Minggu, 25 Oktober 2026
01:40 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Manuskrip Voynich

Manuskrip Voynich

Bagikan:
Manuskrip Voynich
Perpustakaan Buku Langka dan Manuskrip Beinecke
250px-Voynich_Manuscript_%2832%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ilustrasi flora pada halaman 29
Juga dikenal sebagaiMS Beinecke 408
JenisKodeks
TarikhTidak diketahui; perkamen bertanggal awal abad ke-15[1][2]
AsalTidak diketahui; kemungkinan Italia[1][2]
BahasaTidak diketahui; kemungkinan alami[3] atau bahasa buatan[4][5]
PenulisTidak diketahui
BahanVelum
Ukuran≈ 235 cm × 162 cm × 5 cm (92,5 in × 63,8 in × 2,0 in)
FormatSatu kolom pada badan halaman, dengan margin kanan sedikit menjorok ke dalam dan menggunakan pembagian paragraf, serta sering kali dengan tanda bintang pada margin kiri;[6] sisa manuskrip tersebut berupa grafis (yakni diagram atau tanda untuk bagian tertentu yang terkait dengan ilustrasi), yang memuat beberapa bagian lipat
KeadaanRusak sebagian dan tidak lengkap; ditemukan 240 dari 272 halaman (≈ 88%,[7][8][6] yakni ditemukan 18 dari 20 kurai)[a]
AksaraTidak diketahui; kemungkinan aksara rekaan[10][halaman dibutuhkan][b]
IsiBagian herbal, astronomi, balneologi, kosmologi dan farmasi serta sebuah bagian yang berisi resep
IlustrasiTinta berwarna yang agak kasar digunakan untuk mewarnai figur-figurnya, kemungkinan dilakukan setelah teks dan garis tepinya selesai dibuat[7]
EksemplarDua salinan manuskrip yang dikirim Baresch dua kali kepada Kircher di Roma
Sebelumnya disimpan di
DitemukanInformasi paling awal mengenai keberadaannya berasal dari sebuah surat yang ditemukan di dalam sampul manuskrip tersebut—surat itu ditulis pada tahun 1665 atau 1666
Masuk dalam koleksiMS 408
250px-Voynich_Manuscript_%283%29_f1r_detail_%28%28retouching%29%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bukti sentuhan ulang teks pada halaman 3; f1r
250px-Voynich_Manuscript_%28131%29_f72v3_detail_%28%28retouching%29%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sentuhan ulang gambar pada halaman 131; f72v3

Manuskrip Voynich (/ˈvɔɪnɪtʃ/, VOY-nitch)[14] adalah sebuah kodeks berilustrasi yang ditulis tangan dengan aksara yang belum terpecahkan yang biasa disebut sebagai 'bahasa Voynich' (Voynichese).[15] Velum tempat naskah ini ditulis telah diuji melalui penanggalan karbon dan diketahui berasal dari awal abad ke-15 (1404–1438). Analisis gaya rupa menunjukkan bahwa manuskrip tersebut kemungkinan disusun di Italia pada masa Renaisans Italia.[1][2] Asal usul, kepengarangan, dan tujuan dari manuskrip ini masih diperdebatkan, tetapi saat ini para pakar kekurangan terjemahan maupun konteks yang diperlukan untuk mempertimbangkan dengan baik ataupun mengesampingkan berbagai kemungkinan yang ada. Hipotesis yang ada mencakup aksara untuk sebuah bahasa alami atau bahasa buatan, kode yang tidak dapat dibaca, sandi, bentuk kriptografi lain, atau mungkin sebuah hoaks, karya rujukan (yakni indeks cerita rakyat atau kompendium), glosolalia,[10][halaman dibutuhkan] maupun karya fiksi (misalnya fantasi ilmiah atau mitopoeia, metafiksi, dan fiksi spekulatif).

Pemilik pertama yang dapat dipastikan adalah Georg Baresch, seorang alkemis abad ke-17 dari Praha.[11][16][17] Manuskrip ini dinamai dari Wilfrid Voynich, seorang pedagang buku berkebangsaan Polandia yang membelinya pada tahun 1912.[18] Manuskrip ini terdiri atas sekitar 240 halaman, tetapi terdapat bukti yang menunjukkan bahwa beberapa halamannya telah hilang. Teksnya ditulis dari kiri ke kanan, dan beberapa halaman merupakan lembaran lipat dengan ukuran yang bervariasi. Sebagian besar halaman menampilkan ilustrasi fantastis dan diagram, beberapa di antaranya diwarnai dengan agak kasar, dan ada bagian-bagian manuskrip yang menggambarkan sosok manusia, tanaman yang tidak teridentifikasi, serta simbol astrologi. Sejak tahun 1969, manuskrip ini disimpan di Perpustakaan Buku Langka dan Manuskrip Beinecke milik Universitas Yale.[19][6][20] Pada tahun 2020, Universitas Yale mempublikasikan seluruh bagian manuskrip tersebut secara daring di perpustakaan digitalnya.[21]

Manuskrip Voynich telah dipelajari oleh para kriptografer profesional maupun amatir, termasuk para pemecah sandi dari Amerika Serikat dan Inggris pada masa Perang Dunia I dan Perang Dunia II.[22] Pemecah sandi seperti Prescott Currier, William Friedman, Elizebeth Friedman, dan John Tiltman gagal memecahkannya.[23] Manuskrip tersebut belum pernah berhasil diuraikan secara nyata, dan tak satu pun dari hipotesis yang diajukan telah diverifikasi secara independen.[24] Misteri makna serta asal usulnya telah membangkitkan banyak spekulasi dan mengundang lebih banyak studi.

Deskripsi

Kodikologi

Kodikologi, atau karakteristik fisik manuskrip tersebut, telah dipelajari oleh banyak peneliti. Manuskrip ini berukuran 235 x 162 x 5 cm (92,5 x 63,8 x 2,0 in), dengan ratusan halaman velum yang dikumpulkan ke dalam 18 kurai. Jumlah total halamannya sekitar 240, tetapi jumlah pastinya bergantung pada bagaimana halaman lipat manuskrip yang tidak biasa tersebut dihitung.[6] Kurai-kurai tersebut telah diberi nomor dari 1 hingga 20 di berbagai lokasi, menggunakan gaya angka yang konsisten dengan yang digunakan pada abad ke-15, dan sudut kanan atas setiap halaman recto (sebelah kanan) telah diberi nomor dari 1 hingga 116, menggunakan gaya angka yang berasal dari masa yang lebih baru. Dari berbagai celah penomoran pada kurai dan halaman, kemungkinan besar di masa lalu, manuskrip ini memiliki setidaknya 272 halaman dalam 20 kurai, yang beberapa di antaranya telah hilang ketika Wilfrid Voynich memperoleh manuskrip tersebut pada tahun 1912. Terdapat bukti kuat yang menunjukkan bahwa banyak bifolio buku ini telah disusun ulang pada berbagai titik dalam sejarahnya, dan bahwa halaman-halamannya pada awalnya berada dalam urutan yang berbeda dari urutannya saat ini.[7][8]

Perkamen, sampul, dan penjilidan

Sampel dari berbagai bagian manuskrip telah diuji melalui penanggalan radiokarbon di Universitas Arizona pada tahun 2009. Hasilnya konsisten untuk semua sampel yang diuji dan menunjukkan angka tahun untuk perkamen tersebut di antara tahun 1404 dan 1438.[25] Pengujian protein pada tahun 2014 mengungkap bahwa perkamen tersebut terbuat dari kulit sapi muda, dan analisis multispektral menunjukkan bahwa perkamen tersebut belum pernah ditulisi sebelum manuskrip ini dibuat (yakni, ini bukanlah sebuah palimpses). Kualitas perkamen ini tergolong rata-rata dan memiliki kekurangan, seperti lubang dan robekan, yang lazim ditemukan pada kodeks perkamen, namun disiapkan dengan sangat hati-hati sehingga sisi luar kulit (bagian rambut) sebagian besar tidak dapat dibedakan dari sisi dalam kulit (bagian daging).[25] Perkamen ini terbuat dari "setidaknya empat belas atau lima belas lembar kulit sapi muda utuh".[26]

Beberapa folio (seperti 42 dan 47) lebih tebal dari perkamen pada umumnya.[27] Penjilidan dan sampul kulit kambingnya[28] bukan bagian asli dari buku ini, melainkan berasal dari masa ketika buku ini dimiliki oleh Collegio Romano.[6] Lubang serangga terdapat pada folio pertama dan terakhir manuskrip dalam urutannya saat ini, yang mengindikasikan bahwa sempat ada sampul kayu sebelum adanya sampul yang lebih baru. Perubahan warna pada bagian tepinya mengindikasikan adanya sampul bagian dalam dari kulit samak.[25]

Pakar sejarah abad pertengahan Lisa Fagin Davis mendeskripsikan perkamen tersebut bertekstur lembut—sebuah tekstur yang ditemukan pada buku-buku yang telah "sangat sering dibolak-balik".[29][30] Hal ini menunjukkan bahwa manuskrip tersebut telah ditangani atau dibolak-balik halamannya berulang kali dan kemungkinan digunakan untuk fungsi rutin tertentu seperti panduan medis atau almanak benda langit. Tingkat penggunaannya yang tinggi juga menyiratkan bahwa manuskrip ini memiliki peran yang lebih praktis alih-alih sesuatu yang sakral atau seremonial. Lubang-lubang pada perkamen yang berasal dari keropeng, bekas luka, atau gigitan serangga, serta ketiadaan sentuhan mewah apa pun seperti lembaran emas, mendukung interpretasi ini.[29]

Tinta

Banyak halaman memuat gambar atau bagan yang berukuran cukup besar dan diberi warna dengan cat. Berdasarkan analisis modern menggunakan mikroskopi cahaya terpolarisasi (PLM), telah dipastikan bahwa pena bulu dan tinta besi galat digunakan untuk penulisan teks serta garis luar gambar. Tinta pada gambar, teks, serta nomor halaman dan kurai memiliki karakteristik mikroskopis yang serupa. Pada tahun 2009, spektroskopi sinar-X dispersi energi (EDS) mengungkapkan bahwa tinta tersebut mengandung karbon, besi, belerang, kalium, dan kalsium dalam jumlah utama, dengan jumlah runutan tembaga dan terkadang seng. EDS tidak menunjukkan adanya timbal, sementara difraksi sinar-X (XRD) mengidentifikasi kalium oksida timbal, kalium hidrogen sulfat, dan singenit pada salah satu sampel yang diuji. Kemiripan antara tinta gambar dan tinta teks mengindikasikan bahwa keduanya berasal dari periode yang sama.[7]

Cat

Cat berwarna diulaskan (agak kasar) pada figur yang bergaris luar tinta, kemungkinan pada masa yang lebih baru. Cat berwarna biru, putih, cokelat-merah, dan hijau pada manuskrip ini telah dianalisis menggunakan PLM, XRD, EDS, dan mikroskopi elektron pemindai (SEM).

  • Cat biru terbukti berupa azurit tumbuk dengan sedikit jejak tembaga oksida kuprit.[7]
  • Cat putih kemungkinan merupakan campuran putih telur dan kalsium karbonat.[7]
  • Cat hijau secara tentatif dicirikan oleh tembaga dan resinat tembaga-klorin; material kristalnya mungkin berupa atakamit atau senyawa tembaga-klorin lainnya.[7]
  • Analisis cat cokelat-merah mengindikasikan okre merah dengan fase kristal hematit dan besi sulfida. Sejumlah kecil timbal sulfida dan palmierit kemungkinan juga terdapat dalam cat cokelat-merah tersebut.[7]

Pigmen yang digunakan dianggap murah.[25]

Sentuhan ulang

Ilmuwan komputer Jorge Stolfi dari Universitas Campinas menyoroti bahwa sebagian teks dan gambar telah dimodifikasi, menggunakan tinta yang lebih gelap di atas tulisan sebelumnya yang lebih samar. Bukti untuk hal ini terlihat di berbagai folio, misalnya f1r, f3v, f26v, f57v, f67r2, f71r, f72v1, f72v3, dan f73r.[31]

Teks

250px-Voynich_Manuscript_%28119%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Halaman 119; f66r, menampilkan karakteristik teks
250px-Voynich_manuscript_recipe_example_107r_crop.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Halaman 191; f107r, detail teks

Manuskrip ini berisi sekitar 38.000 kata, yang 9.000 di antaranya tergolong unik.[29] Setiap halaman dalam manuskrip ini memuat teks, sebagian besar dalam bahasa yang belum teridentifikasi, tetapi beberapa di antaranya memiliki tulisan tambahan dalam aksara Latin. Sebagian besar teks dalam manuskrip setebal 240 halaman ini ditulis dalam aksara yang tidak diketahui, dengan arah penulisan dari kiri ke kanan. Sebagian besar karakter terdiri dari satu atau dua goresan pena sederhana. Terdapat perdebatan mengenai apakah karakter-karakter tertentu berbeda satu sama lain, tetapi sistem aksara dengan 20–25 karakter sudah mencakup hampir seluruh teks tersebut; pengecualiannya adalah beberapa lusin karakter yang lebih langka dan hanya muncul satu atau dua kali. Tidak terdapat tanda baca yang jelas.[4]

Sebagian besar teks ditulis dalam satu kolom pada badan halaman, dengan margin kanan yang sedikit tidak rata serta pembagian paragraf, dan terkadang dilengkapi tanda bintang di margin kiri.[6] Teks lainnya terdapat dalam bagan atau sebagai label yang terhubung dengan ilustrasi. Duktus tulisan mengalir dengan lancar, memberikan kesan bahwa simbol-simbol tersebut tidak disandi; tidak ada jeda antarkarakter sebagaimana yang biasanya diperkirakan pada teks bersandi tertulis.

Tulisan tambahan

Hanya sedikit kata dalam manuskrip ini yang diperkirakan tidak ditulis menggunakan aksara yang tidak diketahui tersebut:[13]

  • f1r: Serangkaian huruf Latin di margin kanan yang sejajar dengan karakter dari aksara yang tidak diketahui; selain itu, tanda tangan "Jacobj à Tepenecz" yang kini tidak dapat dibaca ditemukan di margin bawah.[32]
  • f17r: Sebaris tulisan dalam aksara Latin di margin atas.
  • f66r: Sejumlah kecil kata di sudut kiri bawah di dekat gambar seorang pria telanjang dibaca sebagai der Mussteil, sebuah frasa bahasa Jerman Hulu[13] yang berarti 'bagian janda'.
  • f70v–f73v: Rangkaian diagram astrologi pada bagian astronomi memuat nama sepuluh bulan (dari Maret hingga Desember) yang ditulis dalam aksara Latin, dengan ejaan yang mengindikasikan bahasa-bahasa abad pertengahan dari Prancis, Italia barat laut, atau Semenanjung Iberia.[33]
  • f116v: Empat baris yang ditulis dalam aksara Latin yang agak terdistorsi, yang disebut sebagai Michitonese, kecuali dua kata dalam aksara yang tidak diketahui. Kata-kata dalam aksara Latin tersebut tampak terdistorsi dengan karakteristik bahasa yang tidak diketahui. Bentuk hurufnya menyerupai alfabet Eropa dari akhir abad ke-14 dan ke-15, tetapi kata-katanya tampaknya tidak memiliki arti dalam bahasa apa pun.[34] Apakah penggalan aksara Latin ini merupakan bagian dari teks asli atau ditambahkan kemudian tidaklah diketahui.
  • f1r
    f1r
  • f17r
    f17r
  • f116v ("Michitonese")
    f116v ("Michitonese")

Transkripsi

Berbagai alfabet transkripsi telah dibuat untuk mengodekan karakter Voynich menjadi karakter Latin untuk membantu kriptanalisis,[35] seperti Extensible (awalnya: European) Voynich Alphabet (EVA).[36] Sistem utama pertama dibuat oleh "First Study Group" yang dipimpin oleh kriptografer William F. Friedman pada tahun 1940-an, di mana setiap baris manuskrip ditranskripsikan ke kartu berlubang IBM agar dapat dibaca mesin.[37][38]

960px-Voynich_EVA.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Extensible Voynich Alphabet: Huruf kapital EVA terkadang digunakan untuk mengilustrasikan berbagai variasi dari simbol yang sama

Pola statistik

Teks ini terdiri atas lebih dari 170.000 karakter,[9] dengan spasi yang membagi teks menjadi sekitar 35.000 kelompok dengan panjang yang bervariasi, yang biasanya disebut sebagai kata atau token kata (37.919); 8.114 dari kata-kata tersebut dianggap sebagai jenis kata unik.[39] Struktur kata-kata ini tampaknya mengikuti semacam hukum fonologis atau ortografis; misalnya, karakter tertentu harus muncul di setiap kata (seperti huruf vokal dalam bahasa Inggris), beberapa karakter tidak pernah mengikuti karakter lainnya, atau beberapa mungkin digandakan dua atau tiga kali, sedangkan yang lainnya tidak boleh. Distribusi huruf di dalam kata juga agak unik: beberapa karakter hanya muncul di awal kata, beberapa hanya di tengah, dan beberapa hanya di akhir (seperti ς dalam bahasa Yunani, bentuk akhir dari sigma).[40]

Terdapat sejumlah pola panjang kata, frekuensi, dan sebagainya yang ditemukan di dalam manuskrip tersebut yang selaras dengan bahasa alami (yakni bahasa yang muncul secara organik dalam komunitas manusia). Kata yang paling sering ditemukan dalam manuskrip muncul kira-kira dua kali lebih sering daripada kata paling umum kedua, dan tiga kali lebih sering daripada kata paling umum ketiga, mengikuti hukum Zipf. Campuran panjang kata dan rasio kata unik terhadap total kata serupa dengan bahasa-bahasa yang ditemukan di seluruh dunia. Kata-kata tertentu tampaknya mengikuti satu sama lain dalam urutan yang dapat diprediksi, seolah-olah mengikuti aturan tata bahasa. Sebagaimana yang lazim diperkirakan pada buku normal yang bab-babnya berfokus pada subjek yang berbeda, bagian-bagian manuskrip yang berbeda (berdasarkan gambar tanaman, bintang, wanita yang sedang mandi, dll., yang menyertainya) memiliki sekumpulan kata dominan yang berbeda-beda.[29] Bahasa manuskrip ini berbeda dari bahasa manusia lain yang diketahui dalam hal ejaan; dengan "terlalu banyak ... huruf yang diulang dalam urutan yang sama, baik di dalam kata maupun pada kata-kata yang berdekatan".[29]

Banyak peneliti telah memberikan komentar mengenai struktur kata yang sangat teratur tersebut.[41] Profesor Gonzalo Rubio, seorang pakar bahasa kuno di Universitas Negeri Pennsylvania, menyatakan:

Hal-hal yang kita kenal sebagai penanda gramatikal – hal-hal yang umumnya muncul di awal atau akhir kata, seperti 's' atau 'd' dalam bahasa kita, dan yang digunakan untuk mengekspresikan tata bahasa, tidak pernah muncul di tengah 'kata' dalam manuskrip Voynich. Hal ini belum pernah terdengar ada pada bahasa Indo-Eropa, Hungaria, atau Finlandia mana pun.[42]

Stephan Vonfelt mempelajari properti statistik dari distribusi huruf dan korelasinya (properti yang secara samar dapat dicirikan sebagai resonansi ritmis, aliterasi, atau asonansi) dan menemukan bahwa dalam hal ini, bahasa Voynich lebih mirip dengan teks pinyin bahasa Mandarin dari Catatan Sejarawan Agung dibandingkan dengan teks karya dari bahasa-bahasa Eropa, meskipun perbedaan numerik antara bahasa Voynich dan pinyin terlihat lebih besar daripada perbedaan antara pinyin dan bahasa-bahasa Eropa.[43][butuh sumber yang lebih baik]

Praktis tidak ada kata yang memiliki kurang dari dua huruf atau lebih dari sepuluh huruf.[9] Beberapa kata hanya muncul di bagian tertentu, atau hanya di beberapa halaman; kata lainnya muncul di seluruh bagian manuskrip. Sedikit pengulangan yang terjadi di antara seribuan label yang menyertai ilustrasi. Terdapat contoh ketika kata umum yang sama muncul hingga lima kali berturut-turut[9] (lihat hukum Zipf). Kata-kata yang hanya berbeda satu huruf juga diulang dengan frekuensi yang tidak biasa, sehingga memicu penguraian alfabet dengan substitusi tunggal akan menghasilkan teks yang menyerupai ocehan tak bermakna. Pada tahun 1962, kriptanalis Elizebeth Friedman menggambarkan analisis statistik semacam itu "pasti akan berujung pada rasa frustrasi yang luar biasa".[44]

Pada tahun 2014, sebuah tim yang dipimpin oleh Diego Amancio dari Universitas São Paulo menerbitkan sebuah studi yang menggunakan metode statistik untuk menganalisis hubungan antarkata dalam teks tersebut. Alih-alih mencoba mencari maknanya, tim Amancio mencari koneksi dan kluster kata. Dengan mengukur frekuensi dan intermitensi kata-kata, Amancio mengklaim dapat mengidentifikasi kata kunci teks tersebut dan menghasilkan model tiga dimensi dari struktur teks dan frekuensi kata. Tim tersebut menyimpulkan bahwa, dalam 90% kasus, sistem Voynich serupa dengan buku-buku lain yang diketahui, yang mengindikasikan bahwa teks tersebut menggunakan bahasa sungguhan, bukan omong kosong acak.[45]

Penggunaan kerangka kerja tersebut dicontohkan lewat analisis manuskrip Voynich, dengan simpulan akhir bahwa teks ini berbeda dari sekadar urutan kata acak, dan selaras dengan bahasa alami. Meskipun pendekatan kami tidak bertujuan untuk memecahkan sandi Voynich, pendekatan ini mampu menyediakan kata kunci yang dapat berguna bagi para pemecah sandi di masa depan.[45]

Ahli bahasa Claire Bowern dan Luke Lindemann telah menerapkan metode statistik pada manuskrip Voynich, membandingkannya dengan bahasa lain serta pengodean bahasa, dan telah menemukan persamaan maupun perbedaan dalam properti statistiknya. Urutan karakter dalam bahasa diukur menggunakan metrik yang disebut h2, atau entropi bersyarat tingkat dua. Bahasa alami cenderung memiliki nilai h2 antara 3 dan 4, tetapi bahasa Voynich memiliki urutan karakter yang jauh lebih dapat diprediksi, dan nilai h2 sekitar 2. Pada tingkat pengorganisasian yang lebih tinggi, manuskrip Voynich menampilkan properti yang mirip dengan bahasa alami. Berdasarkan hal ini, Bowern menepis teori bahwa manuskrip tersebut merupakan omong kosong tak bermakna,[46] melainkan kemungkinan besar adalah bahasa alami yang disandikan atau sebuah bahasa buatan. Bowern juga menyimpulkan bahwa properti statistik manuskrip Voynich tidak selaras dengan penggunaan sandi substitusi atau sandi polialfabetik.[47]

Sebagaimana dicatat dalam ulasan Bowern, penulis (atau para penulis) manuskrip tersebut mungkin telah menggunakan dua metode penyandian untuk setidaknya satu bahasa alami.[47][48][49][50] "Bahasa" Voynich A muncul di bagian herbal dan farmasi dari manuskrip tersebut. "Bahasa" yang dikenal sebagai Voynich B muncul di bagian balneologi, beberapa bagian medis dan herbal, serta bagian astrologi. Kosakata yang paling umum digunakan pada Voynich A dan Voynich B berbeda secara substansial. Pemodelan topik pada manuskrip tersebut mengisyaratkan bahwa halaman-halaman yang diidentifikasi ditulis oleh juru tulis tertentu mungkin berkaitan dengan topik yang berbeda.[47]

Dalam hal morfologi, apabila spasi visual dalam manuskrip diasumsikan untuk menunjukkan pemisahan kata, terdapat pola konsisten yang menyiratkan struktur kata tiga bagian yang terdiri atas awalan, akar kata atau sisipan, dan akhiran. Karakter dan kombinasi karakter tertentu lebih cenderung muncul pada bidang-bidang tertentu. Terdapat variasi minor antara Voynich A dan Voynich B. Keterprediksian huruf-huruf tertentu dalam jumlah kombinasi yang relatif kecil pada bagian kata tertentu tampaknya menjelaskan rendahnya entropi (h2) dari bahasa Voynich. Dengan ketiadaan tanda baca yang jelas, beberapa varian dari kata yang sama tampaknya spesifik pada posisi tipografis, seperti di awal paragraf, baris, atau kalimat.[47]

Frekuensi kata Voynich dari kedua varian tersebut tampaknya mematuhi distribusi Zipf, yang mendukung gagasan bahwa teks tersebut memiliki makna linguistik. Hal ini berimplikasi pada metode penyandian yang paling mungkin digunakan, karena beberapa bentuk penyandian mengganggu distribusi Zipf tersebut. Ukuran frekuensi proporsional dari sepuluh kata paling umum serupa dengan bahasa-bahasa Semit, Iran, dan Jermanik. Ukuran lain dari kompleksitas morfologi, yaitu keragaman leksikal, serupa dengan bahasa-bahasa Iran, Jermanik, dan Roman.[47]

Tulisan tangan

Menurut jurnalis Ariel Sabar, tulisan tangan dalam manuskrip ini memiliki "keluwesan aliran dari sebuah aksara yang sudah mapan sejak lama". Sabar dan pakar Lisa Fagin Davis mencatat bahwa penggunaan gaya tulisan tangan, bentuk huruf, singkatan, dan tanda baca pada manuskrip untuk menentukan tempat atau tanggal pembuatannya tidaklah memungkinkan karena "tidak ada hal dalam sejarah yang dapat dijadikan pembanding". Meskipun demikian, Davis mencari dan menemukan "ciri-ciri stilistika kecil" dalam tulisan manuskrip tersebut, yang menunjukkan bahwa besar kemungkinan lebih dari satu juru tulis telah bekerja menulis manuskrip ini. Meskipun tulisan tangannya konsisten, Davis mendapati bahwa saat melacak huruf-huruf tertentu, ia menemukan sedikit variasi gaya—"lengkungan yang lebih besar atau lebih kecil, garis melintang yang lebih lurus atau lebih melengkung, kaki huruf yang lebih panjang atau lebih pendek"—dan bahwa variasi tersebut muncul di antara bagian-bagian buku tetapi tidak di dalam bagian-bagian tersebut, mengisyaratkan bahwa perbedaan itu berasal dari "juru tulis yang berbeda alih-alih dari satu juru tulis yang menulis huruf yang sama dengan cara yang berbeda". Davis meyakini bahwa manuskrip tersebut merupakan hasil karya dari lima juru tulis yang berbeda, yang mengisyaratkan bahwa naskah ini kemungkinan besar merupakan produk dari suatu komunitas, dan bukan karya dari pikiran yang tidak sehat, hoaks, atau rekaan lain oleh satu orang saja.[29] Ulasan Bowern juga mencatat bahwa beberapa juru tulis mungkin telah menulis manuskrip tersebut.[47][48][49][50]

Ilustrasi

250px-Voynich_manuscript_bathtub2_example_78r_cropped.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Detail dari bagian balneologi dalam manuskrip ini
250px-Voynich_Manuscript_%2850%29_detail_%28%28dragon%29%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Detail halaman 50, f25v; menyerupai seekor naga
250px-Voynich-86-1006231.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Detail halaman 158, f86r6; bangunan kastel

Karena teksnya tidak dapat dibaca, manuskrip ini secara konvensional dibagi menjadi beberapa bagian berdasarkan ilustrasinya. Sebagian besar manuskrip ini membentuk enam bagian berbeda, masing-masing dicirikan oleh ilustrasi dengan gaya dan dugaan pokok bahasan yang berbeda[9] kecuali bagian terakhir, yang satu-satunya gambarnya berupa bintang-bintang kecil di bagian margin. Bagian-bagian konvensional tersebut meliputi:

  • Herbal, 126 halaman: Setiap halaman menampilkan satu atau dua tanaman serta beberapa paragraf teks, format yang lazim ditemukan pada buku herbal Eropa pada masa itu. Beberapa bagian dari gambar-gambar ini merupakan salinan yang lebih besar dan lebih bersih dari sketsa yang terlihat pada bagian "farmasi". Tidak satupun dari tanaman yang digambarkan dapat diidentifikasi secara pasti tanpa keraguan.[6][51]
  • Astronomis, 17 pages: Berisi diagram melingkar yang mengisyaratkan bidang astronomi atau astrologi, beberapa di antaranya menggambarkan matahari, bulan, dan bintang. Satu rangkaian yang terdiri atas 12 diagram menggambarkan simbol konvensional untuk rasi bintang zodiak (dua ekor ikan untuk Pisces, seekor banteng untuk Taurus, seorang pemburu dengan busur silang untuk Sagittarius, dan seterusnya). Masing-masing diagram ini memiliki 30 figur wanita yang tersusun dalam dua pita konsentris atau lebih. Sebagian besar wanita digambarkan setidaknya setengah telanjang, dan masing-masing memegang apa yang tampak sebagai bintang berlabel atau digambarkan dengan bintang yang terikat pada salah satu lengan oleh sesuatu yang mungkin berupa tali atau ikatan tertentu. Dua halaman terakhir dari bagian ini hilang (Aquarius dan Capricornus, kira-kira bulan Februari dan Januari), sementara Aries dan Taurus terbagi menjadi empat diagram berpasangan yang masing-masing berisi 15 wanita dan 15 bintang. Beberapa diagram ini terdapat pada halaman lipat.[6][51]
  • Balneologi, 20 halaman: Teks padat dan bersambung yang diselingi dengan gambar-gambar, sebagian besar menunjukkan wanita telanjang berukuran kecil, beberapa di antaranya mengenakan mahkota, yang sedang mandi di kolam atau tempat pemandian yang terhubung oleh jaringan pipa yang rumit. Bifolio ini terdiri atas folio 78 (verso) dan 81 (recto); membentuk satu desain terpadu, dengan air yang mengalir dari satu folio ke folio lainnya.[25][51]
  • Kosmologis, 14 halaman: Berisi lebih banyak diagram melingkar, tetapi bersifat tidak jelas. Bagian ini juga memiliki halaman lipat; salah satunya merentang sepanjang enam halaman, yang umumnya disebut sebagai folio Roset, dan berisi peta atau diagram dengan sembilan "pulau" atau "roset" yang dihubungkan oleh "jalan lintas" serta berisi kastel, dan juga apa yang mungkin berupa gunung berapi.[6][51][52]
  • Farmasi, 16 halaman: Banyak gambar berlabel dari bagian-bagian tanaman yang terisolasi (akar, daun, dan lain-lain), objek yang menyerupai wadah apotek, dengan gaya yang bervariasi mulai dari yang biasa hingga yang fantastis, serta beberapa paragraf teks.[6][51]
  • Resep, 25 halaman: Halaman penuh teks yang terbagi ke dalam banyak paragraf pendek, masing-masing ditandai dengan bintang di margin kiri.[6][51]

Delapan halaman hanya berisi teks, sehingga tidak dapat diklasifikasikan ke dalam kategori-kategori tersebut. Setidaknya 14 folio (28 halaman) hilang dari manuskrip ini.[51]

Tujuan

250px-Voynich_Manuscript_%28167%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Halaman 167, f93r, telah diinterpretasikan merepresentasikan sebuah bunga matahari,[53] terlepas dari kenyataan bahwa pengamatan botani menentang identifikasi ini[54]

Kesan keseluruhan yang diberikan oleh lembaran-lembaran manuskrip yang masih selamat adalah bahwa naskah ini dimaksudkan untuk berfungsi sebagai farmakope atau untuk membahas topik-topik dalam kedokteran abad pertengahan atau awal modern; meskipun demikian, detail ilustrasinya yang membingungkan telah memicu banyak teori tentang asal-usul buku tersebut, isi teksnya, serta tujuan pembuatannya.[9]

Bagian pertama buku ini hampir pasti merupakan buku herbal, tetapi upaya untuk mengidentifikasi semua tanaman tersebut secara tuntas belum membuahkan hasil, dengan para spesialis botani menyajikan identifikasi yang saling bertentangan saat melakukan perbandingan dengan spesimen aktual atau dengan gambar bergaya dari buku herbal kontemporer.[55] Kendati demikian, beberapa gambar tanaman dapat diidentifikasi dengan tingkat kepastian yang wajar, seperti pansy liar dan paku mandian. Gambar herbal yang cocok dengan sketsa farmakologis tampaknya merupakan salinan bersih darinya, meskipun dalam beberapa gambar, bagian yang hilang telah dilengkapi dengan detail yang tidak masuk akal, dan beberapa gambar tanaman tampaknya merupakan gabungan: akar dari satu spesies yang dilekatkan pada daun spesies lain, terkadang dilengkapi bunga dari spesies ketiga.[55] Pertimbangan astrologi sering kali memegang peranan dalam pencarian tanaman obat, pengeluaran darah, dan prosedur medis lain yang umum pada masa perkiraan pembuatan manuskrip ini; namun, terlepas dari simbol zodiak yang jelas dan satu diagram yang mungkin menunjukkan planet klasik, penafsiran yang berupaya menghubungkan bagian herbal dan astronomi dari karya ini tetap bersifat spekulatif.[9]

Sejarah

250px-Jan_Marcus_Marci_00.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Joannes Marcus Marci, yang mengirimkan naskah tersebut kepada Athanasius Kircher pada tahun 1665 atau 1666
250px-Micha%C5%82_Wojnicz_w%C5%9Br%C3%B3d_ksi%C4%85%C5%BCek_w_swoim_antykwariacie_na_Soho_Square.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Voynich di antara buku-bukunya di Soho Square

Sebagian besar asal-usul awal buku ini tidak diketahui,[56] meskipun teks dan ilustrasinya sangat khas Eropa. Pada tahun 2009, para peneliti Universitas Arizona melakukan penanggalan radiokarbon pada velum naskah tersebut dan menetapkannya di antara tahun 1404 dan 1438.[2][57][58] Selain itu, McCrone Associates di Westmont, Illinois, menemukan bahwa cat pada naskah tersebut berasal dari bahan-bahan yang lazim digunakan pada masa tersebut dalam sejarah Eropa. Terdapat laporan keliru yang menyatakan bahwa McCrone Associates mengindikasikan sebagian besar tinta ditambahkan tidak lama setelah pembuatan perkamen tersebut, namun laporan resmi mereka sama sekali tidak memuat pernyataan semacam itu.[7]

Pemilik pertama yang dapat dipastikan adalah Georg Baresch, seorang alkemis abad ke-17 dari Praha. Baresch tampaknya kebingungan dengan "Sphynx" ini yang telah "memakan tempat tanpa guna di perpustakaannya" selama bertahun-tahun.[11] Ia mengetahui bahwa cendekiawan Yesuit Athanasius Kircher dari Collegio Romano telah menerbitkan kamus Koptik (Mesir) dan mengklaim telah menguraikan sandi hieroglif Mesir; Baresch dua kali mengirimkan salinan sampel tulisan tersebut kepada Kircher di Roma, untuk meminta petunjuk. Surat dari Baresch kepada Kircher pada tahun 1639 merupakan penyebutan naskah paling awal yang diketahui dan telah dikonfirmasi.[12]

Tidak diketahui apakah Kircher membalas permintaan tersebut atau tidak, tetapi ia tampaknya cukup tertarik hingga mencoba untuk mendapatkan buku itu, yang ditolak oleh Baresch untuk diserahkan.[12] Setelah Baresch meninggal, naskah tersebut jatuh ke tangan temannya Jan Marek Marci (juga dikenal sebagai Johannes Marcus Marci), yang saat itu menjabat sebagai rektor Universitas Charles di Praha. Beberapa tahun kemudian, Marci mengirimkan buku tersebut kepada Kircher, teman lama dan sahabat penanya.[12] Marci juga mengirimi Kircher surat pengantar (dalam bahasa Latin, tertanggal 19 Agustus 1665 atau 1666) yang masih terlampir pada buku itu ketika Voynich memperolehnya:[11][59][60][61][62][63][64]

Yang Mulia dan Terhormat, Bapa dalam Kristus:

Buku ini, yang diwariskan kepada saya oleh seorang teman dekat, saya peruntukkan bagi Anda, Athanasius yang sangat saya kasihi, segera setelah buku ini berada di tangan saya, karena saya yakin bahwa buku ini tidak dapat dibaca oleh siapa pun kecuali Anda sendiri.

Pemilik buku ini sebelumnya pernah menanyakan pendapat Anda melalui surat, dengan menyalin dan mengirimi Anda sebagian isi buku yang ia yakini akan membuat Anda dapat membaca sisanya, tetapi saat itu ia menolak untuk mengirimkan buku itu sendiri. Untuk menguraikannya, ia mencurahkan jerih payah yang tak kenal lelah, seperti yang tampak dari upaya-upayanya yang saya kirimkan bersama surat ini, dan ia menyerah hanya ketika nyawanya berakhir. Namun, usahanya sia-sia, karena Sfinks seperti ini tidak akan mematuhi siapa pun kecuali tuannya, Kircher. Terimalah sekarang tanda mata ini, apa adanya dan meskipun sudah lama tertunda, sebagai bentuk kasih sayang saya kepada Anda, dan hancurkanlah penghalangnya, jika ada, dengan keberhasilan yang biasa Anda capai.

Dr. Raphael, seorang guru bahasa Bohemia untuk Ferdinand III, yang saat itu menjabat sebagai Raja Bohemia, memberi tahu saya bahwa buku tersebut adalah milik Kaisar Rudolf dan bahwa ia menghadiahkan 600 dukat kepada pembawa yang membawakan buku itu kepadanya. Ia meyakini bahwa penulisnya adalah Roger Bacon, orang Inggris itu. Mengenai hal ini saya menunda penilaian; sudah menjadi tugas Anda untuk mendefinisikan bagi kami pandangan apa yang seharusnya kami ambil terhadapnya, kepada perkenan dan kebaikan hatinya saya menyerahkan diri saya tanpa syarat dan akan selalu

Berada di bawah perintah Yang Mulia,

Joannes Marcus Marci dari Cronland

Praha, 19 Agustus, 1665 [atau 1666]

"Dr. Raphael" tersebut diyakini sebagai Raphael Sobiehrd-Mnishovsky,[4] dan jumlah 600 dukat tersebut setara dengan 67,5 ozt (2,10 kg) berat emas aktual. Satu-satunya transaksi yang cocok dalam catatan Rudolf adalah pembelian "beberapa buku luar biasa/langka" pada tahun 1599 dari Carl Widemann seharga 600 florin.[65] Widemann adalah seorang kolektor manuskrip esoterik dan alkimia yang produktif, sehingga kepemilikannya atas naskah tersebut masuk akal, tetapi belum terbukti.[65]

Meskipun Wilfrid Voynich menerima klaim Raphael begitu saja, teori bahwa Bacon adalah penulisnya sebagian besar telah dibantah;[13] namun, sebuah bukti yang mendukung kepemilikan Rudolf adalah nama atau tanda tangan yang kini hampir tak terlihat, pada halaman pertama buku tersebut, milik Jacobus Horcicky de Tepenecz, kepala kebun raya Rudolf di Praha. Rudolf meninggal dunia dengan masih berutang uang kepada de Tepenecz, dan ada kemungkinan bahwa de Tepenecz mungkin telah diberikan buku tersebut (atau sekadar mengambilnya) sebagai pelunasan sebagian dari utang tersebut.[56]

250px-Wilfrid_Voynich_c1920.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Wilfrid Voynich memperoleh naskah tersebut pada tahun 1912

Tidak ada catatan mengenai buku tersebut selama 200 tahun berikutnya yang ditemukan, tetapi kemungkinan besar buku itu disimpan bersama korespondensi Kircher yang lain di perpustakaan Collegio Romano (sekarang Universitas Kepausan Gregorian).[12] Buku itu mungkin tetap berada di sana sampai pasukan Victor Emmanuel II dari Italia merebut Roma pada tahun 1870 dan mencaplok Negara Gereja. Pemerintah Italia yang baru memutuskan untuk menyita banyak properti Gereja, termasuk perpustakaan Collegio.[12] Menurut penyelidikan yang dilakukan oleh Xavier Ceccaldi dan yang lainnya, banyak buku dari perpustakaan universitas tersebut dengan tergesa-gesa dipindahkan ke perpustakaan pribadi para staf pengajarnya sesaat sebelum peristiwa ini terjadi, dan buku-buku tersebut dikecualikan dari penyitaan.[12] Korespondensi Kircher termasuk di antara buku-buku tersebut, dan rupanya, naskah Voynich juga termasuk, karena naskah itu masih memuat ex libris dari Petrus Beckx, pemimpin ordo Yesuit (Serikat Yesus) dan rektor universitas tersebut pada masa itu.[6][12]

Perpustakaan pribadi Beckx dipindahkan ke Villa Mondragone, Frascati, sebuah istana pedesaan besar di dekat Roma yang telah dibeli oleh Serikat Yesus pada tahun 1866 dan menjadi markas besar Kolese Ghislieri mereka.[12] Pada tahun 1903, Serikat Yesus (Collegio Romano) kekurangan uang dan memutuskan untuk menjual beberapa asetnya secara diam-diam kepada Perpustakaan Vatikan. Penjualan itu terjadi pada tahun 1912, tetapi tidak semua manuskrip yang terdaftar untuk dijual berakhir di Vatikan.[66] Wilfrid Voynich memperoleh 30 manuskrip tersebut, salah satunya yang kini menyandang namanya.[12] Ia menghabiskan tujuh tahun berikutnya dengan berusaha menarik minat para cendekiawan untuk menguraikan tulisan tersebut, sembari ia berupaya menentukan asal-usul naskah itu.[4]

Pada tahun 1930, naskah tersebut diwariskan setelah kematian Wilfrid kepada jandanya Ethel Voynich, penulis novel The Gadfly dan putri dari matematikawan George Boole. Ia meninggal pada tahun 1960 dan mewariskan naskah tersebut kepada teman dekatnya, Anne Nill. Pada tahun 1961, Nill menjual buku itu kepada pedagang buku antik Hans P. Kraus. Kraus tidak berhasil menemukan pembeli dan menyumbangkan naskah tersebut ke Universitas Yale pada tahun 1969, yang kemudian dikatalogkan sebagai "MS 408",[13] terkadang juga disebut sebagai "Beinecke MS 408".[6]

Linimasa kepemilikan

Linimasa kepemilikan naskah Voynich disajikan di bawah ini. Waktu saat naskah tersebut kemungkinan dibuat ditunjukkan dengan warna hijau (awal 1400-an), berdasarkan penanggalan radiokarbon pada velum.[56] Periode dengan kepemilikan yang tidak diketahui ditunjukkan dengan warna putih. Para pemilik abad ke-17 yang diterima secara umum ditunjukkan dengan warna jingga; periode penyimpanan yang panjang di Collegio Romano berwarna kuning. Lokasi tempat Wilfrid Voynich diduga memperoleh naskah tersebut (Frascati) ditunjukkan dengan warna hijau (akhir 1800-an); kepemilikan Voynich ditunjukkan dengan warna merah, dan pemilik modern disorot dengan warna biru. Templat:Linimasa kepemilikan naskah Voynich

Hipotesis kepengarangan

Banyak orang telah diajukan sebagai kemungkinan penulis naskah Voynich, di antaranya Roger Bacon, John Dee atau Edward Kelley, Giovanni Fontana, dan Voynich.

Sejarah awal

250px-AACHEN%2C_Hans_von_-_Portrait_of_Emperor_Rudolf_II_-_WGA.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Rudolf II, potret oleh Hans von Aachen
Wellcome Library, oil
Penggambaran Bacon di observatoriumnya di Merton College oleh Ernest Board

Surat pengantar Marci tahun 1665/1666 kepada Kircher menyatakan bahwa, menurut mendiang temannya Raphael Mnishovsky, buku tersebut pernah dibeli oleh Rudolf II, Kaisar Romawi Suci sekaligus Raja Bohemia seharga 600 dukat, setara dengan 67,5 ozt (2,10 kg) berat emas sebenarnya. Mnishovsky telah meninggal dunia pada tahun 1644, lebih dari 20 tahun sebelumnya, dan transaksi tersebut pasti terjadi sebelum Rudolf turun takhta pada tahun 1611, setidaknya 55 tahun sebelum surat Marci dibuat; akan tetapi, Karl Widemann menjual beberapa buku kepada Rudolf II pada bulan Maret 1599. Menurut surat tersebut, Mnishovsky (meskipun belum tentu Rudolf) berspekulasi bahwa penulisnya adalah seorang biarawan Fransiskan sekaligus polimatik abad ke-13, Roger Bacon.[67] Marci mengatakan bahwa ia menunda penilaian mengenai klaim ini, namun hal itu ditanggapi dengan cukup serius oleh Wilfrid Voynich, yang berusaha keras untuk memastikannya.[12] Voynich mempertimbangkan kemungkinan bahwa penulisnya adalah Albertus Magnus jika bukan Roger Bacon.[68]

Asumsi bahwa Bacon adalah penulisnya mengarahkan Voynich pada kesimpulan bahwa John Dee menjual naskah tersebut kepada Rudolf. Dee adalah seorang matematikawan dan astrolog di istana Ratu Elizabeth I, yang dikenal memiliki koleksi besar manuskrip Bacon. Dee dan penerawang (perantara roh) miliknya, Edward Kelley, tinggal di Bohemia selama beberapa tahun, tempat di mana mereka berharap dapat menawarkan jasa mereka kepada sang kaisar. Menurut John Schuster, penjualan ini tampaknya sangat kecil kemungkinannya karena buku harian Dee yang disimpan dengan cermat tidak pernah menyebutkannya.[12] Jika Bacon bukan pembuat naskah Voynich, dugaan hubungan dengan Dee akan menjadi jauh lebih lemah. Sebelum penanggalan karbon pada naskah tersebut dilakukan, sempat ada kemungkinan bahwa Dee atau Kelley mungkin telah menulisnya dan menyebarkan rumor bahwa naskah itu pada awalnya adalah karya Bacon dengan harapan untuk menjualnya di kemudian hari.[69]: 249 

Pemalsuan oleh Voynich

Beberapa orang mencurigai Voynich telah memalsukan naskah itu sendiri.[70] Sebagai seorang pedagang buku antik, ia kemungkinan memiliki pengetahuan dan sarana yang diperlukan, dan sebuah buku Roger Bacon yang hilang akan bernilai sangat tinggi. Lebih lanjut, surat Baresch dan surat Marci hanya menetapkan keberadaan sebuah naskah, bukan berarti naskah Voynich adalah naskah yang sama dengan yang disebutkan. Surat-surat tersebut mungkin bisa saja menjadi motivasi bagi Voynich untuk memalsukan naskah itu, dengan asumsi bahwa ia menyadari keberadaan surat-surat itu; akan tetapi, banyak yang menganggap bahwa penanggalan internal naskah oleh para ahli dan penemuan surat Baresch kepada Kircher pada bulan Juni 1999[56] telah menyingkirkan kemungkinan ini.[70][12]

Eamon Duffy menyatakan bahwa penanggalan radiokarbon pada velum tersebut "secara efektif menepis kemungkinan bahwa naskah tersebut adalah pemalsuan pasca-abad pertengahan", karena konsistensi halamannya mengindikasikan asal dari satu sumber yang sama, dan "sangatlah tidak masuk akal" jika perkamen yang belum digunakan dalam jumlah yang mencakup "setidaknya empat belas atau lima belas kulit anak sapi utuh" dapat bertahan sejak awal abad ke-15.[26]

Giovanni Fontana

Salah satu ilustrasi fantastis Fontana.
Salah satu ilustrasi fantastis Giovanni Fontana, sekitar 1420–1430

Terdapat pendapat yang menyatakan bahwa beberapa ilustrasi dalam buku-buku karya seorang insinyur Italia, Giovanni Fontana, sedikit menyerupai ilustrasi-ilustrasi Voynich.[71] Fontana sangat memahami kriptografi dan menggunakannya di dalam buku-bukunya, meskipun ia tidak menggunakan aksara Voynich melainkan sebuah sandi substitusi sederhana. Di dalam buku Secretum de thesauro experimentorum ymaginationis hominum ('Rahasia ruang harta karun eksperimen dalam imajinasi manusia'), yang ditulis sekitar tahun 1430, Fontana menggambarkan mesin-mesin mnemonik, yang ditulis menggunakan sandinya.[72] Buku tersebut dan Bellicorum instrumentorum liber karyanya sama-sama menggunakan sistem kriptografi, yang dideskripsikan sebagai sandi rasional yang sederhana, didasarkan pada tanda-tanda tanpa huruf atau angka.[73]

Teori lainnya

Beberapa waktu sebelum tahun 1921, Voynich berhasil membaca sebuah nama yang tertulis samar-samar di bagian bawah halaman pertama naskah tersebut: "Jacobj à Tepenecz". Hal ini dianggap sebagai rujukan kepada Jakub Hořčický dari Tepenec, yang juga dikenal dengan nama Latinnya Jacobus Sinapius. Rudolf II telah memberinya gelar kebangsawanan pada tahun 1607, mengangkatnya sebagai Penyuling Kekaisaran, dan menjadikannya kurator untuk kebun rayanya sekaligus sebagai salah satu dokter pribadinya. Voynich (dan banyak orang lain setelahnya) menyimpulkan bahwa Jacobus memiliki naskah Voynich sebelum Baresch, dan ia menarik benang merah dari hal tersebut ke istana Rudolf, sebagai pembenaran atas cerita Mnishovsky. Nama Jacobus menjadi semakin pudar sejak Voynich melihatnya, tetapi masih dapat dibaca di bawah sinar ultraviolet. Tanda tangan ini tidak cocok dengan salinan tanda tangannya pada sebuah dokumen yang ditemukan oleh Jan Hurych pada tahun 2003.[1][74] Akibatnya, muncul dugaan bahwa tanda tangan tersebut ditambahkan belakangan, bahkan mungkin dipalsukan oleh Voynich sendiri.[1]

250px-Voynich_Manuscript_%28158%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Beberapa halaman naskah dapat dilipat ke luar untuk menampilkan diagram yang lebih besar

Surat Baresch memiliki beberapa kemiripan dengan sebuah kebohongan yang pernah dimainkan oleh orientalis Andreas Müller [de] terhadap Athanasius Kircher. Müller mengirimkan sebuah teks yang tidak dapat dipahami kepada Kircher beserta sebuah catatan yang menjelaskan bahwa teks tersebut berasal dari Mesir, dan memintanya untuk menerjemahkannya. Kircher dilaporkan berhasil memecahkannya.[75] Terdapat spekulasi bahwa keduanya merupakan trik kriptografi yang dimainkan kepada Kircher untuk membuatnya tampak konyol.[75]

Raphael Mnishovsky, teman Marci yang disebut-sebut sebagai sumber dari cerita Bacon, merupakan seorang kriptografer dan tampaknya telah menciptakan sebuah sandi yang ia klaim tidak dapat dipecahkan (sekitar tahun 1618).[76] Hal ini mengarah pada spekulasi bahwa Mnishovsky mungkin telah membuat naskah Voynich sebagai demonstrasi praktis untuk sandinya dan menjadikan Baresch sebagai subjek uji cobanya tanpa ia sadari. Bahkan, sanggahan dalam surat pengantar naskah Voynich dapat diartikan bahwa Marci mencurigai adanya semacam tipu daya.[76]

Dalam bukunya yang terbit pada tahun 2006, Nick Pelling mengemukakan bahwa naskah Voynich ditulis oleh arsitek Firenze abad ke-15 Antonio Averlino (juga dikenal sebagai Filarete), sebuah teori yang secara garis besar sejalan dengan penanggalan radiokarbon.[8] Jules Janick dan Arthur O. Tucker, berdasarkan pada identifikasi tumbuhan dan hewan, serta peta kabala Meksiko tengah (folio 86v), berpendapat bahwa naskah tersebut disusun di Meksiko antara tahun 1562 dan 1572.[77]

Hipotesis bahasa

Bab atau bagian ini mungkin mengandung riset asli. Anda dapat membantu memperbaikinya dengan memastikan pernyataan yang dibuat dan menambahkan referensi. Pernyataan yang berpangku pada riset asli harus dihapus. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
250px-Voynich_manuscript_excerpt.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Naskah Voynich ditulis dalam aksara yang tidak diketahui.

Banyak hipotesis telah dikembangkan mengenai "bahasa" naskah Voynich, yang disebut Voynichese.

Sandi

Menurut teori "sandi berbasis huruf", naskah Voynich memuat teks bermakna dalam bahasa Eropa tertentu yang sengaja dibuat tidak jelas dengan memetakannya ke dalam "alfabet" naskah Voynich melalui semacam sandi—sebuah algoritma yang beroperasi pada setiap huruf. Ini merupakan hipotesis kerja bagi sebagian besar upaya penguraian sandi pada abad ke-20, termasuk oleh tim informal kriptografer NSA yang dipimpin oleh William F. Friedman pada awal tahun 1950-an.[38]

250px-Vigen%C3%A8re_square_shading.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bujur sangkar Vigenère atau tabel Vigenère mungkin telah digunakan untuk enkripsi dan dekripsi

Argumen tandingannya adalah bahwa hampir semua sistem sandi yang sejalan dengan era tersebut tidak sesuai dengan apa yang terlihat pada naskah Voynich. Sebagai contoh, sandi substitusi sederhana akan dikesampingkan karena distribusi frekuensi hurufnya tidak menyerupai bahasa apa pun yang diketahui, sedangkan sedikitnya variasi bentuk huruf yang digunakan menyiratkan bahwa sandi nomenklator dan sandi homofonik harus diabaikan, karena sandi-sandi tersebut biasanya menggunakan alfabet sandi yang lebih banyak. Sandi polialfabetik diciptakan oleh Alberti pada tahun 1460-an dan mencakup sandi Vigenère yang muncul belakangan, tetapi sandi tersebut biasanya menghasilkan teks sandi dengan setiap bentuk sandi muncul dalam probabilitas yang kurang lebih setara, sangat berbeda dengan distribusi huruf menyerupai bahasa yang tampaknya dimiliki oleh naskah Voynich.

Kehadiran banyak bentuk yang terkelompok secara rapat dalam naskah Voynich (seperti "or", "ar", "ol", "al", "an", "ain", "aiin", "air", "aiir", "am", "ee", dan "eee", dan lain-lain) menunjukkan bahwa sistem sandinya mungkin menggunakan "sandi *verbose*", di mana huruf-huruf tunggal dalam teks terang (plaintext) disandikan menjadi sekumpulan huruf palsu. Sebagai contoh, dua baris pertama pada halaman f15v memuat "oror or" dan "or or oro r", yang sangat menyerupai bentuk angka Romawi seperti "CCC" atau "XXXX" jika disandikan secara *verbose*.[78] Sebuah studi pada tahun 2025 mengusulkan sebuah sandi substitusi *verbose* yang masuk akal secara historis ("Naibbe") yang dapat menyandikan bahasa Latin dan Italia sebagai teks sandi, yang mungkin saja dilakukan dengan logistik pada abad ke-15, dan menunjukkan banyak sifat statistik naskah tersebut yang telah diketahui, meskipun penulis menekankan bahwa hal tersebut merupakan sebuah pembuktian konsep dan tidak mengklaimnya sebagai sandi naskah yang sebenarnya.[79]

Stenografi

Pada tahun 1943, Joseph Martin Feely mengemukakan bahwa naskah tersebut mungkin merupakan buku harian ilmiah, yang ditulis dalam sistem stenografi pribadi, menggunakan singkatan-singkatan, untuk bahasa seperti bahasa Latin. Menurut Mary D'Imperio, "cendekiawan lain ... secara bulat menolak" usulan pembacaan teks yang diajukan oleh Feely dan hipotesis bahwa teks tersebut disusun menggunakan "sistem bentuk singkatan" "tidak dianggap dapat diterima".[13]

Steganografi

Teori ini berpandangan bahwa teks naskah Voynich sebagian besar tidak bermakna, tetapi memuat informasi bermakna yang disembunyikan dalam detail-detail yang tidak mencolok—misalnya, huruf kedua dari setiap kata, atau jumlah huruf dalam setiap baris. Teknik ini, yang disebut steganografi, sudah sangat tua dan telah dideskripsikan oleh Johannes Trithemius pada tahun 1499. Meskipun teks terangnya dispekulasikan telah diekstraksi menggunakan semacam kisi-kisi Cardan (sebuah hamparan dengan lubang-lubang untuk memunculkan teks yang bermakna), hal ini tampaknya agak mustahil karena kata-kata dan huruf-hurufnya tidak disusun dalam bentuk apa pun yang menyerupai kisi-kisi teratur. Namun demikian, klaim steganografi sulit untuk dibuktikan atau dibantah, karena stegoteks dapat dibuat sesulit mungkin untuk ditemukan. Terdapat dugaan bahwa teks yang bermakna dapat dikodekan dalam panjang atau bentuk goresan pena tertentu.[80][81]

Bahasa alami

Analisis statistik terhadap teks tersebut mengungkapkan pola-pola yang menyerupai pola-pola bahasa alami.[47] Misalnya, entropi kata (sekitar 10 bit per kata) mirip dengan teks-teks berbahasa Inggris atau Latin.[3] Amancio et al. (2013) berpendapat bahwa naskah Voynich "sebagian besar kompatibel dengan bahasa-bahasa alami dan tidak kompatibel dengan teks acak".[45] Ahli bahasa Jacques Guy pernah mengemukakan bahwa teks naskah Voynich bisa jadi merupakan bahasa alami yang kurang dikenal, yang ditulis dalam teks terang menggunakan alfabet rekaan. Ia menyarankan bahasa Tionghoa sebagai lelucon, tetapi perbandingan statistik panjang kata secara lebih lanjut dengan bahasa Vietnam dan Tionghoa membuatnya menganggap serius hipotesis tersebut.[82] Dalam banyak rumpun bahasa di Asia Timur dan Tengah, terutama Sino-Tibet (Tionghoa, Tibet, dan Burma), Austroasia (Vietnam, Khmer, dll.) dan kemungkinan Tai (Thai, Lao, dll.), morfem pada umumnya hanya memiliki satu suku kata.[83] Child (1976), seorang ahli bahasa-bahasa Indo-Eropa untuk Badan Keamanan Nasional AS, mengusulkan bahwa naskah tersebut ditulis dalam "dialek Jermanik Utara yang sejauh ini belum diketahui".[84] Ia mengidentifikasi adanya "sintaksis kerangka yang beberapa elemennya mengingatkan pada bahasa-bahasa Jermanik tertentu" dalam naskah tersebut, sementara isinya diekspresikan menggunakan "banyak sekali ketidakjelasan".[85]

Pada bulan Januari 2014, Stephen Bax dari Universitas Bedfordshire menerbitkan penelitiannya mengenai penggunaan pendekatan "bawah-atas" untuk memecahkan sandi naskah tersebut. Metodenya melibatkan pencarian dan penerjemahan nama diri, dalam kaitannya dengan ilustrasi-ilustrasi yang relevan, dalam konteks bahasa-bahasa lain dari periode waktu yang sama. Sebuah makalah yang ia unggah secara daring menawarkan terjemahan tentatif terhadap 14 karakter dan 10 kata.[86][87][88][89] Ia berpendapat bahwa teks tersebut merupakan sebuah risalah tentang alam yang ditulis dalam bahasa alami, dan bukan sebuah kode sandi,[47] tetapi tidak ada penelitian lanjutan yang dilakukan sejak kematian Bax pada tahun 2017.[90] Pembelajaran mendalam telah diusulkan sebagai metode komputasi untuk menganalisis rumpun-rumpun bahasa yang mungkin memiliki keterkaitan dengan alfabet naskah tersebut. Pada tahun 2023, para peneliti menggunakan algoritma pembelajaran mendalam untuk mendemonstrasikan bahwa, dari sampel representatif tujuh aksara India kuno, kemiripan yang paling kuat adalah dengan aksara Khojki.[91]

Tucker & Talbert (2014) menerbitkan sebuah makalah yang mengklaim identifikasi positif terhadap 37 tumbuhan, 6 hewan, dan satu mineral yang dirujuk dalam naskah dengan gambar-gambar tumbuhan dalam Libellus de Medicinalibus Indorum Herbis atau naskah Badianus, sebuah buku herbal Aztek yang ditulis pada tahun 1552.[92] Bersama dengan keberadaan atakamit pada cat tersebut, mereka berpendapat bahwa tumbuh-tumbuhan itu berasal dari zaman kolonial Spanyol Baru dan teksnya merepresentasikan Nahuatl, bahasa suku Aztek. Mereka menetapkan penanggalan naskah tersebut di antara tahun 1521 (tahun terjadinya penaklukan Kekaisaran Aztek oleh Spanyol) dan sekitar 1576. Penanggalan-penanggalan ini bertentangan dengan penanggalan radiokarbon sebelumnya pada velum dan elemen-elemen lain dalam naskah tersebut; akan tetapi, mereka berpendapat bahwa velum tersebut bisa saja telah disimpan dan digunakan di kemudian hari. Analisis ini telah dikritik oleh para peneliti naskah Voynich lainnya,[93] yang berpendapat bahwa pemalsu yang terampil dapat merekayasa tumbuh-tumbuhan yang secara kebetulan memiliki kemiripan sepintas dengan tumbuhan-tumbuhan yang ada namun belum ditemukan saat itu.[94] Spesialis bahasa Nahuatl, M. Pharao Hansen, menolak usulan pembacaan mereka karena hal itu hanya bersandar pada "spekulasi murni".[95]

Bahasa buatan

Struktur internal kata-kata dalam naskah Voynich yang khas mendorong William F. Friedman untuk berhipotesis bahwa teks tersebut bisa jadi merupakan sebuah bahasa buatan. Pada tahun 1950, Friedman meminta perwira tentara Inggris John Tiltman untuk menganalisis beberapa halaman teks tersebut, namun Tiltman tidak sepakat dengan kesimpulan ini. Dalam sebuah makalah pada tahun 1967, Tiltman menyatakan:

Setelah membaca laporan saya, Tn. Friedman mengungkapkan keyakinannya kepada saya bahwa dasar dari aksara tersebut adalah bentuk yang sangat primitif dari bahasa universal sintetik seperti yang dikembangkan dalam bentuk klasifikasi ide-ide filosofis oleh Uskup [John] Wilkins pada tahun 1667 dan Dalgarno beberapa waktu kemudian. Jelas terlihat bahwa hasil karya kedua orang ini terlalu sistematis, dan apa pun yang sejenis dengan itu akan hampir seketika dapat dikenali. Analisis saya tampaknya mengungkapkan campuran yang rumit dari berbagai jenis substitusi.[4]

Konsep bahasa buatan ini sudah cukup tua, sebagaimana dibuktikan oleh karya Wilkins Philosophical Language (1668), namun tetap berselang dua abad setelah asal-usul naskah Voynich yang diterima secara umum. Dalam sebagian besar contoh yang dikenal, kategori-kategori disubdivisikan dengan menambahkan afiks (bahasa fusional); sebagai akibatnya, sebuah teks mengenai subjek tertentu akan memiliki banyak kata dengan awalan yang serupa—misalnya, semua nama tumbuhan akan dimulai dengan huruf yang serupa, begitu pula untuk semua penyakit, dan seterusnya. Fitur ini kemudian dapat menjelaskan sifat repetitif dari teks Voynich; namun, belum ada seorang pun yang mampu memberikan makna yang masuk akal pada awalan atau akhiran apa pun dalam naskah Voynich.[5]

Pemalsuan

250px-Voynich_Manuscript_%28175%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Halaman 175; f99r, dari bagian farmasi
250px-Voynich_Manuscript_%28135%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Halaman 135; f75r, dari bagian balneologi yang menampilkan apa yang tampak seperti nimfa

Fakta bahwa naskah tersebut hingga kini belum berhasil dipecahkan telah mendorong berbagai sarjana untuk berpendapat bahwa teks tersebut sejak awal tidak memuat konten yang bermakna, menyiratkan bahwa naskah tersebut mungkin merupakan sebuah pemalsuan abad pertengahan. Pada tahun 2003, ilmuwan komputer Gordon Rugg menunjukkan bahwa teks dengan karakteristik yang menyerupai naskah Voynich dapat dihasilkan menggunakan tabel awalan kata, akar kata, and akhiran, yang dipilih dan digabungkan melalui perantara lembaran penutup berlubang.[96][97] Perangkat yang disebut terakhir ini, yang dikenal sebagai kisi-kisi Cardan, diciptakan sekitar tahun 1550 sebagai alat enkripsi, lebih dari 100 tahun setelah perkiraan tanggal pembuatan naskah Voynich. Beberapa pihak berpendapat bahwa kemiripan antara teks-semu (pseudo-text) yang dihasilkan dalam eksperimen Gordon Rugg dan naskah Voynich bersifat dangkal, dan metode kisi-kisi tersebut dapat digunakan untuk meniru bahasa apa pun sampai tingkat tertentu.[98] Pada bulan April 2007, sebuah studi oleh peneliti Austria Andreas Schinner yang diterbitkan dalam Cryptologia mendukung hipotesis pemalsuan tersebut.[15] Schinner mendalilkan bahwa sifat statistik dari teks naskah tersebut lebih konsisten dengan omong kosong tak bermakna yang dihasilkan menggunakan metode kuasi-stokastik, seperti metode yang dijelaskan oleh Rugg, daripada dengan teks bahasa Latin dan Jerman abad pertengahan.[15]

Beberapa sarjana mengklaim bahwa teks naskah tersebut tampak terlalu canggih untuk ukuran sebuah pemalsuan. Pada tahun 2013, Marcelo Montemurro, seorang fisikawan teoretis dari Universitas Manchester, menerbitkan temuan yang mengklaim bahwa jaringan semantik ada di dalam teks naskah tersebut, seperti kata-kata pembawa konten yang muncul dalam pola yang berkelompok, atau kata-kata baru yang digunakan ketika terjadi pergeseran topik.[99] Dengan bukti ini, ia meyakini kecil kemungkinan fitur-fitur tersebut sengaja "dimasukkan" ke dalam teks untuk membuat pemalsuan terlihat lebih realistis, karena sebagian besar pengetahuan akademis yang diperlukan mengenai struktur-struktur tersebut tidak ada pada saat naskah Voynich ditulis.[100] Pada tahun 2021, para peneliti di Universitas Yale, dengan menggunakan analisis tf–idf, menyelidiki lebih lanjut hubungan antara kluster subjek dalam teks dan topik sebagaimana yang dapat diidentifikasi melalui ilustrasi dan analisis paleografi. Kesimpulan mereka adalah bahwa kluster yang diturunkan secara komputasi cocok dengan topik-topik ilustrasi sampai batas tertentu, sehingga memberikan bukti bahwa naskah Voynich memuat teks yang bermakna.[101]

Para sarjana lain berpendapat bahwa pola-pola canggih semacam itu juga dapat muncul dalam dokumen-dokumen palsu. Pada tahun 2016, Gordon Rugg dan Gavin Taylor menerbitkan artikel lain dalam Cryptologia yang menunjukkan bahwa metode kisi-kisi dapat mereproduksi banyak fitur skala besar dari teks tersebut.[102] Pada tahun 2019, Torsten Timm dan Andreas Schinner menerbitkan sebuah makalah yang berpendapat bahwa teks tersebut dihasilkan melalui proses "pengutipan mandiri" (self-citation) di mana para penulis menyalin dan memodifikasi kata-kata tak bermakna dari bagian teks sebelumnya. Dengan menggunakan simulasi komputer dari proses ini, mereka mendemonstrasikan bahwa hal tersebut dapat mereproduksi banyak karakteristik statistik dari naskah Voynich.[103] Pada tahun 2022, peneliti Universitas Yale Daniel Gaskell dan Claire Bowern menerbitkan hasil eksperimen di mana para partisipan manusia sengaja mencoba menulis teks yang tidak bermakna. Mereka mendapati bahwa teks yang dihasilkan sering kali sangat tidak acak dan menunjukkan banyak sifat statistik yang tidak biasa yang sama dengan naskah Voynich, sehingga mendukung gagasan bahwa beberapa fitur teks tersebut dapat dihasilkan melalui sebuah pemalsuan.[104]

Glosolalia

Litterae_ignotae.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Aksara ciptaan Hildegard von Bingen
250px-Voynich-partof_f78r.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Detail para nimfa pada halaman 141; f78r

Dalam buku terbitan tahun 2004 mereka, Gerry Kennedy dan Rob Churchill mengemukakan kemungkinan bahwa naskah Voynich merupakan kasus glosolalia (berbicara dalam bahasa roh), penyaluran, atau seni outsider.[105] Jika demikian, penulisnya merasa terdorong untuk menulis teks dalam jumlah besar dengan cara yang menyerupai arus kesadaran, baik karena suara-suara yang didengar maupun karena suatu dorongan. Hal ini sering kali terjadi dalam bahasa rekaan pada glosolalia, yang biasanya terdiri atas fragmen-fragmen dari bahasa penulis itu sendiri, meskipun aksara rekaan untuk tujuan ini jarang ditemukan.[butuh rujukan] Kennedy dan Churchill menggunakan karya-karya Hildegard von Bingen untuk menunjukkan kemiripan antara naskah Voynich dan ilustrasi-ilustrasi yang ia gambar ketika ia sedang menderita serangan migrain parah, yang dapat memicu kondisi seperti kesurupan yang rentan terhadap glosolalia. Fitur menonjol yang ditemukan pada keduanya adalah "arus bintang" yang melimpah, dan sifat repetitif dari "nimfa" di bagian balneologi.[106][halaman dibutuhkan]

Teori ini menuai kontroversi,[107] dan hampir tidak mungkin untuk dibuktikan atau dibantah, kecuali jika teks tersebut berhasil dipecahkan. Kennedy dan Churchill sendiri tidak sepenuhnya yakin dengan hipotesis tersebut, namun menganggapnya masuk akal. Dalam bab puncak dari karya mereka, Kennedy menyatakan keyakinannya bahwa naskah tersebut adalah sebuah tipuan atau pemalsuan. Churchill mengakui kemungkinan bahwa naskah tersebut merupakan bahasa sintetis yang telah terlupakan (seperti yang dikemukakan oleh Friedman), atau sebagai sebuah pemalsuan, yang merupakan teori utama. Ia menyimpulkan bahwa, jika naskah tersebut merupakan ciptaan yang asli, penyakit mental atau delusi tampaknya telah memengaruhi sang penulis.[106][halaman dibutuhkan]

Klaim pemecahan sandi

Sejak penemuan kembali naskah tersebut pada era modern pada tahun 1912, telah muncul sejumlah klaim pemecahan sandi.

William Romaine Newbold

Salah satu upaya paling awal untuk menguraikan sandi buku tersebut dilakukan pada tahun 1921 oleh William Romaine Newbold dari Universitas Pennsylvania. Hipotesis uniknya menyatakan bahwa teks yang terlihat tidak bermakna, tetapi setiap "huruf" yang tampak sebenarnya tersusun dari serangkaian tanda kecil yang hanya dapat dilihat di bawah pembesaran. Tanda-tanda tersebut diduga didasarkan pada stenografi Yunani kuno, membentuk tingkat aksara kedua yang menyimpan konten asli dari tulisan tersebut. Newbold mengklaim telah menggunakan pengetahuan ini untuk menguraikan paragraf-paragraf utuh yang membuktikan kepenulisan Bacon dan mencatat penggunaannya terhadap sebuah mikroskop majemuk empat ratus tahun sebelum van Leeuwenhoek. Sebuah gambar melingkar di bagian astronomi menggambarkan objek berbentuk tidak beraturan dengan empat lengan melengkung, yang ditafsirkan oleh Newbold sebagai gambar galaksi, yang hanya dapat diperoleh dengan menggunakan teleskop.[4]

Analisis Newbold sejak saat itu ditolak sebagai hal yang terlalu spekulatif,[108] setelah John Matthews Manly dari Universitas Chicago menunjukkan cacat serius dalam teorinya pada tahun 1931.[109] Sebagai contoh, setiap karakter stenografi diasumsikan memiliki banyak interpretasi, sehingga tidak ada cara yang dapat diandalkan untuk menentukan mana yang dimaksud dalam kasus tertentu. Metode Newbold juga mengharuskan penataan ulang huruf sesuka hati hingga menghasilkan bahasa Latin yang dapat dipahami. Faktor-faktor ini saja sudah memastikan bahwa sistem tersebut memiliki fleksibilitas yang cukup sehingga hampir apa pun dapat disimpulkan dari tanda-tanda mikroskopis. Meskipun bukti mikrografi menggunakan bahasa Ibrani dapat ditelusuri hingga abad kesembilan, hal itu sama sekali tidak sepadat atau sekompleks bentuk-bentuk yang dibuat-buat oleh Newbold. Studi mendalam terhadap naskah tersebut mengungkapkan bahwa tanda-tanda tersebut merupakan artifak yang disebabkan oleh cara tinta retak saat mengering pada velum yang kasar. Menemukan makna dalam artifak-artifak ini dapat dikaitkan dengan pareidolia. Berkat sanggahan menyeluruh dari Manly, teori mikrografi kini secara umum diabaikan.[110]

Joseph Martin Feely

Pada tahun 1943, Joseph Martin Feely menerbitkan Roger Bacon's Cipher: The Right Key Found, yang di dalamnya ia mengklaim bahwa buku tersebut adalah buku harian ilmiah yang ditulis oleh Roger Bacon. Metode Feely mendalilkan bahwa teks tersebut adalah bahasa Latin abad pertengahan yang sangat disingkat dan ditulis dalam sandi substitusi sederhana.[13]

Leonell C. Strong

Leonell C. Strong, seorang ilmuwan peneliti kanker dan kriptografer amatir, mengklaim bahwa solusi untuk naskah Voynich adalah "sistem ganda yang aneh berupa progresi aritmetika dari alfabet majemuk". Strong menerbitkan terjemahan dua halaman pada tahun 1947, dan mengklaim bahwa teks terang tersebut mengungkapkan bahwa naskah Voynich ditulis oleh penulis Inggris abad ke-16 Anthony Ascham, yang karya-karyanya meliputi A Little Herbal, yang diterbitkan pada tahun 1550. Catatan yang dirilis setelah kematiannya mengungkapkan bahwa tahap akhir analisisnya, di mana ia memilih kata-kata untuk digabungkan menjadi frasa, bersifat subjektif dan dipertanyakan.[69]: 252 

Robert S. Brumbaugh

Pada tahun 1978, Robert Brumbaugh, seorang profesor filsafat klasik dan abad pertengahan di Universitas Yale, mengklaim bahwa naskah tersebut adalah sebuah pemalsuan yang dimaksudkan untuk mengecoh Kaisar Rudolf II agar membelinya, dan bahwa teks tersebut adalah bahasa Latin yang disandikan dengan metode dua langkah yang kompleks.[13]

John Stojko

Pada tahun 1978, John Stojko menerbitkan Letters to God's Eye,[111] yang di dalamnya ia mengklaim bahwa naskah Voynich adalah serangkaian surat yang ditulis dalam bahasa Ukraina tanpa vokal.[68] Teori ini sempat menimbulkan kehebohan di kalangan diaspora Ukraina pada saat itu, dan kemudian di Ukraina yang merdeka setelah tahun 1991;[112] akan tetapi, tanggal yang diberikan Stojko untuk surat-surat tersebut, kurangnya hubungan antara teks dan gambar, serta kelonggaran umum dalam metode dekripsinya semuanya telah dikritik.[68]

Stephen Bax

Pada bulan Januari 2014, profesor linguistik terapan Stephen Bax menerbitkan sebuah makalah secara mandiri yang mengusulkan "pemecahan sandi parsial sementara" dari naskah tersebut, dengan mengusulkan terjemahan untuk sepuluh nama diri dan empat belas huruf dari naskah tersebut menggunakan teknik yang serupa dengan yang digunakan untuk berhasil menerjemahkan hieroglif Mesir.[113] Ia mengklaim bahwa naskah tersebut adalah sebuah risalah tentang alam, dalam bahasa Timur Dekat atau Asia, tetapi tidak ada terjemahan penuh yang dibuat sebelum kematian Bax pada bulan November 2017.[90]

Greg Kondrak

Greg Kondrak, seorang profesor pemrosesan bahasa alami di Universitas Alberta, dan mahasiswa pascasarjananya Bradley Hauer menggunakan linguistik komputasi dalam upaya untuk memecahkan kode naskah tersebut.[114] Temuan mereka dipresentasikan pada Pertemuan Tahunan Asosiasi Linguistik Komputasi pada bulan Agustus 2017 dalam bentuk artikel yang menyatakan bahwa bahasa naskah tersebut kemungkinan besar adalah Ibrani, tetapi disandikan menggunakan alfagram, yaitu anagram yang diurutkan secara alfabetis, dengan Kondrak bahkan mengklaim telah memecahkan kalimat pertama sebagai "Dia memberikan rekomendasi kepada pendeta, pria pemilik rumah dan saya dan orang-orang";[115][116][117] namun, tim tersebut mengakui bahwa para ahli naskah abad pertengahan yang meninjau karya tersebut tidak yakin.[118][119][120]

Nicholas Gibbs

Pada bulan September 2017, penulis televisi Nicholas Gibbs mengklaim telah memecahkan kode naskah tersebut sebagai bahasa Latin yang disingkat secara idiosinkratis.[121] Ia menyatakan bahwa naskah tersebut adalah panduan kesehatan wanita yang sebagian besar merupakan hasil plagiarisme.[18] Para cendekiawan kemudian mengkritik Gibbs karena menggabungkan karya ilmiah yang sudah ada dengan terjemahan yang sangat spekulatif dan tidak tepat; Lisa Fagin Davis, direktur Medieval Academy of America, menyatakan bahwa pemecahan kode Gibbs "tidak menghasilkan bahasa Latin yang masuk akal."[122] Davis menambahkan bahwa dia "terkejut TLS menerbitkannya."[123] Peneliti lain setuju dengan pendapat tersebut.[23]

Ahmet Ardıç

Pada bulan Februari 2018, Ahmet Ardıç, seorang insinyur listrik Turki-Kanada yang memiliki minat pada linguistik Turkik, mengklaim bahwa naskah tersebut ditulis dalam variasi bahasa yang diturunkan dari Turk Kuno.[124][125][126] Ia mengklaim bahwa teks tersebut ditulis menggunakan ortografi fonemik, yang berarti penulis naskah mengeja kata-kata seperti yang terdengar secara fonetis.[127][128][129] Temuan tersebut dipresentasikan pada sebuah konferensi yang berkaitan dengan Studi Dunia Turki.[130][131] Ardıç mulai memecahkan kode naskah tersebut empat tahun sebelumnya dengan bantuan kedua putranya. Ardıç "memperhatikan bahwa kata-kata dalam buku tersebut tampak dibangun dari akar kata repetitif dengan tambahan awalan dan akhiran. Hal itu mengingatkannya pada bahasa ibunya, bahasa Turki... Pada awalnya ia menemukan tujuh karakter yang sama dengan bahasa Turk Kuno, dan perlahan-lahan bahasa tersebut terungkap... Ilustrasi lainnya memungkinkan mereka untuk mencocokkan kata-kata bahasa Turk Kuno dengan gambar-gambar yang ditampilkan", lapor The Canadian Press.[124] Tim Ardıç mengklaim telah memecahkan kode dan menerjemahkan setidaknya 300 kata "dan yakin bahwa sekarang terdapat kosakata yang cukup untuk membaca setidaknya 30% dari naskah tersebut."[125][127] Pengajuannya ke jurnal Digital Philology: A Journal of Medieval Cultures ditolak pada tahun 2019.[132] Menyusul kritik dari ahli bahasa Koen Gheuens dengan alasan bahwa hal itu mengingatkan pada goropisme yang serupa dengan Teori Bahasa Matahari, Ardıç merilis makalah setebal 195 halaman untuk mencoba mengklarifikasi posisinya dan menuduh Gheuens melakukan bias dan serangan ad hominem.[133]

Gerard Cheshire

Pada bulan Mei 2019, Gerard Cheshire, seorang asisten peneliti biologi di Universitas Bristol, mengklaim bahwa naskah tersebut ditulis dalam bahasa "proto-Roman kaligrafis". Ia mengklaim telah memecahkan naskah tersebut dalam waktu dua minggu menggunakan kombinasi "pemikiran lateral dan kecerdikan."[134][135] Cheshire berpendapat bahwa naskah tersebut adalah "kompendium informasi mengenai pengobatan herbal, pemandian terapeutik, dan bacaan astrologi"; bahwa naskah tersebut berisi banyak deskripsi tentang tanaman obat[136] serta bagian-bagian yang berfokus pada kesehatan fisik dan mental wanita, reproduksi, dan pengasuhan anak; dan bahwa naskah tersebut adalah satu-satunya teks yang diketahui yang ditulis dalam proto-Roman.[137] Ia lebih lanjut mengklaim: "Naskah tersebut disusun oleh para biarawati Dominikan sebagai sumber referensi untuk Maria of Castile, Queen of Aragon."[138]

Pada bulan Juni 2023, Cheshire menerbitkan terjemahannya dari ilustrasi lipat pada halaman 158.[139] Ia mengklaim bahwa ilustrasi tersebut menggambarkan sebuah gunung berapi, dan berteori bahwa hal itu menempatkan para pembuat naskah di dekat pulau Vulcano yang merupakan gunung berapi aktif selama abad ke-15;[140] namun, para ahli dokumen abad pertengahan membantah interpretasi tersebut dengan keras.[141] Saat dimintai komentar, Lisa Fagin Davis memberikan penjelasan berikut:

Seperti kebanyakan calon penafsir Voynich, logika dari usulan ini bersifat melingkar dan penuh angan-angan: ia memulai dengan teori tentang arti dari serangkaian glif tertentu, biasanya karena kedekatan kata tersebut dengan gambar yang ia yakini dapat ia tafsirkan. Ia kemudian meneliti sejumlah kamus bahasa Roman abad pertengahan hingga ia menemukan kata yang tampaknya sesuai dengan teorinya. Kemudian ia berpendapat bahwa karena ia telah menemukan kata bahasa Roman yang cocok dengan hipotesisnya, hipotesisnya pasti benar. "Terjemahan" miliknya dari apa yang pada hakikatnya adalah omong kosong belaka, gabungan dari berbagai bahasa, merupakan bentuk angan-angan alih-alih terjemahan yang sebenarnya.

— 15 May 2019, Ars Technica.[141]

Universitas Bristol kemudian menghapus referensi mengenai klaim Cheshire dari situs webnya,[142] dengan merujuk, dalam sebuah pernyataan, pada kekhawatiran mengenai validitas penelitian tersebut dan menyatakan: "Penelitian ini sepenuhnya merupakan karya penulis sendiri dan tidak berafiliasi dengan Universitas Bristol, School of Arts, maupun Centre for Medieval Studies".[143][144]

Rainer Hannig

Pada tahun 2020, setahun setelah klaim terjemahan oleh Cheshire diumumkan, ahli egiptologi Jerman Rainer Hannig, yang bekerja untuk Roemer-und-Pelizaeus-Museum di Hildesheim, mengklaim bahwa ia telah berhasil memecahkan bagian-bagian dari naskah tersebut, dengan menyatakan bahwa naskah itu ditulis dalam bentuk Ibrani Abad Pertengahan dan juga menyertakan beberapa kata dalam Yiddish dan Arab. Dalam dokumennya yang berjudul Voynich-Hebräisch: Der Weg zur Entzifferung, Hannig memaparkan penalarannya di balik solusi yang ditemukannya, dengan memetakan karakter EVA ke karakter Ibrani. Ia mengklaim bahwa halaman pertama naskah tersebut berisi kumpulan kutipan oleh para sarjana Yahudi dan Arab, yang diawali dengan kata-kata "Petani lintas zaman".[145][146][147][148] Hannig meninggal dunia pada tahun 2022.

Faksimil

Banyak buku dan artikel yang telah ditulis mengenai naskah tersebut. Salinan halaman-halaman naskah dibuat oleh alkimiawan Georg Baresch pada tahun 1637 dan dikirimkan kepada Athanasius Kircher, sementara salinan lainnya dibuat oleh Wilfrid Voynich.[149] Pada tahun 2004, Perpustakaan Buku Langka dan Naskah Beinecke merilis pemindaian digital beresolusi tinggi yang dapat diakses oleh publik secara daring, dan beberapa faksimil cetak pun diterbitkan. Pada tahun 2016, Perpustakaan Beinecke dan Yale University Press menerbitkan bersama sebuah faksimil berjudul The Voynich Manuscript, yang dilengkapi dengan esai-esai ilmiah.[150] Perpustakaan Beinecke juga memberikan izin kepada penerbit asal Spanyol, Siloé, untuk memproduksi cetakan replika sebanyak 898 eksemplar pada tahun 2017.[151][152] Pada bulan September 2024, pemindaian multispektral dari sepuluh halaman pilihan dirilis ke publik, yang mengungkap detail-detail yang tidak dapat dilihat dengan cahaya tampak.[153]

Pengaruh budaya

Naskah ini telah menginspirasi berbagai karya fiksi, termasuk:

Penulis Tahun Judul
Colin Wilson 1969/1974 The Return of the Lloigor
Max McCoy 1995 Indiana Jones and the Philosopher's Stone
Lev Grossman 2004 Codex
Scarlett Thomas 2004 PopCo
Alex Scarrow 2011 Time Riders: The Doomsday Code
Linda Sue Park 2012 Trust No One
Dominic Selwood 2013 The Sword of Moses
Deborah Harkness 2014 The Book of Life
Mircea Cartarescu 2015 Solenoid[154]
  • Antara tahun 1976 dan 1978,[155] seniman asal Italia Luigi Serafini menciptakan Codex Seraphinianus yang berisi sistem penulisan palsu serta gambar-gambar tanaman khayalan dengan gaya yang mengingatkan pada naskah Voynich.[156][157][158]
  • Karya musik kamar gubahan komposer klasik kontemporer Hanspeter Kyburz pada tahun 1995 yang berjudul The Voynich Cipher Manuscript, for chorus & ensemble terinspirasi dari naskah tersebut.[159]
  • Pada tahun 2015, Orkes Simfoni New Haven menugaskan Hannah Lash untuk menggubah sebuah simfoni yang terinspirasi dari naskah tersebut.[160]
  • Untuk strip komik web Sandra and Woo edisi ke-500 yang diterbitkan pada 29 Juli 2013, penulis Oliver Knörzer dan seniman Puri Andini menciptakan The Book of Woo, yaitu empat halaman bergambar yang terinspirasi dari naskah Voynich.[161] Keempat halaman tersebut menampilkan ilustrasi aneh di samping teks sandi. Strip tersebut sempat diulas dalam MTV Geek dan dibahas di dalam blog Cipher Mysteries milik pakar kriptologi Nick Pelling serta Klausis Krypto Kolumne milik pakar kriptologi Klaus Schmeh [de].[162][163][164] The Book of Woo juga dibahas dalam buku tahun 2017 berjudul Unsolved! karya Craig P. Bauer [de], yang mengulas sejarah sandi-sandi terkenal.[165] Sebagai bagian dari persiapan menjelang penerbitan strip ke-1.000, Knörzer menerbitkan terjemahan teks bahasa Inggrisnya pada 28 Juni 2018,[166] yang mengungkap proses penyamaran penting yang terlibat saat menerjemahkan teks biasa ke dalam bahasa buatan Toki Pona.
  • Manga debut karya Seiman Douman berjudul The Voynich Hotel (2006) dinamai berdasarkan naskah tersebut.
  • Dalam novel karya Hernán Diaz yang berjudul Trust, yang memenangkannya Penghargaan Pulitzer pada tahun 2023, buku harian seorang tokoh utama secara berseloroh disebut sebagai "Naskah Voynich" karena tulisan tangan penulisnya yang tidak dapat dibaca.[167][168][halaman dibutuhkan]
  • Naskah tersebut disinggung dalam novel fiksi ilmiah Olympos (novel) karya penulis Amerika Serikat Dan Simmons. Nama ras humanoid misterius dalam cerita tersebut, yaitu voynix, berasal darinya.

Lihat pula

Referensi

Catatan

  1. ↑ Perkiraan jumlah terkecil adalah 272 halaman (yakni 20 kurai), dan memuat >170.000 karakter.[9]
  2. ↑ Sebagian kecil kata dalam manuskrip ini ditulis dengan aksara Latin.[4][7]

Sitasi

  1. 1 2 3 4 5 Steindl, Klaus; Sulzer, Andreas (2011). "The Voynich Code — The World's Mysterious Manuscript". Diarsipkan dari asli (video) tanggal 9 Maret 2012. Diakses tanggal 8 Juni 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 4 Stolte, Daniel (10 Februari 2011). "Experts determine age of book 'nobody can read'". PhysOrg. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 17 Januari 2012. Diakses tanggal 8 Juni 2016.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. 1 2 Landini, Gabriel (Oktober 2001). "Evidence of linguistic structure in the Voynich manuscript using spectral analysis". Cryptologia. 25 (4): 275–295. doi:10.1080/0161-110191889932. S2CID 28332554.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. 1 2 3 4 5 6 7 8 Tiltman, John H. (Musim panas 1967). "The Voynich manuscript: The most mysterious manuscript in the world" (PDF). NSA Technical Journal. XII (3). U.S. National Security Agency. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal Oktober 18, 2011. Diakses tanggal Juni 8, 2016.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. 1 2 Kahn 1967, hlm. 870–871
  6. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Shailor
  7. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Barabe 2009
  8. 1 2 3 Pelling 2006
  9. 1 2 3 4 5 6 7 Schmeh, Klaus (Januari–Februari 2011). "The Voynich manuscript: The book nobody can read". Skeptical Inquirer. Vol. 35, no. 1. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 16 September 2018. Diakses tanggal 8 Juni 2016.{{cite magazine}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. 1 2 Kennedy & Churchill 2004.
  11. 1 2 3 4 Zandbergen, René (19 Mei 2016). "17th Century letters related to the MS". Voynich.nu. Voynich manuscript. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 14 November 2017. Diakses tanggal 9 Juni 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  12. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Schuster, John (2009). Haunting Museums. Tom Doherty Associates. hlm. 175–272. ISBN 978-1-4299-5919-3. Diakses tanggal 8 Juni 2016.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  13. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 D'Imperio, M. E. (1978). The Voynich Manuscript: An elegant enigma (PDF). U.S. National Security Agency. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 27 September 2020. Diakses tanggal 1 Februari 2021.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link); Laguna Hills, CA: Aegean Park Press, 1978, ISBN978-0-89412-038-1; Saffron Walden, UK: Books Express Publishing, 2011, ISBN978-1-78039-009-3
  14. ↑ Tayler, Christopher (23 Oktober 2025). "In the Fourth Person" – via www.nybooks.com.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  15. 1 2 3 Schinner 2007.
  16. ↑ "The mystery of the Voynich Manuscript". Prospect. 16 Agustus 2016.{{cite magazine}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  17. ↑ "The Unread: The Mystery of the Voynich Manuscript". The New Yorker. 9 Juli 2013.{{cite magazine}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  18. 1 2 Brumbaugh 1978
  19. ↑ "MS 408" (image). Yale Library. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 10 Januari 2019. Diakses tanggal 8 Juni 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  20. ↑ "Voynich Manuscript". Beinecke Library. Diarsipkan dari asli tanggal 13 Januari 2013. Diakses tanggal 8 Juni 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  21. ↑ "Voynich Manuscript". Yale University Library – Beinecke Rare Book and Manuscript Library. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 Maret 2022. Diakses tanggal 26 April 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  22. ↑ Hogenboom, Melissa (21 Juni 2013). "Mysterious Voynich manuscript has 'genuine message'". BBC News. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2 Februari 2020. Diakses tanggal 8 Juni 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  23. 1 2 Turing, Dermot (2020). The Codebreakers of Bletchley Park. London: Arcturus Publishing. hlm. 135, 136. ISBN 978-1-78950-621-1.
  24. ↑ Pelling, Nick. "Voynich theories". ciphermysteries.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 28 Januari 2020. Diakses tanggal 8 Juni 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  25. 1 2 3 4 5 Zandbergen, René (11 Mei 2016). "The origin of the Voynich MS". Voynich.nu. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 11 Februari 2018. Diakses tanggal 8 Juni 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  26. 1 2 Duffy, Eamon (20 April 2017). "Secret Knowledge – or a Hoax?". The New York Review of Books. Vol. 64, no. 7. hlm. 44–46.{{cite magazine}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  27. ↑ Zandbergen, René (11 Mei 2016). "The Radio-Carbon Dating of the Voynich MS". Voynich.nu. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 Agustus 2019. Diakses tanggal 8 Juni 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  28. ↑ Zandbergen, René (27 Mei 2016). "About the binding of the MS". Voynich.nu. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 17 Agustus 2019. Diakses tanggal 9 Juni 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  29. 1 2 3 4 5 6 Sabar, Ariel (8 Agustus 2024). "An Intoxicating 500-Year-Old Mystery". The Atlantic. Diakses tanggal 5 November 2025.{{cite magazine}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  30. ↑ Davis, Lisa Fagin (Musim semi 2020). "How Many Glyphs and How Many Scribes? Digital Paleography and the Voynich Manuscript". Manuscript Studies: A Journal of the Schoenberg Institute for Manuscript Studies. 5 (1): 164–180. doi:10.1353/mns.2020.0011. Diakses tanggal 6 November 2025.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  31. ↑ Stolfi, Jorge (22 Juli 2004). "Evidence of text retouching of f1r". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 Oktober 2018. Diakses tanggal 8 Juni 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  32. ↑ Zandbergen, René. "Books once owned by Jacobus Horčický / Sinapius / de Tepenec". Voynich.nu. Diakses tanggal 9 September 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  33. ↑ Palmer, Sean B. (2004). "Voynich Manuscript: Months". Inamidst.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 27 Juli 2017. Diakses tanggal 8 Juni 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  34. ↑ Palmer, Sean B. (2004). "Notes on f116v's Michitonese". Inamidst.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 16 Desember 2017. Diakses tanggal 8 Juni 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  35. ↑ Zandbergen, René. "Text Analysis – Transcription of the Text". Voynich.nu. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 17 Agustus 2019. Diakses tanggal 31 Maret 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  36. ↑ Zandbergen, René. "Text Analysis – Transcription of the Text: Eva". Voynich.nu. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 17 Agustus 2019. Diakses tanggal 31 Maret 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  37. ↑ Zandbergen, René. "Text Analysis – Transcription of the Text: FSG". Voynich.nu. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 17 Agustus 2019. Diakses tanggal 31 Maret 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  38. 1 2 Reeds, Jim (7 September 1994). "William F. Friedman's Transcription of the Voynich Manuscript" (PDF). AT&T Bell Laboratories. hlm. 1–23. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 29 November 2014. Diakses tanggal 8 Juni 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  39. ↑ Reddy, Sravana; Knight, Kevin (2011). "What we know about the Voynich manuscript" (PDF). www.isi.edu. hlm. 1–9. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 26 Agustus 2011. Diakses tanggal 11 Juni 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  40. ↑ Zandbergen, René. "Analysis Section ( 2/5 ) – Character statistics". Voynich.nu. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 17 Agustus 2019. Diakses tanggal 31 Maret 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  41. ↑ Zandbergen, René (26 Desember 2015). "Analysis Section ( 3/5 ) – Word structure". Voynich.nu. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2 Juni 2016. Diakses tanggal 8 Juni 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  42. ↑ Day, Michael (24 Mei 2011). "The Voynich Manuscript: will we ever be able to read this book?". The Telegraph. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 12 Januari 2022. Diakses tanggal 8 Juni 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  43. ↑ Vonfelt, S. (2014). "The strange resonances of the Voynich manuscript" (PDF). Free (ISP) Graphométrie. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 28 September 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  44. ↑ Friedman, Elizebeth (5 Agustus 1962). "The most mysterious ms. – still an enigma" (PDF). Washington Post. hlm. E1, E5.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) – quoted by D'Imperio (1978)[13]: 27 (§#x202f;4.4) 
  45. 1 2 3 Amâncio, Diego R.; Altmann, Eduardo G.; Rybski, Diego; Oliveira, Osvaldo N. Jr.; da Costa, Luciano F. (Juli 2013). "Probing the statistical properties of unknown texts: Application to the Voynich manuscript". PLOS ONE. 31 (2): 95–107. arXiv:1303.0347. Bibcode:2013PLoSO...867310A. doi:10.1080/01611190601133539. PMC 3699599. PMID 23844002. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 November 2014. Diakses tanggal 8 Juni 2016.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  46. ↑ Miller, Greg (20 Agustus 2021). "Can statistics help crack the mysterious Voynich manuscript?". Knowable Magazine. doi:10.1146/knowable-081921-1. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 November 2021. Diakses tanggal 31 Agustus 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  47. 1 2 3 4 5 6 7 8 Bowern, Claire L.; Lindemann, Luke (14 Januari 2021). "The Linguistics of the Voynich Manuscript". Annual Review of Linguistics. 7 (1): 285–308. doi:10.1146/annurev-linguistics-011619-030613. S2CID 228894621. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2 September 2021. Diakses tanggal 30 Agustus 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  48. 1 2 Currier, PH; Zandbergen, R. "Papers on the Voynich manuscript. The Voynich Manuscript". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 13 Mei 2021. Diakses tanggal 30 Agustus 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  49. 1 2 Davis, Lisa Fagin (2020). "How many glyphs and how many scribes? Digital paleography and the Voynich Manuscript". Manuscr. Stud. 5: 164–80. doi:10.1353/mns.2020.0011. S2CID 218957807. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 26 September 2021. Diakses tanggal 30 Agustus 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  50. 1 2 Reddy, Sravana; Knight, Kevin (2011). "What we know about the Voynich manuscript". Proceedings of the 5th ACL-HLT Workshop on Language Technology for Cultural Heritage, Social Sciences, and Humanities. Stroudsburg, PA: Assoc. Comput. Linguist. hlm. 78–86.
  51. 1 2 3 4 5 6 7 Schwerdtfeger, Elias (2004). "Voynich Information Browser". Diarsipkan dari asli tanggal 26 Juli 2019. Diakses tanggal 11 Juni 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  52. ↑ Zandbergen, René (17 Mei 2016). "Rosettes folio". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 17 Agustus 2019. Diakses tanggal 9 Juni 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  53. ↑ O'Neill, Hugh (Januari 1944). "Botanical Observations on the Voynich MS". Speculum. 19 (1). University of Chicago Press: 126. doi:10.2307/2856859. ISSN 0038-7134. JSTOR 2856859.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  54. ↑ Purš, Ivo; Karpenko, Vladimír, ed. (2016). Alchemy and Rudolf II: exploring the secrets of nature in Central Europe in the 16th and 17th centuries (Edisi 2nd edition, Ist English). Prague: Artefactum. ISBN 978-80-86890-85-2.
  55. 1 2 Kennedy & Churchill 2011, hlm. 12–
  56. 1 2 3 4 Zandbergen, René. "Voynich MS – Long tour: Known history of the manuscript". Voynich.nu. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 7 Oktober 2000. Diakses tanggal 8 Juni 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  57. ↑ "Mysterious Voynich manuscript is genuine". Diarsipkan dari asli tanggal 5 Januari 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  58. ↑ Stolte, Daniel (9 Februari 2011). "UA Experts Determine Age of Book 'Nobody Can Read'". University of Arizona. Diarsipkan dari versi asli pada 17 Februari 2011. Diakses tanggal 8 Juni 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  59. ↑ Jackson, David (23 Januari 2015). "The Marci letter found inside the VM". Diarsipkan dari asli tanggal 28 Januari 2020. Diakses tanggal 9 Juni 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  60. ↑ Knight, Kevin (September 2009). "The Voynich manuscript" (PDF). Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 29 Juli 2019. Diakses tanggal 9 Juni 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  61. ↑ Ensanian, Berj N. (27 Februari 2007). "Archive of communications of the Journal of Voynich Studies". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 12 Maret 2018. Diakses tanggal 9 Juni 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  62. ↑ "Beinecke 408A". Diarsipkan dari asli tanggal 2 Juni 2016. Diakses tanggal 9 Juni 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  63. ↑ Neal, Philip. "The letter of Johannes Marcus Marci to Athanasius Kircher (1665)". Diarsipkan dari asli tanggal 15 Maret 2016. Diakses tanggal 9 Juni 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  64. ↑ Santos, Marcelo dos. "El Manuscrito Voynich" (dalam bahasa Spanyol). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 13 Januari 2019. Diakses tanggal 9 Juni 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  65. 1 2 Guzy, Stefan (2022). "Book Transactions of Emperor Rudolf II, 1576–1612: New Findings on the Earliest Ownership of the Voynich Manuscript" (PDF). CEUR Workshop Proceedings. 3313. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 10 Januari 2023. Diakses tanggal 10 Januari 2023.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  66. ↑ "The journey to America of a set of manuscripts from the Collegium Romanum". Gregorian Archives. 22 Oktober 2016. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 Oktober 2017. Diakses tanggal 25 Oktober 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  67. ↑ "Philip Neal's analysis of Marci's grammar". Voynich Central. Diarsipkan dari asli tanggal 7 Oktober 2011. Diakses tanggal 8 Juni 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  68. 1 2 3 Zandbergen, René. "Voynich MS – History of research of the MS". Voynich.nu. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 10 Juni 2016. Diakses tanggal 8 Juni 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  69. 1 2 Winter, Jay (2015). The Complete Voynich Manuscript (Edisi digitally enhanced researchers'). Lulu Press. ISBN 978-1-329-60774-3.
  70. 1 2 Zandbergen, René. "Origin of the manuscript". Voynich.nu. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 11 Februari 2018. Diakses tanggal 8 Juni 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  71. ↑ Neal, Philip. "The enciphered manuscripts of Giovanni Fontana". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 15 Februari 2018. Diakses tanggal 31 Januari 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  72. ↑ Bolzoni, Lina (2001). The Gallery of Memory: Literary and Iconographic Models in the Age of the Printing Press. University of Toronto Press. hlm. 102. ISBN 978-0-8020-4330-6. Secretum de Thesauro
  73. ↑ Long, Pamela O. (2001). Openness, Secrecy, Authorship: Technical Arts and the Culture of Knowledge from Antiquity to the Renaissance. JHU Press. ISBN 978-0-8018-6606-7. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 18 Maret 2024. Diakses tanggal 4 November 2020.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  74. ↑ "The New Signature of Horczicky and the Comparison of them all". Hurontaria.baf.cz. Diarsipkan dari asli tanggal 26 Januari 2009. Diakses tanggal 8 Juni 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  75. 1 2 Hurych, Jan B. (15 Mei 2009). "Athanasius Kircher – the VM in Rome". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 23 Agustus 2013. Diakses tanggal 11 Juni 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  76. 1 2 Hurych, Jan B. (20 Desember 2007). "More about Dr. Raphael Mnishowsky". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 23 Agustus 2013. Diakses tanggal 11 Juni 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  77. ↑ Unraveling the Voynich codex. New York, NY: Springer Science+Business Media. 2018. ISBN 978-3-319-77293-6.
  78. ↑ Pelling, Nick (27 Agustus 2009). "Voynich cipher structure". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 6 Juli 2016. Diakses tanggal 29 Juni 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  79. ↑ Greshko, Michael A. (2025). "The Naibbe cipher: a substitution cipher that encrypts Latin and Italian as Voynich Manuscript–like ciphertext". Cryptologia. Taylor & Francis: 1–37. doi:10.1080/01611194.2025.2566408.
  80. ↑ Banks 2008
  81. ↑ Vogt, Elmar (22 September 2009). "An Outline of the Stroke Theory as a Possible Method of Encipherment of the Voynich Manuscript" (PDF). Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 12 September 2016. Diakses tanggal 11 Juni 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  82. ↑ Neidhart, Christoph (13 November 2002). ""Voynich-Manuskript" das grosse Rätselbuch" [The big puzzle-book]. Die Weltwoche (interview) (dalam bahasa Jerman). Zürich, CH. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 23 Desember 2019. Diakses tanggal 22 Desember 2019.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  83. ↑ Hockett, Charles F. (1951). "Review of John de Francis (1950) Nationalism and language reform in China". Language. 27 (3): 439–445. doi:10.2307/409788. JSTOR 409788. ... an overwhelmingly high percentage of Chinese segmental morphemes (bound or free) consist of a single syllable; no more than perhaps five percent are longer than one syllable, and only a small handful are shorter. In this sense — in the sense of the favored canonical shape of morphemes — Chinese is indeed monosyllabic.
  84. ↑ Child, James R. (Musim panas 1976). "The Voynich manuscript revisited". NSA Technical Journal. XXI (3).{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  85. ↑ Child, James R. (2007). "Again, the Voynich manuscript" (PDF). Diarsipkan dari versi asli pada 16 Juni 2009. Diakses tanggal 8 Juni 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  86. ↑ "600 year old mystery manuscript decoded by University of Bedfordshire professor" (Rilis pers). University of Bedfordshire. 14 Februari 2014. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 15 Juni 2016. Diakses tanggal 8 Juni 2016.{{cite press release}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  87. ↑ Bax, Stephen (1 Januari 2014). A proposed partial decoding of the Voynich script (PDF). StephenBax.net (Laporan). Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 21 Mei 2016. Diakses tanggal 8 Juni 2016.{{cite report}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  88. ↑ "Breakthrough over 600 year-old mystery manuscript". BBC News Online. 18 Februari 2014. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 Maret 2016. Diakses tanggal 8 Juni 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  89. ↑ "British academic claims to have made a breakthrough in his quest to unlock the 600 year-old secrets of the mysterious Voynich manuscript". The Independent. 20 Februari 2014. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 September 2015. Diakses tanggal 8 Juni 2016.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  90. 1 2 Rigby, Nic (18 Februari 2014). "Breakthrough over 600 year-old mystery manuscript". BBC News. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 Maret 2016. Diakses tanggal 4 Januari 2018.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  91. ↑ Zelinka, Ivan; Lara, Melvin; Windsor, Leah C.; Lozi, René (Mei 2023). "Softcomputing in identification of the origin of Voynich manuscript by comparison with ancient dialects". Applied Soft Computing. 138 (C) 110217. doi:10.1016/j.asoc.2023.110217. hdl:10084/152269. Diakses tanggal 19 Maret 2024.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  92. ↑ Tucker, Arthur O.; Talbert, Rexford H. (Musim dingin 2013). "A preliminary analysis of the botany, zoology, and mineralogy of the Voynich manuscript". HerbalGram (100): 70–75. Diakses tanggal 8 Juni 2016 – via archive.today.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) Pemeliharaan CS1: layanan pengarsipan yang sudah usang (link) alternate PDF source di Wayback Machine(diarsipkan 27 Maret 2014)
  93. ↑ Pelling, N. (14 Januari 2014). "A brand new new world / Nahuatl Voynich manuscript theory ..." Cipher Mysteries. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 5 Mei 2016. Diakses tanggal 8 Juni 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  94. ↑ Grossman, Lisa (3 Februari 2014). "Mexican plants could break code on gibberish manuscript". New Scientist. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 23 Desember 2014. Diakses tanggal 8 Juni 2016.{{cite magazine}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  95. ↑ Pharao Hansen, Magnus (25 Desember 2018). "Was the Voynich manuscript written in Nahuatl?". nahuatlstudies.blogspot.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 7 Juli 2022. Diakses tanggal 17 Agustus 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  96. ↑ Rugg, Gordon. "Replicating the Voynich Manuscript". UK: Keele. Diarsipkan dari asli tanggal 23 Agustus 2016. Diakses tanggal 8 Juni 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  97. ↑ McKie, Robin (25 Januari 2004). "Secret of historic code: It's gibberish". The Observer. UK. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 23 April 2016. Diakses tanggal 8 Juni 2016.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  98. ↑ D'Agnese, Joseph (September 2004). "Scientific Method Man". Wired. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 11 November 2006. Diakses tanggal 8 Juni 2016.{{cite magazine}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  99. ↑ Montemurro & Zanette 2013, hlm. e66344
  100. ↑ Hogenboom, Melissa (22 Juni 2013). "Mysterious Voynich manuscript has 'genuine message'". BBC News. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2 Februari 2020. Diakses tanggal 8 Juni 2016.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  101. ↑ Sterneck, Rachel; Polish, Annie; Bowern, Claire (2021). "Topic Modeling in the Voynich Manuscript". arXiv:2107.02858 [cs.CL].
  102. ↑ Rugg, Gordon; Taylor, Gavin (September 2016). "Hoaxing statistical features of the Voynich Manuscript". Cryptologia. 41 (3): 247–268. doi:10.1080/01611194.2016.1206753. S2CID 5848113.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  103. ↑ Timm, Torsten; Schinner, Andreas (Mei 2019). "A possible generating algorithm of the Voynich manuscript". Cryptologia. 44 (1): 1–19. doi:10.1080/01611194.2019.1596999. S2CID 181797693.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  104. ↑ Daniel, Gaskell; Claire, Bowern (2022). "Gibberish after all? Voynichese is statistically similar to human-produced samples of meaningless text" (PDF). CEUR Workshop Proceedings. 3313. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 10 Januari 2023. Diakses tanggal 10 Januari 2023.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  105. ↑ Kennedy & Churchill 2004, hlm. 119, ch.7.
  106. 1 2 Kennedy & Churchill 2004, ch.7.
  107. ↑ Pelling, Nick (19 Januari 2012). "Does the "Voynich = migraine" theory make your head hurt too?". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 23 Juni 2016. Diakses tanggal 11 Juni 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  108. ↑ "William Romaine Newbold (1865–1926)". Penn Biographies. University of Pennsylvania. 6 September 1926. Diarsipkan dari asli tanggal 19 April 2016. Diakses tanggal 8 Juni 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  109. ↑ Manly, John Matthews (Juli 1931). "Roger Bacon and the Voynich MS". Speculum. 6 (3): 345–391. doi:10.2307/2848508. ISSN 0038-7134. JSTOR 2848508.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  110. ↑ Kahn 1967, hlm. 867–869
  111. ↑ Stojko 1978
  112. ↑ Русина [Rusina], Олена [Elena] (2011–2014). До "неможливих джерел" вітчизняної історії: Рукопис Войнича в українському контексті [On the "impossible sources" of national history: The Voynich manuscript in the Ukrainian context]. Harvard Ukrainian Studies (dalam bahasa Ukrainian). 32–33 (Part 2): 611–618. JSTOR 24711694.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  113. ↑ Bax, Stephen (Januari 2014). "A proposed partial decoding of the Voynich script" (PDF). Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 21 Mei 2016. Diakses tanggal 20 Februari 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  114. ↑ "Artificial intelligence takes a crack at decoding the mysterious Voynich manuscript". Smithsonian Magazine. 31 Januari 2018. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 Februari 2018. Diakses tanggal 2 Februari 2018.{{cite magazine}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  115. ↑ "AI May Have Just Decoded a Mystical 600-Year-Old Manuscript That Baffled Humans for Decades". Artnet News (dalam bahasa American English). 2018-01-31. Diakses tanggal 2026-04-13.
  116. ↑ "Using AI to uncover ancient mysteries". www.ualberta.ca (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-04-13.
  117. ↑ Whitwam, Ryan (2018-01-30). "AI May Have Unlocked the Secrets of the Mysterious Voynich Manuscript". ExtremeTech (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-04-13.
  118. ↑ "Mysterious 15th century manuscript finally decoded 600 years later". The Independent. 27 Januari 2018. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 27 Januari 2018. Diakses tanggal 27 Januari 2018.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  119. ↑ Hauer, Bradley; Kondrak, Grzegorz (2016). "Decoding anagrammed texts written in an unknown language and script". Transactions of the Association for Computational Linguistics. 4: 75–86. doi:10.1162/tacl_a_00084. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 28 Januari 2018. Diakses tanggal 27 Januari 2018.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  120. ↑ "Computer scientist claims clues to deciphering mysterious Voynich manuscript". The National Post. 24 Januari 2018. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 13 Januari 2021. Diakses tanggal 27 Januari 2019.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  121. ↑ Gibbs, Nicholas (5 September 2017). "Voynich manuscript: the solution". The Times Literary Supplement. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 11 September 2017. Diakses tanggal 10 September 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  122. ↑ Zhang, Sarah (10 September 2017). "Has a Mysterious Medieval Code Really Been Solved?". The Atlantic (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 12 September 2017. Diakses tanggal 12 September 2017.{{cite magazine}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  123. ↑ Newitz, Annalee (10 September 2017). "So much for that Voynich manuscript 'solution'". Ars Technica (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 11 September 2017. Diakses tanggal 12 September 2017.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  124. 1 2 "Calgary man believes he's cracked the mysterious Voynich Manuscript". Toronto Metro. The Canadian Press. 28 Februari 2018. Diarsipkan dari asli tanggal 5 Maret 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  125. 1 2 "Bu kitabın sırrı 600 yıldır çözülemiyor". Milliyet. İhlas News Agency. 19 Maret 2018. Diakses tanggal 13 November 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  126. ↑ "Voynich Manuscript Revealed (2018)". YouTube. 22 Februari 2018. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 November 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  127. 1 2 Bracher, Jane (15 Juni 2018). "Will mystery of the medieval Voynich Manuscript ever be solved?". CNN. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 14 Juli 2020. Diakses tanggal 14 Juli 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  128. ↑ "Has the Voynich Manuscript Finally Been Decoded?: Researchers Claim That the Mysterious Text Was Written in Phonetic Old Turkish". Open Culture. 21 Februari 2019. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 14 Juli 2020. Diakses tanggal 14 Juli 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  129. ↑ Ardic, Ahmet; Ardic, Ozan (2020). "Voynich Manuscript: Revealed Turkic Origin" (PDF). Turkic Research. 1 (1). Diakses tanggal 10 Agustus 2025.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  130. ↑ Askerov, Mayil B.; Ismayilova, Sevinc S. (Juni 7–10, 2022). "VOYNİÇ ƏLYAZMASI HAQQINDA [On the Voynich Manuscript]". XI. Uluslararası Türk Dünyası Araştırmaları Sempozyumu Bildirileri. Vol. 1. hlm. 771–786. ISBN 978-605-196-866-7. Diakses tanggal 10 Agustus 2025.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  131. ↑ Askerov, Mayil B.; Ardic, Ahmet (Juni 7–10, 2022). "TÜRK DİLLİ VOYNİÇ EL YAZMASI [The Turkish Language Voinich Manuscript]". XI. Uluslararası Türk Dünyası Araştırmaları Sempozyumu Bildirileri. Vol. 1. hlm. 787–809. ISBN 978-605-196-866-7. Diakses tanggal 10 Agustus 2025.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  132. ↑ Voynich Manuscript: Update and Q&A (video). 1 Agustus 2019. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 November 2021 – via YouTube.{{cite AV media}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  133. ↑ Ardic, Ahmet (2025). "The Koen's measuring & The Old-Turkish Voynich MS" (PDF). Turkish Research. 46 (1). Diakses tanggal 10 Agustus 2025.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  134. ↑ "Bristol academic cracks Voynich code, solving century-old mystery of medieval text". EurekAlert. Mei 2019. Diarsipkan dari asli tanggal 15 Mei 2019. Diakses tanggal 16 Mei 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  135. ↑ Cheshire, Gerard (2019). "The language and writing system of MS 408 (Voynich) explained" (PDF). Romance Studies. 37: 30–67. doi:10.1080/02639904.2019.1599566. hdl:1983/a6f1af84-f023-405a-b1e8-448c01ef0673. S2CID 166780758. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 28 September 2021. Diakses tanggal 27 Agustus 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  136. ↑
  137. ↑ Addley, Esther (16 Mei 2019). "Latin, Hebrew, ... proto-Romance? New theory on Voynich manuscript". The Guardian. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 16 Mei 2019. Diakses tanggal 16 Mei 2019.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  138. ↑ "Medieval manuscript code 'unlocked' by Bristol academic". BBC News. 16 Mei 2019. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 16 Mei 2019. Diakses tanggal 16 Mei 2019.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  139. ↑ Cheshire, Gerard (Mei 2023). The Medieval Map and the Mercy Mission: A Complete Translation of the Voynich Manuscript Map. Gerard Cheshire. ISBN 978-1-399-95499-0.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
    "Facsimile of volcano map in Voynich manuscript". hlm. 158. Diakses tanggal 16 Juni 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  140. ↑ Cheshire, Gerard (Desember 2018). "Consonants & Vowels, Castles & Volcanoes. - lingbuzz/004381". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 8 Juni 2021. Diakses tanggal 16 Juni 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  141. 1 2 Ouellette, Jennifer (15 Mei 2019). "No, someone hasn't cracked the code of the mysterious Voynich manuscript". Ars Technica (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 17 Mei 2019. Diakses tanggal 17 Mei 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  142. ↑ "Statement re: Voynich research paper". www.bristol.ac.uk (dalam bahasa Inggris (Britania)). University of Bristol. 16 Mei 2019. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 21 Mei 2019. Diakses tanggal 22 Mei 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  143. ↑ "Voynich manuscript translation claims raise 'concerns'". BBC News. 17 Mei 2019. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 16 Juni 2019. Diakses tanggal 17 Mei 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  144. ↑ Cork, Tristan (17 Mei 2019). "University withdraws announcement researcher had cracked the Voynich Manuscript". Bristol Live. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 17 Mei 2019. Diakses tanggal 17 Mei 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  145. ↑ "Voynich code cracked". Archaeology Wiki (dalam bahasa American English). 2020-06-17. Diakses tanggal 2026-07-08.
  146. ↑ "The Voynich Manuscript Code Finally Broken...Again". www.rarebookhub.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-07-08.
  147. ↑ Shaw, Garry (2020-06-18). "Has Yale's mysterious Voynich Manuscript finally been deciphered?". The Art Newspaper - International art news and events (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-07-08.
  148. ↑ "Voynich". Rainer Hannig - Autor und Ägyptologe (dalam bahasa Jerman). Diakses tanggal 2026-07-08.
  149. ↑ Clemens, Raymond, ed. (2016). The Voynich Manuscript. Yale University Press. ISBN 978-0-300-21723-0.
  150. ↑ Dunavin, Davis (14 Oktober 2016). "Yale publishes mysterious medieval manuscript". NPR – WSHU. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 22 Oktober 2016. Diakses tanggal 21 Oktober 2016.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  151. ↑ "Publisher wins rights to Voynich manuscript, a book no one can read". The Guardian. Agence France-Presse. 21 Agustus 2016. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 23 Agustus 2016. Diakses tanggal 21 Oktober 2016.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  152. ↑ "El Manuscrito Voynich de Siloé llega a Emiratos Árabes". burgosconecta.es (dalam bahasa Spanyol). 11 November 2017. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 13 November 2017. Diakses tanggal 12 November 2017.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  153. ↑ Ouellette, Jennifer (2024-09-09). "New multispectral analysis of Voynich manuscript reveals hidden details". Ars Technica. Diakses tanggal 2024-09-18.
  154. ↑ Tronaru, Doinel (26 Agustus 2016). "Misteriosul manuscris Voynich, unul dintre pilonii romanului "Solenoid" al lui Mircea Cărtărescu, va fi reprodus de o editură din Spania". Adevarul (in Romanian) (dalam bahasa Rumania). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 13 Januari 2020. Diakses tanggal 13 Januari 2020.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  155. ↑ Corrias, Pino (5 Februari 2006). "L'enciclopedia dell'altro mondo" (PDF). La Repubblica (dalam bahasa Italia). hlm. 39. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 9 Juli 2017. Diakses tanggal 8 Juni 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  156. ↑ "Codex Seraphinianus". rec.arts.books. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 10 November 2012. Diakses tanggal 8 Juni 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  157. ↑ "Codex Seraphinianus: Some Observations". Bulgaria: Bas. 29 September 2004. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 28 Januari 2020. Diakses tanggal 8 Juni 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  158. ↑ Berloquin, Pierre (2008). Hidden Codes & Grand Designs: Secret languages from ancient times to modern day. Sterling. hlm. 300. ISBN 978-1-4027-2833-4. Diakses tanggal 8 Juni 2016. Codex Seraphinianus+base 21.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  159. ↑ Griffiths, Paul (18 November 2001). "A Metaphor, Powerful and Poetic". The New York Times. Music. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 23 April 2016. Diakses tanggal 8 Juni 2016.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  160. ↑ Amarante, Joe (23 September 2016). "New Haven Symphony readies a dramatic opener with Lash & Yukashev". New Haven Register. Music. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 21 Oktober 2016. Diakses tanggal 20 Oktober 2016.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  161. ↑ Knörzer, Oliver (29 Juli 2013). "[500] The Book Of Woo". Sandra and Woo. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2 Agustus 2013. Diakses tanggal 10 Agustus 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  162. ↑ Kleefeld, Sean (3 Agustus 2013). "Top 5 Webcomics That You Missed This Week: 'xkcd,' 'A Softer World' And More". MTV Geek. Diarsipkan dari asli tanggal 21 Agustus 2014. Diakses tanggal 10 Agustus 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  163. ↑ Pelling, Nick (29 Juli 2013). "Sandra And Woo do the Voynich... The Book of Woo!". Cipher Mysteries. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2 Agustus 2013. Diakses tanggal 10 Agustus 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  164. ↑ Schmeh, Klaus (11 Agustus 2013). "Verschlüsselungsrätsel als Kunst: Das Buch des Woo". Klausis Krypto Kolumne (dalam bahasa Jerman). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 13 Oktober 2013. Diakses tanggal 11 Agustus 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  165. ↑ Bauer, Craig P. (2017). Unsolved!: the history and mystery of the world's greatest ciphers from ancient Egypt to online secret societies. Princeton: Princeton University Press. ISBN 978-0-691-16767-1. OCLC 963914459.
  166. ↑ Knörzer, Oliver. "Sandra and Woo » [0500] The Book of Woo in English | The comedy webcomic". www.sandraandwoo.com (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 15 Juli 2018. Diakses tanggal 14 Juli 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  167. ↑ Simon, Scott (13 Mei 2023). "Hernan Diaz on his Pulitzer Prize-winning novel 'Trust'". NPR. Diarsipkan dari asli tanggal 4 April 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  168. ↑ Diaz, Hernán (2022). Trust. New York: Riverhead Books/Penguin Random House. ISBN 978-0-691-16767-1. OCLC 1357502574.

Daftar pustaka

Bacaan lanjutan

Pranala luar

Cari tahu mengenai Manuskrip Voynich pada proyek-proyek Wikimedia lainnya:
Definisi dan terjemahan dari Wiktionary
Gambar dan media dari Commons
Buku dari Wikibuku

Situs web analis

  • Storrs, Andy (ed.). "Voynich Online research workbench". — The workbench is designed to combine multiple OCR systems with visual recognition, sequence models, statistical analysis and cross-script search.

Berita dan dokumenter

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan