Minggu, 01 November 2026
19:39 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Mitopeia

Mitopeia

Bagikan:
250px-Liji2_no_bg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ilustrasi halaman dari Kitab Ritus (Liji), salah satu dari Lima Kitab Klasik Konfusianisme, yang memuat uraian mengenai tata sosial, ritual dan upacara kuno.

Mitopeia (bahasa Yunani:μυθοποιία, translit. muthopoiía, har. 'pembuatan mitos') atau mitopesis, adalah subgenre dari karya fiksi spekulatif, dan suatu tema dalam sastra dan film masa kini, menampilkan mitologi rekaan atau fiktif yang dibuat oleh penulis prosa, puisi, atau bentuk sastra lainnya. Konsep tersebut dipopulerkan oleh J. R. R. Tolkien pada tahun 1930-an, meskipun fenomena ini sudah ada sebelumnya. Para penulis genre tersebut mengintegrasikan tema dan arketipe dari mitologi tradisional ke dalam karya fiksi. Mitopeia juga dapat dikatakan sebagai pembuatan mitologi.[1]

Istilah 'mitopeia' (mythopoeia) berasal dari bahasa Yunani Koine muthopoiía (μυθοποιία), artinya 'pembuatan mitologi'; bentuk alternatifnya ialah mythopoesis (μυθοποίησις) yang memiliki arti sama.[2] Definisi mythopoeia sebagai "menciptakan suatu mitos" pertama kali tercatat pada 1846.[1][3] Pada awalnya, itu bermakna pembuatan mitos pada zaman purba.[4]

Referensi

  1. 1 2 "Mythopoeia". Merriam-Webster Dictionary. Diakses tanggal 1 November 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ New Shorter Oxford English Dictionary
  3. ↑ "mythopoeia". Diakses tanggal 1 November 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ For example, "The first two, the most remote stages, are purely linguistic germs of mythology: the third is in the domain of mythopoeia, or myth-building." Bunsen, C.C.J. (1860). Egypt's Place in Universal History: an Historical Investigation in Five Books, Volume IV. Charles H. Cottrell (trans.). Longman, Green, Longman, and Roberts. hlm. 450.
Ikon rintisan

Artikel bertopik sastra ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan