
Batu pecah (crushed stone atau angular rock) adalah material agregat konstruksi yang umumnya dihasilkan melalui penambangan endapan batuan, kemudian dipecah menggunakan mesin pemecah batu (crusher) hingga mencapai ukuran yang diinginkan. Material ini berbeda dari kerikil, yang terbentuk melalui proses pelapukan dan erosi yang berlangsung secara alami sehingga butirannya umumnya memiliki bentuk lebih membulat.
Penggunaan

Batu pecah merupakan material utama dalam konstruksi jalan dengan metode makadam. Bentuknya yang bersudut memungkinkan butiran batu saling mengunci, sehingga menghasilkan susunan yang stabil dan memberikan kekuatan pada struktur jalan.[1]
Batu pecah digunakan sebagai material pelindung pantai dan tebing (riprap), balas rel kereta api, serta batu filter dalam sistem penyaringan dan drainase. Material ini juga digunakan sebagai agregat dalam campuran dengan bahan pengikat untuk menghasilkan beton, tarmac, dan beton aspal.[2]
Dalam penataan lanskap, batu pecah dimanfaatkan sebagai penutup permukaan tanah, material untuk jalur pejalan kaki dan jalan masuk kendaraan, serta bahan pengisi pada sistem perkerasan berpori (permeable pavers). Penggunaannya sebagai penutup tanah berbahan mineral dapat membantu mengendalikan erosi, menghemat air, menekan pertumbuhan gulma, dan meningkatkan nilai estetika. Batu pecah juga kerap digunakan dalam taman berbatu (rock gardens) dan kebun kaktus.[3][4]
Referensi
- ↑ Max Lay (1998). Handbook of Road Technology (Transportation Studies). Washington, DC: Taylor & Francis. hlm. 28. ISBN 90-5699-159-0. Kekuatan dan kekakuan lapisan batu pecah bersudut yang dipadatkan berasal dari keterkuncian mekanis antarbutir batu. Prinsip ini masih diterapkan dalam konstruksi jalan modern. Sejak sekitar tahun 1820, nama insinyur Skotlandia John Loudon McAdam diabadikan dalam istilah makadam, yang merujuk pada metode konstruksi jalan menggunakan lapisan batu pecah bersudut tanpa bahan pengikat yang diperkenalkannya.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link) - ↑ Cunningham, William D.; McKetta, John J. (1976). Encyclopedia of chemical processing and design. New York, N.Y: Marcel Dekker. hlm. 284. ISBN 0-8247-2605-7. Batu pecah dapat digunakan tanpa bahan pengikat untuk berbagai keperluan konstruksi dan industri, atau dicampur dengan bahan pengikat sebagai matriks, seperti aspal bitumen atau semen Portland.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link) - ↑ Cornell University: Gardening Resources - mulches. Diakses tanggal 2026-10-25
- ↑ AboutGardens: Crushed stone driveways Diarsipkan 2011-07-22 di Wayback Machine. Diakses tanggal 2026-10-25