Kamis, 29 Oktober 2026
15:57 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Reservoir alami

Reservoir alami

inang jangka panjang suatu patogen penyakit menular

Bagikan:
Sapi merupakan reservoir alami bagi beberapa penyakit.

Dalam ekologi dan epidemiologi penyakit infeksi, reservoir alami, juga dikenal sebagai reservoir penyakit atau reservoir infeksi, adalah populasi organisme atau lingkungan spesifik yang ditempati oleh patogen untuk hidup dan bereproduksi secara alami, atau tempat patogen bergantung untuk kelangsungan hidupnya. Reservoir biasanya merupakan spesies tertentu, seperti hewan dan tumbuhan, yang bertindak sebagai inang tempat patogen hidup di dalamnya dan sering kali (meskipun tidak selalu) tidak menyebabkan penyakit bagi reservoir itu sendiri. Menurut beberapa definisi, reservoir mungkin juga merupakan lingkungan di luar organisme, seperti volume udara atau air yang terkontaminasi.[1][2]

Karena beragamnya mikroorganisme infeksius yang dapat menyebabkan penyakit, definisi tepat untuk mendeskripsikan reservoir alami sangat banyak, beragam, dan sering kali saling bertentangan. Konsep reservoir hanya berlaku untuk patogen yang mampu menginfeksi lebih dari satu populasi inang dan bersifat terbatas pada populasi target yang ditetapkan, yaitu populasi organisme yang menderita penyakit yang disebabkan oleh patogen. Reservoir merupakan populasi organisme (atau lingkungan apa pun) yang menampung patogen dan mentransmisikannya ke populasi target. Reservoir dapat berupa satu spesies atau lebih, dan bisa merupakan spesies yang sama atau spesies yang berbeda dengan populasi target, dan, dalam arti luas, dapat mencakup vektor,[2] yang sebenarnya berbeda dari reservoir alami. Spesies yang dianggap sebagai reservoir bagi patogen tertentu mungkin saja tidak menunjukkan tanda penyakit ketika terinfeksi oleh patogen.

Identifikasi reservoir alami dari suatu patogen infeksius telah terbukti berguna dalam mengobati dan mencegah berjangkitnya penyakit pada manusia dan hewan peliharaan, terutama pada penyakit yang tidak ada vaksinnya. Pada prinsipnya, penyakit zoonotik dapat dikendalikan dengan mengisolasi atau menghilangkan reservoir infeksi patogen. Pemusnahan massal hewan yang dikonfirmasi atau dicurigai sebagai reservoir bagi patogen manusia, seperti burung yang menampung virus flu burung, telah efektif dalam mengendalikan kemungkinan epidemi di banyak bagian dunia; untuk patogen lain, seperti virus Ebola, identitas reservoir alami yang diduga tetap tidak jelas.

Referensi

  1. ↑ "Principles of Epidemiology | Lesson 1 - Section 10". CDC. 2012. Diakses tanggal 2017-11-10.
  2. 1 2 Haydon, D. T.; Cleaveland, S.; Taylor, L. H.; Laurenson, M. K. (Desember 2002). "Identifying Reservoirs of Infection: A Conceptual and Practical Challenge". Emerging Infectious Diseases. 8 (12): 1468–1473. doi:10.3201/eid0812.010317. PMC 2738515. PMID 12498665.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konsep dalam penyakit infeksius dan penyakit menular
Determinan
Agen
Inang
Lingkungan
Penularan
Konsep dasar
Mode
Rute
Pemodelan
Tingkat kejadian
Tindakan pencegahan
dan pengendalian
Farmasi
Nonfarmasi
Infeksi baru
Lainnya
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan