Minggu, 11 Oktober 2026
05:59 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober

Naga Padoha

Bagikan:
Untuk kegunaan lain, lihat Naga (disambiguasi).

Naga Padoha (Surat Batak: ᯇᯑᯬᯂᯉᯪᯀᯐᯪ; dikenal juga dengan nama Padoha Niaji) adalah ular dalam mitologi Batak. Ular ini biasa digambarkan dalam pertempuran dengan Batara Guru sebagai simbol pertarungan antara kejahatan dan kebaikan.

Mitologi Batak

Dalam mitologi Batak dikisahkan bahwa Naga Padoha (atau disebut juga Si Raja Padoha) adalah salah seorang putra dari Debata Mangala Bulan dengan Si Boru Anggarana. Mangala Bulan juga mempunyai seorang putra yang lain bernama Si Raja Odapodap dan dua putri bernama Saniang Naga dan Leang Nagurasta. Naga Padoha diberi kuasa atas Banua Toru bersama pasangannya Si Boru Sorba Jati untuk memperingatkan manusia yang tidak mematuhi hukum-hukum yang dititahkan oleh Mula Jadi.

Ketika Si Boru Deak Parujar yang tidak mau dijodohkan dengan Si Raja Odapodap dan memilih untuk mengerjakan tenunan ulos-nya di Banua Tonga, Naga Padoha selalu mengganggunya, sehingga tanah tempat Si Boru Deak Parujar berpijak runtuh. Hal itu dilakukan berulang-ulang sebagai hukuman karena Si Boru Deak Parujar tidak mematuhi hukum yang telah ditetapkan oleh Mula Jadi, yaitu untuk menikahi Si Raja Odapodap. Merasa kesal akhirnya Si Boru Deak Parujar berhasil menipu Naga Padoha dan memasungnya sehingga tidak bisa mengganggunya lagi.

Pembagian
Tari Tortor
Sistem kekerabatan
Bahasa dan
kesusastraan
Kuliner
Falsafah
Upacara adat
Seni budaya dan
kerajinan
Alat musik
tradisional
Kepercayaan dan
agama
Mitologi
Kekayaan budaya


Ikon rintisan

Artikel bertopik mitologi, mitos, atau legenda ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Ikon rintisan

Artikel bertopik Batak ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan