Minggu, 20 September 2026
10:03 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Tekanan air pori

Tekanan air pori (dalam bahasa Inggris : Pore water pressure, disingkat pwp) merupakan tekanan air yang berada di dalam pori-pori atau celah antara partikel-partikel penyusun tanah atau batuan. Besarnya tekanan ini dipengaruhi oleh jenis tanah, kondisi aliran air, dan tinggi muka air tanah. Tekanan air pori penting dalam rekayasa geoteknik karena memengaruhi perilaku tanah, termasuk kekuatan geser dan kapasitas dukungnya yang kemudian akan menjadi faktor yang menentukan kekuatan tanah, deformasi, dan stabilitas struktur.[1][2]

Tekanan air pori berasal dari tiga sumber, yaitu tekanan lingkungan (ambient) yang muncul dari berat air dan tanah di sekitarnya dan tekanan kapiler akibat tegangan permukaan air dalam pori-pori tanah. Kedua sumber ini membentuk konsep konvensional tekanan air pori, yang dapat diukur secara langsung menggunakan piezometer pada kondisi jenuh atau tensiometer pada kondisi tidak jenuh. Sumber lain yaitu tekanan akibat adsorpsi, yang muncul karena interaksi molekul air dengan permukaan partikel tanah, terutama pada tanah liat. Tekanan adsorpsi ini selalu bersifat tekan dan dapat memengaruhi sifat fisik air, seperti titik beku, densitas, dan viskositas.[3]

Prinsip

Salah satu prinsip dasar dalam mekanika tanah adalah hubungan antara stres total (σ), tekanan air pori (u), dan stres efektif (σ′). Hubungan ini dinyatakan dengan persamaan :

σ ′ = σ − u {\displaystyle \sigma \prime =\sigma -u} {\displaystyle \sigma \prime =\sigma -u}

Konsep ini diperkenalkan oleh Karl von Terzaghi sebagai bagian dari teori klasik mekanika tanah. Stres efektif menggambarkan bagian dari beban yang benar-benar diteruskan melalui rangka partikel tanah, sedangkan tekanan air pori mengurangi kontribusi beban tersebut. Akibatnya, peningkatan tekanan air pori akan menurunkan stres efektif dalam tanah. Penurunan stres efektif ini dapat mengurangi kekuatan geser tanah serta kapasitas dukungnya, sehingga memengaruhi stabilitas dan perilaku tanah di bawah beban. Prinsip ini menjadi dasar dalam analisis fondasi, lereng, dan struktur tanah lain.[4]

Komponen

Tekanan Air Hidrostatik

Tekanan air hidrostatik adalah tekanan yang muncul akibat berat air serta berat tanah atau sedimen yang berada di atas suatu titik tertentu dalam tanah jenuh atau fluida. Semakin besar kedalaman di bawah permukaan air, semakin tinggi tekanan yang diteruskan melalui air di dalam pori-pori.[5][6]

Perubahan Muka Air Tanah

Fluktuasi muka air tanah menyebabkan variasi tekanan air pori. Ketika muka air naik, tekanan air pori meningkat; sebaliknya, ketika muka air turun, tekanan pori menurun. Selain itu, pergerakan air dari elevasi tinggi ke rendah menimbulkan perubahan tekanan dinamis, yang dapat memengaruhi perilaku tanah, terutama pada kondisi jenuh.[1]

Tekanan Osmotik

Tekanan osmotik timbul akibat perbedaan konsentrasi zat terlarut dalam air, seperti garam atau mineral. Air bergerak secara alami menuju area dengan konsentrasi zat terlarut lebih tinggi akibat interaksi molekuler. Pergerakan ini menghasilkan tekanan yang dapat memengaruhi distribusi air dalam tanah, terutama pada tanah dengan kandungan mineral atau garam tinggi.[7]

Tekanan Adsorpsi

Tekanan adsorpsi muncul karena adanya lapisan tipis air yang menempel pada permukaan partikel tanah. Lapisan ini menciptakan gaya kohesif yang membantu mempertahankan struktur dan stabilitas tanah. Fenomena ini paling signifikan pada tanah halus, seperti liat, di mana interaksi air dan partikel tanah mendukung kekuatan tanah pada kondisi tidak jenuh.[8]

Hisapan Matrik

Isapan matrik adalah perbedaan tekanan antara tekanan udara dalam pori dan tekanan air dalam pori. Ketika air bergerak dari daerah dengan kelembapan tinggi ke daerah lebih kering, isapan matrik memengaruhi retensi air dan aliran dalam tanah. Fenomena ini berperan penting dalam perilaku tanah tidak jenuh, termasuk kekuatan, deformasi, dan stabilitas tanah.[9]

Referensi

  1. 1 2 "Pore water pressure and the importance of drainage". www.tensarinternational.com (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-04.
  2. "Pore Water Pressure". Trenchlesspedia (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-04.
  3. Lu, Ning; Luo, Shengmin; Zhou, Baochun (2022-06-01). "Water Adsorption–Induced Pore-Water Pressure in Soil". Journal of Geotechnical and Geoenvironmental Engineering (dalam bahasa Inggris). 148 (6): 04022042. doi:10.1061/(ASCE)GT.1943-5606.0002814. ISSN 1943-5606.
  4. "What is meant by Total Stress, Neutral Stress, and Effective St..." Filo (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-04.
  5. Stewart, Simon A.; Albertz, Markus (2023-02). "Hydrostatic pore water pressure revisited". Basin Research (dalam bahasa Inggris). 35 (1): 172–186. doi:10.1111/bre.12708. ISSN 0950-091X.{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  6. "2.5: Criteria and Concepts". Engineering LibreTexts (dalam bahasa Inggris). 2020-08-14. Diakses tanggal 2025-11-04.
  7. Dao, Vinh N.T.; Morris, Peter H.; Dux, Peter F. (2008-11). "On equations for the total suction and its matric and osmotic components". Cement and Concrete Research (dalam bahasa Inggris). 38 (11): 1302–1305. doi:10.1016/j.cemconres.2008.06.004.{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  8. "SORPTION PROCESSES IN SOILS AS INFLUENCED BY PORE WATER... : Soil Science". LWW (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-04.
  9. Leong, E.C.; Lee, C.C.; Low, K.S. (2009-10). "An Active Control System for Matric Suction Measurement". Soils and Foundations (dalam bahasa Inggris). 49 (5): 807–811. doi:10.3208/sandf.49.807.{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan