Selasa, 03 November 2026
13:36 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Hidangan Brunei

Hidangan Brunei

Bagikan:
250px-Ambuyat_in_Bandar_Seri_Begawan_Brunei.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ambuyat, hidangan nasional Brunei Darussalam[1]

Hidangan Brunei adalah hidangan yang berasal dari Brunei Darussalam. Hidangan ini mirip dengan hidangan negara tetangganya; Malaysia, Singapura,[2] dan Indonesia, dan sangat dipengaruhi oleh masakan negara tetangganya, dengan pengaruh tambahan dari India, Tiongkok, Thailand, dan Jepang. Seperti makanan pokok di wilayah tersebut, ikan dan nasi adalah makanan pokok, meskipun daging sapi mahal dan kurang umum. Karena agama Islam yang dominan, makanan di sana halal dan daging babi dihindari. Alkohol dilarang di Brunei.[2] Di daerah pedesaan, hewan buruan seperti burung liar, rusa sambar, dan kijang diburu.

Makanan dan hidangan

Hidangan dari Brunei biasanya pedas dan biasanya dimakan dengan nasi atau mi. Nasi katok, rendang daging, nasi lemak, dan pajeri nanas adalah makanan populer di Brunei.[3] Di antara beberapa hidangan khas Brunei adalah ambuyat, bola lengket dari pati sagu tawar, yang dililitkan di garpu bambu dan dicelupkan ke dalam kuah pedas dan asam.[4] Nasi katok, yang secara harfiah berarti 'nasi ketok', terdiri dari nasi putih, ayam goreng dan sambal, acar pedas yang terbuat dari cabai bubuk dan berbagai bahan tambahan, termasuk petis udang, bawang putih, jahe, bawang merah, daun bawang, gula aren, perasan jeruk nipis, cuka, dan ikan teri.[5] Secara tradisional, Nasi katok disajikan dan dibungkus dengan kertas nasi.

Minuman

250px-Cononut_milk.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Santan

Minuman yang umum dihidangkan di Brunei termasuk santan, jus buah, teh, teh susu, dan kopi.[3]

Referensi

  1. ↑ Bahrum Ali (21 Februari 2009). "Fostering family ties with ambuyat feasts". The Brunei Times. Diarsipkan dari asli tanggal 4 April 2014. Diakses tanggal 5 April 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 "Cuisine of Brunei". ifood.tv. Diarsipkan dari asli tanggal 27 Mei 2012. Diakses tanggal 30 September 2010.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. 1 2 "Brunei - Cuisines of Brunei". 1Up Travel. 17 Mei 2007. Diakses tanggal 30 September 2010.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Jessica Tiah (8 Januari 2011). "Ambuyat - Our iconic heritage". The Brunei Times. Diarsipkan dari asli tanggal 4 April 2014. Diakses tanggal 5 April 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "Nasi Katok from Brunei – Around the World in One Kitchen", East This New York, 2022-01-19, diakses tanggal 2024-06-01

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Cuisine of Brunei.
Sejarah
Geografi
Pemerintah
Politik
Ekonomi
Sosial
Simbol
Ikon rintisan

Artikel bertopik makanan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan