Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu. Cari sumber: "Danau Tondano" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR |
| Danau Tondano | |
|---|---|
Pemandangan Danau Tondano dari atas | |
![]() Peta interaktif Danau Tondano | |
| Letak | Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara |
| Koordinat | 1°13′37″N 124°53′44″E / 1.22691°N 124.8955°E / 1.22691; 124.8955 |
| Jenis perairan | Danau vulkanik |
| Bagian dari | DAS Tondano |
| Terletak di negara | Indonesia |
| Panjang maksimal | 128 km (80 mi) (maksimal) |
| Lebar maksimal | 3 hingga 5 km (1,9 hingga 3,1 mi) |
| Area permukaan | 43 km2 (17 sq mi) |
| Kedalaman rata-rata | 1.266 m (4.154 ft) (rata-rata) |
| Volume air | 668.6 juta m³ |
| Ketinggian permukaan | 680 m (2.230 ft) |
| Beku | Tidak pernah membeku |
| Kepulauan | Likri, Babi |
| Pemukiman | Tondano, Langowan, Tomohon |
![]() | |
Danau Tondano adalah danau terluas di Provinsi Sulawesi Utara, Indonesia. Danau ini diapit oleh Pegunungan Lembean, Gunung Kaweng, Bukit Tampusu, dan Gunung Masarang. Danau ini dilingkari dengan jalan provinsi dan menghubungkan Kota Tondano, Kecamatan Tondano Timur, Kecamatan Eris, Kecamatan Kakas, Kecamatan Remboken, dan Kecamatan Tondano Selatan. Danau ini merupakan danau penghasil ikan air tawar seperti ikan mujair, pior/kabos, payangka, betutu, wiko (udang kecil), nike, tawes, pongkor/ikan mas, lobster hitam,guramekupu-kupu,karper. Luas danau ini 43 km2 (17 sq mi), dan terdapat pulau kecil bernama Likri (depan desa Tandengan satu kecamatan Eris) dan pulau Babi. Dinamakan pulau babi karena setiap kali ombak menerpa salah satu bagian di pulau itu, selalu terdengar suara seperti seekor babi yang berteriak. (Dapat di lihat dari desa toulumembet. Di tepi Danau Tondano terlihat jelas Gunung Kaweng.[1]
Konon danau ini terjadi karena letusan yang dahsyat di mana ada kisah sepasang insan manusia yang berlainan jenis melanggar larangan orang tua untuk kawin (bahasa Minahasa: kaweng) dengan nekat lari (tumingkas) ke hutan. Sebagai akibat melanggar nasihat orang tua maka meletuslah kembaran gunung kaweng tersebut sehingga menjadi danau Tondano.[2]
Pariwisata
Danau Tondano mempunyai objek wisata yang terkenal "Sumaru Endo" Remboken,[3] dan Resort Wisata Bukit Pinus (Tondano arah Toliang Oki). Gua Tikus dan bekas Detasuka. Dari tepian Danau Tondano (Toliang Oki), pengunjung dapat melintas puncak Bukit Lembean dan melihat kawasan Laut Maluku di sebelah timur, tepatnya wilayah Tondano Pante di Kecamatan Kombi, Kabupaten Minahasa. Pondok Kinakas dapat dilihat di atas kantor camat Kakas dan Boulevard Tontimomor.
Pada Januari 2026, Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus melakukan kunjungan kerja ke kawasan wisata Sumaru Endo untuk meninjau proses renovasi dan penataan fasilitas wisata di kawasan tersebut.[4]
Referensi
- ↑ "Pesona Danau Tondano Sulawesi Utara"[pranala nonaktif permanen]
- ↑ "Danau Tondano, Terluas di Sulawesi Utara". Indonesia Kaya. Diakses tanggal 2025-03-09.
- ↑ "Sumaru Endo Bangkit, Potensi Wisata Sulut dan Harapan Baru Ekonomi Masyarakat Minahasa". MediaSulut.id. 24 Januari 2026. Diakses tanggal 9 Mei 2026.
- ↑ "Kunjungan Gubernur Sulut di Wisata Alam Sumaru Endo Berjalan Aman dan Kondusif". Humas Polri. 3 Januari 2026. Diakses tanggal 9 Mei 2026.
Pranala luar
- (Inggris) The lakes of Sulut: Danau Tondano and Linow Diarsipkan 2016-08-12 di Wayback Machine
| Internasional | |
|---|---|
| Nasional | |

