Senin, 21 September 2026
05:00 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Pembagi

Pembagi

250px-Cuisenaire_ten.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pembagi bilangan 10 diilustrasikan dengan Cuisenaire rods: 1, 2, 5, dan 10

Dalam ilmu matematika, pembagi (bahasa Inggris:divisor) atau faktor (bahasa Inggris:factor) dari suatu bilangan bulat n {\displaystyle n} {\displaystyle n} adalah suatu bilangan bulat m {\displaystyle m} {\displaystyle m} yang dikalikan dengan bilangan bulat tertentu untuk menghasilkan n {\displaystyle n} {\displaystyle n}, sehingga n {\displaystyle n} {\displaystyle n} merupakan hasil perkalian m {\displaystyle m} {\displaystyle m}. Dalam kasus tersebut, n {\displaystyle n} {\displaystyle n} habis dibagi dengan m {\displaystyle m} {\displaystyle m} jika m {\displaystyle m} {\displaystyle m} merupakan pembagi dari n {\displaystyle n} {\displaystyle n}, sehingga n {\displaystyle n} {\displaystyle n} dibagi m {\displaystyle m} {\displaystyle m} tidak menghasilkan sisa (atau sisa pembagian sama dengan 0).

Definisi

Suatu bilangan bulat n {\displaystyle n} {\displaystyle n} habis dibagi oleh bilangan bulat taknol m {\displaystyle m} {\displaystyle m} jika terdapat bilangan bulat k {\displaystyle k} {\displaystyle k} yang memenuhi n = k m {\displaystyle n=km} {\displaystyle n=km}. Definisi tersebut dapat dirumuskan sebagai:

m ∣ n {\displaystyle m\mid n} {\displaystyle m\mid n}

Notasi tersebut dapat dibaca: m {\displaystyle m} {\displaystyle m} membagi n , {\displaystyle n,} {\displaystyle n,} m {\displaystyle m} {\displaystyle m} adalah pembagi n , {\displaystyle n,} {\displaystyle n,} m {\displaystyle m} {\displaystyle m} adalah faktor dari n , {\displaystyle n,} {\displaystyle n,} atau n {\displaystyle n} {\displaystyle n} adalah hasil perkalian m . {\displaystyle m.} {\displaystyle m.} Jika m {\displaystyle m} {\displaystyle m} tidak membagi n {\displaystyle n} {\displaystyle n}, maka notasinya adalah m ∤ n . {\displaystyle m\not \mid n.} {\displaystyle m\not \mid n.}[1][2]

Terdapat dua ekspresi matematika yang berhubungan dengan definisi tersebut, tergantung pada ketentuan apakah nol diperbolehkan untuk m {\displaystyle m} {\displaystyle m}:

  • Jika ekspresi tersebut tidak memuat syarat tambahan untuk m {\displaystyle m} {\displaystyle m}, m ∣ 0 {\displaystyle m\mid 0} {\displaystyle m\mid 0} untuk setiap bilangan bulat m {\displaystyle m} {\displaystyle m}.[1][2]
  • Jika ekspresi tersebut mensyaratkan m {\displaystyle m} {\displaystyle m} bukan bilangan nol, m ∣ 0 {\displaystyle m\mid 0} {\displaystyle m\mid 0} untuk setiap bilangan bulat taknol m {\displaystyle m} {\displaystyle m}.[3][4]

Pengertian umum

Pembagi dapat berupa bilangan negatif atau bilangan positif, meskipun istilah ini umumnya terfokus pada bilangan pembagi positif. Misalnya, angka 4 sebenarnya memiliki enam pembagi, yaitu 1, 2, 4, −1, −2, dan −4, tetapi hanya bilangan positif (1, 2, and 4) yang biasanya disebutkan sebagai pembagi angka 4.

1 dan −1 dapat membagi (atau merupakan pembagi) setiap bilangan bulat. Setiap bilangan bulat (dan lawan bilangan negatifnya) adalah faktor bilangan itu sendiri. Bilangan bulat yang habis dibagi 2 disebut bilangan genap, dan bilangan bulat yang tidak habis dibagi 2 disebut bilangan ganjil.

1, −1, n {\displaystyle n} {\displaystyle n} dan − n {\displaystyle -n} {\displaystyle -n} disebut pembagi trivial dari n {\displaystyle n} {\displaystyle n}, sedangkan pembagi n {\displaystyle n} {\displaystyle n} yang bukan merupakan pembagi trivial disebut pembagi nontrivial.[5] Bilangan bulat taknol yang memiliki setidaknya satu pembagi nontrivial disebut bilangan komposit. Angka −1 dan 1 serta bilangan prima tidak memiliki pembagi nontrivial.

Aturan keterbagian dapat memprediksi pembagi-pembagi tertentu dari suatu bilangan dengan melihat angkanya.

Contoh

250px-Highly_composite_numbers.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Plot bilangan pembagi bilangan bulat dari 1 sampai 1000. Bilangan prima mempunyai tepat dua pembagi, dan bilangan yang sangat komposit dalam huruf tebal.
  • 7 adalah pembagi dari 42 karena 7 × 6 = 42 {\displaystyle 7\times 6=42} {\displaystyle 7\times 6=42}, sehingga dapat dikatakan 7 ∣ 42 {\displaystyle 7\mid 42} {\displaystyle 7\mid 42}. Dapat pula dikatakan bahwa 42 habis dibagi 7, 42 adalah hasil perkalian 7, 7 dapat membagi 42, atau 7 adalah faktor dari 42.
  • Pembagi nontrivial dari 6 adalah 2, −2, 3, −3.
  • Pembagi positif dari 42 adalah 1, 2, 3, 6, 7, 14, 21, 42.
  • 5 ∣ 0 {\displaystyle 5\mid 0} {\displaystyle 5\mid 0}, karena 5 × 0 = 0 {\displaystyle 5\times 0=0} {\displaystyle 5\times 0=0}.
  • Himpunan semua faktor 60, A = { 1 , 2 , 3 , 4 , 5 , 6 , 10 , 12 , 15 , 20 , 30 , 60 } {\displaystyle A=\{1,2,3,4,5,6,10,12,15,20,30,60\}} {\displaystyle A=\{1,2,3,4,5,6,10,12,15,20,30,60\}}, yang jika diurutkan secara parsial berdasarkan keterbagian (divisibility), dapat ditampilkan sebagai berikut dengan diagram Hasse:
500px-Lattice_of_the_divisibility_of_60%3B_factors.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Pembahasan lanjutan

Sejumlah kaidah dasar yang berhubungan dengan pembagi adalah sebagai berikut.

  • Jika a ∣ b {\displaystyle a\mid b} {\displaystyle a\mid b} dan b ∣ c {\displaystyle b\mid c} {\displaystyle b\mid c}, maka a ∣ c {\displaystyle a\mid c} {\displaystyle a\mid c}. Kaidah tersebut termasuk relasi transitif.
  • Jika a ∣ b {\displaystyle a\mid b} {\displaystyle a\mid b} dan b ∣ a {\displaystyle b\mid a} {\displaystyle b\mid a}, maka a = b {\displaystyle a=b} {\displaystyle a=b} atau a = − b . {\displaystyle a=-b.} {\displaystyle a=-b.}
  • Jika a ∣ b {\displaystyle a\mid b} {\displaystyle a\mid b} dan a ∣ c , {\displaystyle a\mid c,} {\displaystyle a\mid c,} maka a ∣ ( b + c ) {\displaystyle a\mid (b+c)} {\displaystyle a\mid (b+c)} berlaku, seperti halnya a ∣ ( b − c ) . {\displaystyle a\mid (b-c).} {\displaystyle a\mid (b-c).}[a] Namun, jika a ∣ b {\displaystyle a\mid b} {\displaystyle a\mid b} dan c ∣ b , {\displaystyle c\mid b,} {\displaystyle c\mid b,} maka ( a + c ) ∣ b {\displaystyle (a+c)\mid b} {\displaystyle (a+c)\mid b} tidak selalu berlaku (misalnya, 2 ∣ 6 {\displaystyle 2\mid 6} {\displaystyle 2\mid 6} dan 3 ∣ 6 {\displaystyle 3\mid 6} {\displaystyle 3\mid 6}, tapi 5 ∤ 6. {\displaystyle 5\not \mid 6.} {\displaystyle 5\not \mid 6.}).

Jika a ∣ b c {\displaystyle a\mid bc} {\displaystyle a\mid bc} dan gcd ( a , b ) = 1 {\displaystyle \gcd(a,b)=1} {\displaystyle \gcd(a,b)=1}[b], maka a ∣ c {\displaystyle a\mid c} {\displaystyle a\mid c}. Kaidah ini disebut Lemma Euklidean.

Jika p {\displaystyle p} {\displaystyle p} merupakan bilangan prima dan p ∣ a b {\displaystyle p\mid ab} {\displaystyle p\mid ab}, maka p ∣ a {\displaystyle p\mid a} {\displaystyle p\mid a} atau p ∣ b . {\displaystyle p\mid b.} {\displaystyle p\mid b.}

Bilangan pembagi postif n {\displaystyle n} {\displaystyle n} yang tidak sama dengan n {\displaystyle n} {\displaystyle n} disebut pembagi sejati atau bagian alikuot dari n {\displaystyle n} {\displaystyle n} (misalnya, pembagi sejati bilangan 6 ialah 1, 2, and 3). Bilangan yang tidak habis membagi n {\displaystyle n} {\displaystyle n} melainkan menyisakan sisa pembagian terkadang disebut bagian alikuan dari n {\displaystyle n} {\displaystyle n}.

Bilangan bulat n > 1 {\displaystyle n>1} {\displaystyle n>1} yang hanya memiliki angka 1 sebagai pembagi sejatinya disebut bilangan prima. Oleh karena itu, bilangan prima didefinisikan sebagai bilangan bulat positif yang memiliki tepat dua bilangan faktor positif, yakni angka 1 dan dirinya sendiri.

Suatu pembagi positif dari bilangan n {\displaystyle n} {\displaystyle n} merupakan darab (hasil kali) atas bilangan faktor prima dari n {\displaystyle n} {\displaystyle n} yang dipangkatkan. Kaidah ini merupakan akibat dari teorema dasar aritmetika.

Bilangan n {\displaystyle n} {\displaystyle n} merupakan bilangan sempurna jika bilangan tersebut sama dengan hasil jumlah pembagi sejatinya, merupakan bilangan defisien jika hasil jumlah pembagi sejatinya kurang dari n , {\displaystyle n,} {\displaystyle n,} atau merupakan bilangan berlimpah jika hasil jumlah tersebut lebih dari n . {\displaystyle n.} {\displaystyle n.}

Lihat pula

Referensi

Pustaka

Templat:Divisor classes

  1. a ∣ b , a ∣ c {\displaystyle a\mid b,\,a\mid c} {\displaystyle a\mid b,\,a\mid c} ⇒ ∃ j : j a = b , ∃ k : k a = c {\displaystyle \Rightarrow \exists j\colon ja=b,\,\exists k\colon ka=c} {\displaystyle \Rightarrow \exists j\colon ja=b,\,\exists k\colon ka=c} ⇒ ∃ j , k : ( j + k ) a = b + c {\displaystyle \Rightarrow \exists j,k\colon (j+k)a=b+c} {\displaystyle \Rightarrow \exists j,k\colon (j+k)a=b+c} ⇒ a ∣ ( b + c ) . {\displaystyle \Rightarrow a\mid (b+c).} {\displaystyle \Rightarrow a\mid (b+c).} Demikian pula, a ∣ b , a ∣ c {\displaystyle a\mid b,\,a\mid c} {\displaystyle a\mid b,\,a\mid c} ⇒ ∃ j : j a = b , ∃ k : k a = c {\displaystyle \Rightarrow \exists j\colon ja=b,\,\exists k\colon ka=c} {\displaystyle \Rightarrow \exists j\colon ja=b,\,\exists k\colon ka=c} ⇒ ∃ j , k : ( j − k ) a = b − c {\displaystyle \Rightarrow \exists j,k\colon (j-k)a=b-c} {\displaystyle \Rightarrow \exists j,k\colon (j-k)a=b-c} ⇒ a ∣ ( b − c ) . {\displaystyle \Rightarrow a\mid (b-c).} {\displaystyle \Rightarrow a\mid (b-c).}
  2. gcd {\displaystyle \gcd } {\displaystyle \gcd } merujuk pada faktor persekutuan terbesar (FPB).
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan