Sabtu, 17 Oktober 2026
14:42 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Tanah dasar

Tanah dasar

Bagikan:
250px-MortarlessPavement.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lapisan-lapisan pada konstruksi perkerasan tanpa mortar: A.) Tanah dasar B.) Subdasar C.) Lapisan dasar D.) Dasar perkerasan E.) Perkerasan F.) Pasir halus
500px-Section_through_railway_track_and_foundation.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Penampang melintang dari rel dengan rel, bantalan, kricak, sirtu, tanah dasar, dan tanah alami

Dalam rekayasa transportasi, tanah dasar adalah material tanah yang asli di bawah konstruksi jalan,[1] perkerasan, atau jalur kereta api, yang juga disebut sebagai lapisan formasi.

Tanah dasar akan menyokong konstruksi serta menahan beban. Apabila tanah dasar gagal menahan beban, dapat menyebabkan keretakan pada lapisan di atasnya. Hal ini pada gilirannya dapat menyebabkan jalan licin, atau berlubang, serta masalah lainnya.[2]

Istilah ini juga bisa merujuk pada bahan bangunan untuk membangun embarang.

Konstruksi

Sebelum pembangunan jalan, trotoar, atau rel, tanah dasar harus dipadatkan dahulu. Hal ini untuk memastikan kemampuannya dalam menahan beban yang disalurkan dari lapisan di atasnya, sehingga meningkatkan umur dan keausan permukaan.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ http://www.highwaysmaintenance.com/drainage.htm The Idiots' Guide to Highways Maintenance highwaysmaintenence.com
  2. ↑ "Ruts Cause Hydroplaning Accidents". www.atlantaeng.com. Diakses tanggal 2024-02-09.
Penyelidikan dan
instrumentasi
Lapangan (in situ)
Pengujian laboratorium
Tanah
Jenis
Sifat
Struktur (Interaksi)
Fitur alami
Pengerjaan tanah
Fondasi
Mekanika
Gaya
Fenomena/masalah
Perangkat lunak analisis numerik
Bidang terkait
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan