Penerapan aturan, kaidah, atau hukum matematika yang spesifik dan biasanya terkenalTemplat:SHORTDESC:Penerapan aturan, kaidah, atau hukum matematika yang spesifik dan biasanya terkenal
Dalam logika, terutama yang diterapkan dalam matematika, konsep
A
{\displaystyle A}
disebut sebagai kasus khusus, kasus spesial, atau kasus istimewa (bahasa Inggris:special case) dari konsep
B
{\displaystyle B}
jika setiap contoh dari
A
{\displaystyle A}
juga merupakan contoh dari
B
{\displaystyle B}
namun tidak berlaku sebaliknya, atau secara ekuivalen, jika
B
{\displaystyle B}
merupakan generalisasi dari
A
{\displaystyle A}
.[1]
Contoh
Beberapa contoh dari kasus khusus diantaranya:
- Setiap persegi merupakan persegi panjang (namun tidak semua persegi panjang merupakan persegi); sehingga persegi merupakan kasus khusus dari persegi panjang.
- Teorema Terakhir Fermat, yang menyatakan bahwa "persamaan
a
n
+
b
n
=
c
n
{\displaystyle a^{n}+b^{n}=c^{n}}
tidak memiliki penyelesaian bilangan asli ( a , b , c ) {\displaystyle \left(a,\,b,\,c\right)}
apabila n > 2 {\displaystyle n>2}
" merupakan kasus khusus dari konjektur Beal, yang menyatakan bahwa "persamaan a x + b y = c z {\displaystyle a^{x}+b^{y}=c^{z}}
tidak memiliki penyelesaian primitif ( a , b , c ) {\displaystyle \left(a,\,b,\,c\right)}
dalam bilangan asli apabila x {\displaystyle x}
, y {\displaystyle y}
, dan z {\displaystyle z}
lebih dari 2", yaitu kasus di mana x = y = z {\displaystyle x=y=z}
.
- Hipotesis Riemann merupakan kasus khusus dari Perumuman hipotesis Riemann, yaitu kasus
χ
(
n
)
=
1
{\displaystyle \chi \!\left(n\right)=1}
untuk setiap n ∈ N {\displaystyle n\in \mathbb {N} }
.
- Teorema kecil Fermat, yang menyatakan bahwa "Jika
p
{\displaystyle p}
merupakan bilangan prima, maka untuk setiap bilangan bulat a {\displaystyle a}
, berlaku a p ≡ a ( mod p ) {\displaystyle a^{p}\equiv a{\pmod {p}}}
" merupakan kasus khusus dari teorema Euler, yang menyatakan bahwa "jika n {\displaystyle n}
dan a {\displaystyle a}
adalah bilangan bulat positif yang relatif prima, dan ϕ ( n ) {\displaystyle \phi \!\left(n\right)}
menyatakan fungsi phi Euler, maka berlaku a ϕ ( n ) ≡ 1 ( mod n ) {\displaystyle a^{\phi \left(n\right)}\equiv 1{\pmod {n}}}
", dengan kasus n {\displaystyle n}
merupakan bilangan prima.
- Identitas Euler
e
i
π
=
−
1
{\displaystyle e^{i\pi }=-1}
merupakan kasus khusus dari rumus Euler, yang menyatakan bahwa "untuk setiap bilangan riil x {\displaystyle x}
, berlaku e i x = cos ( x ) + i sin ( x ) {\displaystyle e^{ix}=\cos(x)+i\sin(x)}
", dengan kasus x = π {\displaystyle x=\pi }
.
Referensi
- ↑ Brown, James Robert. Philosophy of Mathematics: An Introduction to a World of Proofs and Pictures. hlm. 27. ISBN 9781134806430. Diakses tanggal 26 Maret 2025.