Sabtu, 03 Oktober 2026
15:07 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Danau Sentarum

Danau Sentarum

salah satu danau di dunia

Bagikan:
250px-Danau_Sentarum_2006.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Danau Sentarum

Danau Sentarum adalah danau musiman yang berada di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Danau ini dipenuhi air selama 10 bulan setiap tahunnya dan sisanya akan surut, membentuk kolam-kolam kecil yang menjadi habitat berbagai jenis ikan-ikan air tawar. Saat musim kemarau, kawasan Danau Sentarum berperan penting sebagai pemasok air bagi Sungai Kapuas. Luas keseluruhan kawasan Danau Sentarum mencapai sekitar 132.000 hektare.[1]

Danau Sentarum merupakan bagian dari Taman Nasional Danau Sentarum yang dikenal sebagai salah satu kawasan lahan basah terpenting di Asia Tenggara. Kawasan ini memiliki ekosistem rawa banjiran musiman dengan tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi.[2]

Transportasi

Untuk mencapai Danau Sentarum, dibutuhkan waktu sekitar 14 jam dari Kota Pontianak melalui perjalanan darat dan air dengan rute Pontianak-Sintang-Semitau. Dari Semitau menuju kawasan Danau Sentarum dapat ditempuh menggunakan perahu motor menuju Lanjak.[1]

Selain melaui jalur darat, kawasan ini juga dapat dicapai melalui jalur udara dari Pontianak menuju Putussibau sekitar dua jam dan dari Putussibau ke Nanga Suhaid menggunakan transportasi sungai (longboat) meunju kawasan danau sekitar tujuh jam.

Taman Nasional

Untuk artikel selengkapnya, lihat Taman Nasional Danau Sentarum

Pada tahun 1999, Danau Sentarum ditetapkan sebagai taman nasional. Sebelumnya, Taman Nasional Danau Sentarum berstatus cagar alam pada 1981–1982 dan berubah menjadi suaka margasatwa sejak 1983.[3]

Masyarakat lokal

Daerah sekitar Danau Sentarum dihuni oleh masyarakat tradisional yang telah beradaptasi dengan naik turun air danau, antara lain Suku Dayak Iban, Sebaruk, Sontas, Kenyah dan Punan. Rumah panjang atau "betang" yang dihuni masyarakat adat suku memiliki ukuran beragam, ada yang dihuni lima sampai delapan kepala keluarga dan ada yang dihuni 15 sampai 30 kepala keluarga. Rumah panjang yang dihuni 15 – 30 kepala keluarga, mempunyai panjang rata-rata 186 meter dan lebar 6 meter.[4]

Perlindungan hayati

Kawasan danau ini sejak 1994 dimasukkan dalam daftar lahan basah terpenting di dunia. Beberapa jenis ikan melewati danau ini dalam siklus reproduksinya, antara lain jelawat (Leptobarbus hoevenii), menyadin (Osteochilus triporos), belantau (Macrochirichthys macrochirus), dan tapah (Wallago leeri). Burung dara laut (Sterna spp.) juga bermigrasi dari pantai ke Taman Nasional Danau Sentarum untuk bertelur. Isu pembendungan oleh pemerintah provinsi dikhawatirkan akan merusak fungsi danau ini bagi lingkungan.[5]

Pariwisata

Danau Sentarum dikenal sebagai salah satu tujuan ekowisata di Kalimantan Barat. Wisatawan dapat menikmati panorama danau musiman, pengamatan burung, budaya rumah betang masyarakat Dayak, serta aktivitas susur sungai menggunakan perahu tradisional. Festival Danau Sentarum juga diselenggarakan untuk mempromosikan ekowisata dan budaya masyarakat lokal di kawasan Kapuas Hulu.[6]

Referensi

  1. 1 2 Danau Sentarum, diakses dari situs Travel Detik
  2. ↑ "Taman Nasional Danau Sentarum". Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.
  3. ↑ Taman Nasional Danau Sentarum, diakses dari situs Gurindam12[pranala nonaktif permanen]
  4. ↑ Taman Nasional Danau Sentarum, diakses dari situs pemerintahan Departemen Kehutanan[pranala nonaktif permanen]
  5. ↑ Mendorong Konservasi yang Bermanfaat bagi Masyarakat Lokal, diakses dari situs Cifor
  6. ↑ "EKOWISATA DI JANTUNG BORNEO: DATANG DAN KUNJUNGI DANAU SENTARUM, SALAH SATU CAGAR BIOSFER UNESCO | wwf.id". www.wwf.id. Diakses tanggal 2026-05-18.
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Bengkulu
Riau
-
Kepulauan Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Lampung
Kepulauan
Bangka Belitung
-
Jakarta
-
Jawa Barat
Banten
Jawa Tengah
Yogyakarta
-
Jawa Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Utara
-
Bali
NTB
NTT
Sulawesi Barat
-
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua
Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Lake Sentarum.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan