Sabtu, 03 Oktober 2026
21:29 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan

Eksipien

Bagikan:

Eksipien atau bahan tidak aktif adalah bahan yang dibuat bersamaan dengan bahan aktif dari suatu obat-obatan yang bertujuan untuk meningkatkan volume (bulking up) bahan aktif tersebut. Eksipien disebut juga dengan pelarut (diluent) atau "pengisi" (filler). Dengan meningkatkan volume obat tanpa menambah dosis bahan aktifnya memungkinkan obat untuk dikonsumsi lebih mudah. Eksipien tertentu juga berfungsi untuk melarutkan bahan aktif obat yang sukar untuk dilarutkan sehingga mempermudah penyerapan di dalam tubuh.[1] Fungsi lainnya dari eksipien yaitu mempermudah penanganan obat (terutama jika bahan aktif sukar untuk mengalir atau bersifat lengket terhadap kemasan atau mesin pembuat obat), meningkatkan ketahanan terhadap perubahan temperatur lingkungan sehingga mencegah denaturasi, dan memperpanjang usia simpan. Jenis eksipien sangat tergantung dengan jenis bahan aktifnya dan cara obat dikonsumsi.

Jenis eksipien

Anti-adherent
Antiadherent digunakan untuk mengurangi adhesi antara dua bahan aktif yang berbeda, yang berbentuk bubuk atau granular, dan antara obat dengan kemasannya.
Disintegran
Disintegran membuat bahan aktif terlepas dari tablet dan pecah dengan mudah begitu tersentuh oleh cairan tubuh (misal air ludah atau enzim) dan melepaskan bahan aktifnya.
Lapisan pelindung
Lapisan pelindung (coating) tablet berfungsi melindungi bahan aktif yang ada di dalam tablet dari kelembaban udara luar dan memengaruhi rasa dari tablet yang ditelan. Beberapa jenis lapisan pelindung seperti enteric coating berfungsi untuk mempertahankan bahan aktif obat hingga ia siap dilepaskan di bagian tubuh tertentu, misal di usus besar.
Pelumas
Pelumas, mirip dengan anti-adheren, mencegah bahan aktif menempel satu sama lain (kohesi) dan menempel ke alat medis maupun mesin pemroses. Fungsi spesifik pelumas yaitu untuk mengurangi gaya gesekan ketika obat diinjeksikan di mesin maupun di alat medis.
Pengawet
Pengawet digunakan untuk memperpanjang usia simpan obat.
Pengikat
Pengikat digunakan untuk menyatukan berbagai bahan aktif di dalam obat. Pengikat mempermudah pembuatan obat sehingga gaya yang diperlukan oleh suatu mesin untuk membentuk obat bisa berkurang (ekstruder, pengaduk, dan sebagainya). Pengikat dalam bentuk cair misalnya digunakan untuk menyatukan air dan alkohol.
Pengisi
Bahan pengisi untuk meningkatkan volume sehingga bahan aktif obat dapat ditakar dengan mudah sesuai dengan konsentrasinya. Pengisi juga menjadikan obat lebih praktis untuk dikonsumsi, terutama untuk obat yang memiliki bahan aktif yang sangat sedikit.
Penyerap
Penyerap digunakan untuk menyerap kelembapan dan air dari dalam obat maupun dari lingkungan dan mencegah kelembapan dan air menyentuh bahan aktif. Penyerapan bisa secara absorpsi maupun adsorpsi.
Perasa
Perasa memberikan rasa tertentu untuk menyembunyikan rasa yang tidak enak dari bahan aktif obat. Perasa dapat berupa bahan alami seperti ekstrak buah, maupun perasa buatan.[2]
Pewarna
Pewarna makanan digunakan untuk mengubah penampilan dari obat dan untuk identifikasi jenis obat.

Referensi

  1. ↑ Lesney, Mark S. (Januari 2001). "More than just the sugar in the pill". Today's Chemist at Work. 10 (1): 30–36. ISSN 1532-4494. Diakses tanggal Agustus 13, 2013.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) Pemeliharaan CS1: layanan pengarsipan yang sudah usang (link)
  2. ↑ Mills, Simon (April 2007). Excipients. Training Workshop on Pharmaceutical Development with focus on Paediatric Formulations. World Health Organization. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2012-10-20. Diakses tanggal 2014-03-12.{{cite conference}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Bahan bacaan terkait

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan