7^{2}\equiv 49\equiv 9{\pmod {10}}}
Secara umum, saat menyederhanakan nilai pangkat dari
a
{\displaystyle a}
pada modulo
n
{\displaystyle n}
(dengan
a
{\displaystyle a}
koprima dengan
n
{\displaystyle n}
), maka cukup bekerja pada modulo
φ
(
n
)
{\displaystyle \varphi (n)}
dari perpangkatan
a
{\displaystyle a}
:
- jika
x
≡
y
(
mod
φ
(
n
)
)
{\displaystyle x\equiv y{\pmod {\varphi (n)}}}
, maka a x ≡ a y ( mod n ) {\displaystyle a^{x}\equiv a^{y}{\pmod {n}}}
.
Teorema Euler menjadi dasar kriptosistem RSA, yang banyak digunakan dalam komunikasi di internet. Dalam kriptosistem ini, teorema Euler digunakan dengan memilih bilangan
n
{\displaystyle n}
sebagai hasil kali dari dua bilangan prima besar. Tingkat keamanan dari sistem ini didasarkan pada tingkat kesulitan dari proses pemfaktoran bilangan
n
{\displaystyle n}
.
Bukti
Terdapat beberapa cara untuk membuktikan Teorema Euler, berikut dua diantaranya.
Teori grup
Teorema Euler dapat dibuktikan dengan menggunakan konsep dari teori grup:[3]
Diambil sembarang
n
∈
N
{\displaystyle n\in \mathbb {N} }
. Misalkan
N
{\displaystyle N}
menyatakan himpunan kelas-kelas residu modulo
n
{\displaystyle n}
yang relatif prima dengan
n
{\displaystyle n}
. Perhatikan bahwa
N
{\displaystyle N}
membentuk struktur aljabar grup terhadap operasi perkalian (lihat artikel Grup perkalian bilangan bulat modulo n). Orde dari grup
N
{\displaystyle N}
ini ialah
φ
(
n
)
{\displaystyle \varphi (n)}
.
Untuk sembarang
a
∈
N
{\displaystyle a\in N}
, maka terdapat suatu bilangan asli
k
{\displaystyle k}
sedemikian sehingga
a
k
≡
1
(
mod
n
)
{\displaystyle a^{k}\equiv 1{\pmod {n}}}
Akibatnya, himpunan
A
=
{
a
,
a
2
,
a
3
,
…
,
a
k
}
{\displaystyle A=\left\{a,\,a^{2},\,a^{3},\,\ldots ,\,a^{k}\right\}}
membentuk subgrup dari
N
{\displaystyle N}
terhadap operasi perkalian. Berdasarkan teorema Lagrange, maka orde dari
A
{\displaystyle A}
harus membagi orde dari
N
{\displaystyle N}
. Dengan kata lain, terdapat suatu
m
∈
N
{\displaystyle m\in \mathbb {N} }
sedemikian sehingga
φ
(
n
)
=
m
k
{\displaystyle \varphi (n)=mk}
. Hal ini mengakibatkan
a
k
≡
1
(
mod
n
)
(
a
k
)
m
≡
1
m
(
mod
n
)
a
k
m
≡
1
(
mod
n
)
a
φ
(
n
)
≡
1
(
mod
n
)
{\displaystyle {\begin{aligned}a^{k}&\equiv 1{\pmod {n}}\\(a^{k})^{m}&\equiv 1^{m}{\pmod {n}}\\a^{km}&\equiv 1{\pmod {n}}\\a^{\varphi (n)}&\equiv 1{\pmod {n}}\end{aligned}}}
Bukti langsung
Teorema Euler juga dapat dibuktikan secara langsung:[4][5]
Diambil sembarang
n
∈
N
{\displaystyle n\in \mathbb {N} }
. Misalkan
R
=
{
x
1
,
x
2
,
x
3
,
…
,
x
φ
(
n
)
}
{\displaystyle R=\left\{x_{1},\,x_{2},\,x_{3},\,\ldots ,\,x_{\varphi (n)}\right\}}
adalah sistem residu tereduksi modulo
n
{\displaystyle n}
. Telah dibuktikan sebelumnya bahwa himpunan
a
R
=
{
a
x
1
,
a
x
2
,
a
x
3
,
…
,
a
x
φ
(
n
)
}
=
R
{\displaystyle aR=\left\{ax_{1},\,ax_{2},\,ax_{3},\,\ldots ,\,ax_{\varphi (n)}\right\}=R}
untuk setiap bilangan asli
a
{\displaystyle a}
yang relatif prima dengan
n
{\displaystyle n}
. Dengan kata lain, himpunan
R
{\displaystyle R}
identik dengan himpunan
a
R
{\displaystyle aR}
—keduanya memiliki anggota yang sama, tetapi urutannya mungkin saja berbeda. Akibatnya, darab dari semua bilangan pada
a
R
{\displaystyle aR}
akan kongruen dengan darab dari semua bilangan pada
R
{\displaystyle R}
.
(
a
x
1
)
(
a
x
2
)
(
a
x
3
)
…
(
a
x
φ
(
n
)
)
≡
x
1
⋅
x
2
⋅
x
3
⋅
…
⋅
x
φ
(
n
)
(
mod
n
)
a
φ
(
n
)
⋅
x
1
⋅
x
2
⋅
x
3
⋅
…
⋅
x
φ
(
n
)
≡
1
⋅
x
1
⋅
x
2
⋅
x
3
⋅
…
⋅
x
φ
(
n
)
(
mod
n
)
{\displaystyle {\begin{aligned}(ax_{1})(ax_{2})(ax_{3})\ldots (ax_{\varphi (n)})&\equiv x_{1}\cdot x_{2}\cdot x_{3}\cdot \ldots \cdot x_{\varphi (n)}{\pmod {n}}\\a^{\varphi (n)}\cdot x_{1}\cdot x_{2}\cdot x_{3}\cdot \ldots \cdot x_{\varphi (n)}&\equiv 1\cdot x_{1}\cdot x_{2}\cdot x_{3}\cdot \ldots \cdot x_{\varphi (n)}{\pmod {n}}\end{aligned}}}
Oleh karena setiap
x
i
{\displaystyle x_{i}}
relatif prima dengan
n
{\displaystyle n}
, maka setiap
x
i
{\displaystyle x_{i}}
memiliki elemen invers dalam modulo
n
{\displaystyle n}
, sehingga dengan "mencoret" setiap
x
i
{\displaystyle x_{i}}
pada kedua ruas, didapatkan teorema Euler.
a
φ
(
n
)
⋅
x
1
⋅
x
2
⋅
x
3
⋅
…
⋅
x
φ
(
n
)
≡
1
⋅
x
1
⋅
x
2
⋅
x
3
⋅
…
⋅
x
φ
(
n
)
(
mod
n
)
a
φ
(
n
)
≡
1
(
mod
n
)
{\displaystyle {\begin{aligned}a^{\varphi (n)}\cdot {\cancel {x_{1}}}\cdot {\cancel {x_{2}}}\cdot {\cancel {x_{3}}}\cdot \ldots \cdot {\cancel {x_{\varphi (n)}}}&\equiv 1\cdot {\cancel {x_{1}}}\cdot {\cancel {x_{2}}}\cdot {\cancel {x_{3}}}\cdot \ldots \cdot {\cancel {x_{\varphi (n)}}}{\pmod {n}}\\a^{\varphi (n)}&\equiv 1{\pmod {n}}\end{aligned}}}
Lihat pula
Catatan
- ↑ Lihat:
- Euler, Leonhard. Theorematum quorundam ad numeros primos spectantium demonstratio [Bukti dari beberapa teorema mengenai bilangan prima] (dalam bahasa Latin). Vol. 8. hlm. 141–146. ISSN 2686-7079.
{{cite book}}:|journal=diabaikan - Untuk informasi lebih lanjut mengenai paper ini, termasuk terjemahan bahasa Inggris, lihat: The Euler Archive.
- Euler, Leonhard. Theorematum quorundam ad numeros primos spectantium demonstratio [Bukti dari beberapa teorema mengenai bilangan prima] (dalam bahasa Latin). Vol. 8. hlm. 141–146. ISSN 2686-7079.
- ↑ Lihat:
- Euler, Leonhard (1763). Theoremata arithmetica nova methodo demonstrata [Bukti metode baru dalam teori aritmetika] (dalam bahasa Latin). Vol. 8. hlm. 74–104. ISSN 2658-5065.
{{cite book}}:|journal=diabaikan Teorema Euler muncul sebagai "Teorema 11" pada halaman 102. Paper ini pertama kali dipresentasikan ke Akademi Berlin pada 8 Juni 1758 dan ke Akademi St. Petersburg pada 15 Oktober 1759. Dalam paper ini, fungsi totient Euler, φ ( n ) {\displaystyle \varphi (n)}, tidak dinamai tetapi disebut sebagai "numerus partium ad N {\displaystyle N}
primarum" (banyaknya bagian prima dengan N {\displaystyle N}
; yaitu, banyaknya bilangan asli yang kurang dari N {\displaystyle N}
dan relatif prima dengan N {\displaystyle N}
)
- Untuk informasi lebih lanjut mengenai makalah ini, lihat: The Euler Archive.
- Untuk ulasan pekerjaan Euler selama bertahun-tahun yang mengarah ke teorema Euler, lihat: Sandifer, Ed (2005). "Euler's proof of Fermat's little theorem" [Bukti Euler atas teorema kecil Fermat] (PDF) (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 28-08-2006.
{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam:|archive-date=
- Euler, Leonhard (1763). Theoremata arithmetica nova methodo demonstrata [Bukti metode baru dalam teori aritmetika] (dalam bahasa Latin). Vol. 8. hlm. 74–104. ISSN 2658-5065.
- ↑ Ireland & Rosen, corr. 1 to prop 3.3.2
- ↑ Hardy, G. H.; Wright, E. M. (1980), An Introduction to the Theory of Numbers (Fifth edition) [Pengantar Teori Bilangan (edisi kelima)] (dalam bahasa Inggris), Oxford: Oxford University Press, hlm. 63, ISBN 978-0-19-853171-5
- ↑ Landau, Edmund (1966). Elementary Number Theory [Teori Bilangan Elementer] (dalam bahasa Inggris). New York: Chelsea. hlm. 50.
Referensi
Disquisitiones Arithmeticae telah diterjemahkan dari bahasa Latin Ciceronian Gauss ke dalam bahasa Inggris dan Jerman. Edisi Jerman mencakup semua paper teori bilangan miliknya: semua bukti dari timbal balik kuadratik, penentuan tanda dari jumlah Gauss, penyelidikan timbal balik bikuadratik, serta catatan yang tidak diterbitkan.
- Gauss, Carl Friedrich; Clarke, Arthur A. (translated into English) (1986), Disquisitiones Arithemeticae (Second, corrected edition), New York: Springer, ISBN 0-387-96254-9
- Gauss, Carl Friedrich; Maser, H. (translated into German) (1965), Untersuchungen uber hohere Arithmetik (Disquisitiones Arithemeticae & other papers on number theory) (edisi kedua), New York: Chelsea, ISBN 0-8284-0191-8
- Hardy, G. H.; Wright, E. M. (1980), An Introduction to the Theory of Numbers (Fifth edition) [Pengantar Teori Bilangan (edisi kelima)] (dalam bahasa Inggris), Oxford: Oxford University Press, ISBN 978-0-19-853171-5
- Ireland, Kenneth; Rosen, Michael (1990), A Classical Introduction to Modern Number Theory (Second edition) [Pengantar Klasik dari Teori Bilangan Modern (edisi kedua)], New York: Springer, ISBN 0-387-97329-X
- Landau, Edmund (1966), Elementary Number Theory [Teori Bilangan Elementer] (dalam bahasa Inggris), New York: Chelsea
Pranala luar
- (Inggris) Weisstein, Eric W. "Euler's Totient Theorem". MathWorld.
- (Inggris) (Inggris)Teorema Euler di PlanetMath.