Minggu, 04 Oktober 2026
02:21 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Kerajaan Funan

Kerajaan Funan

kerajaan di Asia Tenggara

Bagikan:
Funan
Phù Nam
ហ្វូណាន (aksara Khmer)
Nokor Phnom
50 M–627
Lokasi Funan
Ibu kota
Bahasa umumKhmer Lama (umum)
Melayu Lama (lingua franca)
Bahasa Cina
Bahasa India (pemerintahan dan liturgi/agama)
Agama Hindu Budha, Taois, Kongzi, Animisme,
PemerintahanMonarki absolut Mandala
Raja 
Era SejarahZaman klasik
• Didirikan di Delta Mekong
50 M
• Pemisahan dan pendirian Chenla
550
• Ditaklukkan Chenla
627
Populasi
• 
100,000
Mata uangEmas, perak dan permata (koin lokal)
Digantikan oleh
Chenla
Dvaravati
Sriksetra
Sriwijaya
Sekarang bagian dari

Funan adalah kerajaan yang dulu berlokasi di delta Sungai Mekong. Kerajaan ini berdiri pada awal abad pertama Masehi dan runtuh pada abad ke-6. Funan merupakan negara terkuat di Asia Tenggara pada abad ke-3 sampai abad ke-5.[1]

Nama Funan pertama kali ditemukan dalam naskah bersejarah Cina, menggambarkan kerajaan yang menunjukkan sebuah endonim politik orang-orang Funan, dan namanya mungkin juga versi tulisan Cina dari kata pnom yang memiliki arti 'gunung'. Secara umum, Funan termasuk kerajaan pertama yang diketahui berasal dari Asia Tenggara. Kerajaan ini terletak di barat daya Linyi (petunjuk Cina untuk wilayah sejarah Champa yang saat ini termasuk bagian Vietnam tengah dan selatan).

Seperti nama kerajaannya, lingkup bahasa-suku yang dituturkan orang-orang di sana menjadi subjek diskusi panjang di antara para ahli. Hipotesis pertama menyatakan bahwa Kerajaan Funan dihuni kebanyakan oleh bangsa Khmer—Mon, atau kebanyakan suku-suku Austronesia, atau terbentuk dari negara yang memiliki keberagaman suku, dan masyarakat yang beragam bahasa tuturnya. Ketersediaan bukti juga tidak meyakinkan pokok persoalannya. Michael Vickery mengatakan bahwa, meskipun pencarian bahasa yang dituturkan masyarakat Funan tidak memungkinkan, bukti menunjukkan bahwa masyarakat yang mendiami merupakan suku bangsa Khmer. Namun demikian, beberapa sarjana menunjukkan bahwa penduduk Funan mungkin menuturkan bahasa Melayu—Polinesia, seperti yang dituturkan di negara tetangganya, Champa. Hasil arkeologi di Óc Eo menunjukkan "terputus dari ketidaktentuan antara Óc Eo dan tingkat pra-Angkor", wilayah Khmer—Mon kuno mungkin berasal dari abad ke-4 SM. Melalui pandangan dari penulis Cina bahwa Funan ialah kesatuan politik tunggal, beberapa sarjana modern curiga bahwa Funan merupakan perkumpulan negara-kota yang sering berperang satu sama lain tetapi juga kadang bersatu. Dari bukti arkeologi, termasuk penggalian barang-barang temuan yang berasal dari Romawi, Cina, dan India di pusat perdagangan Óc Eo di Vietnam selatan, diketahui bahwa Funan merupakan negara dagang yang kuat. Penggalian di Distrik Angkor Borei di Kamboja selatan juga menyampaikan bukti adanya pemukiman penting. Sejak Óc Eo menjadi penghubung dengan pelabuhan di pesisir dan ke Angkor Borei melalui sistem kanal-kanal, memungkinkan bahwa tempat-tempat tersebut pernah menjadi jantung negara Funan di masa lalu.

Catatan kaki

  1. ↑ Paul Michel Munoz (2009). "Kerajaan-Kerajaan Awal Kepulauan Indonesia dan Semenanjung Malaysia.
Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan