Minggu, 01 November 2026
19:26 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Prasasti Vo Canh

Prasasti Vo Canh

Bagikan:
250px-Vo_Canh_stele.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Prasasti Vo Canh, dalam bahasa Sanskerta, ditemukan di desa Vo Canh, Nha Trang, Khanh Hoa, Vietnam. Replika di Museum Khanh Hoa.

Prasasti Vo Cahn adalah sebuah prasasti dalam bahasa Sanskerta yang tertua di Asia Tenggara, yang ditemukan pada tahun 1885 di desa Vo Cahn, sekitar 4 km dari kota Nha Trang, Vietnam.[1][2][3] Prasasti ini berbentuk tugu batu setinggi 2,5 m, dengan tiga sisinya yang tak rata bertuliskan baris-baris kalimat isi prasasti.[4]

Pada prasasti ini disebutkan nama Raja Sri Mara, yang menurut analisis paleografi diperkirakan dibuat oleh penguasa keturunannya pada sekitar abad ke-2 atau ke-3 Masehi.[1][4][5] Masih terdapat perdebatan apakah prasasti ini merupakan peninggalan Lin-yi, Champa, ataukah Funan.[1][2] George Coedès menyebutkan kemungkinan identifikasi Sri Mara dengan Fan Shih Man (k. 230 M), yang menurut kronik Tiongkok adalah salah seorang penguasa Funan.[1] Namun prasasti Vo Canh ini menurut Coedès adalah bukti atas proses Indianisasi gelombang pertama di Asia Tenggara.[1][2]

Saat ini, prasasti Vo Canh tersimpan di Museum Nasional Sejarah Vietnam di kota Hanoi, Vietnam.[4]

Teks prasasti

Teks bahasa Sanskerta yang tertulis pada prasasti ini telah banyak mengalami kerusakan.[6] Dari ketiga sisi prasasti, pada sisi pertama setidaknya enam baris pertama sudah hampir hilang sama sekali, dan demikian pula delapan baris pertama pada sisi kedua.[7] Pada sisi ketiga, bahkan hanya beberapa aksara saja yang masih terbaca.[7]

Bagian-bagian teks yang masih dapat terbaca mengandung kalimat-kalimat sbb.:[7]

  • "karunia untuk para makhluk"
  • "para pendeta, tentu saja, yang telah meminum amerta dari beratus-ratus sabda raja"
  • "hiasan... yang karenanya merupakan sukacita keluarga putri dari cucu Raja Sri Mara... telah dinobatkan"
  • "mereka yang duduk di atas singgasana"
  • "yaitu yang harus dikerjakan dengan perak atau emas"
  • "harta benda"
  • "semua yang disediakan oleh ku sebagai seorang yang baik dan berguna"
  • "menteri saya Vira"
  • "perintah yang membawa kesejahteraan para makhluk, dari yang terbaik di antara dua karin, kepergian dan kedatangan dunia ini"

Penyebutan ".. sukacita keluarga putri dari cucu Raja Sri Mara.." mungkin mengindikasikan keberadaan sistem matrilineal, yang menerapkan pewarisan harta kepada kerabat perempuan.[3][8] Kata karin dapat berarti "gading" atau "pajak", yang di sini mungkin saja berarti sang raja seorang yang pemurah.[7]

Penggunaan istilah Sanskerta tertentu pada teks prasasti, menurut Jean Filliozat, menunjukkan kemungkinan bahwa epik Ramayana karya Valmiki telah tersebar di Semenanjung Indocina pada saat dibuatnya prasasti ini.[4][6] Istilah keagaamaan Hindu yang digunakan pada prasasti diperkirakan berasal dari masa pra-purana.[4][7]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 Coedès, George (1968). The Indianized States of South-East Asia. University of Hawaii Press. hlm. 40-41. ISBN 082480368X, 9780824803681.
  2. 1 2 3 Keat, Gin Ooi (2004). Southeast Asia: A Historical Encyclopedia, from Angkor Wat to East Timor. Vol. 1 (Edisi berilustrasi). ABC-CLIO. hlm. 643. ISBN 1576077705, 9781576077702.
  3. 1 2 Glover, Ian (2004). Southeast Asia: From Prehistory to History (Edisi Berilustrasi). Psychology Press. hlm. 219. ISBN 041529777X, 9780415297776.
  4. 1 2 3 4 5 Baker, Mona; Saldanha, Gabriela (2009). Routledge Encyclopedia of Translation Studies (Edisi Direvisi). Routledge. hlm. 528. ISBN 1135211140, 9781135211141.
  5. ↑ Viswanatha, S.V. (2013). Racial Synthesis in Hindu Culture. Routledge. hlm. 225. ISBN 1136384200, 9781136384202.
  6. 1 2 Iyegar, Kodaganallur Ramaswami Srinivasa, ed. (2005). Asian Variations in Ramayana: Papers Presented at the International Seminar on "Variations in Ramayana in Asia : Their Cultural, Social and Anthropological Significance", New Delhi, January 1981 (Edisi Cetak ulang). Sahitya Akademi. hlm. 192-193. ISBN 8126018097, 9788126018093.
  7. 1 2 3 4 5 Miksic, John Norman; Goh, Geok Yian (2016). Ancient Southeast Asia. Routledge World Archaeology. Routledge. ISBN 1317279034, 9781317279037.
  8. ↑ Tran, Ky Phuong; Lockhart, Bruce (2011). The Cham of Vietnam: History, Society and Art. UPCC book collections on Project MUSE (Edisi Berilustrasi). NUS Press. hlm. 366. ISBN 997169459X, 9789971694593.
Cina
Filipina
India
Iran
Malaysia
Singapura
Thailand
Vietnam
Yerusalem
Lainnya
Italia
Jerman
Norwegia
Lainnya
Mesir
Australia
Meksiko
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan