Jumat, 23 Oktober 2026
20:03 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Analisis tanah

Analisis tanah

Bagikan:
250px-Soil_test.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pengujian tanah oleh pakar ilmu tanah

Analisis tanah atau pengujian tanah adalah aktivitas menganalisis sampel tanah untuk mengetahui kondisi dan karakteristik tanah, seperti nutrien, kontaminasi, komposisi, keasaman, dan sebagainya. Analisis tanah menentukan tingkat kecocokan tanah terhadap aktivitas pertanian dan jenis tanaman yang ditanam. Keberadaan mineral tertentu yang berlebih dapat menyebabkan keracunan bagi tumbuhan, tetapi tumbuhan jenis lain mungkin dapat bertahan.[1] Berbagai lembaga pengujian tanah dapat memiliki standar sendiri mengenai berapa sampel yang dibutuhkan per luas area. Air yang digunakan sebagai irigasi lahan setempat dapat diuji secara terpisah karena kandungan mineral yang dikandung oleh air tersebut memengaruhi kondisi tanah. Kondisi nutrisi tanah dapat bervariasi seiring waktu dan kedalaman, sehingga waktu pengambilan sample dan kedalaman sampel akan memengaruhi hasil pengujian.

Penyimpanan

Kimia tanah dapat berubah seiring waktu, karena proses kimiawi dan biologis yang terjadi di dalam tanah memecah senyawa yang ada di dalamnya. Proses dan kondisi alami yang terjadi di dalam tanah akan berubah begitu sampel tanah dipisahkan dari lokasi aslinya, termasuk temperatur, kelembapan, dan tingkat penyinaran cahaya matahari. Sehingga tingkat akurasi hasil pengujian tanah amat ditentukan oleh kapan pengujian dilakukan. Semakin cepat dilakukan setelah pengambilan sampel, semakin akurat.

Pengujian tanah

Pengujian tanah dilakukan di berbagai laboratorium dengan jenis laboratorium dapat memiliki fasilitas yang berbeda-beda seperti kondisi yang diuji maupun jenis dan jumlah nutrisi yang ingin diketahui.

Pengujian nutrisi tanah umumnya akan mendapatkan hasil yang dikategorikan sebagai berikut:

Pemanfaatan senyawa ion kompleks seperti asam etilenadiaminatetraasetat (EDTA) dan asam dietilenatriaminapentaasetat (DTPA) sering kali digunakan untuk mengetahui keberadaan ion logam tertentu.[2]

Selain sifat kimiawi, pengujian tanah juga dilakukan untuk menguji sifat fisik, diantaranya ukuran molekul tanah, kelembaban, berat jenis, batas plastis, permeabilitas, kekuatan tekan, dan sebagainya

Kontaminan tanah

Berbagai mineral yang biasanya menjadi kontaminan tanah yaitu arsenik, barium, kadmium, tembaga, raksa, timbal, dan seng. Beberapa nutrisi mikro seperti tembaga diperlukan oleh tumbuhan dalam jumlah kecil, tetapi jika berlebihan akan menjadi racun bagi tanaman.

Timbal merupakan kontaminan tanah yang sangat berbahaya jika diserap oleh tumbuhan karena dapat membahayakan kesehatan ibu hamil dan anak-anak.[3]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Soil Science - Malcolm E. Sumner - Google Books. Books.google.com. Diakses tanggal 2012-11-08.
  2. ↑ "wlabs.com". wlabs.com. Diakses tanggal 2012-11-08.
  3. ↑ Carl J. Rosen. "Lead in the Home Garden and Urban Soil Environment". Extension.umn.edu. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-09-07. Diakses tanggal 2012-11-08.

Pranala luar

Penyelidikan dan
instrumentasi
Lapangan (in situ)
Pengujian laboratorium
Tanah
Jenis
Sifat
Struktur (Interaksi)
Fitur alami
Pengerjaan tanah
Fondasi
Mekanika
Gaya
Fenomena/masalah
Perangkat lunak analisis numerik
Bidang terkait
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan