Minggu, 20 September 2026
14:19 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Penglihatan binokular

Penglihatan binokular

Terjemahkan ke bahasa Indonesia
Artikel ini perlu diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Artikel ini ditulis atau diterjemahkan secara buruk dari Wikipedia bahasa Inggris. Jika halaman ini ditujukan untuk komunitas bahasa Inggris, halaman itu harus dikontribusikan ke Wikipedia bahasa Inggris. Lihat daftar bahasa Wikipedia. Artikel yang sama sekali tidak diterjemahkan dapat dihapus secara cepat sesuai kriteria A2.

Jika Anda ingin memeriksa artikel ini, Anda boleh menggunakan mesin penerjemah. Namun ingat, mohon tidak menyalin hasil terjemahan tersebut ke artikel, karena umumnya merupakan terjemahan berkualitas rendah.
250px-Eagle_Haliaeetus_leucocephalus_Binocular.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sepasang mata Elang.

Penglihatan binokular adalah penglihatan di mana kedua mata digunakan bersama-sama. Kata binokular berasal dari dua kata bahasa Latin, bini untuk ganda, dan oculus untuk mata.[1] Memiliki dua mata setidaknya memberi empat keunggulan dibandingkan memiliki satu. Pertama, memberikan makhluk hidup mata cadang dalam kasus mata yang satu rusak. Kedua, memberikan ruang pandang yang lebih luas. Sebagai contoh, manusia memiliki ruang pandang horisontal maksimum sekitar 200 derajat dengan dua mata, sekitar 120 derajat yang membentuk ruang pandang binokular tersebut (dilihat oleh kedua mata) diapit oleh dua bidang uniocular (dilihat oleh hanya satu mata) pada kira-kira 40 derajat.[2] Ketiga, memberikan ringkasan binokular sehingga kemampuan untuk mendeteksi objek yang samar makin meningkat.[3] Keempat, dapat memberikan stereopsis di mana paralaks yang disediakan oleh berbagai posisi kedua buah mata memberikan persepsi kedalaman yang tepat.[4] Penglihatan binokular tersebut terjadi karena penyatuan penglihatan atau fusi binokular, di mana hanya satu gambar yang terlihat meskipun setiap mata yang memiliki citra objek sendiri.[4]

Ruang pandang dan pergerakan mata

250px-Fieldofview-pigeon-owl.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bidang pandang seekor merpati (kiri) dan burung hantu (kanan).

Beberapa binatang, umumnya binatang predator, memiliki dua mata yang terletak di sisi berlawanan di kepala mereka untuk memberikan ruang pandang seluas mungkin. Contohnya termasuk kelinci, kerbau, dan antelop. Pada beberapa binatang, mata dapat bergerak secara independen untuk meningkatkan ruang pandang. Bahkan tanpa menggerakkan mata mereka, beberapa burung memiliki ruang pandang 360 derajat.

Binatang lain, biasanya juga binatang predator, memiliki dua mata di bagian depan kepala, sehingga memungkinkan mereka memiliki penglihatan binokular dan mengurangi ruang pandang mereka mendukung stereopsis. Contohnya termasuk manusia, elang, serigala, dan ular.

Beberapa binatang pemangsa, terutama yang besar seperti paus sperma dan paus pembunuh, memiliki dua mata yang terletak di sisi berlawanan di kepala mereka. Binatang lain yang belum tentu predator, seperti kelelawar buah dan beberapa primata juga memiliki mata yang menghadap ke depan.

Binatang yang memiliki mata menghadap ke depan, biasanya mata mereka bergerak bersama.

Ketika mata bergerak lateral, ke arah yang sama, ini disebut versi. Saat mata bergerak ke arah yang berlawanan, ke sebuah objek yang lebih dekat dari arah yang sedang dilihat mata, atau lebih jauh dari arah yang sedang dilihat mata, ini disebut vergensi. Ketika mata bergerak ke dalam, gerakan itu disebut pergerakan mata konvergensi, ketika mata bergerak ke luar, gerakan itu disebut pergerakan mata divergensi. Beberapa binatang (termasuk manusia) menggunakan pergerakan mata konvergensi dan divergensi tersebut.

Ringkasan binokular

Ringkasan binokular berarti bahwa ambang batas deteksi untuk untuk sebuah stimulus lebih rendah dengan dua mata dibandingkan dengan satu mata. Ketika beberapa sel di korteks visual menerima masukan dari kedua mata secara bersamaan, akan mendapatkan gambar binokular yang lebih baik daripada yang didapatkan oleh kedua mata yang terpisah.


Lihat juga

Referensi

  1. Harper, D. (2001). Online etymological dictionary. Retrieved April 2, 2008, from http://www.etymonline.com/index.php?term=binocular
  2. Henson, D.B. (1993). Visual Fields. Oxford: Oxford University Press.
  3. Blake, Randolph; Fox, Robert (Agustus 1973). "The psychophysical inquiry into binocular summation". Perception & Psychophysics. 14 (1): 161–85. doi:10.3758/BF03198631.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. 1 2 Wheatstone, Charles (1838). "Contributions to the physiology of vision.—Part the First. On some remarkable, and hitherto unobserved, phænomena of binocular vision". Philosophical Transactions of the Royal Society of London. 128 (0): 371–394. doi:10.1098/rstl.1838.0019.

Baca juga

  • (Inggris) Scott B. Steinman, Barbara A. Steinman and Ralph Philip Garzia. (2000). Foundations of Binocular Vision: A Clinical perspective. McGraw-Hill Medical. ISBN 0-8385-2670-5.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan