Rabu, 04 November 2026
09:44 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Gao Xingjian

Gao Xingjian

Penulis Prancis kelahiran Tiongkok

Bagikan:
Gao Xingjian
Gao_Xingjian.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Pekerjaanpenulis, penulis adegan, novelis, pelukis, sutradara
Karier kepenulisan
Periodesejak 1982
Penghargaan terkenalPenghargaan Nobel dalam Sastra tahun 2000

Gao Xingjian (高行健, pinyin: Gāo Xíngjiàn, lahir 4 Januari 1940) ialah penulis seorang novelis, dramawan, dan kritikus Tiongkok seberang lautan. Ia juga seorang penerjemah, sutradara, dan pelukis terkenal. Ia dilahirkan du Ganzhou, Provinsi Jiangxi, di Tiongkok bagian timur.[1]

Gao Xingjian lahir di Ganzhou, provinsi Jiangxi di Tiong Koq, tetapi kemudian pindah ke Prancis, lalu menjadi warga negara Prancis.

Pada tahun 2000 Gao memenangkan Penghargaan Nobel dalam Sastra.[2] Sebelumnya, pada tahun 1992 ia dianugerahi Chevalier de l'Ordre des Arts et des Lettres oleh pemerintah Prancis.

Gao terkenal di Cina sebagai pembangkang terhadap pemerintahan di negerinya. Karya-karyanya dilarang di Cina.[3]

Buku terkenal Gao adalah Gunung Roh (灵山, 1990).

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Gao Xingjian.

Referensi

  1. ↑ Kurnia, Anton (2019). Ensiklopedia Sastra Dunia. Yogyakarta: Diva Press. hlm. 110. ISBN 978-602-391-662-7.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ "The Nobel Prize in Literature 2000". Nobelprize. Oktober 7, 2010. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2010-10-07. Diakses tanggal Oktober 7, 2010.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Alex Duval Smith (Oktober 14, 2005). "A Nobel Calling: 100 Years of Controversy". The Independent. UK. Diarsipkan dari asli tanggal 2007-12-24. Diakses tanggal April 26, 2008. 2000: During the Cultural Revolution, Xingjian burnt a whole suitcase full of manuscripts to avoid punishment. Sent to a re-education camp where he was brutally treated, he continued to live in China and remained a party member. Only when L'autre Rive (The Other Shore) was banned in 1987 did he leave his country of birth and apply for asylum in France{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
1901–1925
1926–1950
1951–1975
1976–2000
2001–kini
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan