Dalam ilmu matematika, pembagi (bahasa Inggris:divisor) atau faktor (bahasa Inggris:factor) dari suatu bilangan bulat
n
{\displaystyle n}
adalah suatu bilangan bulat
m
{\displaystyle m}
yang dikalikan dengan bilangan bulat tertentu untuk menghasilkan
n
{\displaystyle n}
, sehingga
n
{\displaystyle n}
merupakan hasil perkalian
m
{\displaystyle m}
. Dalam kasus tersebut,
n
{\displaystyle n}
habis dibagi dengan
m
{\displaystyle m}
jika
m
{\displaystyle m}
merupakan pembagi dari
n
{\displaystyle n}
, sehingga
n
{\displaystyle n}
dibagi
m
{\displaystyle m}
tidak menghasilkan sisa (atau sisa pembagian sama dengan 0).
Definisi
Suatu bilangan bulat
n
{\displaystyle n}
habis dibagi oleh bilangan bulat taknol
m
{\displaystyle m}
jika terdapat bilangan bulat
k
{\displaystyle k}
yang memenuhi
n
=
k
m
{\displaystyle n=km}
. Definisi tersebut dapat dirumuskan sebagai:
-
m
∣
n
{\displaystyle m\mid n}
Notasi tersebut dapat dibaca:
m
{\displaystyle m}
membagi
n
,
{\displaystyle n,}
m
{\displaystyle m}
adalah pembagi
n
,
{\displaystyle n,}
m
{\displaystyle m}
adalah faktor dari
n
,
{\displaystyle n,}
atau
n
{\displaystyle n}
adalah hasil perkalian
m
.
{\displaystyle m.}
Jika
m
{\displaystyle m}
tidak membagi
n
{\displaystyle n}
, maka notasinya adalah
m
∤
n
.
{\displaystyle m\not \mid n.}
[1][2]
Terdapat dua ekspresi matematika yang berhubungan dengan definisi tersebut, tergantung pada ketentuan apakah nol diperbolehkan untuk
m
{\displaystyle m}
:
- Jika ekspresi tersebut tidak memuat syarat tambahan untuk
m
{\displaystyle m}
, m ∣ 0 {\displaystyle m\mid 0}
untuk setiap bilangan bulat m {\displaystyle m}
.[1][2]
- Jika ekspresi tersebut mensyaratkan
m
{\displaystyle m}
bukan bilangan nol, m ∣ 0 {\displaystyle m\mid 0}
untuk setiap bilangan bulat taknol m {\displaystyle m}
.[3][4]
Pengertian umum
Pembagi dapat berupa bilangan negatif atau bilangan positif, meskipun istilah ini umumnya terfokus pada bilangan pembagi positif. Misalnya, angka 4 sebenarnya memiliki enam pembagi, yaitu 1, 2, 4, −1, −2, dan −4, tetapi hanya bilangan positif (1, 2, and 4) yang biasanya disebutkan sebagai pembagi angka 4.
1 dan −1 dapat membagi (atau merupakan pembagi) setiap bilangan bulat. Setiap bilangan bulat (dan lawan bilangan negatifnya) adalah faktor bilangan itu sendiri. Bilangan bulat yang habis dibagi 2 disebut bilangan genap, dan bilangan bulat yang tidak habis dibagi 2 disebut bilangan ganjil.
1, −1,
n
{\displaystyle n}
dan
−
n
{\displaystyle -n}
disebut pembagi trivial dari
n
{\displaystyle n}
, sedangkan pembagi
n
{\displaystyle n}
yang bukan merupakan pembagi trivial disebut pembagi nontrivial.[5] Bilangan bulat taknol yang memiliki setidaknya satu pembagi nontrivial disebut bilangan komposit. Angka −1 dan 1 serta bilangan prima tidak memiliki pembagi nontrivial.
Aturan keterbagian dapat memprediksi pembagi-pembagi tertentu dari suatu bilangan dengan melihat angkanya.
Contoh

- 7 adalah pembagi dari 42 karena
7
×
6
=
42
{\displaystyle 7\times 6=42}
, sehingga dapat dikatakan 7 ∣ 42 {\displaystyle 7\mid 42}
. Dapat pula dikatakan bahwa 42 habis dibagi 7, 42 adalah hasil perkalian 7, 7 dapat membagi 42, atau 7 adalah faktor dari 42.
- Pembagi nontrivial dari 6 adalah 2, −2, 3, −3.
- Pembagi positif dari 42 adalah 1, 2, 3, 6, 7, 14, 21, 42.
-
5
∣
0
{\displaystyle 5\mid 0}
, karena 5 × 0 = 0 {\displaystyle 5\times 0=0}
.
- Himpunan semua faktor 60,
A
=
{
1
,
2
,
3
,
4
,
5
,
6
,
10
,
12
,
15
,
20
,
30
,
60
}
{\displaystyle A=\{1,2,3,4,5,6,10,12,15,20,30,60\}}
, yang jika diurutkan secara parsial berdasarkan keterbagian (divisibility), dapat ditampilkan sebagai berikut dengan diagram Hasse:

Pembahasan lanjutan
Sejumlah kaidah dasar yang berhubungan dengan pembagi adalah sebagai berikut.
- Jika
a
∣
b
{\displaystyle a\mid b}
dan b ∣ c {\displaystyle b\mid c}
, maka a ∣ c {\displaystyle a\mid c}
. Kaidah tersebut termasuk relasi transitif.
- Jika
a
∣
b
{\displaystyle a\mid b}
dan b ∣ a {\displaystyle b\mid a}
, maka a = b {\displaystyle a=b}
atau a = − b . {\displaystyle a=-b.}
- Jika
a
∣
b
{\displaystyle a\mid b}
dan a ∣ c , {\displaystyle a\mid c,}
maka a ∣ ( b + c ) {\displaystyle a\mid (b+c)}
berlaku, seperti halnya a ∣ ( b − c ) . {\displaystyle a\mid (b-c).}
[a] Namun, jika a ∣ b {\displaystyle a\mid b}
dan c ∣ b , {\displaystyle c\mid b,}
maka ( a + c ) ∣ b {\displaystyle (a+c)\mid b}
tidak selalu berlaku (misalnya, 2 ∣ 6 {\displaystyle 2\mid 6}
dan 3 ∣ 6 {\displaystyle 3\mid 6}
, tapi 5 ∤ 6. {\displaystyle 5\not \mid 6.}
).
Jika
a
∣
b
c
{\displaystyle a\mid bc}
dan
gcd
(
a
,
b
)
=
1
{\displaystyle \gcd(a,b)=1}
[b], maka
a
∣
c
{\displaystyle a\mid c}
. Kaidah ini disebut Lemma Euklidean.
Jika
p
{\displaystyle p}
merupakan bilangan prima dan
p
∣
a
b
{\displaystyle p\mid ab}
, maka
p
∣
a
{\displaystyle p\mid a}
atau
p
∣
b
.
{\displaystyle p\mid b.}
Bilangan pembagi postif
n
{\displaystyle n}
yang tidak sama dengan
n
{\displaystyle n}
disebut pembagi sejati atau bagian alikuot dari
n
{\displaystyle n}
(misalnya, pembagi sejati bilangan 6 ialah 1, 2, and 3). Bilangan yang tidak habis membagi
n
{\displaystyle n}
melainkan menyisakan sisa pembagian terkadang disebut bagian alikuan dari
n
{\displaystyle n}
.
Bilangan bulat
n
>
1
{\displaystyle n>1}
yang hanya memiliki angka 1 sebagai pembagi sejatinya disebut bilangan prima. Oleh karena itu, bilangan prima didefinisikan sebagai bilangan bulat positif yang memiliki tepat dua bilangan faktor positif, yakni angka 1 dan dirinya sendiri.
Suatu pembagi positif dari bilangan
n
{\displaystyle n}
merupakan darab (hasil kali) atas bilangan faktor prima dari
n
{\displaystyle n}
yang dipangkatkan. Kaidah ini merupakan akibat dari teorema dasar aritmetika.
Bilangan
n
{\displaystyle n}
merupakan bilangan sempurna jika bilangan tersebut sama dengan hasil jumlah pembagi sejatinya, merupakan bilangan defisien jika hasil jumlah pembagi sejatinya kurang dari
n
,
{\displaystyle n,}
atau merupakan bilangan berlimpah jika hasil jumlah tersebut lebih dari
n
.
{\displaystyle n.}
Lihat pula
- Fungsi aritmetik
- Kaidah divisibilitas
- Fungsi pembagi
- Algoritme Euclid
- Pecahan
- Tabel pembagi—Sebuah tabel pembagi bilangan prima dan bilangan non-prima untuk 1–1000
- Tabel faktor bilangan prima—A table of prime factors for 1–1000
Referensi
- 1 2 Hardy & Wright 1960, hlm. 1
- 1 2 Niven, Zuckerman & Montgomery 1991, hlm. 4
- ↑ Sims 1984, hlm. 42
- ↑ Durbin (2009), hlm. 57, Chapter III Section 10
- ↑ "FoCaLiZe and Dedukti to the Rescue for Proof Interoperability by Raphael Cauderlier and Catherine Dubois" (PDF).
Pustaka
- Durbin, John R. (1992). Modern Algebra: An Introduction (Edisi 3rd). New York: Wiley. ISBN 0-471-51001-7.
- Richard K. Guy, Unsolved Problems in Number Theory (3rd ed), Springer Verlag, 2004 ISBN 0-387-20860-7; section B.
- Herstein, I. N. (1986), Abstract Algebra, New York: Macmillan Publishing Company, ISBN 0-02-353820-1
- Øystein Ore, Number Theory and its History, McGraw–Hill, NY, 1944 (and Dover reprints).
- Sims, Charles C. (1984), Abstract Algebra: A Computational Approach, New York: John Wiley & Sons, ISBN 0-471-09846-9
| Pembagian dan rasio | |||
|---|---|---|---|
| Pecahan |
| ||
- ↑
a
∣
b
,
a
∣
c
{\displaystyle a\mid b,\,a\mid c}
⇒ ∃ j : j a = b , ∃ k : k a = c {\displaystyle \Rightarrow \exists j\colon ja=b,\,\exists k\colon ka=c}
⇒ ∃ j , k : ( j + k ) a = b + c {\displaystyle \Rightarrow \exists j,k\colon (j+k)a=b+c}
⇒ a ∣ ( b + c ) . {\displaystyle \Rightarrow a\mid (b+c).}
Demikian pula, a ∣ b , a ∣ c {\displaystyle a\mid b,\,a\mid c}
⇒ ∃ j : j a = b , ∃ k : k a = c {\displaystyle \Rightarrow \exists j\colon ja=b,\,\exists k\colon ka=c}
⇒ ∃ j , k : ( j − k ) a = b − c {\displaystyle \Rightarrow \exists j,k\colon (j-k)a=b-c}
⇒ a ∣ ( b − c ) . {\displaystyle \Rightarrow a\mid (b-c).}
- ↑
gcd
{\displaystyle \gcd }
merujuk pada faktor persekutuan terbesar (FPB).