Senin, 21 September 2026
06:01 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Mayapada Group

perusahaan asal Indonesia

Mayapada Group
IndustrIKonglomerat
PendiriDato Sri Tahir
Tokoh kunci
Dato Sri Tahir
ProdukMedia
Ritel
Properti
Kesehatan
Yayasan
LayananKeuangan

Mayapada Group adalah konglomerat Indonesia yang didirikan oleh Dato Sri Tahir pada tahun 1986. Dimulai dari usaha manufaktur tekstil dan garmen, dan empat tahun kemudian, didirikan Bank Mayapada yang kemudian beranak-pinak menjadi banyak perusahaan di bidang real estat, kesehatan dan media massa.

Sejarah

Tahir mulai merintis bisnisnya yang signifikan pada periode 1980-an. Bisnis utamanya yang pertama adalah agen mobil Suzuki yang sayangnya berbuah kegagalan. Tidak patah arang, Tahir kemudian merintis bisnis tekstil.[1] Dengan permodalan yang dibantu oleh mertuanya, Mochtar Riady,[2][3] perusahaan tekstil ini didirikan pada tahun 1987 dengan nama PT Mayatexdian Industry. Mayatexdian kemudian berkembang menjadi salah satu perusahaan tekstil dan garmen ekspor terbesar di Indonesia, dengan target pasarnya menjangkau Amerika Serikat, Eropa dan Jepang.[4] Dalam rangka efisiensi, ia kemudian memergerkan tiga perusahaan tekstil miliknya - PT Mayatex Dian Industry, PT Bertexindo Busana Industry dan Tritexindo Busana Industri. Adapun pabrikan garmen ini seluruhnya berlokasi di Kawasan Berikat Nusantara Jakarta.[5][3] Belakangan, bisnis tekstil ini dilepas ke Robby Tjahjadi (Kanindotex) pada pertengahan 1990-an,[3] dan saat ini dikenal dengan nama PT Asia Pacific Investama Tbk.

Sama seperti banyak konglomerat lain di eranya, Tahir kemudian membuka bisnis perbankan lewat Bank Mayapada yang mulai beroperasi sejak 16 Maret 1990.[6] Bank Mayapada kemudian menjadi penggerak bisnisnya dengan selamat pada krisis moneter di akhir 1990-an. Bank Mayapada sudah go public sejak tahun 1997.[7] Meskipun beberapa kali diisukan akan dilepas, Tahir berkomitmen untuk tidak akan menjual Bank Mayapada ke pihak lain karena sudah susah payah merintisnya dari nol.[8] Di samping bank dan tekstil, bisnis utama Tahir lainnya adalah di bidang pariwisata dan perdagangan. Pada bidang ini ada PT Sona Topas Tourism Industry Tbk yang berdiri sejak 1978 dan go public sejak 1992.[9] Mulanya bisnis Sona Topas murni di bidang agen perjalanan wisata, tetapi pada tahun 1991, mereka mengembangkan lengan bisnisnya yang lain yaitu pada usaha duty free shop, yang kemudian memberikan kontribusi cukup besar.[10]

Kelompok ini juga mengembangkan bisnis properti dengan empat gedung perkantoran di daerah Sudirman-Thamrin (Mayapada Tower, Menara Topas, Permata Tower 1 dan Sona Topas Tower). Di Bali, Mayapada mengembangkan Mal Bali Galleria, mal terbesar di pulau itu, dan Bali Hotel and Residence di kabupaten Sanur. Saat ini ada satu perusahaan yang sudah go public, yaitu PT Maha Properti Indonesia Tbk. Selain itu, ada bisnis kesehatan di bawah Mayapada Hospital, sudah go public dengan nama PT Sejahteraraya Anugerahjaya Tbk. Memasuki era 2010-an, Mayapada sempat berusaha menjajal bisnis media massa dengan mendirikan Topas TV dan mengakuisisi INTV (kemudian menjadi MYTV), meskipun hasilnya kurang memuaskan. Di luar bisnis-bisnis itu, masih ada usaha lain di bidang pertambangan dan pembangkit listrik.[1]

Unit usaha

  • PT Intermedia Promosindo (Guo Ji Ri Bao)
  • PT Wahana Mediatama (Forbes, di bawah lisensi dari Integrated Whale Media Investments)
  • PT Elia Mediatama Indonesia (Elle, di bawah lisensi dari Lagardère News)
  • PT Silikon Digital Indonesia (Medico)
  • PT Bank Mayapada Internasional Tbk (Bank Mayapada)
  • PT Topas Multifinance
  • PT Sompo Insurance Indonesia (Sompo, di bawah lisensi dari Sompo Japan)
  • PT Zurich Topas Life (Zurich Life, di bawah lisensi dari Zurich Insurance Group)
  • PT Mayapada Properti Indonesia Tbk
    • PT Mayapada Healthcare Group
      • PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (Mayapada Hospital)
      • PT Mayapada Clinic Pratama (Mayapada Clinic)
      • PT Agave Biomedi Investama (Biomedilab)
    • PT Precise Pacific Realty (Mayapada Tower)
      • Mayapada Tower 1
      • Mayapada Tower 2
    • PT Perdana Tangguh Abadi (Menara Topas)
    • Sona Topas Tower
    • Menara Gracia
    • Menara Mayapada Bandung
    • Mayapada Complex
    • PT Maha Properti Indonesia Tbk
      • The Khayangan
      • Simprung Signature
      • The Grand Maja
      • Tanjung Layar Beachfront City
    • Mayapada Banua Center
      • The Grand Banua
      • Sky Pavilion
      • Mayapada Office Tower
    • Regent Bali Canggu (di bawah lisensi dari IHG Hotels & Resorts)
    • Fairmont Sanur Beach Bali (di bawah lisensi dari Accor)
    • InterContinental Bali Sanur Resort (di bawah lisensi dari IHG Hotels & Resorts)
    • Taman Beverly
    • Mal Bali Galeria
    • Pusat Niaga Puri Agung
  • PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (Sonatour)
    • PT Inti Dufree Promosindo (DFS)
  • Tahir Foundation
  • Jadilah Terang Foundation
    • H2H Outlet

Mantan perusahaan

  • PT Metropolitan Televisindo (RTV) (sekarang dimiliki oleh Rajawali Corpora)
  • PT Karya Kreatif Bersama (Topas TV) (ditutup pada tahun 2020)
  • MyMentor (ditutup pada tahun 2020)
  • PT Banten Media Global Televisi (MYTV) (ditutup pada tahun 2023)

Penghargaan

  • Indonesia Digital Popular Brand Award & TOP Digital PR Award 2020[11]

Referensi

Pranala luar

Perusahaan saudara: MYP Ltd BBX
Mayapada Media
Logo Mayapada Group
Mayapada Financial Services
Mayapada Properti Indonesia
Mayapada Healthcare Group
Mayapada Tower
Maha Properti Indonesia
Mayapada Banua Center
Lain-lain
Sonatour
Jadilah Terang Foundation
Berlisensi dengan: Integrated Whale Media Investments Sompo Japan Zurich Insurance Group Lagardère News IHG Hotels & Resorts Accor
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan