Sabtu, 03 Oktober 2026
17:20 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Danau Singkarak

Danau Singkarak

salah satu danau di dunia

Bagikan:
Danau Singkarak
330px-Danau_singkarak_2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pemandangan Danau Singkarak dari Bukit Aur Serumpun,Nagari III Koto, Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanah Datar
osm-intl,10,a,a,264x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Danau_Singkarak&revid=28598044&groups=_4bdc9fcbc891a8963990310b600414f9b0a933c1&parser=parsoid
Peta interaktif Danau Singkarak
LetakKabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Solok,
Provinsi Sumatera Barat,
Indonesia Indonesia
Koordinat0°36′44.17″S 100°32′21.14″E / 0.6122694°S 100.5392056°E / -0.6122694; 100.5392056
Jenis perairanTektonik
Bagian dariDAS Indragiri
Aliran keluar utamaBatang Ombilin
Terletak di negaraIndonesia
Panjang maksimal20 km
Lebar maksimal6.5 km
Area permukaan107.8 km²
Kedalaman rata-rata268 m
Volume air16.1 km³
Ketinggian permukaan363.5 m
KepulauanSumatra
500px-Haeckel_Singkarak.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pemandangan
330px-KA_Padang_Panjang_%28train%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kereta Api wisata dengan latar belakang Danau Singkarak
Danau Singkarak
Danau Singkarak

Danau Singkarak adalah sebuah danau yang membentang di dua Kabupaten yang terdapat di Provinsi Sumatera Barat, Indonesia, yaitu Kabupaten Solok dan Kabupaten Tanah Datar.[1]

Danau ini memiliki luas 107,8 km² dan merupakan danau terluas ketiga di pulau Sumatra setelah Danau Ranau di Sumatera Selatan dengan Lampung dan Danau Toba di Sumatera Utara. Danau ini merupakan hulu dari sungai atau Batang Ombilin. Namun sebagian air danau ini dialirkan melalui terowongan menembus Bukit Barisan ke Batang Anai untuk menggerakkan generator PLTA Singkarak[2] di dekat Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman.

Danau Singkarak merupakan salah satu hasil dari proses tektonik yang dipengaruhi oleh Sesar Sumatra.[butuh rujukan] Danau ini adalah bagian dari Cekungan Singkarak-Solok yang termasuk di antara segmen dari Sesar Sumatra. Cekungan dari danau ini terbentuk dari sebuah amblesan yang disebabkan oleh aktivitas pergerakan Sesar Sumatra. Cekungan besar ini terbendung oleh material vulkanik dari letusan gunung api. Akibat pembendungan material vulkanik ini terbentuklah Danau singkarak di satu bagian Cekungan Singkarak-Solok.[butuh rujukan] Berbeda dengan Danau Maninjau yang terbentuk akibat letusan gunung api, Danau Singkarak terbentuk utamanya karena proses tektonik.[butuh rujukan]

Geografi dan Hidrografi

lossy-page1-250px-Kano_op_het_Meer_van_Singkarak_op_Sumatra%27s_Westkust_KITLV_84853.tiff.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Danau Singkarak. Foto diambil sekitar tahun 1890.
lossy-page1-250px-Spoorbrug_van_de_Staatsspoorwegen_ter_Sumatra%27s_Westkust_over_de_monding_van_de_Ombilin_in_het_Meer_van_Singkarak_KITLV_102853.tiff.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jembatan kereta api di Danau Singkarak. Foto diambil sekitar tahun 1890.

Letak dari Danau Singkarak berada pada koordinat 0o31’46” – 0o42’30” LS dan 100o26’15” – 100o35’55” BT).[3] Danau Singkarak terletak pada ketinggian 362 meter di atas permukaan laut (mdpl).[4] Luas permukaan air Danau Singkarak mencapai 11.200 hektare dengan panjang maksimum 20 kilometer dan lebar 6,5 kilometer dan kedalaman 268 meter.[butuh rujukan] Danau ini memiliki daerah aliran air sepanjang 1.076 kilometer dengan curah hujan 82 hingga 252 melimeter per bulan.[butuh rujukan]

Ekologi

Ikan bilih (Mystacoleucus padangensis) merupakan spesies ikan yang diperkirakan hanya hidup di danau ini,[5] dan menjadi salah satu makanan khas. Penelitian para ahli mengungkapkan 19 spesies ikan perairan air tawar hidup di habitat Danau Singkarak, Kabupaten Solok dan Tanah Datar, Sumatera Barat, dengan ketersediaan bahan makanannya yang terbatas.[butuh rujukan]

Dari 19 spesies itu, tiga spesies di antaranya memiliki populasi kepadatan tinggi, yakni ikan Bilih/Biko (Mystacoleusus padangensis Blkr), Asang/Nilem (Osteochilus brachmoides) dan Rinuak. Spesies ikan lainnya yang hidup di Danau Singkarak adalah, Turiak/turiq (Cyclocheilichthys de Zwani), Lelan/Nillem (Osteochilis vittatus), Sasau/Barau (Hampala mocrolepidota) dan Gariang/Tor (Tor tambroides).[butuh rujukan]

Kemudian, spesies ikan Kapiek (Puntius shwanefeldi) dan Balinka/Belingkah (Puntius Belinka), Baung (Macrones planiceps), Kalang (Clarias batrachus), Jabuih/Buntal (Tetradon mappa), Kalai/Gurami (Osphronemus gurami lac) dan Puyu/Betok (Anabas testudeneus).[butuh rujukan]

Selanjutnya, spesies ikan Sapek/Sepat (Trichogaster trichopterus), Tilan (mastacembelus unicolor), Jumpo/Gabus (Chana striatus), Kiuang/Gabus (Chana pleurothalmus) dan Mujaie/Mujair (Tilapia pleurothalmus).[butuh rujukan]

Dengan hanya ada 19 spesies ikan yang hidup di Danau Singkarak menunjukkan keanekaragaman ikan di tempat itu tidak telalu tinggi.[butuh rujukan]

Kondisi mesogotrofik Danau Singkarak yang menyebabkan daya dukung habitat ini untuk perkembangan dan pertumbuhan organisme air seperti plankton dan betos, sangat terbatas.Dari beberapa kali penelitian menunjukan populasi plankton dan betos di Danau Singkarak sangat rendah.Padahal komunitas plankton (fitoplankton dan zooplankton) merupakan basis dari terbentuknya suatu mata rantai makanan dan memegang peranan sangat penting dalam suatu ekosistem danau.Kondisi tersebut, menyebabkan sumber nutrisi utama ikan secara alamiah umumnya adalah berbagai jenis plankton dan bentos.[butuh rujukan]

Potensi wisata

  • Menikmati Keindahan Danau dengan berkeliling menggunakan perahu ketek.[1]
  • Memancing ikan bilih di danau.[1]
  • Hiking dan menikmati pemandangan dari puncak bukit.[1]
  • Tur Sepeda di sekitar Danau Singkarak.[1]
  • Mengunjungi Desa Sekitar dan mencicipi kuliner khas, terutama olahan ikan bilih.[1]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 "Aktivitas Wisata Seru yang Bisa Dilakukan di Danau Singkarak". Liputan6. 20 November 2024. Diakses tanggal 29 April 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ adb.org Impact Evaluation Study Of Asian Development Bank Assistance To The Power Sector In Indonesia Diarsipkan 2007-05-08 di Wayback Machine.. Diakses pada 1 Juni 2010
  3. ↑ Pemerintah Daerah Kabupaten Solok. "Danau Singkarak". infopublik.solokkab.go.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-01-23.
  4. ↑ Hasim (April 2017). Model Pengelolaan Danau: Sebuah Kajian Transdisipliner. Gorontalo: Ideas Publishing. hlm. 8.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Upaya Pelestarian Ikan Bilih di Danau Singkarak[pranala nonaktif permanen]

Pranala luar

Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Bengkulu
Riau
-
Kepulauan Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Lampung
Kepulauan
Bangka Belitung
-
Jakarta
-
Jawa Barat
Banten
Jawa Tengah
Yogyakarta
-
Jawa Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Utara
-
Bali
NTB
NTT
Sulawesi Barat
-
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan