Selasa, 20 Oktober 2026
23:40 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari

Kasus khusus

Bagikan:
Penerapan aturan, kaidah, atau hukum matematika yang spesifik dan biasanya terkenalTemplat:SHORTDESC:Penerapan aturan, kaidah, atau hukum matematika yang spesifik dan biasanya terkenal

Dalam logika, terutama yang diterapkan dalam matematika, konsep A {\displaystyle A} {\displaystyle A} disebut sebagai kasus khusus, kasus spesial, atau kasus istimewa (bahasa Inggris:special case) dari konsep B {\displaystyle B} {\displaystyle B} jika setiap contoh dari A {\displaystyle A} {\displaystyle A} juga merupakan contoh dari B {\displaystyle B} {\displaystyle B} namun tidak berlaku sebaliknya, atau secara ekuivalen, jika B {\displaystyle B} {\displaystyle B} merupakan generalisasi dari A {\displaystyle A} {\displaystyle A}.[1]

Contoh

Beberapa contoh dari kasus khusus diantaranya:

  • Setiap persegi merupakan persegi panjang (namun tidak semua persegi panjang merupakan persegi); sehingga persegi merupakan kasus khusus dari persegi panjang.
  • Teorema Terakhir Fermat, yang menyatakan bahwa "persamaan a n + b n = c n {\displaystyle a^{n}+b^{n}=c^{n}} {\displaystyle a^{n}+b^{n}=c^{n}} tidak memiliki penyelesaian bilangan asli ( a , b , c ) {\displaystyle \left(a,\,b,\,c\right)} {\displaystyle \left(a,\,b,\,c\right)} apabila n > 2 {\displaystyle n>2} {\displaystyle n>2}" merupakan kasus khusus dari konjektur Beal, yang menyatakan bahwa "persamaan a x + b y = c z {\displaystyle a^{x}+b^{y}=c^{z}} {\displaystyle a^{x}+b^{y}=c^{z}} tidak memiliki penyelesaian primitif ( a , b , c ) {\displaystyle \left(a,\,b,\,c\right)} {\displaystyle \left(a,\,b,\,c\right)} dalam bilangan asli apabila x {\displaystyle x} {\displaystyle x}, y {\displaystyle y} {\displaystyle y}, dan z {\displaystyle z} {\displaystyle z} lebih dari 2", yaitu kasus di mana x = y = z {\displaystyle x=y=z} {\displaystyle x=y=z}.
  • Hipotesis Riemann merupakan kasus khusus dari Perumuman hipotesis Riemann, yaitu kasus χ ( n ) = 1 {\displaystyle \chi \!\left(n\right)=1} {\displaystyle \chi \!\left(n\right)=1} untuk setiap n ∈ N {\displaystyle n\in \mathbb {N} } {\displaystyle n\in \mathbb {N} }.
  • Teorema kecil Fermat, yang menyatakan bahwa "Jika p {\displaystyle p} {\displaystyle p} merupakan bilangan prima, maka untuk setiap bilangan bulat a {\displaystyle a} {\displaystyle a}, berlaku a p ≡ a ( mod p ) {\displaystyle a^{p}\equiv a{\pmod {p}}} {\displaystyle a^{p}\equiv a{\pmod {p}}}" merupakan kasus khusus dari teorema Euler, yang menyatakan bahwa "jika n {\displaystyle n} {\displaystyle n} dan a {\displaystyle a} {\displaystyle a} adalah bilangan bulat positif yang relatif prima, dan ϕ ( n ) {\displaystyle \phi \!\left(n\right)} {\displaystyle \phi \!\left(n\right)} menyatakan fungsi phi Euler, maka berlaku a ϕ ( n ) ≡ 1 ( mod n ) {\displaystyle a^{\phi \left(n\right)}\equiv 1{\pmod {n}}} {\displaystyle a^{\phi \left(n\right)}\equiv 1{\pmod {n}}}", dengan kasus n {\displaystyle n} {\displaystyle n} merupakan bilangan prima.
  • Identitas Euler e i π = − 1 {\displaystyle e^{i\pi }=-1} {\displaystyle e^{i\pi }=-1} merupakan kasus khusus dari rumus Euler, yang menyatakan bahwa "untuk setiap bilangan riil x {\displaystyle x} {\displaystyle x}, berlaku e i x = cos ⁡ ( x ) + i sin ⁡ ( x ) {\displaystyle e^{ix}=\cos(x)+i\sin(x)} {\displaystyle e^{ix}=\cos(x)+i\sin(x)}", dengan kasus x = π {\displaystyle x=\pi } {\displaystyle x=\pi }.

Referensi

  1. ↑ Brown, James Robert. Philosophy of Mathematics: An Introduction to a World of Proofs and Pictures. hlm. 27. ISBN 9781134806430. Diakses tanggal 26 Maret 2025.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan