Jumat, 30 Oktober 2026
08:33 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Eugenio Montale

Eugenio Montale

penyair asal Italia

Bagikan:
250px-Eugenio_Montale.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Eugenio Montale

Eugenio Montale (* 12 Oktober 1896 di Genova; † 12 September 1981 di Milano) adalah seorang penyair Italia. Pada tahun 1975 ia dianugerahi Penghargaan Nobel dalam Sastra.

Montale adalah anak bungsu dari 6 bersaudara, anak pedagang bahan kimia. Pada tahun 1915 Montale bekerja sebagai akuntan, tetapi kemudian meninggalkannya untuk mengikuti kesenangannya akan sastra, sering ke perpustakaan kota dan mengikuti pelajaran filsafat privat saudarinya Marianna. Selama Perang Dunia I, sebagai anggota Akademi Militer Parma, Montale minta dikirim ke garis depan. Setelah pengalaman perang yang singkat sebagai perwira infanteri di Vallarsa dan Val Pusteria, pada tahun 1920 ia balik ke rumah.

Bangkitnya rezim fasis banyak memengaruhinya, meski di tingkat bawah sadar, kumpulan puisi pertamanya Ossi di seppia ("Tulang Sotong") muncul pada tahun 1925. 2 tahun kemudian ia pindah ke Firenze, di mana ia menjadi kepala perpustakaan "Gabinetto Vieusseux". Namun pada tahun 1938 ia dicopot dari jabatannya tersebut oleh partai fasis yang berkuasa. Pada tahun 1939 Montale menerbitkan bukunya yang berjumlah 2 seri "Le occasioni". Ia bekerja di surat kabar Corriere della Sera di Firenze dan pada tahun 1948 di Milano. Bukunya yang ke-3 "La bufera e altro" terbit tahun 1956. Karya-karya terakhirnya adalah Xenia (1966), Satura (1971) dan Diario del '71 e del '72 (1973). Satura mengandung elegi yang perih kepada istrinya Drusilla Tanzi.

Montale telah menerima gelar kehormatan dari Universitas La Sapienza Roma, Universitas Milano dan Universitas Cambridge.

Karya

  • 1921 - I Limoni
  • 1925/28 - Ossi di seppia
  • 1938 - Le Occasioni
  • 1943 - Finisterre
  • 1956 - La bufera e altro
  • 1971 - Satura
  • 1973 - Diario del '71 del '72


1901–1925
1926–1950
1951–1975
1976–2000
2001–kini
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan