Jumat, 16 Oktober 2026
19:23 WIB
TERKINI
Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super
Gunung Kelimutu

Gunung Kelimutu

gunung di Indonesia

Bagikan:
60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Gunung Kelimutu" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
Gunung Kelimutu
330px-Flores_Moni_Kelimutu.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Danau Kelimutu di Gunung kelimutu
Titik tertinggi
Ketinggian1.639 m (5.377 kaki)
Masuk dalam daftarRibu
Koordinat8°46′08″S 121°48′48″E / 8.768895°S 121.8133537°E / -8.768895; 121.8133537
Geografi
Gunung Kelimutu di Flores
Gunung Kelimutu
Gunung Kelimutu
Lokasi Gunung Kelimutu di Pulau Flores, NTT
LetakFlores, Indonesia
Geologi
Jenis gunungStratovolcano
Letusan terakhir1886

Gunung Kelimutu adalah gunung berapi yang terletak di Pulau Flores, Provinsi NTT, Indonesia. Lokasi gunung ini tepatnya di Desa Pemo, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende. Gunung ini memiliki tiga buah danau Diarsipkan 2017-03-04 di Wayback Machine kawah di puncaknya. Danau ini dikenal dengan nama Danau Tiga Warna karena memiliki tiga warna yang berbeda, yaitu merah, biru, dan putih. Walaupun begitu, warna-warna tersebut selalu berubah-ubah seiring dengan perjalanan waktu.

Kelimutu merupakan gabungan kata dari "keli" yang berarti gunung dan kata "mutu" yang berarti mendidih. Menurut kepercayaan penduduk setempat, warna-warna pada danau Kelimutu memiliki arti masing-masing dan memiliki kekuatan alam yang sangat dahsyat.

Danau atau Tiwu Kelimutu di bagi atas tiga bagian yang sesuai dengan warna-warna yang ada di dalam danau. Danau berwarna biru atau "Tiwu Nuwa Muri Koo Fai" merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa muda-mudi yang telah meninggal. Danau yang berwarna merah atau "Tiwu Ata Polo" merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang yang telah meninggal yang selama ia hidup selalu melakukan kejahatan/tenung. Sedangkan danau berwarna putih atau "Tiwu Ata Mbupu" merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang tua yang telah meninggal.

Para penduduk di sekitar Danau Kelimutu percaya, bahwa pada saat danau berubah warna, mereka harus memberikan sesajen bagi arwah orang-orang yang telah meninggal.

Luas ketiga danau itu sekitar 1.051.000 meter persegi dengan volume air 1.292 juta meter kubik. Batas antar danau adalah dinding batu sempit yang mudah longsor. Dinding ini sangat terjal dengan sudut kemiringan 70 derajat. Ketinggian dinding danau berkisar antara 50 sampai 150 meter.

Sejarah

250px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Luchtfoto_van_de_drie_gekleurde_meren_van_de_vulkaan_Kelimoetoe_TMnr_10004132.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kelimutu (1913)

Awal mulanya daerah ini ditemukan oleh orang lio Van Such Telen, warga negara Bapak Belanda Mama Lio, tahun 1915. Keindahannya dikenal luas setelah Y. Bouman melukiskan dalam tulisannya tahun 1929. Sejak saat itu wisatawan asing mulai datang menikmati danau yang dikenal angker bagi masyarakat setempat. Mereka yang datang bukan hanya pencinta keindahan, tetapi juga peneliti yang ingin tahu kejadian alam yang langka itu.

Kawasan Kelimutu telah ditetapkan menjadi Kawasan Konservasi Alam Nasional sejak 26 Februari 1992.

Cerita Rakyat

Konon dahulu kala hidup 2 orang sakti bernama Ata Mbupu dan Ata Polo. Ata Mbupu mendalami ilmu putih dan sellau berbuat kebaikan kepada sesama. Ata Polo penyihir jahat yang kerap memangsa manusia. Kedua penyihir ini berteman sampai pada suatu hari datang 2 anak bersaudara yang meminta perlindungan pada Ata Mbupu. 2 bersaudara ini sudah tidak memiliki ayah dan ibu lagi. Ata Polo berniat memangsa kedua anak itu tetapi dicegah Ata Mbupu.[1]

Mereka kemudian bertarung. Ketika hampir kalah, Ata Mbupu mengeluarkan kesaktiannya hingga mengakibatkan gempa. Ata Mbupu melesat ke dasar bumi dan hilang. Ata Polo berniat menyusul tetapi terlanjur terkubur ke dasar bumi. Begitu juga dengan kedua bersaudara itu. Dari tempat mereka lenyap itu lalu muncul Danau Ata Mbupu, Ata Polo dan Nua Muri Koofai.[1]

Jenis hutan

Referensi

  1. 1 2 Faiq, Hilmi (2022). Mengabadikan Tabungan Kenangan Cara Menulis Perjalanan. Jakarta: Penerbit Buku Kompas. hlm. XXV. ISBN 978-623-346-478-9.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Bengkulu
Riau
Kepulauan Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Lampung
Kepulauan
Bangka Belitung
Jakarta
tidak ada
Jawa Barat
Banten
Jawa Tengah
Yogyakarta
Jawa Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Utara
Bali
NTB
NTT
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua


Ikon rintisan

Artikel bertopik gunung di Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan