Minggu, 11 Oktober 2026
14:12 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober
Reboksetin

Reboksetin

Bagikan:
Reboksetin
250px-Reboxetine.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
(R,R)-(–)-reboksetin (atau),
(S,S)-(+)-reboksetin (bawah)
250px-Esreboxetine_3D.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Representasi 3D dari (S,S)-(+)-reboksetin (esreboksetin)
Data klinis
Nama dagangEdronax, dll
Kategori
kehamilan
Rute
pemberian
Oral
Kelas obatPenghambat pengambilan kembali norepinefrin
Kode ATC
Status hukum
Status hukum
  • AU:S4 (Prescription only)
  • UK:POM (Hanya resep)
  • US:Tidak disetujui
Data farmakokinetika
Bioavailabilitas≥94%[1][2]
Pengikatan protein97–98%[1][2]
MetabolismeHati (dimediasi CYP3A4)[1]
Waktu paruh eliminasi12–12,5 jam[1][2]
EkskresiUrine (78%, 9–10% tidak berubah)[1][2]
Pengenal
  • rel-(2R)-2-[(R)-(2-Etoksifenoksi)(fenil)metil]morfolina
Nomor CAS
PubChem CID
DrugBank
ChemSpider
UNII
KEGG
ChEMBL
Data sifat kimia dan fisik
RumusC19H23NO3
Massa molar313,40 g·mol−1
Model 3D (JSmol)
KiralitasRasemat
  • CCOC1=C(C=CC=C1)O[C@@H]([C@@H]2OCCNC2)C3=CC=CC=C3
  • InChI=1S/C19H23NO3/c1-2-21-16-10-6-7-11-17(16)23-19(15-8-4-3-5-9-15)18-14-20-12-13-22-18/h3-11,18-20H,2,12-14H2,1H3/t18-,19-/m1/s1 checkY
  • Key:CBQGYUDMJHNJBX-RTBURBONSA-N checkY
 ☒NcheckY (what is this?)  (verify)

Reboksetin adalah obat golongan penghambat pengambilan kembali norepinefrin selektif yang dipasarkan oleh Pfizer sebagai antidepresan untuk mengobati gangguan depresi mayor, meskipun obat ini juga digunakan di luar indikasi resmi untuk gangguan panik dan gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (ADHD).[3] Obat ini telah disetujui untuk digunakan di banyak negara di seluruh dunia, tetapi tidak disetujui untuk digunakan di Amerika Serikat.[4]

Sejarah

Reboksetin ditemukan di Farmitalia-Carlo Erba dan pertama kali dipublikasikan pada tahun 1984; Farmitalia melakukan studi klinis pertamanya.[5][6] Farmitalia diakuisisi oleh Pharmacia pada tahun 1993,[7] dan Pharmacia kemudian diakuisisi oleh Pfizer pada tahun 2003.[8]

Obat ini pertama kali disetujui di Eropa pada tahun 1997 dan mendapatkan persetujuan sementara dari FDA pada tahun 1999.[9] Pada tahun 2001, FDA mengeluarkan surat pernyataan "tidak dapat disetujui" kepada Pfizer berdasarkan uji klinis yang sebelumnya disyaratkan oleh FDA saat menerbitkan surat persetujuan awal.[10][11]

Pada tahun 2010, Institut Jerman untuk Kualitas dan Efisiensi dalam Layanan Kesehatan (IQEHC) menerbitkan hasil metaanalisis data uji klinis reboksetin untuk depresi akut. Analisis ini mencakup data mengenai sekitar 3.000 subjek yang sebelumnya pernah disebut oleh Pfizer namun tidak pernah dipublikasikan, pihak IQEHC telah menelusuri publikasi Pfizer serta dokumen persetujuan reboksetin dan menemukan bahwa data tersebut tidak tercantum dalam catatan publikasi. Analisis terhadap keseluruhan rangkaian data menunjukkan bahwa reboksetin tidak lebih efektif dibandingkan plasebo, tetapi memiliki lebih banyak efek samping dibandingkan plasebo maupun fluoksetin; temuan ini memicu kritik tajam dan luas terhadap Pfizer, serta desakan yang lebih kuat agar seluruh data uji klinis dipublikasikan.[4][9][12]

Penggunaan medis

Gangguan depresi mayor

Terdapat banyak perdebatan mengenai apakah reboksetin lebih manjur dibandingkan plasebo dalam pengobatan depresi. Menurut sebuah metaanalisis tahun 2009 terhadap 12 antidepresan generasi kedua, reboksetin tidak lebih efektif daripada plasebo, serta "jauh kurang" efektif dan kurang dapat diterima dibandingkan obat-obat lain dalam menangani fase akut depresi mayor unipolar pada orang dewasa.[13]

MHRA Britania Raya menyatakan pada bulan September 2011 bahwa studi tersebut memiliki beberapa keterbatasan, dan bahwa "Secara keseluruhan, keseimbangan antara manfaat dan risiko reboksetin tetap positif untuk indikasi yang disetujui." Tinjauan di Britania Raya dan seluruh Eropa terhadap data efikasi dan keamanan yang tersedia telah mengonfirmasi bahwa reboksetin memiliki manfaat dibandingkan plasebo untuk indikasi yang disetujui. Efikasi terlihat jelas pada pasien dengan depresi berat atau sangat berat.[14]

Menurut tinjauan sistematis dan metaanalisis oleh IQWiG, yang mencakup data yang tidak dipublikasikan, data yang dipublikasikan mengenai reboksetin melebih-lebihkan manfaat reboksetin dibandingkan plasebo hingga 115% dan reboksetin dibandingkan SSRI hingga 23%, serta meremehkan risiko bahayanya; studi ini menyimpulkan bahwa reboksetin merupakan antidepresan yang tidak efektif dan berpotensi berbahaya. Studi tersebut juga menunjukkan bahwa hampir tiga perempat data pasien yang berpartisipasi dalam uji coba reboksetin belum dipublikasikan oleh Pfizer.[4]

Sebuah tinjauan sistematis dan metaanalisis jaringan tahun 2018 yang membandingkan efikasi dan akseptabilitas 21 obat antidepresan menyimpulkan bahwa reboksetin lebih efektif daripada plasebo namun secara signifikan kurang manjur dibandingkan antidepresan lain yang diuji.[15]

Gangguan panik

Dalam sebuah uji coba terkontrol plasebo yang diacak dan buta ganda, reboksetin secara signifikan memperbaiki gejala gangguan panik.[16] Uji coba terkontrol acak lainnya yang membandingkan paroksetin dengan reboksetin menemukan bahwa paroksetin secara signifikan lebih unggul daripada reboksetin sebagai pengobatan untuk gangguan panik.[17] Terlepas dari temuan yang kurang menggembirakan ini, sebuah uji coba label terbuka yang meneliti efikasi reboksetin pada gangguan panik yang resisten terhadap SSRI menunjukkan manfaat signifikan dari pengobatan dengan reboksetin.[18]

Gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas

Berbagai uji klinis telah menunjukkan efikasi reboksetin dalam pengobatan gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (ADHD) baik untuk jangka pendek[19][20][21][22] maupun jangka panjang,[23][24] serta pada anak-anak/remaja[20][21][23][24] maupun orang dewasa.[19][22]

Penggunaan lain

Seri kasus dan studi percontohan open-label menunjukkan efikasi reboksetin dalam mengobati bulimia nervosa.[25][26] Reboksetin juga mungkin efektif dalam mengobati mengompol pada anak yang resisten terhadap terapi.[27] Sebuah studi percontohan menunjukkan efikasi reboksetin dalam pengobatan narkolepsi.[28] Uji coba individual dan metaanalisis mengindikasikan bahwa reboksetin dapat mengurangi kenaikan berat badan akibat penggunaan antipsikotik,[29][30] dan terdapat bukti mengenai manfaatnya terhadap gejala depresi—serta kemungkinan gejala skizofrenia lainnya—ketika ditambahkan ke dalam pengobatan antipsikotik.[30][31]

Kontraindikasi

Reboksetin dikontraindikasikan pada kondisi glaukoma sudut sempit, penyakit kardiovaskular, epilepsi, gangguan bipolar, retensi urine, hipertrofi prostat, serta pada individu yang hipersensitif terhadap reboksetin atau salah satu eksipiennya.[1][32]

Terdapat informasi yang saling bertentangan mengenai penggunaan bersama MAOI: satu sumber menyatakan bahwa kombinasi tersebut dimungkinkan dengan pemantauan efek samping,[33] namun informasi produk mencantumkannya sebagai kontraindikasi.[1]

Efek samping

Efek samping yang sangat umum (insidensi >10%) meliputi insomnia, pusing, mulut kering, sembelit, mual, dan keringat berlebih.[34]

Efek samping yang umum (1–10%) meliputi hilangnya nafsu makan, agitasi, kecemasan, sakit kepala, rasa gelisah, sensasi kesemutan, gangguan pengecapan, kesulitan melihat objek dekat atau jauh (masalah akomodasi), detak jantung cepat, palpitasi jantung, pelebaran pembuluh darah yang menyebabkan tekanan darah rendah, tekanan darah tinggi, muntah, ruam, sensasi kandung kemih tidak kosong sepenuhnya, infeksi saluran kemih, nyeri atau kesulitan saat buang air kecil, retensi urine, disfungsi ereksi, nyeri atau keterlambatan ejakulasi, serta menggigil.[34]

Sebuah meta-analisis tahun 2009 menemukan bahwa tolerabilitas reboksetin secara signifikan lebih rendah dibandingkan dengan 11 antidepresan generasi kedua lainnya yang disertakan dalam analisis tersebut.[13]

Overdosis

Reboksetin dianggap sebagai antidepresan dengan risiko relatif rendah jika terjadi overdosis.[35] Gejala-gejalanya adalah sebagai berikut:[35]

Interaksi

Karena ketergantungannya pada CYP3A4, proses O-desetilasi reboksetin dihambat secara nyata oleh papaverin dan ketokonazol.[36] Obat ini menghambat CYP2D6 dan CYP3A4 secara lemah.[34] Reboksetin merupakan penghambat P-glikoprotein tingkat menengah, yang memberikan potensi interaksi dengan siklosporin, takrolimus, paroksetin, sertralin, kuinidina, fluoksetin, dan fluvoksamina.[37]

Farmakologi

Farmakodinamika

Reboksetin[38][39]
SitusKi (nM)
SERT273,5
NET13,4
DAT>10.000
5-HT1A>10.000
5-HT1B>10.000
5-HT1D>10.000
5-HT2A>10.000
5-HT2C457
α1A11,900
α2A>10.000
D2>10.000
D3>10.000
H1312
mACh6.700
nAChTidak ada data
GIRKTidak ada data

Reboksetin adalah penghambat pengambilan kembali norepinefrin (NRI) yang cukup selektif, dengan tingkat selektivitas sekitar 20 kali lipat lebih tinggi terhadap transporter norepinefrin (NET) dibandingkan terhadap transporter serotonin (SERT).[38] Meskipun memiliki selektivitas tersebut, reboxetine sedikit menghambat ambilan kembali serotonin pada dosis terapeutik.[40] Obat ini tidak berinteraksi dengan ataupun menghambat transporter dopamin (DAT).[38][39]

Reboxetine diketahui menghambat GIRK (kanal kalium yang diaktivasi oleh protein G) baik di otak maupun jantung; karakteristik ini juga dimiliki oleh NRI lainnya, yaitu atomoksetin.[41]

Farmakokinetika

Kedua enantiomer reboksetin, yaitu (R,R)-(–) dan (S,S)-(+), terutama dimetabolisme oleh isoenzim CYP3A4. Metabolit utama reboksetin adalah O-desetilreboksetin; terdapat pula tiga metabolit minor—fenol A, fenol B, dan UK1—dengan fenol B sebagai metabolit yang paling minor.[36]

Kimia

Reboksetin memiliki dua pusat kiral. Dengan demikian, terdapat kemungkinan adanya empat stereoisomer, yaitu isomer (R,R), (S,S), (R,S), dan (S,R). Bahan aktif reboksetin merupakan campuran rasemat dari dua enantiomer, yaitu isomer (R,R)-(–) dan (S,S)-(+).[42]

Masyarakat dan budaya

Merek

Edronax adalah nama merek reboksetin di setiap negara berbahasa Inggris yang telah menyetujui penggunaannya secara klinis. Nama-nama mereknya meliputi (di mana "TLD" menandakan produk yang tidak lagi dipasarkan):[3]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 "PRODUCT INFORMATION EDRONAX® Reboxetine mesilate" (PDF). TGA eBusiness Services. Pfizer Australia Pty Ltd. 17 Oktober 2012. Diakses tanggal 10 November 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 4 Holm KJ, Spencer CM (Juli 1999). "Reboxetine". CNS Drugs. 12 (1): 65–83. doi:10.2165/00023210-199912010-00006. S2CID 72813017.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. 1 2 "Reboxetine Mesilate". Martindale: The Complete Drug Reference. The Royal Pharmaceutical Society of Great Britain. 8 November 2011. Diakses tanggal 10 November 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. 1 2 3 Eyding D, Lelgemann M, Grouven U, Härter M, Kromp M, Kaiser T, Kerekes MF, Gerken M, Wieseler B (Oktober 2010). "Reboxetine for acute treatment of major depression: systematic review and meta-analysis of published and unpublished placebo and selective serotonin reuptake inhibitor controlled trials". BMJ. 341 c4737. doi:10.1136/bmj.c4737. PMC 2954275. PMID 20940209.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Cocchiara G, Battaglia R, Pevarello P, Strolin Benedetti M (1991). "Comparison of the disposition and of the metabolic pattern of Reboxetine, a new antidepressant, in the rat, dog, monkey and man". European Journal of Drug Metabolism and Pharmacokinetics. 16 (3): 231–9. doi:10.1007/bf03189965. PMID 1814741. S2CID 874781.
  6. ↑ First publication per prior citation: Melloni M; et al. (1984). "Potential antidepressant agents. α-aryloxy-benzyl derivatives of ethanolamine and morpholine". Eur J Med Chem. 3: 235–242.
  7. ↑ "Farmitalia bought by Kabi Pharmacia". Annals of Oncology. 4 (5): 345. Mei 1993. doi:10.1093/oxfordjournals.annonc.a058508.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ "It's official: Pfizer buys Pharmacia". CNN/Money. 16 April 2003. Diarsipkan dari asli tanggal Oktober 15, 2013.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. 1 2 Lowe D (17 Januari 2011). "Reboxetine Doesn't Work. But That's Not the Real Problem". In the pipeline.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. ↑ "Reboxetine". Adis Insight. Diakses tanggal 17 April 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. ↑ Page ME (2003). "The promises and pitfalls of reboxetine". CNS Drug Reviews. 9 (4): 327–42. doi:10.1111/j.1527-3458.2003.tb00258.x. PMC 6741698. PMID 14647527.
  12. ↑ Staff (14 Oktober 2010). "Did Sneaky Publication Tactics Help Pfizer's Reboxetine Slip Through to Market?". Genetic Engineering News.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  13. 1 2 Cipriani A, Furukawa TA, Salanti G, Geddes JR, Higgins JP, Churchill R, Watanabe N, Nakagawa A, Omori IM, McGuire H, Tansella M, Barbui C (Februari 2009). "Comparative efficacy and acceptability of 12 new-generation antidepressants: a multiple-treatments meta-analysis" (PDF). Lancet. 373 (9665): 746–58. doi:10.1016/S0140-6736(09)60046-5. PMID 19185342. S2CID 35858125. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2013-09-29.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  14. ↑ "Reboxetine: benefit-risk balance reviewed". Drug Safety Update. Medicines and Healthcare products Regulatory Agency. September 2011. Diakses tanggal 10 November 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  15. ↑ Cipriani A, Furukawa TA, Salanti G, Chaimani A, Atkinson LZ, Ogawa Y, et al. (April 2018). "Comparative efficacy and acceptability of 21 antidepressant drugs for the acute treatment of adults with major depressive disorder: a systematic review and network meta-analysis". Lancet. 391 (10128): 1357–1366. doi:10.1016/S0140-6736(17)32802-7. PMC 5889788. PMID 29477251.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  16. ↑ Versiani M, Cassano G, Perugi G, Benedetti A, Mastalli L, Nardi A, Savino M (Januari 2002). "Reboxetine, a selective norepinephrine reuptake inhibitor, is an effective and well-tolerated treatment for panic disorder". The Journal of Clinical Psychiatry. 63 (1): 31–7. doi:10.4088/JCP.v63n0107. PMID 11838623.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  17. ↑ Bertani A, Perna G, Migliarese G, Di Pasquale D, Cucchi M, Caldirola D, Bellodi L (September 2004). "Comparison of the treatment with paroxetine and reboxetine in panic disorder: a randomized, single-blind study". Pharmacopsychiatry. 37 (5): 206–10. doi:10.1055/s-2004-832593. PMID 15359375. S2CID 12495057.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  18. ↑ Dannon PN, Iancu I, Grunhaus L (Oktober 2002). "The efficacy of reboxetine in the treatment-refractory patients with panic disorder: an open label study". Human Psychopharmacology. 17 (7): 329–33. doi:10.1002/hup.421. PMID 12415550. S2CID 19996027.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  19. 1 2 Hashemian F, Mohammadian S, Riahi F, Ghaeli P, Ghodsi D (2011). "A comparison of the effects of reboxetine and placebo on reaction time in adults with Attention Deficit-Hyperactivity Disorder (ADHD)". Daru. 19 (3): 231–5. PMC 3232108. PMID 22615662.
  20. 1 2 Tehrani-Doost M, Moallemi S, Shahrivar Z (April 2008). "An open-label trial of reboxetine in children and adolescents with attention-deficit/hyperactivity disorder". Journal of Child and Adolescent Psychopharmacology. 18 (2): 179–84. doi:10.1089/cap.2006.0034. PMID 18439114.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  21. 1 2 Ratner S, Laor N, Bronstein Y, Weizman A, Toren P (Mei 2005). "Six-week open-label reboxetine treatment in children and adolescents with attention-deficit/hyperactivity disorder". Journal of the American Academy of Child and Adolescent Psychiatry. 44 (5): 428–33. doi:10.1097/01.chi.0000155327.30017.8c. PMID 15843764.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  22. 1 2 Riahi F, Tehrani-Doost M, Shahrivar Z, Alaghband-Rad J (November 2010). "Efficacy of reboxetine in adults with attention-deficit/hyperactivity disorder: a randomized, placebo-controlled clinical trial". Human Psychopharmacology. 25 (7–8): 570–6. doi:10.1002/hup.1158. PMID 21312292. S2CID 8634761.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  23. 1 2 Toren P, Ratner S, Weizman A, Lask M, Ben-Amitay G, Laor N (Desember 2007). "Reboxetine maintenance treatment in children with attention-deficit/hyperactivity disorder: a long-term follow-up study". Journal of Child and Adolescent Psychopharmacology. 17 (6): 803–12. doi:10.1089/cap.2006.0145. PMID 18315452.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  24. 1 2 Quintero J, López-Muñoz F, Alamo C, Loro M, García-Campos N (November 2010). "Reboxetine for ADHD in children non-responders or with poor tolerance to methylphenidate: a prospective long-term open-label study". Attention Deficit and Hyperactivity Disorders. 2 (3): 107–13. doi:10.1007/s12402-010-0027-x. hdl:20.500.12020/723. PMID 21432596. S2CID 41617072.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  25. ↑ El-Giamal N, de Zwaan M, Bailer U, Lennkh C, Schüssler P, Strnad A, Kasper S (November 2000). "Reboxetine in the treatment of bulimia nervosa: a report of seven cases". International Clinical Psychopharmacology. 15 (6): 351–6. doi:10.1097/00004850-200015060-00006. PMID 11110011. S2CID 21260625.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  26. ↑ Fassino S, Daga GA, Boggio S, Garzaro L, Pierò A (September 2004). "Use of reboxetine in bulimia nervosa: a pilot study". Journal of Psychopharmacology. 18 (3): 423–8. doi:10.1177/026988110401800314. PMID 15358988. S2CID 24287884.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  27. ↑ Nevéus T (2006). "Reboxetine in therapy-resistant enuresis: results and pathogenetic implications". Scandinavian Journal of Urology and Nephrology. 40 (1): 31–4. doi:10.1080/00365590500407803. PMID 16452053. S2CID 41990481.
  28. ↑ Larrosa O, de la Llave Y, Bario S, Granizo JJ, Garcia-Borreguero D (Mei 2001). "Stimulant and anticataplectic effects of reboxetine in patients with narcolepsy: a pilot study". Sleep. 24 (3): 282–5. doi:10.1093/sleep/24.3.282. PMID 11322710. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-08-15. Diakses tanggal 2013-11-10.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  29. ↑ Poyurovsky M, Isaacs I, Fuchs C, Schneidman M, Faragian S, Weizman R, Weizman A (Februari 2003). "Attenuation of olanzapine-induced weight gain with reboxetine in patients with schizophrenia: a double-blind, placebo-controlled study" (PDF). The American Journal of Psychiatry. 160 (2): 297–302. doi:10.1176/appi.ajp.160.2.297. PMID 12562576.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  30. 1 2 Matthews PR, Horder J, Pearce M (Januari 2018). "Selective noradrenaline reuptake inhibitors for schizophrenia". The Cochrane Database of Systematic Reviews. 1 (1) CD010219. doi:10.1002/14651858.CD010219.pub2. PMC 6491172. PMID 29368813.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  31. ↑ Kishi T, Mukai T, Matsuda Y, Moriwaki M, Iwata N (November 2013). "Efficacy and safety of noradrenalin reuptake inhibitor augmentation therapy for schizophrenia: a meta-analysis of double-blind randomized placebo-controlled trials". Journal of Psychiatric Research. 47 (11): 1557–63. doi:10.1016/j.jpsychires.2013.07.003. PMID 23899496.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  32. ↑ Joint Formulary Committee (2013). British National Formulary (BNF) (Edisi 65). London, UK: Pharmaceutical Press. hlm. 254–255. ISBN 978-0-85711-084-8.
  33. ↑ Van den Eynde V, Abdelmoemin WR, Abraham MM, Amsterdam JD, Anderson IM, Andrade C, et al. (2023). "The Prescriber's Guide to Classic MAO Inhibitors (Phenelzine, Tranylcypromine, Isocarboxazid) for Treatment-Resistant Depression". CNS Spectrums. 28 (4): 427–40. doi:10.1017/S1092852922000906. hdl:2292/61637. PMID 35837681.
  34. 1 2 3 "Edronax 4mg Tablets". UK Electronic Medicines Compendium. Oktober 2015. Diakses tanggal 20 Agustus 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  35. 1 2 Taylor D, Paton C, Shitij K (2012). The Maudsley prescribing guidelines in psychiatry. West Sussex: Wiley-Blackwell. hlm. 588. ISBN 978-0-470-97948-8.
  36. 1 2 Wienkers LC, Allievi C, Hauer MJ, Wynalda MA (November 1999). "Cytochrome P-450-mediated metabolism of the individual enantiomers of the antidepressant agent reboxetine in human liver microsomes". Drug Metabolism and Disposition. 27 (11): 1334–40. doi:10.1016/S0090-9556(24)14936-7. PMID 10534319.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  37. ↑ Weiss J, Dormann SM, Martin-Facklam M, Kerpen CJ, Ketabi-Kiyanvash N, Haefeli WE (April 2003). "Inhibition of P-glycoprotein by newer antidepressants". The Journal of Pharmacology and Experimental Therapeutics. 305 (1): 197–204. doi:10.1124/jpet.102.046532. PMID 12649369. S2CID 5897406.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  38. 1 2 3 Roth BL, Driscol J. "PDSD Ki Database". Psychoactive Drug Screening Program (PDSP). University of North Carolina at Chapel Hill and the United States National Institute of Mental Health. Diarsipkan dari asli tanggal 2013-11-08. Diakses tanggal 2014-03-31.
  39. 1 2 Brunton L, Chabner B, Knollman B (2010). Goodman and Gilman's The Pharmacological Basis of Therapeutics (Edisi 12th). New York: McGraw-Hill Professional. ISBN 978-0-07-162442-8.
  40. ↑ Rossi, S, ed. (2013). Australian Medicines Handbook (Edisi 2013). Adelaide: The Australian Medicines Handbook Unit Trust. ISBN 978-0-9805790-9-3.
  41. ↑ Kobayashi T, Washiyama K, Ikeda K (Juni 2010). "Inhibition of G-protein-activated inwardly rectifying K+ channels by the selective norepinephrine reuptake inhibitors atomoxetine and reboxetine". Neuropsychopharmacology. 35 (7): 1560–9. doi:10.1038/npp.2010.27. PMC 3055469. PMID 20393461.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  42. ↑ Melloni P, Della Torre A, Lazzari E, Mazzini G, Meroni M (1985). "Configuration studies on 2-[alpha -(2-ethoxyphenoxy)benzyl]-morpholine FCE 20124". Tetrahedron. 41 (1): 1393–1399. doi:10.1016/S0040-4020(01)96541-X.

Pranala luar

Templat:Stimulants Templat:Antidepressants Templat:ADHD pharmacotherapies Templat:Wakefulness-promoting agents Templat:Nicotinic acetylcholine receptor modulators Templat:Monoamine reuptake inhibitors

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan