| Danau Habbema | |
|---|---|
| Jugue, Kurona, Yuginopa | |
![]() Peta interaktif Danau Habbema | |
| Letak | Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Indonesia |
| Koordinat | 4°08′20″S 138°42′36″E / 4.1388°S 138.7101°E / -4.1388; 138.7101 |
| Wilayah tangkapan air | 21 km2 (8,1 sq mi) |
| Terletak di negara | Indonesia |
| Area permukaan | 224,35 ha |
| Ketinggian permukaan | 3.300 m (10.800 ft) |
| Peta DTA Danau Habema | |

Danau Habema (juga dikenal sebagai Yuginopa) adalah sebuah danau yang terletak di kaki Gunung Trikora, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Indonesia. Danau ini berada pada ketinggian sekitar 3.225 hingga 3.300 meter di atas permukaan laut, menjadikannya salah satu danau tertinggi di Indonesia. Danau ini termasuk dalam kawasan inti Taman Nasional Lorentz,[1] kawasan lindung terbesar di Asia Tenggara dan disahkan menjadi situs warisan dunia UNESCO.[2]
Danau Habema memiliki luas daerah tangkapan air sekitar 21 km2 (2.100 ha) dengan outlet di 4°08′10″S 138°39′25″E / 4.136°S 138.657°E / -4.136; 138.657.[3] Sumber air berasal dari pegunungan disekelilinginya yang merupakan bagian dari sistem DAS Eilanden.[4]
Sejarah
Nama Habema berasal dari Letnan Habema, seorang perwira Belanda yang ikut serta dalam ekspedisi menuju Puncak Trikora pada tahun 1909. Nama asli danau ini dalam bahasa lokal adalah Yuginopa.[5] Luas danau diperkirakan sekitar 224 hektar dengan keliling sekitar 9,78 kilometer.[5][6]
Geografi dan iklim
Danau Habema terletak di kompleks Pegunungan Jayawijaya. Suhu di kawasan ini berkisar antara 0°C pada malam hari hingga sekitar 10°C pada siang hari. Kabut sering menyelimuti area sekitar danau, terutama pada siang hari.[7]
Ekologi
Kawasan sekitar danau merupakan bagian dari hutan pegunungan tropis yang memiliki keanekaragaman hayati tinggi. Taman Nasional Lorentz, tempat danau ini berada, mencakup lebih dari 2,35 juta hektar dan merupakan kawasan lindung terbesar di Asia Tenggara. Beberapa spesies endemik yang ditemukan di wilayah ini termasuk kanguru pohon (Dendrolagus spp.), burung cenderawasih, dan burung beo Pesquet (Psittrichas fulgidus). Sekitar 630 spesies burung dan 123 spesies mamalia telah diidentifikasi di kawasan ini.[8]
Budaya
Danau Habema memiliki nilai spiritual bagi masyarakat adat setempat, khususnya suku Dani, yang menganggapnya sebagai tempat keramat dan sumber kesuburan. Kawasan Taman Nasional Lorentz juga merupakan tempat tinggal bagi beberapa kelompok etnis seperti suku Nduga, Dani, Amungme, Sempan, dan Asmat. Wilayah ini memiliki sejarah budaya yang diperkirakan telah berlangsung selama lebih dari 30.000 tahun.[9]
Akses dan pariwisata
Danau ini berjarak sekitar 48 kilometer dari Kota Wamena dan dapat dicapai dengan kendaraan roda empat. Karena kondisi jalan yang menantang, perjalanan dapat memakan waktu hingga tiga jam. Meskipun tidak memiliki fasilitas wisata resmi, danau ini sering dikunjungi oleh pendaki yang menuju Puncak Trikora maupun Carstensz Pyramid.[10]
Lihat pula
- Danau Rombebai
- Danau Yamur
- Daya rusak air
- Hidrologi pegunungan
- Lembah Baliem
- Sungai Mamberamo
- Sungai Pulau (Eilandenrivier)
- Taman Nasional Mamberamo Foja
Referensi
- ↑ ridzki.sigit (2017-01-30). "Mongabay Travel: Mengunjungi Danau Habema, Danau Tertinggi di Indonesia". Mongabay.co.id. Diakses tanggal 2025-07-06.
- ↑ Centre, UNESCO World Heritage. "Lorentz National Park". UNESCO World Heritage Centre (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-07-06.
- ↑ Lake Habema - Watershed Data Report
- ↑ "Peta Interaktif SIGAP Kementerian LHK - Klasifikasi DAS". Geoportal MenLHK. Diakses tanggal 2025-09-17.
- 1 2 Daeng, M Final (29 November 2012). "Habema-Trikora, Elok di Atas Awan". Kompas. Diakses tanggal 6 Juli 2025.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Danau Habbema". Google My Maps. Diakses tanggal 2025-07-06.
- ↑ "Habema, Danau Cantik di Atas Awan Papua". Indonesia Kaya. Diakses tanggal 2025-07-06.
- ↑ Kiem, Ary Prihardhyanto; Kartawinata, Kuswata; Effendy, Oscar (2018). Biodiversitas Terkini Kawasan Danau Habbema Papua, Indonesia (PDF). Tangerang Selatan: UM Jakarta Press. ISBN 978-602-0798-02-8.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link) - ↑ Baharinawati W, Hastanti (2017). "KONDISI LINGKUNGAN DAN KARAKTERISTIK SOSIAL BUDAYA UNTUK PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI (Studi Kasus pada Suku Dani di Jayawijaya, Papua)" (PDF). Jurnal Penelitian Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. 1 (2): 111–126. doi:10.20886. ISSN 2579-6097.
{{cite journal}}: Periksa nilai|doi= - ↑ Mileneo, Muhammad Fazer (Februari 2025). "Terkagum dengan Agungnya Danau Habema di Kaki Gunung Trikora Papua". GNFI. Diakses tanggal 6 Juli 2025.
