Jumat, 23 Oktober 2026
22:49 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Nadine Gordimer

Nadine Gordimer

penyair asal Afrika Selatan

Bagikan:
Nadine Gordimer
250px-Nadine_Gordimer_01.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gordimer dalam acara Göteborg Book Fair, 2010
Lahir(1923-11-20)20 November 1923
Meninggal13 Juli 2014(2014-07-13) (umur 90)
PekerjaanPenulis
Pasangan menikahGerald Gavron (1949–?; cerai; 1 anak)
Reinhold Cassirer (1954–2001; 1 anak)
Karier kepenulisan
BahasaInggris
PeriodeEra apartheid Afrika Selatan
GenreNovel
Karya terkenalThe Conservationist,
Burger's Daughter,
July's People
Penghargaan terkenalBooker Prize
1974
Hadiah Nobel Sastra
1991

Nadine Gordimer (20 November 1923 – 13 Juli 2014) ialah sastrawati dari Afrika Selatan. Kekuatannya ada pada kedalaman wawasan, dialog yang realistis, gaya tulisan yang hidup, dan ironinya atas ketidakadilan sosial di Afrika Selatan akibat politik apartheid. Banyak karyanya mengambil tema politis tentang penindasan orang kulit putih atas mayoritas kulit hitam di negaranya.[1]

Ia menerbitkan karya pertamanya pada usia 15 dan sejak itu mengarang 10 novel dan lebih dari 200 cerita pendek. Secara mengharukan tulisan-tulisannya menyerang kebengisan dan mengutuk pemisahan ras karena menghinakan negeri asalnya dan negara-negara Afrika lainnya. Dengan jelas, melalui pengalaman tokoh-tokohnya, Gordimer menjelajahi dan tanpa sentimentalitas bagaimana prejudis dan penindasan yang disahkan secara resmi menghancurkan kehidupan dan menyerang asas dasar keadilan sosial.

Ia memenangkan Penghargaan Nobel Sastra pada 1991, dan pada masa lalu karya-karyanya telah dilarang oleh bekas pemerintahan Afrika Selatan. Di tengah-tengah kariernya, Gordimer juga mengajar dan menjadi dosen di perguruan-perguruan tinggi di Amerika Serikat dan mendukung gerakan-gerakan politik yang melawan kebijakan rasis negerinya. Di antara karyanya yang terkenal dan pedas ialah A Guest of Honour (1970), The Conservationist (1974), Burger's Daughter (1979) dan A Sport of Nature (1987).

Penghargaan

Selain meraih Hadiah Nobel Sastra tahun 1991, dia mendapat berbagai penghargaan atas karya-karyanya, antara lain Booker Prize 1974 untuk novel The Conservationist, W.H Smith Literary Award (1961), James Tait Black Memorial Prize (1971), Hadiah Sastra Grand Aigle d'Or dari Prancis, Premio Malaparte dari Italia (1985), Hadiah Nelly Sachs dari Jerman (1986), Primo Levy Literary Award dari Italia (2002), dan Mary McCarthy Award dari Amerika Serikat (2003).[1]

Dalam pidato tertulis yang disampaikannya dalam penyerahan Hadiah Nobel Sastra 1991 di Stockholm, Writing and Being, dia menegaskan pendiriannya bahwa tugas seorang penulis adalah menyuarakan pembelaan terhadap mereka yang tertindas di bagian dunia mana pun.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 Kurnia, Anton (2019). Ensiklopedia Sastra Dunia. Yogyakarta: DIVA Press. hlm. 218. ISBN 978-602-391-662-7.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
1901–1925
1926–1950
1951–1975
1976–2000
2001–kini
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan