Minggu, 27 September 2026
09:58 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Geluh

Geluh

250px-Lehmgrube.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Padang geluh

Geluh (bahasa Inggris:loam) merupakan tanah dengan komposisi pasir, debu, dan lempung dalam jumlah yang relatif seimbang (sekitar 40-40-20).[1] LIPI dan Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia mendefinisikan tanah geluh sebagai jenis tanah yang baik dalam keadaan kering tidak seperti berlemak, mempunyai daya susut muai yang tidak kecil dan mempunyai daya ikat yang kecil dalam keadaan basah maupun kering.[2][3] Tanah semacam ini dianggap ideal bagi bercocok tanam karena memiliki cukup hara dan humus daripada tanah pasiran, serapan dan drainasi air tanah lebih bagus daripada tanah debuan, dan lebih mudah diolah daripada tanah lempungan. Tanah geluh dapat dikatan merupakan tanah yang memiliki sifat di antara tanah pasir dan tanah liat.[4] Terdapat variasi dari geluh, dan merupakan istilah yang dipakai dalam ilmu tanah untuk menggambarkan perubahan komposisi pasir, debu, dan lempung: geluh pasiran, geluh debuan, geluh lempungan, geluh lempung pasiran, geluh lempung debuan, dan geluh.[1]

Geluh bersifat remah, lembap, dan mudah mengikat air dan nutrisi sehingga ideal untuk digunakan dalam pertanian.[5][6]

Tanah geluh terasa lunak dan mudah dikerjakan dalam kondisi kelembaban yang luas. Tanah yang banyak mengandung satu atau dua dari golongan ukuran partikel dapat bersifat seperti geluh jika memiliki struktur granular kuat, ditambah dengan tingginya kandungan bahan organik. Namun, tanah yang memenuhi definisi tekstural seperti geluh dapat kehilangan ciri-ciri bagusnya jika dipadatkan, dikurangi kandungan zatnya, atau adanya tanah liat yang tersebar di seluruh fraksi tanah halus (fine-earth).

Penggunaan sebagai bahan bangunan

Selain tanah liat, tanah geluh juga bisa digunakan sebagai bahan bangunan. Tanah geluh dapat digunakan untuk melapisi bagian dalam tembok dari suatu bangunan untuk mengatur kelembapan udara di dalamnya. Geluh yang dikombinasikan dengan jerami mampu digunakan sebagai bahan baku untuk membangun tembok. Teknologi ini termasuk yang tertua di dunia dalam hal konstruksi bangunan sebelum ditemukannya batu bata.[7]

Referensi

  1. 1 2 Kaufmann, Robert K. (2008). Environmental Science. McGraw-Hill. hlm. 318–319. ISBN 978-0-07-298429-3.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |coauthors= diabaikan (|author= disarankan)
  2. ↑ Direktorat Penyelidikan Masalah Bangunan. "Tanah Liat (clay) Dan Tanah Geluh (loam)". LIPI.go.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2013-12-12. Diakses tanggal 6 Desember 2013.
  3. ↑ "GLOSSARY". Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-02-04. Diakses tanggal 6 Desember 2013.
  4. ↑ Intan Kirana Wianta (1983). Tanaman hias ruangan. Kanisius. ISBN 9794130796. Diarsipkan dari asli tanggal 2013-12-14. Diakses tanggal 2013-12-06.
  5. ↑ B. Rosie Lerner, "What is Loam? Diarsipkan 2016-09-20 di Wayback Machine.", Purdue University Consumer Horticulture, 6 January 2000. Retrieved 17 December 2012.
  6. ↑ R. B. Brown (September 2003). "Soil Texture" (PDF). Fact Sheet SL-29. University of Florida, Institute of Food and Agricultural Sciences. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2011-01-04. Diakses tanggal 8 Juli 2008.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ Gerhard Koch, "Loam Construction – from a niche product to an industrial building system" Diarsipkan 2011-07-16 di Wayback Machine.. Tokyo: Action for Sustainability – The 2005 World Sustainable Building Conference in Tokyo, Japan, September 2005. Retrieved 17 December 2012.

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Loam.
Penyelidikan dan
instrumentasi
Lapangan (in situ)
Pengujian laboratorium
Tanah
Jenis
Sifat
Struktur (Interaksi)
Fitur alami
Pengerjaan tanah
Fondasi
Mekanika
Gaya
Fenomena/masalah
Perangkat lunak analisis numerik
Bidang terkait
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan