Minggu, 20 September 2026
23:48 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Operasi Serigala

Operasi Serigala

Konflik Papua Bagian Barat
Bagian dari Operasi Trikora
Tanggal19 Desember 1961 - 15 Agustus 1962 (7 bulan, 3 minggu dan 6 hari)
LokasiPapua bagian barat
Hasil Papua bagian barat digabungkan kepada Indonesia.
Pihak terlibat

 Indonesia

 Uni Soviet[1]

 Belanda

Tokoh dan pemimpin
Soekarno
Letnan Udara Lambertus Manuhua 
Letnan Muda Udara I Suhadi
Jan de Quay
Kekuatan
Tidak diketahui Tidak diketahui
Korban
Tidak diketahui Tidak diketahui
Bagian dari seri mengenai
Sejarah Indonesia
250px-Nicolaes_Visscher_Indiae_Orientalis.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kerajaan Kutai 4001635
Tarumanagara 450900
Kerajaan Kalingga 500782
Kerajaan Melayu 6711347
Sriwijaya 6711028
Kerajaan Sunda 6621579
Kerajaan Galuh 6691482
Kerajaan Bima 7091621
Mataram Kuno 7161016
Kerajaan Bali 9141908
Kerajaan Kahuripan 10191046
Kerajaan Janggala 10421135
Kerajaan Kadiri 10421222
Kerajaan Singasari 12221292
Majapahit 12931478
Kesultanan Peureulak 8401292
Kerajaan Haru 12251613
Kesultanan Ternate 12571914
Kesultanan Samudera Pasai 12671521
Kesultanan Bone 13001905
Kerajaan Kaimana 13091963
Kesultanan Gowa 13201957
Kesultanan Limboto 13301863
Kerajaan Pagaruyung 13471833
Kesultanan Brunei 13681888, sekarang Brunei
Kesultanan Gorontalo 13851878
Kesultanan Melaka 14051511
Kesultanan Sulu 14051851
Kesultanan Cirebon 14451677
Kesultanan Demak 14751554
Kerajaan Giri 14811680
Kesultanan Bolango 14821862
Kesultanan Aceh 14961903
Kerajaan Balanipa 1511sekarang
Kesultanan Banten 15261813
Kesultanan Banjar 1526sekarang
Kerajaan Kalinyamat 15271599
Kesultanan Johor 15281877
Kesultanan Pajang 15681586
Kesultanan Mataram 15861755
Kerajaan Fatagar 16001963
Kesultanan Jambi 16151904
Kesultanan Bima 16201958
Kesultanan Palembang 16591823
Kesultanan Sumbawa 16741958
Kesultanan Kasepuhan 16791815
Kesultanan Kanoman 16791815
Kesultanan Siak 17231945
Kesunanan Surakarta 1745sekarang
Kesultanan Yogyakarta 1755sekarang
Kesultanan Kacirebonan 18081815
Kesultanan Deli 18141946
Kesultanan Lingga 18241911
Awal Kemerdekaan 19451949
Republik Indonesia Serikat 19491950
Demokrasi Liberal 19501959
Demokrasi Terpimpin 19591965
Transisi 19651966
Orde Baru 19661998
Reformasi 1998sekarang
Garis waktu
20px-Flag_of_Indonesia.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail PortalIndonesia

Operasi Serigala adalah operasi penerjunan pasukan khusus yang dilaksanakan oleh PGT (Korps Pasukan Khas, sekarang) sendiri, dengan tugas menyusup ke pertahanan Belanda di Irian Barat melalui Sorong dan Teminabuan, sebagai bagian dari pembebasan Irian Barat dalam Trikora. Operasi ini merupakan bagian dari tiga tahap Trikora, khususnya tahap inflitrasi (penyusupan) dan didasarkan pada Perintah Operasi Panglima Komando Mandala No. 03/PO/SR/5/62 tanggal 13 Mei 1962.[2] Dalam operasi ini, bendera Merah Putih dikibarkan di wilayah Irian Barat oleh pasukan PGT.[3][4]

Latar belakang

Artikel utama: Trikora dan Komando Mandala

Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya, satu persatu wilayah jajahan Belanda kembali ke pangkuan Indonesia, kecuali Irian Barat, yang bahkan hendak dimasukkan ke wilayahnya Belanda. Dengan pelbagai cara Indonesia berusaha mendapatkan kembali Irian Barat, melalui jalur diplomasi bilateral, melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa bahkan dengan menggalang dukungan dari banyak negara Asia Afrika dengan diselenggarakannya Konferensi Asia–Afrika di Bandung tahun 1955.

Namun semua usaha itu mengalami kegagalan, sehingga sejak 19 Desember 1961, Presiden Soekarno mengumumkan pelaksanaan Tri Komando Rakyat (Trikora) di alun-alun Yogyakarta, dan mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor I/1962 tentang perintah pembentukan Komando Mandala (KOLA).

Operasi Militer

Operasi militer dengan target daerah Sorong dan sekitarnya ini terbagi menjadi dua tahap. Pada tanggal 17 Mei 1962, dilakukan penerjunan pasukan berjumlah 39 orang dengan pesawat Dakota dibawah pimpinan letnan udara Manuhua di Teminabuan. Mereka mendarat diatas asrama tentara pasukan Belanda. Pertempuran terjadi beberapa hari sampai tanggal 21 Mei 1962 dimana pasukan Indonesia berhasil berkonsolidasi dan mengambil alih dan mengibarkan bendera Indonesia di barak tersebut. Pada tanggal 19 Mei 1962, dilakukan penerjunan pasukan kali ini dengan pesawat Hercules, berjumlah 81 orang dengan target asrama tentara Belanda di Sansapor, dibawah pimpinan letnan muda udara Suhadi. Pertempuran berakhir dengan singkat karena pasukan Belanda kehilangan moral untuk bertempur.[5]

Lihat juga

Referensi

Catatan kaki

  1. "Indonesia and the U.S.S.R". The Sydney Morning Herald. 13 Mei 1965. hlm. 2. Diakses tanggal 19 Februari 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. Dispenau (16 Februari 2019). "Operasi Serigala PGT Kenang 53 Tahun Operasi Trikora, Korpaskhas Gelar Napak Tilas dan Baksos". TNI Angkatan Udara. Diakses tanggal 2019-11-10.
  3. Kakisina, Ernes Broning (2019-02-17). Jauhary, Andi (ed.). "Napak tilas "operasi serigala" di Sorong Selatan-Papua Barat dihadiri Kasau". ANTARA News. Diakses tanggal 2019-11-10.
  4. "Pemberangkatan Pasukan Napak Tilas Operasi Serigala - www.paskhas.mil.id". paskhas.mil.id. Diakses tanggal 2019-11-10.[pranala nonaktif permanen]
  5. Patiara, John; Renwarin, Herman; Soedharto, Bondan; Palangan, M. (1983). "Sejarah Perlawanan Terhadap Imperialis dan Kolonialisme di Daerah Irian Jaya" (PDF). Kemdikbud. hlm. 91–99. Diakses tanggal 3 November 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Daftar pustaka

  • Saragih, Maylina (2019). Heroisme PGT Dalam Operasi Serigala. Subdisjarah Dispenau.{{cite book}}: |ref=harv tidak valid
Ikon rintisan

Artikel bertopik militer ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan