Selasa, 27 Oktober 2026
07:04 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Āstika dan nāstika

Āstika dan nāstika

Bagikan:
Bagian dari seri
Filsafat Hindu
250px-Shankara-Disciples-River.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ortodoks
Hinduisme OM Filsafat India

Āstika (Dewanagari: आस्तिक; ,IAST: āstika, आस्तिक) berasal dari kata Sanskerta asti, "terdapat, ada", dan artinya "orang yang meyakini suatu keberadaan (dari sebuah jiwa yang terpisah dari dunia material, Brahman, dll)" dan nāstika artinya "orang tak percaya". Konsep tersebut dipakai untuk mengklasifikasikan filsafat-filsafat India oleh para cendekiawan modern, dan beberapa teks Hindu, Buddha dan Jaina.[1][2][4]

Secara garis besar, Āstika mengandung salah satu atau ketiga ciri-ciri berikut ini:[5][6]

  1. mengakui otoritas kitab-kitab Weda;
  2. meyakini adanya jiwa atau atman;
  3. meyakini keberadaan Tuhan atau Iswara.

Enam aliran filsafat Hindu digolongkan ke dalam Āstika, yaitu: Nyaya, Waisesika, Samkya, Yoga, Mimamsa, dan Wedanta.

Sedangkan Nāstika adalah kebalikannya, yakni menolak ciri-ciri āstika;[5] mereka juga tidak meyakini keberadaan jiwa atau diri yang sejati.[7] Agama dari India yang tergolong nāstika yaitu: Buddha-dharma, Jaina-dharma, Carwaka, Ājīvika, dan Ajñana.

Catatan

  1. ↑ Roy Perrett (2000), Indian Philosophy, Routledge, ISBN978-0815336112, page 88
  2. ↑ Sushil Mittal & Gene Thursby (2004), The Hindu World, Routledge, ISBN978-0415772273, pages 729-730
  3. ↑ Flood 1996, hlm. 82.
  4. ↑ Flood: "These schools [such as Buddhism and Jainism] are understandably regarded as heterodox (nāstika) by orthodox (āstika) Brahmanism."[3]
  5. 1 2 Nicholson, Andrew J. 2013. Unifying Hinduism: Philosophy and Identity in Indian Intellectual History. Columbia University Press. ISBN978-0231149877. ch. 9.
  6. ↑ GS Ghurye, Indian Sociology Through Ghurye, a Dictionary, Ed: S. Devadas Pillai (2011), ISBN978-8171548071, page 354
  7. ↑ Monier-Williams 2006

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan